Indonesia
NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN RATU SRIGALA

KEBANGKITAN RATU SRIGALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Disebuah kerajaan bulan yang dihuni ribuan manusia Srigala. Disaat gerhana bulan merah, permaisuri Lira baru saja melahirkan seorang anak perempuan yang cantik namun tidak memiliki aura Srigala yang membuat sang Raja Argan harus membunuh anak kandungnya sendiri karena dianggap aib.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 018 : Serangan Balik Kekuatan Asli

Di dalam goa tempat Nazar, Seraphina, dan Rian berada, suasana yang tadinya tenang kini mendadak menjadi berat. Udara terasa dingin dan pekat, seolah ada bayangan hitam yang merayap semakin dekat. Nazar berdiri mematung di mulut goa, matanya menyipit menatap kegelapan hutan di luar sana.

Seraphina mendekat, menyadari perubahan sikap orang tua itu. "Ada apa, Nazar? Kau terlihat sangat gelisah."

Nazar menghela napas panjang, suaranya terdengar berat. "Dia hampir sampai, Tuan Putri. Aura kegelapan itu semakin kuat. Saatnya kita bersiap menyambut tamu yang tak diundang."

Seraphina menggenggam erat senjatanya, tatapannya tajam dan penuh keyakinan. "Aku siap. Aku akan selalu di sisimu, Nazar."

Tak lama kemudian, di depan mulut goa yang tertutup rapat oleh akar belukar tebal, Elara berdiri tegak menatap penghalang di hadapannya. Drakar dan Gorah berdiri di belakangnya, menunggu perintah.

"Sepertinya goa ini dilindungi sihir, tak akan mudah kita masuki," gumam Elara sambil menatap akar-akar belukar itu.

"Kalau begitu apa rencanamu, Elara?" tanya Drakar.

Elara tersenyum sinis, lalu melambaikan tangan ke belakang. "Mundur."

Drakar dan Gorah segera melangkah menjauh. Elara mulai merapalkan mantra di antara kedua telapak tangannya. Cahaya ungu gelap memancar, lalu seketika menyambar ke arah pintu goa. Terdengar suara gemuruh, dan akar-akar belukar yang tadinya tertutup rapat kini terbuka lebar seperti pintu istana.

Elara melangkah masuk dengan angku, diikuti Drakar dan Gorah. Di ruang tengah goa, Seraphina dan Nazar sudah menunggu.

Nazar melangkah maju. "Ada urusan apa kau datang ke tempatku?"

Elara tidak bertele-tele. "Serahkan pria yang sedang bersamamu di dalam sana sekarang juga."

"Keinginanmu itu tak akan pernah terpenuhi, Elara," jawab Seraphina tegas.

Wajah Elara mengeras. "Kalau kau tak mau menyerahkannya dengan sukarela, aku akan mengambilnya sendiri."

Elara melambaikan tangan, gumpalan asap hitam melesat cepat ke arah Seraphina. Namun Nazar lebih dulu melangkah, mengibaskan tangannya dan serangan itu lenyap seketika.

Pertarungan pun meletus. Nazar berhadapan langsung dengan Elara, sementara Seraphina menghadapi Drakar dan Gorah.

"Kalian berdua memang tak pernah belajar," ucap Seraphina dingin. Ia melangkah maju, memancarkan gelombang kekuatan yang begitu dahsyat sehingga Drakar dan Gorah terpental jauh ke dinding goa. Keduanya meringis memegang dada, napas terengah, tak menyangka kekuatan Seraphina begitu besar.

Sementara itu, pertarungan Elara dan Nazar berjalan lebih sengit. Elara tampak jauh lebih kuat dari sebelumnya. Dengan satu sentakan tenaga, Nazar terpental dan jatuh berlutut.

"Itulah akibatnya jika berani menghalangi jalanku," ucap Elara dingin. Ia mengangkat tongkat sihirnya tinggi-tinggi untuk menghantam Nazar.

Namun sesosok bayangan bergerak cepat. Seraphina melompat dan menendang tangan Elara hingga serangan itu melesat ke arah atap goa, menciptakan lubang besar.

Elara tersenyum sinis, menatap tajam ke arah Seraphina. "Sebelum aku menyingkirkan penyihir tua itu, aku akan menyingkirkanmu terlebih dahulu."

Seraphina menyadari bahwa sekarang bukan waktunya menahan diri. Perlahan, ia melepaskan gelang yang melingkar di pergelangan tangannya, gelang yang selama ini menyembunyikan kekuatan aslinya.

Seketika, gelombang kekuatan dahsyat meledak dari tubuh Seraphina. Bayangan sosok Srigala berwarna merah menyala menjulang besar di belakangnya, lalu melompat menerjang Elara. Elara tak sempat menghindar dan jatuh terhempas ke tanah.

"Sial! Tidak mungkin aku kalah lagi dari wanita sialan ini!" gerutu Elara dalam hati, tak terima dipojokkan.

Elara bangkit kembali, wajahnya merah padam menahan amarah. Ia duduk bersila, melantunkan mantra kuno. Bola api hitam berputar di telapak tangannya, lalu melesat deras ke arah Seraphina. Namun Seraphina berdiri diam, mengulurkan tangan, serangan itu berhenti di udara seketika, lalu berbalik arah.

Dengan satu gerakan tangan, Seraphina melemparkan kembali kekuatan itu sepenuhnya ke arah Elara. Tubuh Elara terpental keluar menembus dinding akar goa dan jatuh terjerembap di tanah hutan, terluka parah.

Seraphina melangkah ke mulut goa, menatap dingin ke arah musuhnya. "Bawalah tuanmu pulang sebelum nyawanya kulenyapakan dari muka bumi ini selamanya."

Drakar dan Gorah segera berlari, mengangkat tubuh Elara yang lemah, lalu kabur ke dalam kegelapan hutan. Seraphina menatap kepergian mereka dengan wajah tenang, namun hatinya tahu, pertempuran ini belum berakhir.

1
kaylla salsabella
masih ngeyel
kaylla salsabella
cari mati sari
kaylla salsabella
ooo ternyata bener rian yang dulu di tolong Seraphena
kaylla salsabella
pangeran rian apakah orang yang sama dengan yang di sembuhkan nazar
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
si elara atau ibunya elara
Surianto Tiwoel
🔥🔥🔥
kaylla salsabella
alhamdulillah
kaylla salsabella
🤔🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
lanjut😍😍
kaylla salsabella
😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut😍😍
kaylla salsabella
semoga berhasil
kaylla salsabella
yeeee rasain kamu elara🤭🤭🤭
kaylla salsabella
ooo srigala bangsawan nya adalah rian
kaylla salsabella
pasti ratu lira
kaylla salsabella
jodohin lira sama Alaric saja 🤣🤣🤭🤭
kaylla salsabella
lagi thor
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
perasaan ku Dikit amat🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!