Indonesia
NovelToon NovelToon
MENGEJAR CINTA MANTAN

MENGEJAR CINTA MANTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:39.9k
Nilai: 5
Nama Author: aenyn unyu

"Yakin anak yang kamu kandung adalah anakku." Ujar Jefri memandang Gebi tidak yakin.
Hati wanita mana yang tidak hancur mendengar kata-kata tersebut, begitupun halnya dengan Gebi, dia yang awalnya berniat meminta pertanggungjawaban dari kekasihnya karna terlanjur sakit hati sehingga membuatnya untuk meninggalkan Jefri dan berniat membesarkan anaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aenyn unyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERTEMU JEFRI

"Anak-anakmu pasti lucu-lucu Geb, aku jadi sudah tidak sabar untuk bertemu dengan mereka." ucap Rico sambil menyetir saat dalam perjalanan menuju rumah Gebi.

"Yahh, tapi kadang juga mereka jailnya minta ampun, suka bikin tensi darahku tinggi kak, sebagai momy mereka, aku harus punya stok kesabaran selangit menghadapi tingkah mereka yang kadang-kadang bikin badmood." 

Rico terkekeh mendengar keluh kesah Gebi, "Jadi orang tua tunggal memang tidak gampang Geb, tapi aku yakin kamu adalah seorang ibu yang hebat."

Gebi hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Rico.

"Ngomong-ngomong, kamu tidak ada niat nieh untuk mencarikan dady untuk kedua putra kembarmu." 

Gebi terlihat mendesah, sebenarnya dia paling malas deh kalau membahas tentang laki-laki, kadang juga mamanya suka mengungkit akan hal itu tapi Gebi tidak pernah menanggapi ucapan sang mama, tapi karna ini berhubung adalah Rico, jadinya Gebi agak tidak enak mengabaikan pertanyaan tersebut.

"Aku gak pernah kefikiran akan hal itu kak, saat ini aku tengah menikmati kesendirianku dan lebih fokus mengurus Araz dan Ariz daripada memikirkan pendamping hidup."

"Tapi kamu juga butuh pendamping hidup Geb, kamu juga butuh seseorang yang akan selalu menjagamu dan membuatmu bahagia."

"Araz dan Ariz adalah sumber kebahagianku kak, jadi rasanya aku tidak butuh kebahagian lainnya, lagipula, aku punya dua jagoankan yang akan selalu menjagaku."

"Ahh iya kamu benar juga."

"Kak Rico sendiri bagaimana, kenapa belum menikah sampai sekarang, kak Rico emang gak kesepian hidup sendiri." Gebi balik nanya.

"Sebenarnya, aku tengah menunggu seseorang."

"Oh ya, siapa." kepo Gebi memberi perhatiannya sepenuhnya pada Rico.

"Adalah pokoknya." jawab Rio sekenanya.

"Ada dimana sekarang wanita yang kakak tunggu itu, kenapa gak diajak nikah saja."

"Dia ada disini kok, dia sudah kembali ke tanah air."

Gebi tentu saja tidak geh siapa yang dimaksud oleh Rico ternyata adalah dirinya.

"Ohh ya terus."

"Ya, gak segampang itu juga sieh untuk ngajakin dia nikah."

"Kenapa." kejar Gebi.

"Aku tidak yakin dia mencintaiku."

"Kakak tanyain donk."

"Iya, tapi aku menunggu waktu yang tepat, apalagi kami baru bertemu setelah bertahun-tahun tidak pernah bertemu."

Gebi benar-benar tidak menyadari nieh kalau dirinyalah yang dimaksud oleh Rico.

"Saran aku cepat ya kak, ntar wanita yang kakak sukai malah diembat duluan oleh orang lain lagi." 

Rico terdiam tidak menanggapi ucapan Gebi, dalam hati dia berkata sembari melirik ke arah Gebi, "Emang kamu akan mau menerima aku Geb setelah kamu mengatakan tidak butuh laki-laki dalam hidupmu." iya, Rico baru menyadari, setelah bertahun-tahun lamanya ternyata dirinya mencintai Gebi, itulah mungkin sebabnya setiap kali menjalin hubungan, hubungannya tidak pernah berlangsung lama karna dia selalu mencari sosok Gebi pada setiap wanita yang dia pacari.

*****

"Arazzz, Arizzzz." teriak Gebi memanggil kedua buah hatinya saat memasuki rumah bersama Rico.

"Momy pulang nieh."

Gak lama kemudian, terdengar suara kaki berlarian ke arahnya, suara kaki kedua putranya yang menyongsong ke arahnya saat mendengar suara panggilannya.

"Momy pulang."

"Momy pulang."

Suara anak-anaknya selalu mampu membuat bibir Gebi melengkung sempurna.

Kedua anak kembar itu menampakkan tubuh mereka dan berlarian menyongsong Gebi, mama Putri terlihat dibelakang mengejar kedua cucunya, mata mama Putri langsung terarah pada Rico, dia menatap Rico dengan pandangan bertanya-tanya.

Rico tersenyum sopan dan mengangguk ke arah mama Putri yang dibalas oleh mama Putri.

Gebi berjongkok menyambut kedatangan kedua putra tampannya, dua putranya yang begitu sangat mirip dengan Jefri, mereka benar-benar miniatur Jefri, kadang Gebi kesal juga kenapa kedua anaknya begitu sangat mirip dengan Jefri, laki-laki yang sama sekali tidak pernah mengharapkan kedua anaknya lahir kedunia ini.

Masing-masing tangannya merangkul Araz dan Ariz dari sisi kanan dan kiri, dan seperti kebiasaanya, kedua bocah kembar itu akan memberikan ciuman pada momy mereka.

"Mmmuahhh, sayang momy." diakhiri dengan memberi rangkulan pada leher Gebi oleh kedua bocah itu.

Rico terharu melihat intraksi Gebi dan kedua anaknya, dia bisa melihat dengan jelas kalau Gebi benar-benar bahagia.

"Momy momy, siapa om ini." dengan jari tangannya yang kecil Araz menunjuk tubuh Rico yang menjulang tingggi, kedua bocah itu ternyata baru memperhatikan kalau momynya tidak sendiri.

Saat Gebi akan memperkenalkan Rico, Rico lebih dulu berjongkok, dengan senyum lebar dia memperkenalkan dirinya, "Halo tampan, perkenalkan, om adalah teman momy kalian, nama om adalah Rico." Rico mengulurkan tangannya pada Araz.

Araz tidak langsung menyambut uluran tangan yang disodorkan oleh Rico, dia menoleh ke arah momynya untuk meminta persetujuan, Araz memang agak pemalu jika dibandingkan dengan Ariz, dia selalu meminta persetujuan dari momynya kalau akan melakukan apa-apa, termasuk seperti saat ini,  melihat hal itu, Gebi mengangguk, dan barulah Araz membalas uluran tangan yang disodorkan oleh Rico.

"Aku Araz om Rico."

"Nama yang sangat bagus."

Ariz yang berdiri diseberangpun mendekat, kalau Araz agak pemalu, Ariz justru kebalikannya, bocah itu lebih cendurng agresif.

"Halo om Rico, perkenalkan, aku Aliz, kembalannya Alaz, putlanya momy Gebi yang cantik." Ariz menyodorkan tangannya.

Gebi terkekeh mendengar ucapan Ariz.

"Halo Ariz, salam kenal, om harap kita bisa menjadi teman oke." 

"Apa om olang baik." dengan suaranya yang cadel Araz bertanya.

Rico tersenyum sebelum menjawab untuk menampakkan kesan kalau dia adalah orang yang baik, "Tentu saja jagoan."

"Buktinya apa." Araz benar-benar anak yang cerdas.

Sebelum Rico menjawab, bik Diah masuk dan membawakan oleh-oleh dan juga beberapa mainan yang dibelikan oleh Rico untuk Araz dan Ariz.

"Nona ini mau ditaruh dimana."

"Bawa kesini bik."

"Baik nona."

"Sayang, om Rico itu adalah orang baik, buktinya om Rico membawakan Araz dan Ariz banyak hadiah." Gebi menunjuk apa yang dibawa oleh bik Diah.

"Yeeyyyy mainan." Ariz langsung bersorak kegirangan, anak itu memang sangat gampang di sogok. 

Sedangkan Araz, meskipun senang mendapat mainan baru, tapi dia tidak menunjukkan kabahagiannya seperti Ariz, "Hmmm, baiklah om, karna om olang baik, mulai sekarang kita menjadi teman."

Rico kembali tersenyum dan mengelus puncak kepala Araz, "Anak pintar." 

Mama Putri yang sejak tadi berdiri agak jauh dan hanya menjadi penonton mendekat, dia juga ingin mengenal laki-laki yang saat ini dibawa oleh putrinya kerumah.

"Bik Diah, tolong ya bawa Araz dan Ariz ke kamarnya, ajak mereka main disana dulu." tegur mama Putri.

"Baik nyonya." patuh bik Diah.

"Ayok tuan kita mainnya dikamar tuan saja." bik Diah menggiring Araz dan Ariz yang mengikuti intruksi bi Diah dengan patuh.

"Oh ya Rico, kenalin, ini mama aku." Gebi memperkenalkan.

"Hai tante." sapa Rico menyalami mama Putri, "Saya Rico temannya Gebi."

"Saya mamanya Gebi." mama Putri membalas, "Ngomong-ngomong, kalian kenal dimana." mama Putri menyuarakan keheranannya mengingat Gebi baru kembali ke tanah air, dan mama Putri tahu betul sifat putrinya, Gebi tidak akan membawa orang ke rumah kalau bukan orang yang benar-benar dikenalnya.

"Ma, kak Rico inilah dulu yang menolong Gebi saat Gebi diusir oleh papa, kak Rico yang menampung Gebi diapartmennya." Gebi menjelaskan.

"Oh astaga, kamu toh orangnya." dulu Gebi pernah menceritakan tentang Rico kepada mamanya, "Terimakasih banyak ya Rico karna kamu telah menolong anak tante saat Gebi diusir oleh papanya, tante tidak tahu apa yang terjadi sama Gebi kalau tidak ada kamu."

"Sama-sama tante, sebagai manusia kewajiban kitakan memang saling tolong menolong."

"Meskipun begitu, tante sangat berterimakasih sama kamu Rico, untungnya Gebi bertemu dengan orang baik seperti kamu, kalau tidak, tante tidak tahu apa jadinya, tante merasa berhutang budi sama kamu karna telah menolong putri tante satu-satunya ini."

"Sudahlah tante, itu sudah masa lalu, jadi saya harap tante jangan merasa berhutang budi."

Mama Putri mengangguk, dia senang bisa bertemu dengan laki-laki yang telah menolong Gebi dimasa lalu.

"Ohh ya ma, ternyata aku dan kak Rico bekerja dirumah sakit yang sama lho."

"Oh ya, suatu kebetulan yang tidak terduga, tante senang dengarnya."

"Iya tan, saya juga tidak pernah menyangka akan bertemu dengan Gebi setelah sekian tahun lamanya, tambah tidak menyangka lagi kalau kami bekerja dirumah sakit yang sama."

"Itu yang namanya takdir Tuhan kak." timpal Gebi. 

****  

Juita : Mas, apa mas sibuk saat ini

Jefri mendapat pesan dari Juita adiknya disaat dia tengah berkutat dengan pekerjaannya dikantor, Juita kini sudah menikah, menikah diusia yang sangat belia diumurnya yang 18 tahun, dia bahkan belum lulus SMA saat lulus, adiknya itu menikah karna sebuah kecelakaan alias hamil duluan, saat Jefri yang saat itu berada di Canada dan mendengar berita tersebut, dia sangat marah dan murka, dia ingin membunuh laki-laki yang telah menghamili adiknya, kehamilan Juita membuat Jefri sadar kalau itu adalah karma atas apa yang telah dia lakukan dimasa lalu pada Gebi, apa yang menimpa Juita semakin membuatnya menyesal karna telah meninggalkan Gebi dan melimpahkan beban yang berat dipundak Gebi, tapi penyesalan tidaklah berguna, dan sekarang adik perempuannya harus menerima karma dari perbuatannya dimasa lalu, tapi untungnya, laki-laki yang menghamili Juita mau bertanggung jawab dan tidak meninggalkan adiknya seperti dia yang meninggalkan Gebi tanpa jejak.

Jefri : Mas gak sibuk-sibuk amat Ta, emang ada apa.

Meskipun sibuk, tapi Jefri selalu memprioritaskan adik perempuan kesayangannya itu.

Juita : Apa Ita boleh minta tolong sama mas

Jefri : Tentu saja, apa sieh yang gak buat kamu

Juita : Hari ini adalah jadwal chek up kehamilan aku mas, mas Aldi lagi bekerja dan tidak bisa ninggalin kerjaannya, jadi Ita minta tolong, maukah mas Jefri nganterin Ita chek up ke rumah sakit

Jefri : Tentu saja Ta, tungguin mas oke

Juita : Terimakasih mas

Jefri : Apapun akan mas lakukan untukmu

Jefri bergegas pergi setelah mengakhiri chatnya dengan adiknya, ini bukan kali pertamanya Juita memintanya untuk mengantarkanya untuk chake up kandungan, dengan alasan yang sama Juita selalu meminta Jefri mengantarkannya chek kandungan, dan Jefri tanpa curiga sedikitpun selalu mengantarkan adiknya tanpa bertanya apapun kepada adiknya itu.

Dan kini, Jefri dan Juita duduk diruang tunggu menunggu giliran mereka untuk dipanggil, orang yang tidak tahu tentu saja mengira kalau mereka adalah sepasang suami istri mengingat cara Jefri yang memperlakukan adiknya dengan sangat lembut dan perhatian.

"Bagaimana keadaannya." Jefri bertanya sambil mengelus perut adiknya yang membuncit, usia kandungan Juita kini sudah memasuki usia 7 bulan.

"Dia baik mas, aktif dan suka menendang-nendang."

"Tetap sehat ya sayang, om sudah tidak sabar ingin melihat kamu lahir kedunia ini."

Jefri teringat dengan Gebi, dan rasa bersalah itu kembali menguasai perasaannya, "Seandainya Gebi tidak menggugurkan janinya, mungkin anak kami sekarang sudah besar."

Jefri selalu berfikir kalau Gebi sudah pasti menggugurkan kandungannya, apalagi mengingat dia meninggalkan Gebi begitu saja.

"Atas nama ibu Juita Anggreni silahkan masuk." perawat yang bertugas jaga memanggil Juita.

"Ayok mas."

Jefri mengangguk, dia juga ikut masuk untuk mendampingi adiknya melakukan pemeriksaan.

*****

"Selamat siang ibu Juita silakan…." Gebi langsung bungkam saat melihat laki-laki yang masuk bersama pasien atas nama Juita Anggreni.

"Jefri." batinnya tidak habis fikir kalau pada akhirnya bertemu dengan laki-laki itu kembali, "Ya Tuhan, kenapa aku bisa bertemu dengan dia lagi." setengah mati Gebi berdoa supaya dia tidak bertemu dengan Jefri lagi, sayangnya, takdir berkata lain, takdir ternyata mempertemukan mereka kembali, dan Gebi berfikir kalau wanita yang saat ini tengah bersama Jefri adalah istrinya, "Dia terlihat bahagia bersama dengan istrinya, dia bisa menjalani hidupnya dengan baik setelah menghancurkan hidupku tanpa rasa bersalah, dan sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah, sedangkan kedua putraku tiap hari bertanya tentang siapa bapaknya." tentu saja ada rasa kesal dan marah dibenak Gebi mengetahui kenyataan tersebut, rasanya dia tidak terima melihat kebahagian Jefri setelah menyakitinya sedemikian rupa, meskipun sekarang hidupnya sudah baik-baik saja sieh, tapi tetap saja Gebi tidak rela melihat Jefri bahagia.

Jefri tidak kalah terkejutnya dengan Gebi, bibirnya bahkan sampai terbuka saat matanya bersitatap dengan mata lebar yang sangat dia rindukan beberapa tahun belakangan ini.

"Gebi." desisnya tanpa suara.

Untuk sesaat dua, insan yang dulunya pernah saling mencintai itu dan kini berstatus sebagai mantan itu terpaku sejenak, sama-sama tidak pernah menyangka kalau pada akhirnya mereka akan bertemu kembali dalam suasana yang berbeda.

"Ya Tuhan, aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengannya lagi, dia semakin cantik, anggun dan dewasa, aku bersyukur ternyata dia bisa menjalani hidupnya dengan baik dan mengejar impiannya." ada kelegaan dihati Jefri saat melihat Gebi terlihat baik-baik saja dan sehat, apalagi saat mengetahui kalau Gebi berhasil meraih impiannya sebagai seorang dokter kandungan.

"Oke Gebi, tenanglah, jangan terpengaruh dengan laki-laki brengsek tidak bertanggung jawab itu, dia adalah bagian dari masa lalumu, tetap tenang dan profesional, tunjukkan padanya kalau kamu baik-baik saja dan mampu berdiri diatas kakimu sendiri." Gebi mencoba menenangkan dirinya dalam hati, meskipun begitu, ada sebagian dari dirinya yang agak salting, biar bagaimanapun, Jefri adalah cinta pertamanya, laki-laki yang pernah menyentuhnya sampai membuahkan hasil berupa Araz dan Ariz.

Gebi menarik nafas dan membuangnya, dia mengusahakan senyum diwajahnya, masa lalu adalah masa lalu, dan masa lalu tidak boleh dicampur adukkan dengan pekerjaan, itu fikir Gebi, "Silahkan duduk ibu Juita." ujar Gebi mempersilahkan dan memiilih untuk tidak melihat ke arah Jefri seolah-olah dia tidak mengenal Jefri.

"Terimakasih dokter."

****

1
Teten Suryani
di sini papa Devan, jadi namanya papa siapa Thor?
Teten Suryani
di sini papa irham
Emily
kok hamil lagi si juita
Eliza Putriani
papa Devan jangan cuma melihat kesalahan Jefri aja dia sendiri rtega mengusir Gebi lantaran malu disaat Gebi butuh sandaran
Leny Kurniawan
bujuk lagi , belum selesai cerita nya, kok pasang label End.
waduh... bikin bete aja
hasna Saniy
seruuuuu
alurnya ringan
cuma kadang typo aja
jadi juita masih hamil apa udah meninggal anakknya? kan bingung
hasna Saniy
yuk up lagi thor
Mur Wati
akhirnya zonk
Eli Usada
Ceritanya ngeri sedaaaapppp like like like lanjut
HotBabe
Makasih udh berkarya thor! Lumayan banget buat bantu aku ngabisin waktu luang! Semangat terus pokoknya
angels_basket
Ayok thor mana nih kelanjutannya?
Kepala Pil
authorrr kamu hebatttttttt nggak nyesel dech bacanya seruuu bingit endingnya itu lho wowowowowowo woooooowwww
NewJerseyJack
Kak author! Meskipun alurnya simple tapi ngena banget!
SecretFruity
wah aku tunggu tuh yang baru thor. kek nya bakal lebih seru😍😘
BeautyBabe
ceritany keren banget..............jadi baper hehehe. di tungu up selanjutnya SEMANGAT...
SizzlingTeapot
Yahh kok bersambung :(
LilCutie
aaa d tunggu eps selanjutnya *baru kali ini ninggalin jejak hhwhw:› semangat ya author
Cinta Insta
cerita yg bagus...gak banyak part nya tp jelas,singkat n feel nya dapet banget,aku lebih suka cerita yg gak terlalu banyak part nya,ini udah ok banget Thor..tapiii sayang like kok dikit yaaa...semangat terus Thor💪💪
Pin-Up Yang Elegan
Nulis sesuai dengan gaya kakak aja biar ga pusing~
Winda Utami
Kalau lagi buntu ide bisa istirahat dulu thor sambil denger lagu, baca cerita yang thor suka atau nonton film! Asal jangan lupa ya kalau ditungguin pembaca xixi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!