Novel Pertama
Please buat para reader tercinta harap berikan kritik dan saran nya serta like di novel ini.
Untuk hadiah maupun vote itu terserah kalian.
Cerita kehidupan seorang gadis muda yang terlahir dari keluarga yang sederhana, Ia bernama Starla.
Memiliki krisis kepercayaan diri atau minder dalam menjalin hubungan. Merasa tidak ada yang bisa ia banggakan dalam hidupnya.
Berawal dari dirinya yang mendapat ungkapan perasaan dari teman satu kelas nya yang bernama Kristo, namun kenyataannya lelaki itu mendapat penolakan dari Starla karena rasa minder nya kemudian diangkat sebagai adik oleh seorang Agra yang sangat menginginkan adik perempuan.
Memiliki mimpi dan rencana-rencana sederhana dalam hidup nya. Hingga kisah cinta Starla yang jatuh bangun dan akhirnya kandas lalu bertemu kembali dengan seseorang yang pernah ada di masa lalu nya beberapa tahun silam.
Bagaimana akhir kisah cinta dan perjalanan hidup Starla ?
___ Rancangan mu akan kalah dengan Rancangan Nya ___
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christina De'audea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendapat Panggilan Baru
Tok..Tok..Tok !!
"Ma, Mama ada di dalam ?"
Ceklek..!!
Mama Agra membuka pintu. "Sayang, ada apa ke sini tumben sekali ?"
"Iya Ma, Mama sedang apa ?"
"Ini Mama sedang istirahat saja, ada apa ?"
"Aku kangen sama Mama." Tiba-tiba Agra memeluk sang Mama.
"Loh kenapa ini ? Kamu ada Masalah ?"
"Tidak ada."
"Tidak mungkin. Mama tahu kamu sayang."
"Mama selalu mengerti diri ku."
"Tentu saja, kamu anak Mama. Ada apa cerita sama Mama."
Agra melepaskan pelukannya. Menghela nafas nya panjang, menatap dinding yang terpasang sebuah foto keluarga.
"Apa kamu merindukan nya ?"
Agra hanya mengangguk.
"Datang lah pada nya temui, sudah berapa lama kamu tidak mendatanginya ?"
"Aku rasa sudah lama sekali Ma."
Raut wajah Agra tampak sedih. Setiap kata yang ia keluarkan menyiratkan ada nya luka.
"Mama juga merindukan nya. Atau nanti sore kita mengunjungi nya ?"
"Maaf Ma, aku tidak bisa, ada acara makan malam diluar."
"Makan malam ?"
"Ya undangan makan malam"
"Dari ?"
"Rekan kerja."
"Dalam rangka apa, tumben ada undangan makan malam."
"Iya keluarganya mengundang ku untuk makan malam."
"Setahu Mama kamu tidak memiliki teman dekat di tempat mu bekerja."
Mama mengernyitkan dahi.
"Apa harus ada teman dekat ?"
"Entah lah, terserah pada mu saja."
"Hanya sebentar saja, aku tidak akan lama Ma."
"Ya sudah bersiaplah sana, Mama kira kedatangan mu kesini ingin makan malam dirumah."
"Haha maafkan aku Ma."
"Berapa lama lagi istri mu kembali ?"
"Satu Minggu lagi."
Sebenarnya Mama Agra lebih tahu apa yang sebenarnya terjadi pada istri Agra itu, hanya saja ia berpura-pura.
"Baiklah, bersih kan dirimu. Jam berapa kamu pergi ?"
"18.30 apa Mama mau ikut ?"
"Apakah boleh ?"
"Aku tidak keberatan. Justru aku senang Mama mau ikut."
"Tapi bagaimana dengan Papa mu ?"
"Ah iya pasti nanti Papa akan makan malam sendirian jika Mama ikut dengan ku, anak nakal itu pasti akan pulang larut malam."
"Iya sayang, hah ya sudah mau bagaimana lagi, Mama tidak mungkin meninggalkan Papa mu sendirian."
"Ah Mama kau begitu mencintai Papa rupa nya."
"Jelas Mama mencintai Papa mu, Papa mu pun mencintai Mama."
"Ah yayaya baik lah. Aku ke kamar dulu Ma."
Agra menuju kamar nya beristirahat sebentar sebelum pergi menghadiri makan malam bersama keluarga Nafis.
_____________
Starla dan sang Ayah sudah tiba di rumah mereka pukul 16.30. Ayah Starla langsung membersihkan diri, itu sudah menjadi kebiasaan seorang Pak Dominic salah satu cara nya untuk melepas lelah nya sehabis bekerja hari ini, meski hanya menjaga toko namun lelah nya juga terasa. Tak jarang Pak Dominic juga harus mengangkat kan barang belanjaan para pelanggan nya ke kendaraan sang pelanggan.
"Bagaimana hari ini ndug ?"
"Tidak terlalu lelah Ma, kan jaga toko nya berdua dengan Ayah. Cukup menyenangkan."
"Bagus kalau begitu, apa hari ini toko sangat ramai"
"Lumayan Ma, banyak sekali pelanggan Ayah."
"Oh ya Ma, tadi juga ada pesanan dari Pak Supri, setelah bersih-bersih nanti aku akan mengantar nya."
"Ah iya baik lah Ndug tapi kamu makan dulu ya. Setelah Ayah mu selesai bersih-bersih nanti giliran kamu."
"Oke baik lah Bu. Oh ya dimana Johan ?"
"Biasa Johan main bersama teman-teman nya."
Starla makan sembari menunggu giliran menggunakan kamar mandi, dirumah nya hanya ada satu kamar mandi yang mereka gunakan untuk bergantian.
Tak lama kemudian sang Ayah telah selesai.
"Nak, cepat selesai kan makan mu lalu bersihkan diri mu."
"Iya Ayah ini sudah selesai, Ayah makan dulu. Masakan Mama hari ini seperti nya istimewa, sangat enak."
"Heeemmmm kamu Ndug memang selama ini masakan Mama tidak enak ?"
"Haha enak kok Ma, cuma hari ini lebih enak dari biasa nya."
"Ada ada saja kamu La, mungkin karena hari ini kamu lelah menjaga toko dan menguras banyak tenaga mu, jadi makan mu begitu lahap."
"Hahaha iya ya bisa jadi tuh Yah. Lala mandi dulu deh."
Starla mandi tak berlama-lama, cukup untuk membersihkan tubuh nya hingga bersih dengan sabun anti kuman, gosok gigi dan keramas sudah cukup membuat tubuh nya bersih dan segar.
"Ayah, Lala ke tempat pak Supri dulu ya antar pesanan tadi. Jadi besok pagi kota langsung berangkat saja ke toko."
"Iya, gunakan motor Ayah saja La."
"Tidak usah Ayah, Lala pakai sepeda saja, rumah Pak Supri tidak jauh cukup pakai sepeda."
"Apa kamu bisa bawa barang nya jika pakai sepeda ?"
"Bisa Ayah, tinggal di ikat dibelakang saja sudah kuat kardus nya tidak akan jatuh. Lagian kita bisa hemat bensin Yah."
"Ya sudah terserah kamu saja bagaimana baik nya."
"Iya Lala berangkat dulu Ayah Mama."
"Iya hati-hati dijalan."
Starla mengayuh sepeda nya melewati jalan yang biasa ia gunakan untuk berangkat sekolah namun lebih jauh rumah Pak Supri dibanding dengan sekolah nya. Butuh waktu 35 menit menggunakan sepeda nya.
___________
Agra tengah bersiap untuk pergi memakai setelan cassual tampak begitu tampan.
Melangkah kan kaki nya keluar kamar untuk berpamitan kepada Mama nya. Ponsel nya berdering, sebuah panggilan masuk di ponsel nya.
'Wanita gurita ngapain telfon ?' bergumam menatap nama yang tertera di layar ponselnya.
"Hallo."
"Hallo Mas."
"Ada apa ?"
"Mas, bisa jemput Nafis enggak ?"
"Kamu berangkat bersama orang tua mu saja, nanti aku akan menyusul langsung ke restoran."
"Papa dan Mama Nafis sudah berangkat dari tadi karena mereka tadi ada acara jadi langsung ke restoran."
"Mobil mu mana ?"
"Mobil dipakai adik Nafis pergi Mas, tolong jemput Nafis ya." Dengan nada yang dibuat manja oleh Nafis.
"Hem Ya tunggu saja."
"Terim...Tut..Tut..Tut.." Suara telfon terputus sebelum kalimat terselesaikan.
"Iih kenapa sih Mas Agra gitu banget." Nafis merasa kesal dengan sikap Agra.
"Ah sudah lah yang penting sebentar lagi berangkat nya di jemput Mas Agra hihi." Nafis bermonolog.
Nafis segera bersiap-siap, berdandan secantik mungkin, ia menggunakan dress panjang yang terbilang seksi meskipun dress yang digunakan panjang namun belahan nya pun cukup panjang hingga sampai atas lutut dan belahan dada cukup rendah membuat dua buah pepaya nya disengaja mengintip oleh Nafis. Semua ia lakukan agar lelaki pujaan nya terpikat dengan kecantikan dan keseksian nya.
"Ck si wanita gurita ini, merepotkan ku saja."
"Ma, aku pamit dulu ya."
"Sayang, kamu sudah akan berangkat ?"
"Iya Ma."
"Baiklah hati-hati dijalan."
Agra mengecup kedua pipi Mama nya, menyalami tangan sang Mama dengan mengecup punggung tangan sang Mama.
Saat di luar rumah hendak menuju mobil, sang Papa turun dari mobil.
"Nak, kamu mau kemana ?"
"Papa.." Agra mencium punggung tangan Papa nya.
"Ada urusan di luar Pa."
"Urusan apa ?"
"Menghadiri makan malam, undangan dari rekan kerja."
"Oh baiklah. Hati-hati di jalan."
"Oke Pa, berangkat dulu."
Sang Papa hanya mengangguk dan menatap putra sulung nya pergi. Sejak dulu jarang sekali mereka bertemu, Sang Papa sibuk bekerja, apalagi setelah Agra menikah itu semakin membuat intensitas pertemuan mereka semakin jarang, namun itu tak membuat hubungan mereka merenggangkan hanya saja Agra memang lebih dekat dengan sang Mama yang selalu ada waktu untuk nya.
Agra melajukan mobil nya untuk menjemput Nafis si wanita gurita menurut julukan dari Agra. Ia melewati jalan menuju sekolah tempat ia bekerja, karena melalui jalan tersebut lebih cepat sampai daripada jalan yang lain. Bukan karena Agra terlalu bersemangat untuk menjemput Nafis, bisa saja diri nya melalui jalan lain agar lebih lambat untuk sampai namun dirinya tak ingin membuang waktu untuk hal itu, dirinya ingin secepatnya meluruskan pandangan kedua orang tua Nafis agar tidak rumit di kemudian hari. Ia adalah seorang lelaki beristri, tidak ingin di cap sebagai seorang tukang selingkuh, mata keranjang ataupun label lain nya.
"Loh anak itu bukan nya itu.... Lala iya Starla.."
Agra tiba-tiba melihat seorang gadis dipinggir jalan dengan sepeda tergeletak di kerumuni oleh beberapa orang. Seketika itu juga ia menghentikan laju mobil nya. Turun menemui Starla.
"Dek...adek enggak apa-apa ?" Tanya salah satu orang yang ada disitu menolong Starla.
"Em tidak apa-apa Pak saya tidak apa-apa."
"Tapi itu sepeda nya rusak begitu, rumah nya dimana biar nanti kami antar ke rumah nya."
Starla belum menjawab pertanyaan orang itu namun sudah ada pertanyaan lain yang datang menghampiri.
"Ada apa ini ? La, kamu kenapa dek ?" Tanya Agra tiba-tiba.
"Pak Agra. Saya tidak apa-apa Pak."
"Tidak apa-apa bagaimana, ini tangan dan kaki kamu lecet-lecet begini." Agra panik dan khawatir.
"Pak, saya tidak apa-apa."
"Mas, tadi adek nya ini korban tabrak lari." Jelas salah satu warga yang sedang mengerumuni Starla.
"Astaga La, ya sudah saya antar kamu pulang. Kamu bisa berdiri ?"
"Tidak usah Pak, saya bisa pulang sendiri tidak perlu repot-repot Pak." Tolak Starla dengan sopan.
"Dari tadi kamu bilang tidak apa-apa, tapi kamu lihat badan mu lecet semua dek."
"Itu sepeda kamu ?"
"Iya Pak."
"Sepeda kamu saja rusak begitu bagaimana mau pulang. Ayo pulang sama saya."
"Bapak-Bapak minta tolong ada yang tahu rumah gadis ini ?" Tanya Agra
"Saya tahu mas, ini anak Pak Dominic, bagaimana mas ?" Tanya seorang laki-laki seumuran Agra.
"Itu ada mobil pick up punya siapa ya, bisa minta tolong antar kan sepeda ini ke rumah nya. Saya mau bawa gadis ini ke rumah sakit dulu."
"Oh bisa mas kebetulan itu mobil saya, biar saya antar kan sepeda nya sekarang."
"Terimakasih, saya permisi dulu."
"Tunggu mas nya siapa, jika nanti saya ditanya pak Dominic dimana anak nya bagaimana ?"
"Saya guru nya di sekolah. Ini kartu nama saya. Maaf saya harus segera ke rumah sakit."
Agra langsung mengangkat tubuh Starla, ia tahu jika Starla tidak akan bisa berdiri karena lutut nya pasti nyeri dan perih.
"Eh eh Pak saya bisa jalan sendiri." Starla terkejut diangkat oleh Agra.
"Sudah tenang saja, kaki mu pasti sakit jika untuk berjalan."
Agra memasukkan Starla kedalam mobil nya, memasang kan sabuk pengaman kemudian menyusul masuk kedalam mobil. Melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat.
"Ini sudah mau malam dek kamu mau kemana ?"
"Saya dari antar pesanan pelanggan toko Ayah Pak." Starla dari tadi merasa aneh dengan kalimat yang diucapkan Agra.
'Kok dari tadi aku merasa aneh ya mendengar kalimat-kalimat yang diucapkan pak Agra.' Gumam Starla dalam hati.
"Kenapa harus malam-malam seperti ini, bahaya buat kamu dek."
Starla terdiam mencerna setiap kalimat yang di dengarkan nya sambil merasakan perih nya luka pada tubuh nya.
"Kenapa diam, sakit banget ya luka nya ?"
Tak mendapat jawaban.
"Dek.." Agra memegang bahu Starla membuat Starla menoleh.
"Kamu kenapa dek ?"
"Pak, maaf. Sebentar saya boleh tanya ?"
"Iya tanya saja ada apa ?"
"Bapak kenapa panggil saya seperti itu ?"
"Hah seperti itu bagaimana ? memang saya panggil kamu apa dek ?"
"Nah itu maksud saya ?"
Agra tidak sadar dengan panggilan nya yang ditujukan. Terdiam sejenak dan mulai sadar.
"Ah maaf La, saya tidak sengaja memanggil mu seperti itu. Emm..apa kamu keberatan ?"
"Emm biasa saja sih Pak, hanya terdengar aneh saja ditelinga saya."
"Kalau kamu tidak keberatan, apa boleh saya manggil mu seperti itu ?"
"Yaa...sii.lah..kan Pak." Jawab Starla ragu-ragu.
"Terimakasih La." Agra mengusap pucuk kepala Starla.
"Kenapa harus berterimakasih. Saya merasa memiliki panggilan baru." Starla tersenyum dan Agra pun juga tersenyum , hati nya terasa hangat. Seperti menemukan kehidupan nya yang telah lama hilang.
penasaran ih
Salam dari"Malaikat putih"🤗🤗
kasihan starlanya
Salam dari"Malaikat putih"🤗🤗