Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Dewasa

Menikahi Pria Dewasa

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:455.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: PutrieRose

Brianna, gadis berumur 20 tahun. Yang selalu menghabiskan harinya hanya untuk bersenang-senang. Tidak mau melanjutkan ke perguruan tinggi dan hanya menjadi benalu di rumah. Anak tunggal yang pasti akan mewarisi semua harta kekayaan orang tuanya.

Henry, pria dewasa berumur 35 tahun yang belum menginginkan untuk menikah selepas kehilangan tunangannya 10 tahun silam. Olivia yang merupakan tunangannya dinyatakan hilang dan jejaknya tak dapat dicari hingga detik ini.

Abraham yang merupakan ayah dari Brianna menjodohkan putrinya dengan putra dari sahabat lamanya. Berharap setelah menikah Brianna akan berubah menjadi seseorang yang lebih menghargai hidup dan masa depannya.

Saat Brianna bertemu dengan sosok Henry, mereka berdua sama-sama terkejut. Karna mereka sebelumnya pernah bertemu dalam sebuah tragedi tak terduga.

Bagaimana kisah rumah tangga Anna si gadis nakal dan Henry si pria dewasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PutrieRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 TANGGUNG JAWAB

"Ya Tuhan, selamat ....." Anna mengelus dadanya yang bergemuruh. Akhirnya jawaban yang Anna keluarkan bisa dipercayai oleh Jane dan Alice.

"Kenapa kalian tidak pergi bulan madu sih! Enak tau bisa jalan-jalan. Malah kalian memilih bersembunyi di apartemen." Lysa tak habis pikir dengan jalan pikir keduanya. Apa salahnya jika mereka berbulan madu. Toh itung-itung mereka seperti liburan.

"Aku tidak tahu, Lysa. Kak Henry yang memilih untuk tinggal di apartemen saja."

"Terus, ini kamu mau pulang ke apartemen atau ke rumahku saja?" tanyanya.

"Ke rumahmu saja," jawabnya cepat.

Sebuah taxi terparkir di depan rumah Lysa. Membuat mobil Lysa yang akan masuk jadi terhalang.

Sosok pria tampan terlihat keluar dari taxi tersebut dan menatap mobil yang ditumpangi saat ini.

"Itu suamimu, Anna?" Matanya membola tatkala melihat suaminya berada di rumah Lysa sekarang. Kakinya melangkah cepat ke mobilnya. Hujan yang sedikit reda tak membuatnya gentar ketetesan air hujan. Ia membiarkan rintik-rintik gerimis menyentuh tubuhnya yang hanya mengenakan kaos tipis berwarna putih.

"Anna keluar!" Suaranya terdengar sangat jantan dengan serak suaranya yang seksi. Anna langsung membuka pintu mobil. Baru saja kakinya menginjak jalanan, tangannya langsung ditarik. Henry membawa Anna masuk ke dalam taxi. Belum sempat berpamitan pada Lysa, taxi mereka sudah melesat jauh.

Di dalam taxi, Anna ingin memaki suaminya. Tapi Anna urungkan karna ia malas berdebat.

"Kenapa pergi tidak pamit? Apa kamu tidak menghargai aku sebagai suamimu?"

Anna memicingkan matanya, ia membuang muka menatap jalanan yang basah.

"Hey jawab!" Henry tak tinggal diam, dia memegang dagu istrinya. Kini mereka saling pandang-pandangan. Kedua mata itu seperti saling berbicara tapi tanpa suara.

"Tadi kau masih tidur dan aku sangat jenuh di apartemen," jawabnya.

"Omong kosong!" ketusnya.

"Tadi aku ke Mall dan bertemu ibu dan Alice."

Henry terkejut mendengarnya. "Tuh kan, jadinya ketahuan. Kamu ini tinggal diam saja di apartemen kenapa sih. Malah pergi-pergi gak jelas!"

"Aku belum selesai ngomong!" Anna jadi kesal, suaminya ini tak mendengarkan penjelasannya lebih lanjut.

"Apa? Pasti sebentar lagi ibu akan menelpon ku!" Kini Henry yang harus putar otak. Jawaban apa yang harus dia berikan pada ibunya nanti.

"Ibu pikir kita sudah pulang. Pulang lebih cepat dari rencana ibu. Dan aku bilang kita tinggal di apartemen untuk sementara. Ibu tidak curiga kalau kita tidak berbulan madu," jelasnya.

Mendengar pernyataan dari istrinya membuat Henry terdiam. Tidak disangka bahwa Anna mampu membuat rahasia mereka tidak terbongkar. Ia mampu mengelabui ibunya dan juga adik iparnya.

"Benarkah?" Henry menjadi salut dengan istrinya sendiri.

"Iya, tapi aku merasa bersalah karna sudah berbohong." Anna masih tidak enak hati. Ini sudah keterlaluan menurutnya, membohongi orang tua.

Anna pun sampai lupa, ia meninggalkan belanjaannya di mobil Lysa. Baju yang dia beli yang berjumlah banyak itu tak satu pun ia bawa. Dan ia teringat kembali dengan beberapa kartu miliknya yang sudah tak bisa dipakai. Apa benar ayahnya telah memblokir semua kartu miliknya?

"Hallo, Bu ...." Anna akhirnya memutuskan untuk menelpon ibunya. Ia ingin menanyakannya pada ibunya saja.

"Iya, sayang. Ada apa? Bagaimana bulan madu mu? Apa menyenangkan?" Belum sempat bertanya, ibunya sudah menghujani dirinya dengan berbagai pertanyaan.

"Iya seperti bulan madu pada umumnya, Bu. Hm, Anna mau bertanya, Bu."

"Iya, sayang. Kamu mau bertanya apa?"

"Apa ayah sengaja memblokir semua kartu atm milikku, Bu?"

Terdengar hening, tak ada suara yang keluar dari sebrang telepon membuat Anna mengeluarkan suaranya kembali. "Ibu masih di sana?"

"Hem, iya."

"Ibu, jawab pertanyaan ku."

"Iya, Anna. Ayahmu memang sudah memblokir semua kartu atm milikmu. Kamu tadi menggunakannya dan tak bisa? Apa Henry tidak memberikanmu uang?"

Tubuhnya lemas seketika, jadi ayahnya benar-benar sudah lepas tanggung jawab. Anna tak sanggup berbicara lagi.

"Ya sudah, Bu. Anna ingin istirahat."

Anna memutuskan sambungan teleponnya. Ia melemparkan ponselnya ke atas sofa. Punggungnya ia senderkan. Kini ia tak tahu nasib dirinya kedepannya.

Henry yang baru saja selesai membersihkan diri, menatap Anna yang mukanya terlihat ditekuk.

"Kenapa kamu? Ada masalah?" Ia duduk di sofa sebelahnya seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

Bayangan malam tadi masih saja tak bisa ia lupakan. Tapi ia tak ingin membahasnya. Ia berusaha bersikap seperti biasanya. Anggap saja malam tadi tidak terjadi apa-apa.

"Ayah memblokir semua kartu milikku. Tadi aku mencoba memakainya untuk membayar baju tapi tidak bisa."

Henry tertawa, ia menertawakan istrinya. Kasihan sekali menurutnya.

"Jadi, sekarang kau tidak memiliki apa pun? Uang pun tak punya?" ejeknya masih dengan tawanya.

Suaminya puas sekali mengejeknya, membuat Anna ingin sekali menangis. Matanya sudah berkaca-kaca.

"Mana kesombongan mu yang katanya mau membeli rumah? Lihatlah sekarang, kau tak memiliki apa pun lagi. Makanya jangan selalu membanggakan harta orang tua," tuturnya.

"Ini semua gara-gara Kakak! Andai saja kita tidak menikah, aku masih bisa senang-senang! Aku masih bisa berbelanja sepuasnya, aku masih bisa menikmati indahnya dunia! Sekarang semuanya sudah hancur!" serunya dengan amarah menggebu. Ia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan seperti ini.

"Jangan salahkan aku! Ini juga salahmu yang tak pernah menghargai hidup. Yang ada dipikiran mu adalah kesenangan sesaat. Tidak peduli betapa lelahnya orang tuamu mencari uang dan tak peduli betapa susahnya mereka mendidik mu."

Air matanya menetes secara dramatis. Menatap suaminya yang menyebalkan membuatnya tak kuat berlama-lama. Kakinya ia hentakkan dan berlalu pergi dari sana.

BRAKKKK!!!!

Ia menutup pintu kamar dengan keras. Dan menguncinya dari dalam. Henry ingin menyusulnya tapi ia urungkan. Menurutnya biarkan saja dulu Anna meredamkan emosinya sendiri. Ia juga sempat terpancing emosinya tadi.

Anna menatap ranjangnya, ia masih mengingat betul kejadian semalam. Dia sudah ternodai dengan suaminya sendiri. Walaupun mereka sudah sah, tapi Anna masih tidak terima. Dan yang ia pikirkan saat ini adalah bagaimana ia bisa bertahan hidup tanpa uang? Ia juga butuh untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Dan kini ia tak memiliki apa pun lagi.

Ia gengsi jika harus meminta pada suaminya. Tadi saja suaminya sudah mengejeknya habis-habisan apalagi jika ia berani meminta uang padanya.

Karna kelelahan berpikir akhirnya Anna tertidur. Ia terbangun karna mendengar ketokan pintu.

"Anna, bangun! Makan dulu. Aku sudah membeli makanan. Ayo keluar!" Suara Henry terdengar memanggilnya. Anna yang masih setengah sadar berusaha bangun.

Ia memegang perutnya yang kosong. Memang sedari siang ia belum mengisi perutnya. Dan ini sudah malam. Anna membuka pintu kamar dan mendapati suaminya yang masih berdiri di depan pintu kamarnya. Henry menatap Anna yang matanya sembab. Ia tak tega melihat istrinya dalam keadaan menyedihkan seperti itu.

1
Qaisaa Nazarudin
PRIA PALING BODOH,TAMPA MENCARI TAU KEBENARAN NYA TERLEBIH DAHULU,MALAH MENGAMBIL TINDAKAN MEMBABI BUTA, CINTA SIH CINTA TAPI JANGAN DI BUTA KAN DENGAN CINTA JUGA..
Qaisaa Nazarudin
ORTU YG TERLALU IKUT CAMPUR URUSAN RT ANAK JUGA GAK BAGUS..DULU MAKSA2 ANNA NIKAH,LHA SEKARANG MALAH MAKSA PISAH..EMANG ORTU YG EGOIS,MAUNYA MEREKA INI APA YA?? HERAN DEH..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Sok tau..Kenapa gak ditanya kebenaran nya sama Henry..Semua Orang di novel ini suka menduga2 sendiri tanpa tau kebenaran nya.. ckk kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Kalo ini alasannya gak masuk akal,Bukan kah dari awal ortunya Anna tau kalo Henry itu udah punya tunangan,Dan tunangannya menghilang?? Tapi mereka yg keukeuh untuk menikah kan Anna dengan Henry..Lha sekarang anak kalian udah Hamil,kenapa di pisahkan,Heran deh dengan ORTU KAYAK GINI,MAU NYA MENANG SENDIRI..
Qaisaa Nazarudin
Noh pergi jemput Istri kamu,jaga dia baik2 jangan berusaha jadi PELAKOR..
Qaisaa Nazarudin
RATA-RATA NOVEL YG KU BACA ALURNYA PASTI SAMA,MENGHILANG BERTAHUN2 ATAU BERSELINGKUH BERTAHUN2,EH SAAT PASANGAN YG DI TINGGAL UDAH BAHAGIA,MALAH NONGOL LAGI DENGAN ALASAN MASIH CINTA,DAN DRAMA SOK TERSAKITI.. HADEUUHH...
Qaisaa Nazarudin
Ckk baper nih CEWEK,Harusnya bisa nebak kan didepan keluarga besar,ya pastilah Henry cuman DRAMA doang..
Qaisaa Nazarudin
Lha ngarep...Bukan kah dari awal Perjodohan juga kamu yg nolak mentah-mentah..terus kenapa sekarang malah sok tersakiti..
Rika Fitria
Luar biasa
Uncle Mumble
👍🏻👍🏻👍🏻
Uncle Mumble
hajar!! bantai!!! cincang!!! ratakan!!!!
Uncle Mumble
baru tau ya...? blom tempenya tar nongol 😂😂😂
Uncle Mumble
curiga Olip Oil yg nongol
Uncle Mumble
kan kan kan...
Congrats Henry!!!
buang Olivia kelaoot 😂😂😂
Uncle Mumble
makin semangat urg bacanya 🤭🤭
Uncle Mumble
jangan² Anna hamidun...🤭 👍🏻👍🏻👍🏻
Uncle Mumble
checkmate... U R Dead Alden 😂😂😂
Uncle Mumble
nah... kena kali ini si Henry... 😂😂🤣
Uncle Mumble
😂😂😂
Uncle Mumble
like this... 👍🏻👍🏻👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!