"Still With You" adalah sebuah novel yang menceritakan kisah cinta antara Sofia dan Daniel, yang terinspirasi oleh lagu Jungkook. Mereka mengalami pasang surut dalam hubungan, menghadapi rintangan, dan menemukan kekuatan cinta sejati di tengah kesulitan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝓐𝓻𝓲𝓿𝓲𝓸𝓷𝓪, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana
Namun Fery sudah bisa menebak apa yang sedang difikirkan Silvi. Lalu sebuah rencana terlintas di pikirannya ia berniat untuk membelikan mesin jahit dan semua kain yang digunakan untuk pembuatan desain gaun Silvi. Dan ia juga punya rencana untuk mengajak Silvi dinner romantis nanti malam.
"Untung aja aku paham apa yang ia pikirkan, semoga itu semua benar." Batin Fery.
"Sil nanti malam kita dinner ya berdua." Ucap Fery sambil tersenyum.
"Hah... Dinner di mana?." Tanya Silvi. Ia kaget Fery mengajaknya dinner karena ia baru pertama kali di ajak seorang pria makan berdua bersama.
"Adalah pokoknya nanti kamu datang aja aku jemput ya." Ucap Fery.
"Baik." Ucap Silvi singkat.
Lalu mereka bergegas pulang. Sesampai dirumah Fery Silvi langsung menuju ruang ganti baju ia berganti sebagai pelayan. Saat Silvi masak Fery juga ikut membantunya mereka masak berdua dengan bahagia dan bercanda. Pelayan lain melihat kelakuan Mereka berdua hanya melongo. Setelah makanan selesai dibuat mereka langsung menyajikan di tempat makan. Saat itu juga Mamanya Fery pulang mengajar. Dan mereka makan bersama. Saat makan Fery teringat tentang acara dinner nya nanti. Ia langsung memberi tahu Kiki lewat pesan chat untuk meminta tolong menyiapkan acara dinnernya. Kiki pun mau membantunya dan Fery tersenyum lega. Fery juga ingin memberi tahu hubungannya sama orang tuanya namun karena papanya belum pulang akhirnya ia menunggu saja sampai papanya datang. Beberapa menit kemudian papanya pulang dan ia akan memberitahu hubungannya dengan Silvi.
"Pa ma aku mau memberitahu sesuatu." Ucap Fery.
"Iya... silahkan nak." Ucap Bu Nurul.
"Aku ingin memberitahu bahwa aku sudah jadian dengan Silvi dan aku sekarang berpacaran dengannya." Ucap Fery.
Silvi yang mendengar itu langsung kaget, ternyata secepat itu Fery memberitahu hubungannya. Ia sedikit takut namun ia juga bahagia kalau hubungannya diberitahukan kepada orang tuanya Fery.
"Hah... Kalian berdua pacaran?." Ucap Bu Nurul kaget.
"Kalau memang kalian saling mencintai, Dan saling sayang oke, lanjutkan hubungan kalian papa mendukungmu." Ucap Pak Agung sambil tersenyum.
"Iya, mama juga setuju kalau memeng kalian bener-bener jodoh mama dukung." Ucap Bu Nurul.
"Makasih ya ma kalian merestui hubungan aku dengan Silvi, makasih banget." Ucap Fery.
"Tapi aku tidak sepadan dengan derajat kalian." Ucap Silvi menunduk.
"Nak jika Fery tidak memandangmu dari segi fisik dan materi, kamu harus bahagia karena dia benar-benar sayang sama kamu tulus dari hatinya, Dulu Fery waktu pacaran sama Nora aku kasih tau dia bahwa memandang derajat dan Fisik tidak ada gunanya, Lebih baik lihat hatinya dan ketulusannya, serta kesetiaan. Nah, sekarang ucapan papa benar kan." Ucap Pak Agung.
"Iya, pa maaf in Fery karna dulu nggak nurut sama perkataan papa." Ucap Fery sambil memegang tangan papanya.
"Udahlah itu juga udah jadi masa lalu, sekarang kamu fikirkan kedepannya dengan Silvi bagaimana." Sahut Pak Agung.
"Ya nanti Fery dan Silvi akan memikirkannya juga pa, sekarang ayo kita selesaikan makan hehehe..." Ucap Fery sambil cengengesan.
Mereka menyelesaikan makananannya, setelah selesai Silvi membawa mangkuk dan sisa makanan ke dapur. Saat itu juga Fery izin ke Silvi untuk pergi sebentar.
"Aku pergi bentar ya ada urusan." Ucap Fery sambil memakai jaket.
"Pergi kemana?." Tanya Silvi.
"Adalah bentar ya."
"Dia kemana sih, apa mungkin menyiapkan acara dinner nanti malam." Batin Silvi tersenyum sediri.
Fery pergi untuk membelikan Mesin jahit dan juga kain yang dibutuhkan Silvi untuk membuat desain gaunnya. Ia pergi ke mall dan melihat-lihat mesin jahit juga kain, ia membelikan semua jenis kain di toko itu karna memang ia tidak tau kain yang seperti apa yang dicari Silvi. Setelah selesai membeli ia pergi ke tempat yang akan dijadikan untuk dinner nanti malam. Tempatnya di Restoran Miff Luxury Restoran itu ia sewa semalam hanya untuk dinner bersama Silvi. Di restoran ia bertemu dengan Kiki yang sedang sibuk ikut menata restoran itu bersama pelayan restoran. Restoran di hias sangat romantis penyiapan musik juga ada, seperti orang yang bermain biola, Lampu yang tidak terlalu terang hanya samar-samar dan dekorasi romantis dan elegan. Fery sangat suka dengan pilihan Kiki, ia berterimakasih atas kerjasama restoran itu dan juga Kiki. Kain dan Mesin jahit ia tinggalkan di restoran karena Rencana Fery nanti saat dinner lah ia memberikan Mesin jahit dan kainnya kepada Silvi. Setelah selesai melihat Restoran ia langsung pulang.
Sesampai dirumahnya ia langsung di hadang Silvi dan ditanya. " Kemana aja katanya sebentar tapi kok lama." Ucap Silvi menggerutu.
"Ia sayang ku tadi lagi macet di tengah jalan." Ucap Fery sambil menyentil hidung Silvi.
"Sayang aku buatin minuman haus nih, minuman apa aja pokoknya dibuat dari rasa sayang hehehehe.."Lanjut Fery Cengengesan.
"Okee aku buatin nanti aku antar ke kamar." Ucap Silvi sambil beranjak ke dapur.
Ia membuatkan minuman jus jeruk segar, lalu membawanya ke kamar Fery. Saat di kamar ia melihat Fery sedang membersihkan kameranya.
"Ini sayang minuman kamu." Ucap Silvi sambil menaruh nya di meja.
"Iya, Sayang ini aku lagi bersihin kamera buat Fotografi Festival nanti."
Silvi teringat lagi, bagaimana ia bisa membeli kain buat desain pikirnya kain buat gaun pasti sangat mahal.
"Sayang nanti jangan lupa ya dinner aku sudah siapin baju buat kamu kok."
"Nggak usah repot-repot, aku nadi nggak enak sama kamu." Ucap Silvi.
"Nggak boleh ngomong gitu ya, Aku ikhlas kok ngasih itu semua ke kamu." Ucap Fery sambil mengelus kepala Silvi.
Lalu Silvi pamit kedapur melanjutkan pekerjaannya.
"Sil aku ingin kamu bahagia, memberikan semua yang kamu butuhkan, nanti kalau kita menikah aku akan memenuhi semua kebutuhan kamu serta keluargamu Sil." Batin Fery.
Malam pun tiba Silvi bersiap-siap untuk acara dinner, Ia berpakaian sangat anggun, gaun yang dikasih Fery sangat cocok ditubuhnya. Saat merias wajahnya ia dibantu dengan mamanya Fery.
"Nak kamu sangat cantik, lihat wajah kamu dicermin, calon menantuku nggak cuma cantik diluarnya namun juga hatinya, Semangat ya nak." Ucap Bu Nurul menyemangati Silvi.
"Iya Tante makasih banyak sudah membantu saya, jadi ngrepotin."
" Nggak kok sayang mama sangat senang bisa merias wajah calon menantu mama."
Setelah selesai Silvi keluar kamar dan di sambut oleh Fery. Fery melihat kecantikan dan keanggunan Silvi ia sampai tidak berkedip. "Kamu cantik malam ini sayang." Ucap Fery sambil mengecup tangan Silvi. Lalu mereka berangkat ke tempat dinner.
mampir juga ya ke karyaku judulnya
"ANGKASA :salam penghuni bumi"
Ijin promosi juga untuk karya saya,
DELAPAN PUSAKA : AMARAH HARIMAU
ceritanya menarik lanjut aku pantengin terus 😍😍