Adriana Kirana Ramadhani tidak menyangka bahwa jodohnya adalah Arthur Arjuna Ramadhana. Padahal Akira(panggilan Adriana Kirana Ramadhani) sangat ilfil pada Juna yang tak lain adalah orang sekantornya.
Memang benar pepatah Jawa mengatakan witing tresno jalaran Soko kulina. Yang artinya karena sering bertemu akhirnya jadi cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arnie_bebe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Pak Juna
" Tenang Dina tenang, jangan gegabah. Sepertinya aku harus tanya ke Frans lebih jelasnya karena di CCTV ada Frans dan Ria" ucap Dina lalu masuk gabung bersama teman-temannya di dalam.
"Din, makananmu sudah di ambil habisnya kamu lama banget" ucap Frans.
"Gak apa-apa Frans, lagi pula aku juga sudah kenyang kok" ucap Dina.
"Din, saya pulang dulu ya tadi sudah pamit sama Akira, Bu Siti dan pak Agus" ucap pak Bobi.
"Ya sudah hati-hati pak"
"Oh ya Din soal kerusakan motor Akira kantor yang bayar soalnya kan biaya pengobatan kan pakai BPJS jadi kantor bantu pembayaran motor saja" ucap pak Bobi.
"Terimakasih ya pak atas bantuannya nanti saya infokan ke Akira"
"Din pulang yuk sudah malam nih"kata Dion.
"Ya udah jangan lupa pamitan sama Bu Siti dan pak Agus"
"Oke sip!"
"Sepertinya aku harus kirim pesan ke Frans saja, biar tidak mencurigakan"
💌"Frans pulang telat ya, aku mau ngomong"
💌"Yaelah kenapa gak ngomong sekarang"
💌"Penting!!aku gak mau yang lain tau"
💌"Jangan bilang mau nembak aku wkwkwk"
💌"Frans!!!belum pernah dijambak, ralat kita ketemu di cafe X saja"
💌"Oke!"
"Beb, aku sama temen-temen pamit ya soalnya sudah malam besok harus kerja. Oh iya soal motornya kantor yang tanggung soalnya ternyata pengobatan mu ditanggung BPJS, itu saja pesan pak Bobi suruh sampaikan ke kamu" ucap Dina.
"Ya ampun Din, aku jadi gak enak sama pak Bobi"
"Itu uang kantor Akira, jadi kamu tenang saja yang penting kamunya cepet sembuh biar bisa kerja lagi" ucap pak Sam.
"Cieee ada yang gak bisa nahan ketemu"
"Dasar tukang gosip ayo pulang pamit ke Bu Siti dan pak Agus" ucap pak Sam.
Setelah berpamitan akhirnya mereka berpencar ke rumah masing-masing, berbeda dengan Dina dan Frans mereka berdua ke cafe tempat janjian.
"Din, ada apa sih serius amat sampai gak boleh orang tau"
"Namanya juga rahasia"
"Rahasia apaan sih bikin penasaran saja"
"Frans aku mau tanya tapi jawab yang jujur"
"Oke bos! silahkan tanya saja"
"Kemarin kamu jam 9 pagi tepatnya sebelum aku berangkat dengan Ria, ke parkiran ya?"
"Ooh itu, iya aku ke parkiran ambil kunci motorku ketinggalan"
"Serius, gak bohong kan?"
"Yaelah Din, ngapain aku bohong tanya saja Dion soalnya aku bilangnya ke Dion"
"Oke aku percaya, tapi sedikit!"
"Astaga Din, jadi kamu suruh kesini cuma mau tanya itu doang"
"Frans, selain kamu ada yang lain gak diparkiran kemarin"
"Eeemmmm bentar aku ingat-ingat dulu, Oohhh ada Din si Ria"
"Kamu lihat gak dia ngapain di parkiran soalnya setauku dia kerja kemarin diantar kan"
"Nah itu dia, belum sempat aku tanya dia sudah pergi duluan"
"Coba kamu lihat video ini"ujar Dina sambil menyodorkan hp nya ke Frans.
Frans tercengang melihat Ria di video itu sedang menunduk di motor Akira dan di video itu juga Ria nampak memasukkan sebuah benda yang tidak lain adalah tang untuk memotong kabel rem Akira.
"Astaga Din, ini video seriusan!"
"Iyalah masak bohongan"
"Pantesan tadi pas jenguk Akira si Ria banyak diam"
"Tapi aku heran, kira-kira apa motif Ria ingin mencelakai Akira?"
"Nah itu dia, tapi sumpah Din si Ria berani banget"
"Menurutmu kasih tau soal ini ke Akira apa gak usah?"tanya Dina.
Sementara di tempat lain pak Joe dan pak Juna sedang bergoncengan menuju ke tempat Akira. Dan setelah 30 menit perjalanan mereka sampai di tempat tujuan.
"Bro serius ini alamat rumahnya"ucap pak Joe.
"Iya kok sesuai alamat Akira kirim"
"Ya sudah masuk yuk"ajak pak Joe.
"Assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
"Permisi mau tanya, apa benar ini tempat Akira dirawat?" tanya pak Juna.
"Betul, mas-mas siapa ya?"
"Kami teman kantor Akira pak"
"Loh bukannya barusan teman kantornya sudah jenguk, baru saja pulang".
"Mungkin itu teman kantornya dari HI Corp pak, sedangkan kami dari FM Corp" jelas pak Joe.
"Ohh begitu, ya sudah silahkan masuk sebentar saya panggilkan nak Akira ya"
Tok tok tok
"Nak Akira di depan ada temen kerjanya tuh"
"Oh iya pak, bentar lagi mau keluar"
"Ya sudah biar bapak suruh ibu buatkan minum"
"Pak Juna ya, untung pak Sam sudah pulang" gumam Akira.
"Eh pak Juna dan pak Joe"
"Astaga Akira, kenapa sampai luka-luka begitu terus kepalamu masih sakit gak?"tanya pak Juna.
"Alhamdulillah pak, toh hanya luka sedikit saja paling beberapa hari lagi sembuh"
"Kok bisa sih, gimana ceritanya Akira" ucap pak Joe.
"Awalnya berangkat dari rumah baik-baik saja motornya, eehh pas pulang tiba-tiba rem blong dan setelah diperiksa orang bengkel ternyata ada yang dengan sengaja memotong kabel rem motorku"
"Astagfirullah jahat banget sih" ucap pak Joe dan pak Juna bersamaan.
"Kenapa gak laporin polisi saja"ucap pak Joe.
"Biarin saja pak, biar Allah yang balas"ujar Akira.
"Itu namanya kamu terlalu baik Akira"
"Aku cuma penasaran siapa pelakunya dan kenapa?"
"Apa aku bantu menyelidikinya" ucap pak Juna.
"Tidak usah pak biar aku sendiri yang urus"
"Semoga pelakunya cepat ketemu dan yang terpenting kamu cepat sembuh" ujar pak Juna.
Derttt
"Bro aku keluar bentar ya mau angkat telpon, Akira titip temanku ya" ucap pak Joe sambil berlalu meninggalkan mereka.
"Dasar si Joe, pasti telpon dari si jandanya"
"Husst pak Juna gak boleh gitu"
"Memang pacarnya janda, padahal banyak yang mendekatinya gadis tapi pilihannya janda aneh kan"
"Namanya juga jodoh kayak apa?"
"Iya juga sih, asal dia bahagia saja lah"
"Akira pasti capek dari tadi kan sudah banyak yang datang jenguk"
"Biasa saja pak kan aku dirumah kerjaannya makan sama tidur doang hehehe"
"Dasarrr, tapi kamu berencana pindah di sini?"
"Gak sih pak, besok balik ke kos"
"Ooh gitu, boleh gak besok aku main ke kos?"
"Gak boleh!"
"Aissss kok gitu" ucap pak Juna dengan wajah kecewa.
"Gak boleh kalau gak bawa makanan hehehe"
"Hufttt dasar, aku pikir beneran gak boleh"
"Pak Juna sih cepat menyimpulkan, kan tadi belum selesai ngomong"
"Iya iya kalah dah aku berdebat sama cewek, kan cewek selalu benar"
"Ciee ada yang baper"goda Akira sambil tersenyum.
"Ya Tuhan, semoga orang di depanku ini jodohku.amin" batin pak Juna.
"Pak Juna kok malah bengong"
"Makannya jangan senyum terus, aku jadi gak fokus" goda pak Juna.
Blushh wajah Akira seketika memerah..
"Apaan sih pak Juna, gombal banget" cibir Akira.
"Cie kenapa wajahnya merah kaya tomat"
"Biarin bweeekk"
"Akira..."
"Iya"
"Boleh gak aku ngomong sesuatu"
"Silahkan"
"Kalau aku menyukaimu bagaimana?"
"Duhhhh sumpah pak Juna ini gak salah kah, tapi kenapa harus aku" batin Akira.
"Ra, kok diem sih jawab dong?"
"Emmmm sebenernya itu hak pak Juna menyukaiku atau tidak hanya saja kalau memiliki harus persetujuan dariku"
"Baiklah, aku akan selalu menyukaimu sampai aku bisa memilikimu karena aku ingin menjagamu dan selalu dekat denganmu"
"Pak Juna seriusss, ini bukan prank yang kayak di TV-TV kan?"
"Demi Allah aku serius Akira, dari awal aku sudah menyukaimu"
Di sisi lain sebuah cafe
"Din, aku punya ide bikin Ria mengakui perbuatannya"
"Seriussss"
Bersambung
lm bngt next mu thooooooorrr
next dong
Aku mampir
Next yh
Feedback "sweet17" ditunggu