Indonesia
NovelToon NovelToon
SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ponny Sagita

10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEPAKAT

Di bumi pertiwi negara pusaka.

Yang mendengarkan ucapan naya, tertegun. Beberapa merekam dan membagikan di medsos.

-A : kan kan kan.. Gw bilang juga apa. Para detergen busuk, noh.. Camkan!

-B : kalo dicek ulang ke belakang, banyak kok penyintas yang kondisi pulaunya sama dengan naya, tapi kenapa mereka gak bisa seperti naya? Satu yang ngebedain. Daya juang! Mana yang otaknya niat bertahan, mana yang otak nya cuma jualan.

-C : dari awal mendarat aja naya udah gerak sana sini. Wajar kan kalo dia cepet naik level sama skill. Dia gak pernah diem. Semua dia kerjain. Dia udah nyusun strategi mau ngapain. Bukannya sibuk tukeran barang doang, sama nimbun makanan. Tanpa dia tuker barang dengan makanan, dia berhasil numbuhin makanannya sendiri.

-A : sama juga sama lakinya. Meski keliatan rugi mendarat di pulau batu, nyata nya sebelum dia bisa kontakan sama naya, dia juga berhasil naikin level dan skill. Jadi bukan alesan ya dibilang naya lebih beruntung! Bedain beruntung sama berusaha!

-B : kesalahan penyintas yang gagal bertahan itu cuma satu, menyia nyiakan 7 hari pertama.

.

Basis kota jaya.

"Medsos ramai dengan ucapan naya tadi pak." Lapor salah seorang petugas kepada kolonel hamdi.

Sang kolonel hanya mengangguk pelan. "Naya itu selalu penuh gebrakan. Orang mungkin anggap dia ambisius dan egois. Padahal dia sangat sederhana, hanya mau bertahan hidup dengan usahanya sendiri."

"Benar pak, sampai beberapa waktu yang lalu, di medsos masih ada omongan miring tentang naya. Saya kira omongan itu berasal dari kerabat para penyintas yang gagal bertahan. Mereka menyalahkan naya karena tidak membantu sesama penyintas."

"Biarkan saja. Selama mereka tidak mengganggu keluarga naya, kita tidak perlu bertindak."

...----------------...

Bejo dan nining tak henti berkeciap saat melihat ku masuk rumah.

Petir dan awan tak henti mengeong pada induknya.

Mereka protes karena ditinggal lagi semalaman. Dan juga lapar. Dasar ya bocil... Tapi ya wajar kan. Namanya juga masih di masa pertumbuhan. Tapi kalo bocil mutan agak beda sih. 

Ternyata bocil tetaplah bocil, meski ukuran tubuh mereka sudah lebih besar dari sebelumnya. Mungkin karena paparan energi ku setiap hari mereka jadi sebesar itu. Yang tadinya dua ekor piyik bisa kutaruh di satu tanganku, sekarang satu tangan satu piyik. Padahal hitungannya baru 4 hari.

Kandang bejo dan nining bahkan sudah di upgrade semalam karena mereka hampir tak muat untuk masuk. Menurutku wajar karena mereka ayam mutan.

Tapi petir dan awan pun tumbuh besar lebih cepat, padahal mereka bukan mutan.

Energi Skill apa yang sebenarnya membuat mereka bertumbuh sebegitu cepatnya? Skill hewan kah? Mungkin saja. Anggap saja begitu.

Kugiring mereka semua ke belakang dapur, lalu kusediakan makan. Lalu aku masuk ke rumah, ke kamar mandi.

15 menit kemudian aku sudah duduk di meja makan, menikmati secangkir teh dan setangkup roti kering. Sedikit buah buahan. Tak lupa suplemen dan vitamin.

Aku cukup mensyukuri, dengan adanya privasi yang disediakan system, para manusia di bumi tak dapat melihat tindakanku di dalam rumah.

Jadi aku bebas bengong, semauku saja. Ada kondisi kondisi tertentu yang aku tak mau yangkung dan yangti lihat.

Aku cuma mau keduanya lihat aku kuat dan tangguh meski jauh dari mereka.

Menunggu 30 hari itu sungguh menyiksa.

.

(Celia, untuk bisa komunikasi dengan keluarga di bumi apakah system tidak menyediakan nya? Selain kesempatan mereka mengirim surat ke sini.)

(Ada naya.)

(Ih! Kok gak pernah bilang.)

(Maaf naya, system kami dibuat untuk menjawab pertanyaan, mengingatkan perubahan karena dapat mempengaruhi system, bukan karena inisiatif.)

(Ow.. Ok. Sori kalo gitu. Jadi gimana caranya?)

(Sama prinsipnya dengan konektor antara kamu dan mas ben. Kamu juga bisa memiliki konektor berbicara dengan salah satu anggota keluarga mu. Untuk poin system dibutuhkan sebanyak 500.000.)

(What! Sama aja bolong dong. Bukannya untung malah buntung beli alatnya. Bisa gagal balik ke bumi.)

(System hanya menyediakan fasilitas naya, untuk kesediaannya tetap kamu yang menentukan.)

(Lalu konektor yang diberi mas ben, apa tidak ada fitur berbicaranya?)

(Mengingat kondisi kalian saat ini, fitur itu belum bisa diakses.)

(Kondisi apa?)

(Kondisi yang akan dijelaskan system semesta jika saatnya tiba.)

...----------------...

Karena sudah bermeditasi semalaman, pagi ini aku hanya berolah raga seperti biasa, lalu menuju bengkel.

Aku mau membangkitkan bakatku membuat kerajinan tangan, yaitu tembikar/gerabah.

.

(Celia, tolong gunakan poin system untuk menyediakan peralatan pembuatan gerabah.)

(Baik naya. 500 poin system terpakai.)

.

Di hadapanku muncul sebuah alat putar untuk membuat tembikar.

Aku harus mengambil pasir dulu di pantai untuk bahan campuran tanah liat.

...----------------...

Kakiku mulai aktif menekan tuas untuk memutar batu piringan, tanganku aktif membentuk gumpalan adonan tanah liat, pasir dan air untuk menjadi bentuk mangkuk sederhana.

Setelah 1 jam berkutat di bengkel, 2 mangkuk berhasil kubuat. Lumayan, masih harus belajar tehniknya.

Dengan dialasi plat besi, kedua benda itu kujemur di bawah matahari. Nanti jika sudah mengering, baru akan kubakar.

...----------------...

Aku dan geulis masuk ke hutan, menuju goa pintu dimensi alias goa portal.

Sesampai di sana, mbah gorila masih belum sadar dari pingsannya.

Jaring pembius dan 4 pasak lubang kuambil, kumasukkan ke inventory, otomatis lubang menghilang.

Mbah gorila tergeletak di tanah depan goa.

Kini aku dan geulis duduk di depannya, berjarak 10 meter, menunggu dia siuman.

...----------------...

"Selamat pagi mbah gorila." Ucapku, saat gorila mulai bangun.

Awalnya dia seperti linglung. Namun begitu melihatku dan geulis, dia langsung waspada. Menggeram ke arah kami, geulis membalasnya dengan geraman juga.

"Heii.. Santai mbah. Kita gak mau nyerang kok. Kita kenalan dulu ya." Ujarku sambil mengangkat kedua tangan.

Gorila itu diam, lalu mengangguk. Sikap waspadanya masih bertahan.

"Asal mbah gorila tau, kalo mbah itu masuk dimensi lain. Pindah planet. Saya gak tau asal mbah dari mana. Saya dan harimau saya pun sama-sama terdampar di sini. Masalahnya, sampai kemarin, saya harus melawan beberapa mahluk yang masuk ke dimensi ini karena punya niat buruk." Aku menjelaskan padanya. Dia nampak menyimak ucapanku.

"Saya hanya berharap kita bisa hidup berdampingan dengan nyaman, gak saling serang. Saya gak harus bunuh mahluk lainnya. Saya ini gak tegaan loh aslinya. Tapi kalo ada yang punya niat jelek, saya pasti tau dan mau gak mau harus saya habisi. Faham kan mbah?"

Gorila itu mendengus, dan mengangguk lagi. Kewaspadaannya sedikit menurun.

"Gimana kalo kita bikin kesepakatan? Mbah hidup di sini, di dalam hutan, tapi jangan larang saya untuk ke sini, karena toh pulau ini, termasuk hutan ini milik saya. Dengan kemampuan saya pulau dan hutan ini bisa meluas. Tugas mbah, menjaga supaya tidak ada mahluk jahat yang masuk ke pulau saya. Gimana?"

Mbah gorila nampak skeptis. Perhitungan juga dia ternyata.

"Ok, gini aja. Buat makanan, saya bisa ngasih kok. Saya punya sumber makanan melimpah. Kalo mau buah dan sayur, saya punya. Kalo mau ikan matang, saya juga punya. Harimau saya lebih suka masakan saya daripada makan ikan mentah. Tapi kalo mbah gorila doyan ikan mentah, harus nyari sendiri."

Gorila itu menggaruk kepalanya, seperti berfikir, lalu mengangguk.

Aku mengulurkan tangan, "Kita sepakat."

...----------------...

1
Mahlubin Ali
100% delete lah
Mahlubin Ali
serius nih bikin buku diary di noveltoon??
Dhewa Shaied
makin keren benaya.. lanjut thor😍😍😍💪💪💪
PonsParadiso: 😍😍😍 semoga sabar membacanya, masih lanjuuut...
total 1 replies
Dhewa Shaied
lanjut thor makin aeru.. tpi ben sama nay nikahnya gmn 🤣🤣🤣
PonsParadiso: 🤭🤭🤭 teori ngasal sih, tapi kalo dipikri pikri make sense. masih belum nyampe ke situ kalo sekarang. hehehee..
total 1 replies
Dhewa Shaied
lanut trs Thor
Dhewa Shaied
ditunggu updatenya thor
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak😍
PonsParadiso: tiap hari update, makasih ya udah mau respon.. seneng akuh 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!