Kisah cerita cinta anak - anak remaja si kembar 4, anak dari pasangan suami istri, Excel sama Rania yang beda usia. Si kembar 4, Marchel, Michel, Lexi dan Lexa.
penasaran mau tau kisah mereka? langsung dibaca ajah ya!🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon komah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Horor
Hari ini Lexi sudah kembali bersekolah seperti biasa, dia bersama geng nya ditempat tongkrongannya.
"Hah kita cuma bertiga yang lain pada sibuk pacaran, Heri pacaran apa lagi, lagi bucin - bucinnya dia. Kevin juga, Jonathan sibuk mengurus pensi, napa dia masih sibuk aja padahal kan udah nggak jadi anggota osis" keluh Dito. Rega melirik sebentar sambil tersenyum kecil hampir nggak kelihatan.
"Kenapa, lo iri?" tanya Rega sambil sedikit bercanda. Kalau Lexi hanya mendengarkan saja dia malas untuk ikut menimpali kedua temannya ini.
"Iri sih enggak, tapi pengen juga" kata Dito sambil membayangkan cewek cantik. Haa pasti ni anak pikirannya lagi jorok, pikir Rega.
"Makannya, cari pacar" balas Rega.
"Lo nge remehi gue" Dito tidak terima dia merasa temannya ini nge remehi dia tidak bisa mendapatkan cewek. "Gue bisa dapat cewek" lanjutnya.
"Mana?"
Dito mengedarkan pandangan mencari cewek yang bisa buat dia rayu. Setelah menemukan seorang cewek yang duduk sendiri tidak jauh darinya, wajahnya langsung sumringah.
"Lihat ni ya" dengan gaya sok cool nya Dito menata kerahnya menuju cewek itu. Rega sama Lexi tertawa melihat Dito merayu cewek itu, tapi cewek itu sepertinya susah untuk dirayu.
Tidak lama Lexi melihat Arina berjalan dari kejauhan, rasa bersalahnya telah membuat wanita pujaannya menangis. Apa lagi dia selalu diteror Lexa, diminta untuk minta maaf sama Arina kalau nggak dia adukan kemamanya.
"Kemana lo?" tanya Rega karena melihat Lexi beranjak.
"Ketoilet" jawab asal Lexi. "Kenapa, mau ikut?"
"Ngapain gue ikut, suruh pegangin?" canda Rega.
"Sialan lo" lalu Lexi berjalan menjauh.
Rega tau kemana Lexi pergi, kalau bukan menyusul Arina kemana lagi. Lalu Rega membuka handpone nya, dan melihat kontak foto profil milik Michel, lalu diusapnya dengan jari jempolnya. Dia juga nggak mau terus - terusan seperti ini, dia harus bisa dapatkan Michel dia nggak perduli Michel kakaknya Lexi yang dia mau adalah Michel.
*
Benar Lexi bukan ketoilet, melainkan mengikuti Arina dari belakang. Karena Arina merasa diikuti dia mempercepat langkahnya. Lexi pun semakin melebarkan langkahnya.
Arina menjadi takut, takut kalau Lexi berbuat yang jauh lebih dari yang kemaren. Didepan ada ruang laboratorium, buru - buru dia masuk kedalam agar Lexi tidak mengikutinya lagi.
Perasaannya sudah lega sepertinya Lexi tidak mengikutinya sampai masuk kedalam. Dia harus waspada terhadap Lexi, sepertinya Lexi berbahaya sekali. Lagian ngapain dia mengikutinya kayak gitu, dia kan jadi takut kayak hantu horor banget.
Setelah urusannya selesai Arina keluar dari ruangan, dan ternyata Lexi menunggunya didepan dari tadi. Tapi dia pura - pura tidak melihatnya.
"Arin" panggil Lexi. Arina menoleh sebentar lalu memalingkan wajahnya.
"Eeee gu... Aku mau bicara" Lexi hati - hati agar Arina merasa nyaman kalau dia bilang aku bukan gue.
"Maaf kak ada yang harus aku kerjakan" ucap Ariana.
Reflek tangannya Lexi memegang Arina karena Arina akan beranjak pergi. Tapi Arina keburu menjauhkan tangannya dari Lexi agar tidak bersentuhan dengan tangan Lexi.
"Sori" Lexi mengerti pasti Arina merasa jijik sama dia yang agresif seperti kemaren lalu. Tanpa mengatakan sepatah kata pun Arina langsung pergi dari sana, meninggalkan Lexi yang diam melihatnya yang menjauh. Susah sekali deketin Arina, apa dia minta bantuan Lexa saja? Tapi dia nggak mau karena gengsinya lebih gede dari pada memohon keorang lain walau itu saudaranya sendiri.
*
Dari kejauhan Bela dan Novi yang melihat Arina berjalan menuju perpustakaan, dengan tangan dilipat kedada dia melihat Arina tidak suka.
"Apa mereka mempunyai hubungan?" tanya Bela penasaran
"Gue lihat sendiri Bel, mereka bergandengan tangan, mereka pasti ada hubungan" tebak Novi.
"Nggak mungkinlah Lexi suka sama cewek kampungan kaya dia" hina Bela.
"Iya nggak mungkin sih"
"Ya udah entar gue kasih pelajaran dia" kata Bela tersenyum sinis.
Dulu Bela ngejar - ngejar Lexi tapi Lexi selalu acuh sama dia. Sekarang dia sudah tidak berani deketin Lexi lagi, karena Lexi marah besar ketika dia mencoba berusaha memeluk Lexi disebuah pesta dihadapan orang banyak. Lexi mendorongnya hingga jatuh menimpa meja yang penuh dengan makanan dan minuman, setelah itu Lexi mencekiknya hingga hampir kehabisan nafas.
Lexi memperingati Bela untuk jangan lagi deketin, dia tidak suka dan sampai sekarang Bela tidak berani deketin Lexi lagi, tapi dia masih suka. Diam - diam dia masih mencari cara agar Lexi bisa dia dapatkan.
Sukses Slalu ya, Ade ❤️🤗😘