Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Anak Terbuang

Balas Dendam Anak Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Dalam hidup Kyra, ia hanya ingin merasakan arti sebuah keluarga. Namun, keinginan sederhananya itu harus ia pendam, karena kedua orang tuanya tidak menginginkan kehadirannya yang dianggap sebagai pembawa sial.

Setelah banyaknya penderitaan, Kyra akhirnya melangkah keluar dari bayang-bayang trauma untuk menuntut balas pada orang tuanya yang telah membuangnya.

Namun, saat Kyra berhasil bertemu dan tinggal dengan kedua orang tuanya, ia justru dijadikan kambing hitam untuk menggantikan posisi sepupunya dalam sebuah pernikahan bisnis. Jebakan takdir ini justru dimanfaatkan Kyra sebagai senjata untuk menghancurkan keluarganya sendiri.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah rencana balas dendam Kyra berhasil? Siapa pria yang harus Kyra nikahi? Mengapa kedua orang tua Kyra menganggap jika Kyra adalah pembawa sial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Brian menyunggingkan senyuman miring yang begitu mematikan di balik bayangan, pria itu merendahkan wajahnya dan mendaratkan kecupan-kecupan halus yang hangat di sepanjang garis leher Kyra, membuat sekujur tubuh gadis itu meremang hebat.

​"Ucapan terima kasih tidak cukup hanya dengan kata-kata, Kyra," bisik Brian seraya membalikkan tubuh Kyra secara perlahan agar mereka saling berhadapan.

​Mata gelap Brian menatap tajam ke dalam manik mata Kyra dan mengunci seluruh pergerakannya, "Secara perlahan kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan dan sekarang... bukankah saatnya kau memberikan hakku sebagai suami,"

Napas Kyra tercekat seketika, kalimat itu meluncur dari bibir Brian dengan nada rendah yang menghanyutkan dan membuat seluruh pertahanan mental yang ia bangun runtuh dalam sekejap. Di balik tatapan tajam dan dominasi mutlak yang selalu dipamerkan pria itu, tersimpan sebuah keinginan mendalam yang tidak bisa lagi ditolak oleh logika.

​Kyra tidak menjawab, ia hanya menunduk dan merasakan jemari hangat Brian dengan lembut menyentuh sisi wajahnya, membelai pipinya yang mulai memerah panas.

​Tanpa menunggu persetujuan Kyra, Brian mengangkat tubuh Kyra dengan mudah ke dalam dekapannya. Kyra terkesiap kecil, kedua tangannya dengan otomatis melingkar erat di leher suaminya dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang yang berdegup kencang.

​Dengan langkah lebar dan penuh wibawa, Brian membawa istrinya menuju ranjang berukuran king size di tengah kamar yang temaram. Ia membaringkan Kyra dengan sangat hati-hati, seolah takut menyakiti wanita yang kini telah resmi menjadi bagian hidupnya itu.

​Brian menindih pelan tubuh Kyra, kedua tangannya menumpu di sisi kepala wanita itu, mengurung Kyra di bawah tatapan matanya yang membara.

​"Brian...," panggil Kyra dengan suara bergetar halus, sarat akan ketegangan dan keraguan yang belum sepenuhnya hilang.

​"Ssttt...," bisik Brian lembut dan menempelkan telunjuknya tepat di bibir Kyra.

​"Mulai malam ini... Kau adalah milikku dan aku sepenuhnya milikmu," ucap Brian, suaranya yang bariton terdengar begitu menghipnotis dan meruntuhkan sisa-sisa benteng es di dalam dada Kyra.

Brian langsung membungkam bibir Kyra dengan ci*man yang dalam dan memabukkan, menuntut balasan yang membuat Kyra kehilangan akal sehatnya. Sentuhan tangan Brian yang awalnya tegas dan agresif, perlahan-lahan berubah menjadi begitu sabar dan penuh kelembutan saat ia merasakan tubuh Kyra yang sempat menegang.

​Brian menci*m setiap inci wajah Kyra, kelopak mata yang terpejam rapat, pipi yang merona, hingga turun ke leher jenjangnya. Setiap sentuhan tangan Brian terasa bagai aliran listrik panas yang membakar sekujur saraf tubuh Kyra, menghapus segala memori buruk, rasa sakit dan pengabaian yang diterimanya dari masa lalu.

Udara di dalam kamar tidur utama terasa semakin pekat, dipenuhi oleh kehangatan tubuh yang bersatu dan aroma parfum milik Brian yang bercampur dengan wangi alami Kyra. Lampu tidur bersumbu keemasan meredupkan sudut ruangan, menyisakan bayangan siluet dua insan yang tengah larut dalam pusaran emosi yang tak lagi bisa ditahan.

​Brian mengangkat sedikit tubuhnya, matanya yang gelap menatap lekat-lekat ke arah Kyra. Napas pria itu memburu, namun tatapannya menyiratkan ketulusan yang luar biasa, sebuah bentuk perlindungan dari seorang pria yang telah mendedikasikan seluruh kekuasaan dan dunianya untuk wanita di bawah kurungannya.

​"Kau milikku, Kyra. Hanya milikku," bisik Brian sekali lagi, suaranya serak namun sarat akan penegasan mutlak.

​Kyra mengangguk pelan, air mata haru tanpa sadar menetes di sudut matanya, bukan karena rasa sakit atau ketakutan, melainkan karena kelegaan yang teramat sangat. Di pelukan pria inilah ia merasa untuk pertama kalinya dihargai, diinginkan dan dicintai seutuhnya setelah seumur hidup hanya mendapati pengabaian dari keluarga kandungnya sendiri.

​Brian dengan lembut menyapukan ibu jarinya, menghapus jejak air mata di pipi Kyra. Pria itu kemudian menunduk, memberikan ci*man penuh pemujaan di setiap jengkal wajah istrinya, dari dahi, kelopak mata yang terpejam, hidung mancung, hingga turun ke bibir yang membengkak karena ci*man panjang sebelumnya.

​Sentuhan tangan Brian yang tadinya terasa menuntut, kini berubah menjadi sebuah tarian kelembutan yang memabukkan. Setiap belaian di kulit sensitif Kyra terasa bagai sengatan listrik yang menghanyutkan akal sehat, ketika pakaian terakhir mereka terlepas, menyisakan kulit yang bersentuhan langsung tanpa ada batasan, des*h tertahan lolos dari bibir Kyra.

​Brian membimbing istrinya melewati ritme demi ritme yang dirancang dengan penuh kesabaran. Ia memastikan setiap sentuhan, setiap dekapannya, mampu meredupkan trauma masa lalu yang sempat menyelimuti batin Kyra. Di tengah malam yang kian larut, suara des*h napas, gesekan kain seprai, dan bisikan-bisikan cinta yang dalam melebur menjadi satu simfoni keint*man yang sakral.

​Brian tidak hanya mengambil haknya sebagai suami, melainkan menyembuhkan luka-luka tak kasat mata di jiwa Kyra. Ia memberikan kepastian mutlak bahwa di dunia yang kejam ini, Kyra tidak akan pernah sendirian lagi. Dan Kyra, dengan seluruh kepasrahan dan rasa nyaman yang baru tumbuh itu, menyerahkan benteng pertahanan terakhirnya dan tenggelam sepenuhnya ke dalam dekapan hangat sang predator yang kini telah jinak di hadapannya.

​Waktu seolah berhenti berputar selama beberapa jam di balik pintu tertutup itu. Ketika akhirnya fajar mulai menyingsing di ufuk timur, memancarkan bias cahaya kebiruan ke dalam kamar, kedua insan itu masih terlelap dalam posisi saling berpelukan erat.

​Kepala Kyra bersandar nyaman di atas dada bidang Brian, mendengarkan detak jantung suaminya yang berirama tenang. Jemari kokoh Brian masih melingkar protektif di pinggang langsing istrinya, seolah takut jika ia melepaskannya barang sedetik saja, wanita itu akan kembali hilang dari dunianya.

Hingga beberapa saat kemudian, matahari telah sepenuhnya meninggi, merayap malas menembus celah-celah tirai kamar dan menghangatkan hamparan seprai sutra tempat mereka berbaring. Namun, bagi Brian, waktu seolah berhenti di detik di mana ia membuka mata dan mendapati Kyra masih berada di dalam dekapannya.

​Pria yang dikenal kejam dan dingin pada siapapun itu, kini tampak begitu sabar. Jemari kokohnya dengan telaten menyelipkan helaian rambut hitam Kyra yang menutupi wajah cantiknya. Kulit mulus istrinya yang terekspos akibat selimut yang melorot memperlihatkan sisa-sisa keint*man mereka semalam. Sebuah pemandangan yang alih-alih membuatnya iba, justru kembali memicu gelombang ga*rah asing yang mendominasi nuraninya.

​Brian menunduk, mengecup lama bahu telanj*ng Kyra. Hawa hangat napasnya membuat Kyra terusik dalam tidurnya.

​"Eungh...," Kyra mengerang pelan, bulu matanya yang lentik bergetar sebelum akhirnya terbuka perlahan.

Kyra menyipitkan mata, menyesuaikan diri dengan cahaya pagi, sebelum mendapati wajah Brian berada hanya beberapa sentimeter darinya.

​"Pagi, istriku," bisik Brian serak, suaranya sarat akan rasa lapar yang belum terpuaskan.

Sebelum Kyra sempat mengumpulkan kesadarannya atau sekadar membalas sapaan itu, Brian telah menangkup tengkuknya, menariknya kedalam sebuah ci*man pagi yang menuntut namun penuh pemujaan. Ci*man itu begitu dalam, merenggut napas Kyra dan seketika mencairkan sisa kantuk di tubuhnya.

.

.

.

Bersambung.....

1
erviana erastus
LOL ..... emang kyra mau nolongin kalian 🤣
sunaryati jarum
Hanya demi keponakan dan anaknya mau mengemis,dulu saat bergelimang harta putranya malah dibuang.Semoga Kyra dan suaminya mau menolong, itulah balas manis namun membuat terjun bebas harga diri yang dibalasnya 🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Hubungi Kyira semoga dia dengan lapang dada membantu
erviana erastus
itulah kalian sombong nggak ketulungan eh .... skrng jd pengemis kan, baru sadar stlh nggak pny apa2 🤭
Aidil Kenzie Zie
emas berlian sama barang branded mereka apa sudah disita semua 🤣🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
kok si jalang anaknya Dania🤔🤔🤔🤔 salah ketik tor
sunaryati jarum
Kelahiran prematur, dan tidak punya biaya perawatan, biarlah Kyra mengulurkan tangan membantunya itu balas dendam yang membawa kebaikan untuk diri dan keluarga barunya
Aidil Kenzie Zie
nikmati kehancuran kalian
erviana erastus
pastix keguguran tuh Sherly keluarga toxic anak hamil tnpa suami kok bangga😏
Aidil Kenzie Zie
lah cepat kali Brian datangnya 🤔🤔🤔 nonton video di kursi kerja tau-tau udah nongol aja jemput istrinya 🤭🤭🤭
sunaryati jarum
Kehancuran kalian tidak sebanding penderitaan Kyra selama dua puluh delapan tahun itu.Lebih menderita Kyra.
sunaryati jarum
Ny Dania dikuliti anak kandungnya yang menderita dua puluh delapan tahun karena dianggap pembawa sial
erviana erastus
bertahun-tahun menyiksa anak kandung 🤬 sekarang dgn satu kali tepukan kalian hancur semua .... sdh jatuh baru ngaku ibu kandung ckckck wanita apa ini 🤬
erviana erastus
ckckck makax jeng jd orang jgn kepedean 🤣
Aidil Kenzie Zie
mereka udah dibuang oleh teman sosialita nya
semangat balas dendam
Aidil Kenzie Zie
si jalang iri sama Kyra 🤣🤣🤣🤣
salah sendiri ngapain doyan ngangkang sama orang yang tidak jelas 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
sunaryati jarum
Semoga berhasil
sunaryati jarum
Tanpa pembalasan dari Kyra ,Papa Fredy hancur juga,tapi itu mungkin dari berkas yang diambil Kyra, sebelum pernikahan.
sunaryati jarum
Sudah mulai akrab dan saling bercanda
sunaryati jarum
Menikmati kebebasan dan kemewahannya yang diberikan Bryan dan keluarganya,ya Kyra. Sherly sepertinya lupa siapa yang jalang.Bisa- bisanya mengatakan Kyra jalang.Maling teriak maling .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!