Ella berhasil lolos dari rumahnya yg mirip istana demi menghindari niat buruk Tante Sonia mantan orang kepercayaan Ayahnya yang dikabarkan hilang karena kecelakaan pesawat.
Ella menyambung hidup dengan menjadi pembantu di rumah CEO kejam yang memiliki sifat angkuh sombong dan selalu memandang remeh orang lain.
sang CEO lelaki berwajah dingin dengan sepasang mata yang kelam. lelaki yang bernama Vladimir Maximillian yang memiliki sisi kelam dan menakutkan yang segelintir orang yang tahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon joevelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 persaingan terselubung
Sepanjang hari itu Vladimir tidak berulah apapun sehingga Ella bisa bergerak dengan bebas mengerjakan pekerjaannya.
Sesampainya di ruang kerja Vladimir yang superior mewah dan luas itu. assisten baru tersebut langsung mengerjakan tugas nya tanpa banyak bicara.
Ukuran tubuh nya yang kategori mungil bergerak lincah menata semua perlengkapan Tuan Besar nya dengan teliti dan cermat.
Vladimir yang datang langsung duduk di meja tamu, melepaskan jas nya dan membaca beberapa laporan yang tergeletak di meja nakas itu.
Wajah Vladimir mengernyit menatap salah satu laporan dari salah satu lembar kertas tersebut satu senyum terukir di wajah tampan itu, matanya yang kelam makin kelam.
Ella yang tengah sibuk menata meja kerja Vladimir mendadak berhenti saat telinganya yang sudah la pasang setajam mungkin mendengar suara bariton Vladimir memanggilnya.
"Ella kemari...bawa map biru itu kesini" tegas lugas tanpa imbuhan kata 'tolong bantu saya', to the point, yang merupakan ciri khas Vladimir yang tegas dan berkuasa.
Ella menjawab ringan, dan langsung bergerak mengambil sebuah map plastik berwarna biru yang berada di meja Vladimir yang besar dan elegan itu.
Ella bisa menemukan map itu dengan cepat, karena hanya ada lima map di meja itu, dan hanya map plastik itu yang berwarna biru.
Setelah dekat, asisten imut itu langsung menyerahkan nya pada Vladimir yang masih tetap pada posisinya, membaca isi Laporan disertai wajah yang penuh senyum misterius.
" jangan pergi dulu, gulung kan lengan baju ku baju ini membuatku susah bergerak," ucapnya dengan dingin.
Ella menurut gadis itu langsung berdiri dihadapan Vladimir dan mulai bergerak dengan tenang dan lembut menggulung kan lengan kemeja katun premium mahal Tuan Besarnya ini.
Mata Vladimir yang kelam memperhatikan Ella lebih seksama dan jelas, dan Vladimir menyadari satu hal, bahwa asisten mungilnya ini memiliki wajah yang cantik dan memikat.
Wajahnya tidak terlalu bulat, hidungnya kecil tapi mancung, bibirnya kecil tapi penuh dan memerah ranum, rambut coklat bergelombang, Ella memiliki wajah yang khas, wajahnya merupakan perpaduan antara gen asia timur dan Eropa, sangat menarik, karya seni Tuhan yang luar biasa.
Membayangkan wilayah Asia timur ingatan Vladimir jatuh pada sahabatnya sendiri, Samuel Wang De Martin. Mendadak terbit sensasi rasa yang belum pernah Vladimir rasakan selama ini sebuah rasa tidak terima dan seperti di langkahi dengan seenaknya oleh seseorang, pesaing nya, marah yang mulai merambat naik menyelimuti perasaan nya.
Vladimir tersenyum aneh, senyuman yang selalu muncul kala menemukan sesuatu yang menarik dan di perebutkan.
"Ella kamu sudah punya kekasih?," Tanya Vladimir ringan dan santai, suaranya begitu berbeda dengan suara Vladimir seperti biasanya yang tegas dan arogan.
"Aku belum punya kekasih, perempuan seperti saya mana ada yang ma.....u" jawab Ella dengan lancar tapi berakhir tersendat, gadis itu menciut mendadak setelah tahu siapa yang bertanya, wajah gadis itu langsung tertunduk makin dalam wajahnya yang putih bersih merona merah.
Luar biasa Vladimir menahan rasa, mahluk mungil yang cantik ini benar-benar mengaduk-aduk perasaan nya yang biasa tenang bak hutan penuh misteri Aokigahara.
"Maafkan saya Tuan, saya benar-benar tidak menyadari jika Tuan lah yang bertanya, maka...maka saya langsung menjawab begitu saja, tapi benar saya bicara jujur saya belum memiliki kekasih, atau seseorang yang sedang dekat....saya betul-betul belum terikat dengan siapapun. ucap Ella dengan suara tersendat dan bergetar.
Vladimir tersenyum dingin tapi suasana hatinya bak pagi yang terang benderang ber- langit biru, lega lapang dan indah, Ella gadis cantik yang benar, jujur dan polos.
Sebagai orang yang sudah sangat terbiasa bergaul dengan banyak manusia yang bergelut di dunia bisnis lelaki berjuluk Kaisar itu bisa mengetahui akal bulus, tipu muslihat, ada maunya dari semua orang yang datang kepadanya.
"Ya saya percaya itu kamu orang yang jujur Bunny, jangan bertanya dan komplain kenapa kamu saya panggil Bunny, kau kecil seperti kelinci bergerak bolak balik kesana kemari....bikin mataku sakit. Tapi sudahlah aku akan tahan rasa sakit itu, karena saya perlukan orang macam kau ini..." ujar Vladimir dengan suara yang tenang nadanya bagus tapi berakhir menyakitkan.
Ella mengangguk patuh dan pasrah apa mau Tuan Besarnya ini, karena demi apapun tinggal bersama orang yang memiliki kuasa dan uang seperti Vladimir Maximilian adalah hal yang sangat tepat.
Ella lelah harus berlari dan bersembunyi dari ganguan dan niat jahat Tante Sonya mantan asisten ayah kandungnya Roberto Manuel, seorang arkeolog yang menghilang bersama istrinya Yuri Lee, pengusaha wanita keturunan Jepang-Tiongkok yang juga ibu kandungnya.
"Bagus, awal jadi asisten kamu sudah baik tidak banyak komplain, kamu juga cukup cakap bekerja dengan peralatan kantor saya....hemm kamu seorang yang sepertinya sudah punya banyak pengalaman..." ucap Vladimir dengan santai, namun cukup membuat Ella tersentak.
"Mak... maksud Tuan apa? Saya tidak punya pengalaman apa-apa Tuan, ini adalah pengalaman pertama saya bekerja di tempat seperti ini... sebelum nya saya memang bekerja di dapur, saya juga sudah biasa membersihkan meja kerja Bos" jawab Ella setengah jujur setengah berusaha menutupi jati dirinya.
Perubahan sikap Ella cukup membuat Vladimir mengernyit cukup dalam... instingnya sebagai seorang pemburu menyala, 'Ada sesuatu dalam dirimu yang sengaja kau sembunyikan kelinci, tapi manusia polos seperti mu memang tak pandai menyembunyikan rahasia. Kau menantang ku.... Bunny" bisik hati Vladimir.
"Baiklah Ella, kuharap kamu jujur dan tidak menyembunyikan apapun dari saya, karena akibatnya bisa fatal" cetus Vladimir tenang namun penuh ancaman.
Tiba-tiba bel pintu berbunyi tidak terlalu keras, secara refleks Vladimir menengok kearah pintu, dari arah pintu muncul seorang lelaki muda yang berpakaian rapi, memakai stelan jas abu-abu gelap yang pas membentuk tubuhnya, Viktor sang asisten lain.
" kamu tidak usah kaget melihatnya, Viktor. Ella Asisten ku juga seperti mu, tapi dia memegang bidang lain..." ucap Vladimir pada Viktor yang sempat mengernyit kan dahi melihat sosok Ella kali yang kedua setelah kejadian Alvaro kemarin.
"Siap Bos, ada apa bos memanggil saya. Sepertinya ada tugas penting untuk saya" tanya Viktor pada Vladimir yang nampak lain pagi hari ini, lebih segar dan seperti manusia pada umumnya.
"Kamu harus bertindak lebih cepat sekarang, tikus-tikus itu harus kita pancing keluar. Caranya umumkan, ada pemangkasan gaji untuk Direksi, keuangan dan pemasaran..." kata Vladimir dengan suara yang tenang, ketenangan yang menyeramkan.
Vladimir berjalan ke arah meja kerjanya yang mahal itu diikuti oleh Viktor yang masih bertanya-tanya apa gerangan yang membuat bos Besar nya ini merubah strategi perang melawan tikus kantor yang doyan dugem dan main perempuan, kata Bos Besarnya itu.
"jangan bingung begitu Vicky, saya tidak merubah strategi tapi menambah strategi agar raja tikusnya segera menampakkan diri" ujar Vladimir adem saja.
Viktor tersedak, saat sang kaisar memanggil nya dengan panggilan masa bocahnya, dan Viktor sangat membencinya, Panggilan itu mengingat kan dirinya pada cinta pertama nya yang kandas.
Ruang itu kembali terbuka dengan sangat lebar dan muncullah dua orang pria diikuti oleh Vero yang tergopoh-gopoh mengikuti langkah lebar kaki panjang mereka.
mengeras wajah Vladimir demi melihat siapa gerangan yang datang dengan wajah ceria tanpa dosa, Samuel Wang De Martin dan Nicholas Bianchi. Duo runyam yang selalu bikin pekerjaan menjadi molor.
"Selamat pagi Tuan Vlad, semoga harimu menyenangkan, ahaaa aku melihat sesuatu yang baru nih...."celetuk Nicholas Bianchi sekenanya
Matanya yang biru cerah menatap Ella yang sedang sibuk membuat kopi.
Samuel Wang tersenyum manis pada Ella yang tertunduk.
Vladimir terpaku menyaksikan adegan reaksi Samuel Wang yang tak biasa. Mata lelaki itu semakin tajam sorot nya, dan hanya Viktor lah yang bisa membaca dan menyadarinya, Asisten itu tersenyum samar perubahan drastis sikap atasan nya ini menunjukkan sesuatu. "ada persaingan terselubung nih" bisik hati Viktor
/Drool/