Indonesia
NovelToon NovelToon
DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kayla Rane

Reyga membenci aturan ayahnya. Berry membenci cinta karena perceraian orang tuanya.

Keduanya memilih hidup bebas dengan cara masing-masing—sampai mereka menyelamatkan seorang bayi berusia sembilan bulan dari penculikan.

Tak tahu siapa orang tua bayi itu, Reyga dan Berry terpaksa merawatnya bersama.
Dua lelaki yang bahkan tak tahu cara mengganti popok itu perlahan belajar tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan perjuangan seorang ibu.

Di saat Reyga mulai jatuh cinta pada Amelia, reporter muda yang selama ini selalu ia hindari, Berry justru dihantui masa lalu bersama Melda—perempuan polos yang pernah ia sakiti hingga harus menghadapi kehamilannya seorang diri.

Namun ketika identitas bayi mulai terungkap, mereka sadar bahwa penculikan itu bukan kebetulan.

Bayi kecil yang awalnya mereka anggap sebagai beban ternyata menjadi jalan bagi dua lelaki yang terluka untuk menemukan cinta, keluarga, dan kesempatan kedua.

Bila suka ceritanya, jangan lupa subscribe, like, komentar & votenya ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kayla Rane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 : KEMENANGAN YANG DIRAYAKAN BERSAMA

...BAB 15...

...KEMENANGAN YANG DIRAYAKAN BERSAMA...

Suara pembawa berita terdengar dari televisi ruang keluarga sebuah rumah mewah.

"Pembalap muda Reyga kembali menunjukkan kemampuannya dalam ajang balap motor hari ini. Ia berhasil keluar sebagai juara pertama dan membawa pulang hadiah fantastis dari pertandingan yang disponsori oleh pengusaha ternama, Armand Wijaya."

Darmawan yang baru saja keluar dari ruang kerja langsung berhenti.

Tatapannya tertuju pada layar televisi. Di sana terlihat Reyga berdiri di atas podium. Tangannya menggenggam piala kemenangan. Senyum tipis terlihat di wajahnya.

Darmawan tidak mengatakan apa-apa. Namun sorot matanya berubah. Anaknya benar-benar menang.

Padahal beberapa waktu lalu, Darmawan sudah menghentikan seluruh fasilitas Reyga.

Ia ingin anaknya berhenti membuang waktunya untuk balapan dan mulai serius mengurus perusahaan.

Tetapi Reyga justru membuktikan bahwa dirinya masih mampu menghasilkan sesuatu tanpa bantuan keluarga.

Pembawa berita kembali berbicara.

"Reyga berhasil mengalahkan beberapa pembalap unggulan dan menjadi juara dalam pertandingan yang berlangsung sengit..."

Darmawan mengambil remote. Televisi dimatikan. Ruangan kembali sunyi.

Wajah Darmawan tetap keras. Namun sebelum pergi, ia sempat bergumam,

"Jadi kamu benar-benar memilih jalan itu."

Tidak ada kebanggaan yang terlihat. Tidak ada kemarahan yang jelas. Hanya tatapan sulit dibaca.

Darmawan kemudian kembali ke ruang kerjanya.

*****

Di tempat lain, seseorang justru tersenyum bahagia melihat berita yang sama.

Alessa.

Gadis muda itu duduk di kamar pribadinya sambil memegang ponsel.

Di layar ponselnya terdapat sebuah foto. Foto dirinya bersama Reyga di atas podium.

Reyga memegang piala kemenangan. Sementara Alessa berdiri di sampingnya dengan senyum lebar.

Alessa memperbesar foto tersebut. Senyumnya semakin lebar.

"Reyga..."

Ia menyentuh layar ponselnya pelan.

Hari ini menjadi salah satu hari paling membahagiakan dalam hidupnya.

Bukan hanya karena ayahnya berhasil mengadakan pertandingan besar.

Tetapi karena lelaki yang sudah lama ia kagumi akhirnya berdiri di podium dengan piala yang ia berikan.

Alessa tersenyum malu. Ia teringat pengakuannya di depan banyak orang.

Aku suka sama kamu.

Wajahnya langsung memerah. "Kenapa aku ngomong begitu di depan semua orang?"

Namun ia justru tertawa kecil. Ia tidak menyesal.

Alessa kemudian membuka percakapannya dengan Reyga.

Nomor lelaki itu baru saja ia dapatkan setelah pertandingan.

Tangannya mengetik sebuah pesan.

Selamat ya, Reyga. Aku benar-benar senang kamu menang hari ini. Jangan lupa istirahat.

Ia menatap pesan itu beberapa detik. Kemudian mengirimkannya.

Setelah itu Alessa kembali memandangi foto mereka. Senyumnya tidak juga hilang. Ia berharap suatu hari nanti...

Reyga akan melihatnya bukan hanya sebagai putri seorang sponsor.

*****

Sementara itu, di apartemen Berry...

"AKHIRNYA!"

Teriakan Berry menggema di seluruh ruangan.

Bintang yang sedang duduk di karpet langsung terkejut.

Reyga keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut. "Lo mau bikin Bintang tuli?"

Berry langsung menutup mulut. Kemudian berbisik keras,

"AKHIRNYA!"

Reyga menatapnya tajam. Berry tertawa.

"Maaf."

Ia menunjuk meja. "Perayaan kemenangan!"

Di atas meja sudah tersedia berbagai makanan yang Berry pesan sebelum Reyga pulang tadi. Ayam goreng. Pizza. Kentang goreng. Minuman dingin. Bahkan ada sebuah kue kecil.

Reyga menatap meja. "Lo beli semua ini?"

"Iya."

"Uangnya dari mana?"

Berry menunjuk dirinya sendiri. "Tabungan gue lah."

Reyga mengangguk senang. "Bagus juga ide Lo. Pas gue lagi laper.

Berry langsung menarik kursi untuk Reyga. "Silakan duduk!"

Reyga duduk. "Sok romantis Lo."

Berry tertawa kecil. Lalu dia mengambil botol minuman.

Bintang merangkak menghampiri Reyga. Begitu Reyga duduk ia langsung mengangkat kedua tangan.

Reyga menghela napas. "Kenapa?"

Berry tertawa. "Dia minta gendong Lo kali."

"Gue baru aja duduk."

"Ya angkat bentarlah. Seharian Bintang mungkin kangen nggak lihat Lo."

Reyga akhirnya menggendong Bintang. Bayi itu langsung tersenyum.

Berry menunjuk mereka. "Kalau dilihat-lihat, kalian sudah seperti bapak dan anak."

"Dia bukan anak gue."

"Belum."

"Berry."

"Iya, Ayah Reyga?"

Reyga mengambil bantal dan melemparkannya. Berry tertawa terbahak-bahak.

Malam itu, mereka bertiga merayakan kemenangan dengan cara sederhana.

Tidak ada kemewahan. Tidak ada pesta besar. Hanya dua sahabat dan seorang bayi yang entah sampai kapan masih harus mereka rawat.

Berry mengangkat gelas. "Untuk kemenangan Reyga!"

Reyga ikut mengangkat gelas. "Untuk Bintang."

Berry tersenyum. "Dan untuk kita."

Mereka bersulang.

Ting!

Bintang memukul-mukul meja.

Berry tertawa. "Nah! Bos kecil juga setuju."

Reyga mengusap kepala Bintang. "Dia cuma lapar."

"Benar juga."

Berry mengambil makanan bayi dan mulai menyuapinya. Reyga mengambil ayam goreng.

Untuk beberapa saat, semuanya terasa begitu tenang.

Sampai ponsel Reyga berbunyi.

Ting!

Reyga melirik layar.

Nama Alessa terpampang.

Berry langsung menyipitkan mata. "O'oh..."

Reyga menatapnya. "Apa?"

"Alessa yaa."

Reyga mengunci layar. "Biasa."

Berry tertawa. "Biasa katanya." Ia mendekati Reyga. "Gadis yang tadi bilang suka sama lo di depan satu arena itu?"

Reyga menghela napas. "Iya kenapa?"

"Dia minta nomor lo?"

"Iya."

"Lo kasih?"

"Iya."

Berry langsung memukul meja. "HAH?!"

Reyga tertawa kecil. "Kenapa Lo sewot?"

"Lo kasih nomor pribadi ke anak orang kaya?"

"Dia itu sponsor pertandingan."

"Terus?"

"Ya gue menghargai dia."

Berry menyeringai. "Atau lo mulai suka?"

Reyga langsung mendengus. "Nggak, ngapain."

Ponselnya kembali berbunyi. Pesan Alessa masuk.

Jangan lupa makan dan istirahat. Kamu pasti capek. Aku senang sekali melihatmu menang.

Berry mengintip. "Wiiih... Perhatian banget."

Reyga mengambil ponselnya. "Gue tahu."

"Balaslah."

"Nggak perlu."

"Kenapa?"

"Kalau gue balas terlalu banyak, dia bisa salah paham."

Berry mengangguk. "Masuk akal."

Reyga membuka pesan itu. Kemudian mengetik singkat.

Terima kasih.

Ia mengirimnya.

Berry melongo. "Cuma itu doang?"

"Iya."

"Dia bilang suka sama Lo, kan!"

"Terus gue harus jawab apa?"

"Ya bilang suka juga."

Reyga langsung melempar bantal. "Ngaco Lo."

Berry tertawa. "Minimal jangan bikin dia berharap."

"Gue nggak pernah memberikan harapan." Reyga menyandarkan tubuhnya. Ia tidak merasa perlu membalas perasaan Alessa.

Gadis itu cantik. Kaya. Dan jelas-jelas menyukainya. Tetapi Reyga tidak punya perasaan yang sama.

Ia hanya menghargai dukungan dan hadiah besar yang diberikan keluarga Alessa. Selebihnya, bukan urusannya.

Namun jauh di dalam pikirannya, Reyga justru merasa sedikit bangga. Ia tersenyum tipis.

Berry langsung menunjuk wajahnya. "Nah! Senyum-senyum sendiri!"

Reyga mengangkat alis. "Gue memang tampan."

Berry langsung tertawa. "PEDE Lo!"

"Faktanya begitu."

"Jangan besar kepala."

Reyga mengambil minuman. "Kalau banyak perempuan suka sama gue, berarti bukan salah gue."

Berry menggeleng. "Parah."

Bintang tiba-tiba tertawa. Berry menatap bayi itu. "Jangan dengarkan dia."

Reyga ikut tertawa kecil. Malam itu mereka kembali bercanda.

*****

Sementara di tempat lain...

Alessa masih memandangi foto dirinya bersama Reyga di atas podium.

Ia tersenyum sendiri. Jarinya menyentuh wajah Reyga di layar ponsel.

"Semoga suatu hari nanti..." Bisiknya. "Kamu bisa membalas perasaanku."

Sementara Reyga sama sekali tidak mengetahui bahwa gadis itu masih memandangi foto mereka.

Ia hanya tahu satu hal. Kemenangan hari ini telah memberinya kesempatan untuk bertahan hidup. Dan untuk sementara, itu sudah cukup.

Bersambung...

1
Lisa
Puji Tuhan Anita dpt menerima Melda sebagai menantunya..
Lisa
Ya nih Berry harus bertanya pd Wandi mana yg benar..
Kam1la
lanjut Kak... kira-kira Berry percaya sama siapa...?
Kam1la
hidup Bery miris juga, dia kurang kasih sayang sejak kecil.
Lisa: Benar Kak..ternyata ayahnya bohong pada Berry tentang ibunya..Ibunya g pernah selingkuh..
total 1 replies
Lisa
Oo ternyata ortunya Berry bercerai..Ibunya pergi dgn pria lain dan sekarang mereka bertemu kembali.
Kam1la
keluarga Berry terpecah belah rupanya...
Kam1la
semoga direstui ya....
Kam1la
alhamdulillah. yg ditunggu tunggu sudah lahir... selamat ya, anaknya cowok lagi... semoga Melda cepat pulih
Lisa
Selamat y utk Melda & Berry atas kelahiran putra pertamanya..sehat y utk debaynya juga utk Mamanya cpt pulih..
Lisa
Akhirnya mereka berpisah juga dgn Bintang..sedih banget nih..
Kam1la
Akhirnya sampai juga di Jakarta, semoga tidak ada masalah atau hal buruk lagi. nih, Melda bakalan lahiran y sebentar lagi... cewek pa cowok yah
Kam1la
Reyga dan Amelia sudah menganggap Alden sebagai anak kandung mereka, tapi Alden masih punya keluarga kandung. perpisahan ini hanya sementara, suatu waktu nanti bisa ada kesempatan untuk bertemu lagi. dan bagi mereka jika berat berpisah, segera buat anak sendiri....
Lisa
Sama Kak..aku juga sedih banget nih sampe nangis karena Amelia akan berpisah dgn Bintang..aplg Amelia yg sudah merawat Bintang..klo bisa mereka jgn berpisah Kak 🤭
✨Kayla Rane✨: 😭/Sob/
total 3 replies
Lisa
Sama² Kak Kayla..kita juga seneng banget ngikutin ceritanya..semangat y Kak..ikut seneng nih Rafael udh ceria lg..tp klo nanti Amel dkk udh balik ke Jkt pasti dia sedih lg..
Lisa: Sama² Kak Kayla
total 2 replies
Kam1la
Reflesing ke mall mungkin bisa mengurangi kesedihan Rafael, itu hanya sementara saja. setelah mereka kembali ke Jakarta, Rafael akan kesepian lagi dan teringat Celine
✨Kayla Rane✨: semoga Rafael cepet ketemu jodohnya ka😆😆 kasian ganteng2 jomblo sendiri🤣
total 1 replies
Lisa
Benar Kak..tapi Amel & Reyga yg sudah merawat Alden jadi harus dipikirkan solusi yg terbaik.
Lisa
Aku juga ikut sedih Kak..Celine yg begitu baik diabaikan oleh Rafael..akhirnya sekrg tinggal penyesalan..
Kam1la
bersama keluarga adalah hal terbaik. Alden atau Bintang memang sebaiknya bersama Rafael... keluarga kandungannya.
Kam1la
Rafael merasa sedih mengenang masa bersama Celine. menyesal selalu di belakang letaknya.... sabar ya
Kam1la
Celine meninggalkan kenangan yang begitu mendalam. selamat jalan Celine... Rafael sangat terpukul. Alan pantas mendapatkan karma
✨Kayla Rane✨: bener ka 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!