kehidupan yang tidak aku senangi, kehidupan yang penuh dengan kepalsuan disetiap orang yang mendekatiku.seorang yang hanya menyukaiku karena kelebihanku tampa menerima kekuranganku.
mengapa orang ingin menjadi diriku, bahwa aku saja tidak ingin menjadi diriku ini.apakah aku harus merubahnya atau hanya menikmati hidup yang tidak aku sukai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sri29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 PESAN MISTERIUS 2
...𝒫𝓇𝑒𝓉𝓉𝓎 𝒻𝒶𝒸𝑒 𝑜𝓇 𝓊𝑔𝓁𝓎...
Diruang keluarga adiwijaya langit kini menarik tangan ku dan membawa keluar rumahnya.
keempat orang itu memandang mereka berdua yang keluar dari pintu putih itu. "katanya ngga dekat." sontak rea mengucapkan itu dan diikuti anggukan oleh keluarganya.
"lepasin woy main pengang pengang aja, ngga mukhrim tau."ucapku dengan raut cemberut.
cowo tinggi itu hanya berjalan disampingnya dan melepaskan genggamannya pada cewe itu.
benar-benar tak terkirakan hujan mengguyur perumahan mawar itu. "lo pulang aja, biar gue pulang sendiri aja udah mau dekat kok."dari keriuhan suara hujan yang mulai deras, Claudia langsung menyuruhnya pulang dan berlari secepat kilat karena hujan yang sudah mengenai wajah claudia, tak banyak berfikir takut jerawat palsu luntur iya memilih untuk menghilang dari orang didepannya ini.
langit yang memang memakai jaket langsung menutupi kepalanya dan dibarengi dengan gadis dibawah jaket hitam miliknya.pemuda itu menyamai langkahku yang mulai menjauh.
"jangan hujan-hujanan nanti sakit lagi."ucap langit datar.
Claudia kaget kapan ia pernah sakit sejak pindah kesini.Namun bukan itu titik fokus seorang Claudia sekarang, tapi makeup yang hampir luntur diterpa air ke wajah nya. buru-buru ia menutupi wajah dengan kedua tangan dan memelankan langkah menjadi berjalan. sebab tidak terlalu nampak jalan.
"jangan ditutup mukanya. nanti kesandung lagi."kenapa seakan- akan orang ini ingat kejadian saat bersamanya. Claudia saja hampir lupa kalau tidak diingatkan.
"gue mau jalan kayak gini. puas lo."ketus gadis itu seraya membuka sedikit wajahnya dan terlihat mata kedua mata saling bertemu. ternyata sedari tadi cowo itu melihat kearah claudia.
"serah lo. "ujar langit yang lagi memandangi cewe disampingnya yang pendek sebahunya itu.
sontak dengan sigap gadis itu memalingkan wajahnya.
"kenapa jantungku berdebar kencang?"batinnya dan masih berjalan berdampingan.
dengan terpaan hujan malam ini langit serasa berbeda dari biasanya. beberapa kali aku melihat senyuman tersirat dibibirnya. aku tidak tau jelas bagaimana sifatnya oleh karena itu kusebut namanya cowo aneh.
ucapan lembut sudah sering kudengar dari fans
yang ingin merayu Claudia, tapi dengan tampilannya seperti ini cowo disampingnya masih bisa bersikap manis.
mungkin benar adanya yang dikatakan Alexa bahwa tidak semua lelaki didunia memandang fisik semata. seseorang yang disampingnya yang memayungi dengan jaket hitam itu adalah contoh orang yang masih menghargai seseorang yang emang tidak cantik. biasanya seseorang hanya melihat wajah yang cantik baru bersikap manis terhadap orang.
Namun mungkin aku salah, setelah menjalani kehidupan baru ini aku baru merasakan orang yang menghargai dan tidak memandang rendah seseorang.
Dan sampai lah mereka kedepan gerbang hitam dan membunyikan bel beberapa kali.
"pake payungnya."ucap nenek daisha dengan mengajak langit masuk kerumahnya juga.
"ngga usah nek, langit langsung pulang aja." berlari meninggalkan kedua wanita yang dibawah payung pink seraya memandang pria tampan yang mulai menjauh pergi.
Tanpa sengaja tangan yang tadinya menutup wajah kini sudah berada disamping badan Claudia.
......................
kasur yang lembut disertai hujan yang masih saja dengan derasnya. berbalut gulungan selimut putih seorang gadis terjaga dari tidurnya dan masih memainkan ponsel.
_grup barbar_
Alexa: woy bestai,ada cerita menarik.
Aldara: apaan woy, malem malem dah ribut lo.
Claudia: widih apaan tuh? jadi penasaran.
Alexa: sekolah kita bakal ngadain acara disekolah, banyak lomba juga salah satunya basket uy. suka bet gue, gas kuy ikut kayak tahun lalu. dan lo claudia harus ikut gue ajarin deh.
Aldara: asek suka nih gue pertandingan apalagi lawannya sicentil.
Claudia: wah gila benaran, gue suka main basket cuy, ayolah.
Aldara: btw kapan lex?
Alexa : bulan depan sih hehe
Aldara:😡😡 loh mah kebiasaan, sebulan lagi bilangnya sekarang, gue kira minggu depan.
Claudia: kampret lu.
Alexa: ya maap, kegirangan gue setelah dikasih tau bokap.
disela sela percakapan grup itu nomor tak dikenal itu mengirim pesan lagi untuk kedua kalinya.
"apa sih ni orang risih tau."gumam Claudia dibalik selimutnya.
dengan kesal Claudia membalasnya secara spontan yang ada dipikirannya. siapa? itulah kali kata pertama dalam pesannya.
tak sampai semenit sudah ada jawaban tertera dilayar ponsel.
"pengagum rahasia."
tidak habis pikir dengan orang itu. Claudia meninggalkan chat yang hanya diread.masih saja ada yang menjadi fansnya walau sudah mengganti nomor.tak menanggapinya lagi malah memencet tulisan blokir dari layar ponsel tersebut.
......................
sementara itu dirumah keluarga adiwijaya kini pemuda yang basah kuyup itu langsung dengan sigap mama langit menyuruhnya cepat berbersih takut anak sulungnya jatuh sakit.
masih yang sama dengan ekspresi yang masih dengan raut wajah tersenyum itu menaiki tangga. Tepat sekali rea turun melewati kakaknya itu.
"kok senyum-senyum? Ayo ada apa"tanya adiknya rea dengan nada meledek.
Seketika rautnya menjadi datar tanpa menjawab pertanyaan adik didepannya itu.
"sombong amat." Melihat langit yang sudah masuk kamar iya pun juga bergegas mengambil sesuatu yang menyebabkan ia melangkahkan kakinya keluar kamar lagi kali ini yaitu kelupaan mengambil buku yang ada diatas meja depan tv, sebelum mereka mengobrol rea sempat mengerjakan pr sebentar bersama kedua saudaranya.kenapa kakak tadi senyam-senyum ya?kepo deh."batinnya sambil menuju kamar bernuansa pinki itu.
"oh iya gue kelupaan lagi."gumam gadis berambut pendek sebahu dan poni didahinya.
Tanpa mengetuk dan permisi si adik barbarnya langsung membuka pintu kamarnya. "kak minta nomor kak Clau imut dong,please" ucapnya memohon.
Sebab dari kemarin ia memintanya namun sang kakak tidak merespon dan keempat kalinya ia bilang. "Minta sama orangnya sendiri rea."ucapan datar nan lembut adalah ciri khas pria tampan itu.
"Heh, nga sopan main masuk aja ngga ngetuk dulu nih bocah."ucapnya yang berada tempat duduk mengarah kejendela serta membaca buku yang dipegangannya sambil memandang hujan jatuh ketanah.
berdiri berhadapan dengan kakaknya."pinjem ya ponselnya"
"Jangan,"ucapnya langsung menarik ponsel tepat disebelah nya.
"Makanya minta dong pelit amat."Tadi rea juga udah mau minta langsung tapi kelupaan mulu. nadanya kini merendah dan manyun itu.
"Nah. cepet gak pake lama."kesal sang kakak
"Iya, bawel."
Setelah itu ia pergi kekamarnya kembali dan yah langsung mengechat orang yang ia minta no nya itu.
"Punya abang emang bawel amat. Untung akhirnya dapet,bisa gue tanya tanya kak claudia." batinnya
Astrela violeta adiwijaya adalah gadis barbar dengam tampang feminim, dan yah ia adalah orang yang super kepo apa lagi tentang kakak nya yang kembali senyum-senyum setelah sekian lama baru terlihat olehnya.
tidak ada respon chat dari si pemilik nomor rea memilih untuk tidur karena sudah waktunya untuk tidur kalau tidak sang mama tercinta selalu mengecek anak-anaknya sudah tidur atau belum.