Indonesia
NovelToon NovelToon
Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yuli Zarti

sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11 mencoba untuk melupakan

Hari ini Ridwan merasa dirinya sudah mulai sedikit demi sedikit melupakan wanita yang ia cintai itu. Ridwan mencoba perlahan -lahan untuk tidak memikirkan Aira.

Walaupun terkadang teringat akan masa bersama dengan Aira Ridwan hanya tersenyum namun senyum itu berbalut luka.

Pagi ini ia berencana ingin melihat - lihat kantor ayahnya. Sebulan berlalu setelah ia tidak bersama Aira membuat dirinya merasa sia - sia saja terus mengurung diri di kamar.

Walau ke kantor bukanlah pilihan hatinya namun untuk menyibukkan diri saat ini ia memilih untuk bekerja di kantor ayahnya.

"Wah pagi ini kamu terlihat rapi kamu mau kemana rid ?" , tanya ibu Aisyah

"Aku mau kekantor Abi ummi mau lihat-lihat ada gak pekerjaan yang cocok untuk aku" .

"Nah ini baru namanya Ridwan Hanafi anaknya abi" , ucap pak Hanafi dengan bangga.

"Ah Abi janganlah berlebihan begitu saat ini aku ingin menyibukkan diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya" .

"Ya gak apa-apa siapa tahu nanti ketemu jodoh yang bisa membuatmu bahagia" .

"Abi salah besar saat ini aku belum ingin menjalin hubungan dengan wanita mana pun" .

"Sudah sudah jangan bertengkar nih lagi Abi anaknya lagi patah hati malah menawarkan pengganti wanita yang ia cintai".

"Iya deh iya maafkan Abi ya bukan maksud Abi untuk membuat kamu kecewa".

Ridwan hanya diam ia pun duduk di meja makan untuk sarapan pagi bersama dengan orang tuanya. Sementara itu pak Hanafi dan ibu Aisyah hanya diam sambil menikmati sarapan pagi.

Setelah selesai sarapan kini pak Hanafi pun beranjak dari tempat duduknya menuju keluar sambil membawa tas.

Ibu Aisyah pun mengikuti suaminya dari belakang untuk mengantarkan sampai ke pintu. Sesampainya di pintu ibu Aisyah pun tidak lupa memberi salam pada suaminya itu. Ibu Aisyah pun mencium tangan suaminya dengan takzim.

" Abi kekantor dulu ya ummi, iya Abi hati - hati di jalan ya. Oke istriku" .

Pak Hanafi pun mengecup kening istrinya.

"Cup !"

Ish Abi kira udah tua begini selalu saja begitu. Kan sama istri sendiri gak ada larangan untuk itu, ucap pak Hanafi dengan sedikit menggoda istrinya.

Dari jauh Ridwan melihat interaksi antara kedua orangtuanya ia hanya tersenyum. Ridwan pun berdoa untuk kebahagiaan orang tuanya itu.

"Ya Allah semoga kedua orang tua hamba selalu engkau berkati dengan kebahagiaan" , bathin Ridwan.

Setelah itu kini tinggallah Ridwan. Setelah pak Hanafi berangkat ke kantor ibu Aisyah pun kembali ke dalam rumah.

Ia melihat Ridwan melamun. Ibu Aisyah menyapa putra satu - satunya itu.

"Katanya mau kekantor Abi, kok malah melamun ?" , ucap ibu Aisyah dengan lembut.

"Ah iya ummi, kalau gitu aku pergi dulu. Aku pamit ummi. Assalamualaikum" .

Ridwan pun meraih tangan sang ibu lalu menyalami dan mencium punggung tangan ibunya dengan penuh takzim.

"Walaikumsalam, hati - hati di jalan ya ? Oke ummi".

Ridwan pun meninggalkan rumah dan menuju kantor sang ayah. Sedangkan pak Hanafi kini sudah sampai di kantor.

Kemudian pak Hanafi pun menuju bagian personalia untuk menanyakan apakah ada divisi yang masih belum terisi. "Pagi pak Rahmat, saya ingin bertanya apakah ada bagian divisi yang belum terisi. Karena anak saya ingin bekerja di perusahaan ini" .

Sepertinya tidak ada pak Han, semuanya sudah terisi penuh. Oh begitu ya . Ya udah baiklah terimakasih.

Oke pak tapi nanti saya akan usahain untuk putra bapak.

Ya sudah nanti kalau memang ada tolong kabari saya. Baiklah pak.

Pak Hanafi pun meninggalkan ruangan personalia. Di kantor pak Hanafi cukup bijaksana terhadap para karyawannya. Sehingga para karyawan merasa sangat nyaman bekerja di perusahaan tersebut.

Tidak ada perbedaan jabatan dan tidak ada pula yang membanggakan - banggakan jabatan masing -masing. Semuanya sama namun yang membedakan hanya bidang masing-masing.

1
Rev
👍🏻
Adiba Azahra
Halo kak izin mampir yha 🙏😊🌸😍
Adiba Azahra: 👍🙏😊🌸😍
total 3 replies
Kayla Rane
aku mampir k.. cerita ya 😭 juga♥️

salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭
Yuli Zarti: oke terimakasih sudah mampir😍😍😍
total 1 replies
aku
jangan smpe aira jd istri second ya!! 😌🙏🙏
Yuli Zarti: 😊😊😊😊 terimakasih sarannya kak,
total 1 replies
Yuli Zarti
terimakasih 😍😍😍😍
Adiba Azahra
Terus semangat kak bagus loh ceritanya 👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!