Demi balas budi atas kebaikan kakak tirinya dan juga pengorbanan ibu tirinya yang sudah merawat dia selama ini.Cahaya terpaksa menikah dengan kakak iparnya yang berbuka dua yang sangat menyiksa hatinya
Apakah masih ada harapan Cahaya bisa keluar dari pernikahan yang menyiksa hatinya selama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19 Kesedihan
Suasana masih di rumah sakit, Dokter berkunjung ke ruangan kamar pasien.Ia adalah Dokter yang menangani Hans selama pria itu di rawat di rumah sakit.Saat Dokter itu masuk melihat satu pasien yang di cari ternyata ada di dalam ruangan tersebut.
" Ternyata Nona disini? Selamat ya atas kehamilannya," ucap sang Dokter.
"Hamil? Siapa yang hamil ,Dok?" tanya Soya dengan ekspresi terkejut.
"Wanita di samping anda."
Dokter menunjuk ke arah Cahaya lalu pandangan mareka tertuju pada Cahaya dengan tatapan tidak percaya kalau wanita itu sedang hamil.
"Aku? Hamil? Dokter pasti salah orang," Cahaya tidak percaya apa yang di katakan oleh Dokter.
"Tidak,Nona.Lagi pula aku yang periksa Nona di ruangan kamar sebelah," jelas sang Dokter.
"Tidak mungkin Cahaya hamil ,Dok," sambung Hans tidak terima jika wanita yang sangat ia cintai kini sedang hamil.
Sementara Naura yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka hingga wanita itu angkat bicara.
"Apa yang tidak mungkin,Hans? Bukankah wanita itu sudah memiliki suami? Jadi kemungkinan besar dia benar hamil," celetuk Naura untuk lebih menyakinkan Hans kalau wanita itu benar hamil.
"Bisa diam tidak!"
Hans tidak suka jika Naura ikut campur dalam persoalan Cahaya.
"Tolong ya, ini rumah sakit.Kalian jangan berdebat di sini yang akan menggangu ketenangan para pasien lainnya.Jika kalian tidak percaya dengan pemeriksaan yang kami lakukan silakan periksa ke dokter yang lain," ketus sang Dokter,ia merasa terhina karena di diragukan atas pemeriksaan yang di lakukan terhadap dirinya.
"Dok,Kami minta maaf. Sudah membuat kebisingan.Aku sebagai mertuanya percaya apa yang dokter katakan," Soya yang tadinya ragu sekarang percaya kalau dokter itu tidak mungkin mengatakan sesuatu kebohongan tentang kehamilan Cahaya.
" Aku ini tidak hamil,Bu," terang Cahaya yang masih tidak percaya kalau saat ini sedang hamil.
" Apa kamu yakin?" tanya Soya.
Seketika Cahaya terdiam, ada kebimbangan di dalam dirinya.Ia tidak dapat memungkiri kalau ia sudah melakukan hubungan suami istri bersama Reyhan walaupun saat itu ia di paksa untuk melayani suaminya.Tapi bagaimana pun pria itu sudah menyentuh dirinya yang artinya ada kemungkinan dia hamil.
" Kenapa kamu diam? Apa Reyhan sudah menyentuh kamu hingga kamu hamil?"batin Hans sambil menatap Cahaya dengan hati yang terluka.
Cahaya tidak merespon perkataan ibu mertuanya.Ia memilih pergi dari ruangan tersebut lalu berjalan melewati lorong rumah sakit dengan meneteskan air mata karena tidak rela jika rahimnya ada benih anak Reyhan hingga wanita itu duduk di taman rumah sakit untuk menenangkan diri.
"Ya Tuhan....kenapa ini semua terjadi padaku?'' lirih Cahaya dengan suara isak tangis.Ia benar ada di posisi keterpurukan sampai mengeluh dengan keadaan.
Ia merasa takdirnya begitu buruk karena ibunya meninggal setelah melahirkan dirinya.Setelah itu, sang ayah menikah lagi dengan wanita yang kini menjadi ibu tirinya yang suka membuat jahat kepada dirinya.Kemudian sang ayah meninggal karena sakit gagal ginjal setelah itu di paksa menikah dengan kakak iparnya sampai ia hamil dengan hubungan keterpaksaan.Seakan menderita ia sudah tersusun sangat rapi.
Cahaya langsung menghapus tetesan air mata yang membasahi pipinya saat ada yang menyentuh pundak dari belakang hingga ia berbalik menatap ke arah tersebut.
"Ternyata kamu? Ada apa menemui ku?" tanya Cahaya saat melihat Naura yang baru saja ia ketahui kalau wanita itu adalah kekasih Hans.Entah apa tujuan wanita itu menghampiri dirinya.Tapi yang jelas wanita itu sudah menganggu dirinya saat mencoba meluapkan semua kesedihan ia selama ini.
"Boleh tidak, aku duduk?"
"Ini taman rumah sakit.Siapa saja boleh duduk? Silahkan saja duduk!" ucap Cahaya yang berusaha menyembunyikan kesedihannya pada orang lain.
Hingga wanita itu duduk lalu mengulurkan tangannya ke arah Cahaya."Kenalin aku Naura kekasih, Hans," tegas Naura dengan mengulurkan tangan kearah Cahaya.
"Tidak perlu kamu ulangi lagi.Aku sudah tahu kamu pacar ,Hans," ucap Cahaya tidak merespon uluran tangan Naura hingga wanita itu menarik tangannya kembali.
"Maaf aku lupa," sahut Naura cengengesan."Aku cuma pendatang di kota ini yang tidak memiliki keluarga,teman, maupun sahabat di sini.Apa kamu ingin jadi teman ku? " pinta Naura dengan memasang wajah sedih yang di tunjukkan pada Cahaya supaya wanita itu luluh dan mau berteman dengan dirinya.
Mendengar ucapan wanita itu, Cahaya merasa kasihan apalagi wanita itu hanya pendatang.Ia pun langsung bersimpati sebagai sesama wanita yang tidak memiliki teman.
Ya, Cahaya tidak memiliki teman untuk bercerita keluh kesah yang ia hadapi selama ini.Ia selalu menyimpan sendiri tanpa mau bercerita pada siapapun termasuk Ratna yang merupakan saudara tirinya.Bukan tidak ingin berteman, hanya saja tidak ada orang yang mau berteman dengan dirinya karena ibu tirinya selalu menghasut setiap orang yang mendekati dirinya dengan mengatakan kalau mereka akan mendapatkan sial jika menjadi teman Cahaya karena ibunya meninggal saat ia di lahirkan.Itulah sebabnya Cahaya tidak memiliki teman sampai saat ini.
"Aku mau jadi teman kamu.Tapi jangan sedih lagi!" Cahaya mencoba berbaur dengan orang baru yang dikenalnya.Dari sudut pandang ia bisa menilai Naura adalah wanita yang baik
" Terima kasih ya, Cahaya."
Peluk Naura pada Cahaya sebagai tanda pertemanan mereka.
*****
Sementara Arya melampiaskan amarah dengan melempar botol sisa minuman anak buahnya.Karena kesal tidak bisa membawa Cahaya pulang ke gudang tersebut.
" Ada apa, Bos?"
" Kalian waspada dan berjaga-jaga di sekitar gudang ini.Aku takut polisi itu akan datang ke tempat ini karena wanita itu kabur," jelas Arya untuk melakukan penjagaan lebih ketat.
Ada khawatiran kalau Cahaya sudah melaporkan atas penyekapan yang ia lakukan terhadap Reyhan dan istrinya.Hingga mareka harus melakukan kewaspadaan karena ia tidak ingin sampai tertangkap oleh polisi.
Mengetahui istri keduanya kabur, Reyhan tertawa puas karena Cahaya berhasil kabur dari Arya.Ia bisa bernapas lega karena ada kemungkinan ia segera dibebaskan.
Setelah ia bebas dari gudang tersebut.Ia akan membalas perlakuan Arya yang telah bertindak kasar kepada dirinya serta istrinya.
Arya yang merasa terhina saat Reyhan tertawa puas dengan mengejek dirinya hingga pria itu mengambil botol yang isinya cairan zat berbahaya jika di siram di bagian kulit akan melepuh.
"Kenapa kamu masih bisa tertawa,hah? Arya mencengkram rahang Reyhan agar pria itu berhenti tertawa."Kamu pasti tahu ini cairan apa, bukan?" Arya mendekatkan cairan zat berbahaya itu ke arah wajah Reyhan.
"Jauhkan cairan itu dariku! pekik Reyhan yang ketakutan jika cairan itu akan mengenai wajahnya pasti akan rusak jika itu sampai terjadi.
"Kenapa? Bukankah kamu melakukan hal yang sama denganku? Lalu untuk apa kamu takut," Arya tersenyum sinis karena ia berhasil buat seorang Reyhan yang tukang bully waktu di sekolah sekarang pria itu ketakutan.
Sebentar lagi balas dendam dia akan segera terwujudkan.Ia tidak akan melepaskan kesempatan untuk menghancurkan wajah Reyhan supaya pria itu merasakan seperti apa yang dia rasakan selama ini dengan luka yang ada di tangannya.
"Tidak..." Reyhan hanya bisa berteriak sambil memejamkan matanya.Ia masih berharap ada menyelamatkan dirinya dari amukan Arya.
Saat Arya ingin meluangkan cairan itu ke wajah Reyhan. Seketika tangannya di menyenggol hingga cairan Zat berbahaya itu jatuh begitu saja di lantai.
.
sudah setuju juga menikah meski dipaksa.
Lagian klo kamu beneran sayang kamu gak akan keberatan melihat sdh begitu jauh kamu berbuat baik sampe ninggalin kulaih.
Kakakmu bukqn sebatqng kara ada ibu kandungnya dan ada suaminya yg harusnya bertanggungjawab penuh pd istrinya,
besarnya sayangmu itu salah karena sampe mengabaikan diri sendiri.