Indonesia
NovelToon NovelToon
When The Extra Writes The Rules

When The Extra Writes The Rules

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

When the Extra Writes the Rules/ Ketika karakter tambahan menulis aturan.

Kisah seorang pekerja kantoran modern Kirana yang masuk ke tubuh Evelyn Rosenberg, karakter figuran kaya raya namun berpenyakit kronis dalam novel fantasi favoritnya.

Karena tahu takdir karakter pendukung dan dunia novel tersebut akan berujung bad ending, Evelyn bertekad mengubah alur dengan memanfaatkan pengetahuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 : Lirikan Mata Sang Rival

Pesta teh musim panas itu berlangsung dengan meriah.

Musik harpa mengalun lembut, bercampur dengan gelak tawa para bangsawan yang sedang menikmati hidangan.

Di meja-meja bundar, piring-piring berisi kue-kue langka buatan Rosalia sudah ludes.

Evelyn berdiri sedikit menjauh dari kerumunan, di balik pilar ia berdiri membawa potongan kue Macaron dan remahan Panna Cotta berwarna merah muda yang baru saja diselundupkan oleh Julian dari meja utama.

Evelyn menyesap sedikit lapisan krim di atas kue itu dengan ujung jarinya, lalu mengecapnya pelan di atas lidah.

Tekstur mousse susu dingin, gelatin nabati murni, dan saus gula karamel bakar...

Binar mata Evelyn seketika menyipit.

"Ini bukan resep kuno yang mendadak ditemukan di perpustakaan lama..." bisik Evelyn pada dirinya sendiri.

"Teknik emulsifikasi dingin dan perpaduan gelatin vanila ini nggak mungkin ada di era abad pertengahan benua Arkania. Bahkan alchemist Istana butuh ratusan tahun buat nemuin formula penstabil kayak begini!"

Evelyn menolehkan pandangannya ke arah tengah taman, tepat ke arah meja utama tempat Rosalia berada.

"Dia... bukan cuma sekadar tokoh utama wanita fiksi yang beruntung ternyata," gumam Evelyn. "Rosalia itu... transmigrator! Jiwa dari dunia modern yang juga terlempar masuk ke dalam tubuh karakter novel!"

Semua potongan puzzle yang sebelumnya terasa janggal mendadak terpasang rapi di benak Kirana.

Cara Rosalia mendadak menguasai resep hidangan penutup modern, meluncurkan produk perawatan kulit, hingga cara gadis itu menggunakan teknik manipulasi psikologis untuk memikat orang-orang di sekitarnya—semuanya adalah taktik khas manusia modern.

"Sialan..." Evelyn terkekeh pendek. "Pantas saja cara bergeraknya licik banget. Ternyata aku tidak hanya bertarung melawan takdir novel konyol ini, tapi juga bertarung lawan sesama manusia modern yang haus kekuasaan!"

Di tengah taman, Rosalia tampak sedang meluncurkan aksinya.

"Yang Mulia... ada sedikit remahan kue di sudut bibir Anda," bisik Rosalia dengan nada suara yang sengaja dibuat begitu manja dan lembut.

Sebelum Nathaniel sempat mengambil sapu tangannya, Rosalia sudah melangkah maju. Jemarinya terangkat, menyentuh sudut bibir Nathaniel secara langsung. Ibu jari Rosalia mengusap bibir sang Pangeran dengan gerakan yang begitu lambat,

DEG!

Tubuh Nathaniel seketika membeku. Darahnya berdesir hebat, memicu rona merah yang membakar cuping telinganya dalam hitungan detik.

"R-Rosalia..." panggil Nathaniel serak.

Rosalia justru menyusupkan jemarinya perlahan ke dalam genggaman tangan Nathaniel, lalu mendekatkan badannya.

"Saya hanya ingin memastikan Anda menikmati setiap detik pesta ini, Yang Mulia..." bisik Rosalia seraya memiringkan kepalanya, menyunggingkan senyum manis.

"Lagipula... melihat Anda tersenyum seperti ini jauh lebih indah. Daripada memikirkan politik."

Nathaniel terbuai sepenuhnya.

"Kamu benar, Rosalia..." ujar Nathaniel. "Urusan politik itu hanya bikin pusing. Bersamamu... rasanya jauh lebih menenangkan dibanding berada di sekitar orang-orang licik seperti Evelyn."

Dari balik pilar, Evelyn menyaksikan seluruh adegan drama murahan itu.

Evelyn melemparkan sisa kue Macaron di piringnya ke dalam wadah sampah, lalu mengambil sapu tangan untuk mengelap jemarinya.

Taktik menggoda pakai fisik dan manipulasi ego pria tipikal drama murahan, batin Kirana seraya menggelengkan kepalanya geli. Dia pikir dengan bikin Pangeran bodoh itu berlutut di bawah roknya... dia sudah bisa menguasai seluruh papan catur di kerajaan ini? Kasihan banget.

Langkah kaki Evelyn mulai terayun, melangkah santai menuju ke arah kerumunan.

Kehadiran Evelyn seketika mengalihkan perhatian beberapa bangsawan senior.

Gaun ungunya yang mewah, caranya berjalan yang tegap dan berwibawa, serta rona sehat di wajah cantiknya memancarkan aura tak sanggup diabaikan oleh siapa pun.

Rosalia yang sedang bersandar di lengan Nathaniel mendadak menghentikan tawa manjanya saat sepasang matanya menangkap sosok Evelyn yang sedang berjalan mendekat.

Sudut bibir Rosalia terangkat tipis. Rosalia makin merapatkan tubuhnya pada pinggang Nathaniel, sengaja memamerkan kedekatan mereka di depan mata sang mantan tunangan Putra Mahkota.

Lihat kan, Evelyn? jerit Rosalia penuh rasa tinggi diri di dalam benaknya. Pria yang dulu menolakmu dan menganggapmu sampah... sekarang sudah sepenuhnya jadi anjingku! Apa yang bisa kamu lakukan dengan tubuh sakit-sakitanmu itu?! Ini akibatnya jika berani menantangku!

Evelyn berhenti di depan Nathaniel dan Rosalia.

Ya, beberapa tahun yang lalu, sebelum dirinya masuk ke dalam novel, Evelyn dalam novel ini sering mengejar cinta Nathaniel, dengan mengirimkan banyak surat dan hadiah.

Karena Evelyn yang kekeuh dengan pendiriannya untuk menikahi Nathaniel membuat mereka berdua akhirnya bertunangan.

Namun, pertunangan itu hanya berjalan selama beberapa bulan, Nathaniel yang sangat tidak menyukai Evelyn pun mengakhiri hubungan mereka.

Evelyn memiringkan kepalanya sedikit.

"Kalian berdua sangat serasi, Yang Mulia Putra Mahkota..." kata Evelyn, suaranya mengalir begitu jernih.

Nathaniel tersentak, refleks menarik tangannya dari genggaman Rosalia akibat sengatan rasa canggung yang mendadak menyerang dadanya saat melihat mantan tunangannya berdiri begitu anggun dan cantik di depannya.

"Evelyn...!" gertak Nathaniel, mencoba menutupi rasa gugupnya dengan suara keras.

"Untuk apa kamu ke sini?! Pesta teh ini bukan tempat untuk orang-orang yang sibuk mengurus transaksi terlarang dengan wilayah perbatasan!"

Evelyn tertawa pelan.

"Saya hanya hadir untuk menikmati pemandangan sore yang indah, Yang Mulia," sahut Evelyn santai, melipat kedua tangannya di depan dada seraya melirik Rosalia dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan menilai.

"Dan tentu saja... untuk memberikan apresiasi atas pertunjukan 'kue' dan godaan murahan yang sangat menghibur dari Lady Rosalia ini."

Kata "godaan murahan" yang meluncur datar dari bibir Evelyn seketika membuat wajah Rosalia memucat!

"N-Nona Evelyn..." potong Rosalia cepat dengan suara yang dibuat bergetar dan memamerkan air mata yang siap menetes di matanya. "Kenapa... kenapa Anda selalu berpikiran jahat tentang saya? Saya hanya ingin melayani Yang Mulia dengan tulus! Apakah... apakah rasa iri Anda pada kesuksesan saya membuat Anda harus menghina saya seperti ini?!"

"Cukup, Evelyn!" bentak Nathaniel murka, melangkah maju. "Jangan berani-berani kamu merendahkan Rosalia di depanku! Dia adalah wanita paling tulus, paling berbakat yang pernah aku temui di ibu kota ini! Jauh berbeda dibanding dirimu yang penuh kepalsuan dan ambisi kurang ngajar!"

Evelyn mengambil satu langkah maju kearah Rosalia, membuat Nathaniel refleks menahan napasnya.

Evelyn menatap Rosalia dengan sudut bibir yang terangkat.

"Sudah dua tahun kita tidak bertemu Rosalia.Trik Panna Cotta dan jualan pesona murahan buat gaet Pangeran bodoh... taktik yang dangkal banget buat seorang transmigrator, kan?"

DEG!

Mata Rosalia seketika membelalak lebar.

Dia... dia tahu?! jerit Rosalia histeris di dalam hatinya!

Bahasa itu... kata-kata itu... bagaimana mungkin Evelyn bisa tahu istilah transmigrator?! Apakah... apakah Evelyn juga...?!

Nathaniel yang tidak memahami kata-kata asing yang baru saja diucapkan Evelyn mengerutkan dahinya bingung. "Bahasa aneh apa yang baru saja kamu bisikkan, Evelyn?!"

"Hanya kata-kata salam hangat dari sesama penyuka 'kue', Yang Mulia," jawab Evelyn manis, mengedipkan sebelah matanya ke arah Rosalia yang kini berdiri dengan tubuh gemetar.

Evelyn berbalik seraya melangkah pergi meninggalkan pasangan itu.

1
Ael
👍👍
Fazira
😍😍😍
Fazira
kompor mulai lagi
Fazira
seneng ya Cassian 😍
Fazira
lanjutkan Evelyn 🤣
Fazira
diam kau Rosalia /Panic//Panic/
Fazira
sabar Evelyn 🤭
Fazira
bener ya di dunia ini karena ada orang yang suka sama kita pasti ada orang yang gak suka sama kita /Frown/
Fazira
suka deh sama Cassian 😍
Fazira
😍😍
Fazira
😍😍😍
Ael
🤣🤣
Fazira
lanjut kak 💪
Fazira
Cassian Cassian apapun yang Evelyn katakan pasti kamu percayai 🤭
Fazira
Rosalia ini nekat banget yaa
Skyline Scribe
Cassian lucu banget yaaa
Fazira
Rosalia ini emang hatinya udah jahat
kesel banget sama dia/Panic/
Skyline Scribe: kok bisa yaa ada orang ngomong kaya gitu
total 1 replies
Fazira
Rosalia transmigator jugaa
Fazira
/Puke/
Skyline Scribe: jijik sama Rosalia yaa🤣
total 1 replies
Skyline Scribe
dia adalah tokoh yang cukup penting kak😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!