Indonesia
NovelToon NovelToon
Mata Cantika

Mata Cantika

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Action / Spiritual / Romantis / Cintamanis / Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:22.2k
Nilai: 5
Nama Author: Novem Lidiya Isnani

Cantika namaku.
Aku hanya seorang wanita usia 25 tahun biasa.
Namun kehidupanku yang sulit menjadi rumit gara-gara mata "setan" yang melekat di mataku ini.
Membuatku bisa melihat makhluk halus. Menyeretku ke dalam masalah "sialan" setiap hari.
Belakangan kuketahui.... Yaaaa..... Belakangan banget.... ..
Setelah semua kesulitan hidupku......
Baruku ketahui, semua peristiwa ini ada sangkut pautnya dengan perjanjian leluhurku di zaman dahulu.
Sekarang aku yang harus memenuhinya.
Kenal sama leluhur yang buat janji juga eeeeng...gaaaakkk!
Napa aku yang harus menepatinya?
Kamfffreeeettt...
Berasa jadi korban banget.
Makanya kalian tuh jangan gampang berjanji.
Kampretkan jadinya.

Takdir cinta semanis gula berbalut komedi dan cerita horor yang berbeda. Cukup membuat kepo, senyum-senyum sendiri, hingga membangkitkan semangat di saat hayati sedang lelah.
*** Sebagian besar ilmu, ajian dan makhluk yang ada di dalam novel ini adalah nyata dan benar adanya di dunia kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novem Lidiya Isnani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19 - Broto Segoro

POV Author

Di sebuah rumah mewah, tepatnya di sebuah ruangan ritual khusus yang luas. Seorang dukun terbatuk-batuk dengan memegang dadanya.

Serangan Kekei membelah gelang giok hitam hingga hancur berantakan, membuat dukun pengirimnya muntah darah.

Sesajen, kuali, tempat dupa, tampak tercecer porak-poranda.

“Uhuk uhuk. Kurang ajar. Pagi-pagi aku sudah kalah”

“Harus kumatikan dulu wanita jahanam itu! Kendilku sampai meledak dibuatnya!”

Kendil adalah wadah dari tanah liat. Tadinya dukun ini mengisinya dengan air kembang tujuh rupa. Dia gunakan untuk memantau kejadian saat makhluk kirimannya sedang menyerang.

“Sial!! Kenapa Aku sama sekali tidak bisa melihatnya? Siapa wanita itu? Kenapa aku hanya bisa melihatnya sebagai bayangan?”

“Malam itu aku kalah dan tanganku terluka karena dia menghancurkan sebagian gelang itu. Sekarang dia membuatku muntah darah!”

“Ayah....ayah....” Panggil seorang gadis dari luar ruangan.

“Aduhhh putriku sayang memanggil, kenapa dia ada di rumah? Harusnya kan dia sekolah. Uhuk.. uhuk.. ayahmu ini sedang terluka nak...” Dukun itu bermonolog.

Dukun ini bernama Broto Segoro. Karena sedang terluka, dia pun memanggil istrinya.

“Sri kantil...Sri kantil sayang..... Anakmu memanggil.... Temuilah dia sayang.... Aku sedang terluka”

“Khik.....khik.....khik......khik.....khik...” Suara cekikikan pun terdengar. Dan sesosok kuntilanak pun terbang mendekat. Sekejap kemudian dia berubah menjadi seorang wanita cantik berpakaian kebaya merah.

“Iya kang mas.... “ Suaranya lembut mendayu.

“Urus putrimu. Aku akan menyembuhkan diri. Jauhkan dia dariku. Aku tidak mau diganggu” kata sang dukun Broto Segoro sembari kembali bersemadi.

Dengan cepat Sri Kantil berjalan keluar ruangan. “Ada apa sayang?” Tanyanya lembut pada putri semata wayangnya.

Seorang gadis cantik berpakaian seragam SMA bergelayut manja pada ibunya yang baru saja duduk di sofa. “Ibu... Aku mau ke mall sekarang. Ayah biasakan mengantarku?”

“Ayahmu sedang kurang sehat, bukannya beberapa hari yang lalu kamu sudah ke mall ditemani pelayan?” Mengelus rambut putrinya yang menyandarkan kepala di bahunya.

“Lagi pula kenapa kamu ada di rumah Bukankah sopir sudah mengantarmu ke sekolah tadi? -Cup” Sang ibu mengecup pipi putrinya.

“Gak mau, aku minta sopir mengantarku kembali ke rumah gara-gara melihat temanku yang sok cantik itu, si dodol memakai tas keluaran terbaru. Pokoknya aku juga mau beli sekarang!” Rajuk Intan, putri Broto Segoro.

“Kok, si dodol?” Menatap wajah anak gadisnya.

“Iya, si dodol. Aku malas menyebut namanya” ucap Intan sambil cemberut.

“Ayo Bu... Bilang sama ayah Bu. Sekarang aku mau ke mall sama ayah pokoknya” mengguncang bahu ibunya.

“Ayahmu sedang terluka, dia sedang menyembuhkan diri. Tidak bisa diganggu nak. Bukankah biasanya Intan sayang mau beli sesuatu tinggal pencet-pencet benda bersinar itu...”

“Handphone Bu, namanya handphone” Maklum... kuntilanak Ndak tau handphone ya pemirsah...

“Ya... Itu, biasanya kalau pakai itu nanti sudah ada yang mengantar belanjaannya”

“Tapi aku maunya sambil jalan-jalan Bu... Sekalian cuci mata.... sambil beli barang yang lain juga....” Rengek Intan.

“Tapi ayahmu benar-benar tidak bisa diganggu sayang”

“Gak mau! Gak mau tau! Pokoknya sekarang!” Intan langsung berdiri dan membuka paksa pintu tempat ritual ayahnya. Dia mendorongnya dengan keras.

BRAAKK...!!....

“Ayahhhhh.....” Intan pun segera masuk.

Terlihat ayahnya yang sedang bersemadi berusaha menyembuhkan diri. Di hadapan kepulan asap kemenyan.

Anak setan!!! Batin Broto Segoro

Memang dia anak setan. Kan anak manusia berhati setan menikah dengan kuntilanak yang merupakan setan. Pastilah berwatak setan pula.

“Pokoknya ayah.. harus mengantarku ke mall sekarang!!!” Intan merajuk sambil mengentakkan kaki.

“Sayangku.... cantikku... Apa kamu tidak melihat... Altar ayah berantakan karena kalah dari seseorang. Pastilah ayah terluka sayang....” Ucap sang ayah lembut.

“Gak bisa, pokoknya aku mau sekarang!!! Atau aku gak mau menolong ayah melihat dan menyentuh batu itu lagi!!!” Ancam Intan dengan mata merah menyala khas kuntilanak.

Mendengar itu, seketika sang ayah pun naik darah. Ia melotot pada putri kesayangannya.

Melihat suaminya marah besar, Sang ibu pun menengahi. “Kang mas... Jangan marah, dia putri kita satu-satunya”

“Lagi pula ayah.... waktu kapan hari aku ke mall, aku bertemu dengan seorang wanita yang punya sorot mata aneh. Tatapannya tajam, kuat, dan berpendar hijau” sang putri mengingat-ingat.

Broto Segoro pun berusaha meredam amarah dan mendengarkan putrinya. “Wanita aneh berpendar hijau?” Gumamnya.

Dia ingat bahwa sosok yang selalu menghalangi dirinya mencabut nyawa Rajendra adalah sosok bayangan wanita berpendar hijau.

“Kamu tahu dia siapa?” Tanya Broto Segoro serius.

“Enggak ayah, dia langsung pergi dengan cepat setelah sempat beberapa detik bertatap mata denganku”

“Makanya aku ingin ayah ikut..., agar aku bisa mengambil bola matanya untuk camilanku. Aku mau bola mata yang indah itu....” rengek Intan manja sambil mengentak kaki.

“Baiklah jika itu maumu. Jika diantar oleh ibumu, kamu mau?” Ucap sang ayah kembali lembut.

“Hore... Aku mau... Belanja bersama ibu sangat menyenangkan” mata Intan berbinar, dia meloncat kegirangan hingga merayap di tembok sampai ke langit-langit. Kemudian melompat ke atas lemari, duduk sambil mengayunkan kaki. Khas kuntilanak tingkahnya.

“Baik, tunggulah di sana putriku sayang. Jangan mendekat. Ayah akan menyiapkan ibumu. Kemarilah Sri Kantil” Broto Segoro mengasapi tangannya dengan asap kemenyan yang berkebul di depannya.

Sri Kantil tampak sedikit keberatan. Dia belum mendekat. “Kang mas....” Desahnya resah.

“Ini semua karena kamu gagal membujuk putrimu. Sekarang kaulah yang harus menuruti semua keinginannya. Bersiaplah!!”

Sang suami mengambil sebuah paku besar di samping Periuk kemenyan, yang saking besarnya hingga menyerupai pasak.

“Tapi itu sakit kang mas....” Iba sang istri.

“Sudah ayo cepat sini. Itu putrimu sudah menunggu” Broto Segoro pun segera mengucap mantra-mantra. Meniup-niup pada paku sebesar pasak yang digenggamnya.

Sri Kantil ketakutan, tapi apa daya, anaknya menunggu. Putri kesayangan satu-satunya.

Begitu Sri Kantil berlulut di hadapan suaminya. Sang suami pun dengan cepat menusukkan paku besar itu ke atas kepala istri kuntinya hingga terbenam seluruhnya.

“AKGHGGGG......!!! AKGHGGGG.....!!!”

Sri Kantil menjerit-jerit, menggeram-geram kesakitan. Ia berguling-guling di lantai sambil memegang kepalanya. Seluruh matanya memutih, bau busuk bercampur wangi melati menguar membuat mual. Tubuhnya dipenuhi asap.

Sementara sang ayah sibuk merapalkan mantra-mantra. Dan sang ibu berguling-guling menahan sakit.

Sang anak malah dengan gembiranya bertepuk tangan sambil mengayunkan kaki di atas lemari.

Dasar anak setan gak ada akhlak.

Sekejap kemudian Sri Kantil berhenti berteriak. Asap di tubuhnya perlahan menghilang. Tampak tubuh telanjang seorang wanita cantik jelmaan kuntilanak tergolek di lantai.

Broto Segoro segera melempar kain jarik ke arah wanita itu. Intan pun melompat turun dari atas lemari menghampiri ibunya. Ditutupnya tubuh sang ibu dengan kain itu. Mendudukkannya, memapah hendak membawa ibunya pergi dari sana.

“Intan, pakaikan ibumu baju yang indah dan riaslah dia selayaknya manusia. Kamu bisa jalan-jalan bersamanya ke mall, atau ke mana saja”.

“Belilah apa yang kau suka. Menggunakan kartu hitam yang ayah berikan”

“Baik ayah... Terima kasih. Aku sayang ayah” cicit Intan. Lalu memapah ibunya keluar dari ruangan itu.

“Benar-benar anak setan, tapi aku memerlukannya. Dia anakku satu-satunya.”

Gumam Broto Segoro sendirian.

Sebenarnya Broto Segoro....

1
Suamah Ayam jago
jd inget temanku waktu di pesantren,sama kaya cantika dia tidak suka makan nasi
Novem Lidiya Isnani: 😊 Alhamdulillah jika ada yang sama.
total 1 replies
Novem Lidiya Isnani
terus follow me ya. 💕
ahok wijaya
Terperangkap dalam cerita 😱
Naruto Uzumaki
wow, thor! Gak sabar nunggu karya selanjutnya!
Novem Lidiya Isnani: ok. thanks
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!