Indonesia
NovelToon NovelToon
Rama Dan Kemungkinan Kecil

Rama Dan Kemungkinan Kecil

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:324
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Pada suatu malam minggu yang gerimis, hubungan asmara antara Rama dan Ratna resmi berakhir di sebuah kedai kopi yang sunyi. Ratna mengambil keputusan untuk menyudahi hubungan mereka karena menyadari adanya standar hidup dan perbedaan kelas sosial yang tidak mampu dipenuhi oleh Rama. Meski hancur, Rama menerima keputusan tersebut dengan ketegaran yang dipaksakan. Perpisahan itu menjadi semakin kontras dan menyakitkan ketika Ratna dijemput oleh sebuah sedan Eropa putih mewah yang merepresentasikan dunia barunya yang penuh kenyamanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sebuah panggilan

Malam semakin larut, membawa keheningan yang kian pekat menusuk kamar kos petak itu. Jarum jam dinding usang terus berdetak, mengikis sisa-sisa waktu menuju hari esok yang tak pasti. Kopi pun juga menyusut, hanya menyisakan ampas hitam yang mengendap di dasar cangkir, sedingin udara malam pasca gerimis. Tapi rama masih menikmati rokok nya... Asap putih tipis kembali mengepul dari sela jarinya, meliuk bebas di bawah remang lampu kamar seolah ikut menemani pikirannya yang berkecamuk tentang tagihan kos dan masa depan yang buram.

Namun ditengah lamunan nya yang mendalam, keheningan itu mendadak buyar oleh sebuah getaran kuat. Ponsel rama berdering, memecah kesunyian dengan suara dering standar yang melengking nyaring di atas meja kayu.

Rama mengembuskan asap rokok terakhirnya, lalu mengulurkan tangan untuk meraih gawai jadul tersebut. Dia pun mengambilnya dan terpampang dilayar... sebaris angka digital yang asing.

No tak diketahui... tidak tersimpan di dalam daftar kontaknya. Dahi Rama sedikit mengernyit, tetapi instingnya menyuruh untuk menekan tombol hijau. Rama angkat panggilan itu, lalu menempelkannya ke telinga tanpa ekspektasi apa pun.

"apa benar ini dengan rama?" suara di seberang sana terdengar sangat berat, tegas, berwibawa, dan dingin khas orang-orang profesional kelas atas.

"ya" jawab rama singkat, mencoba menyembunyikan rasa penasarannya.

"kami dari manajemen keluarga antasena. besok pagi kami sudah menjadwalkan para kandidat untuk melakukan tes. apakah anda bisa hadir..?"

Mendengar nama 'Keluarga Antasena' disebut, jantung Rama mendadak berdegup dua kali lebih cepat. Ingatannya langsung melompat pada KTP lama yang ia serahkan kepada Iwan tadi siang, serta foto wanita luar biasa cantik yang sempat ia lihat di layar ponsel sahabatnya itu. Peluang 0,00001% yang awalnya ia anggap sebagai bualan pasar taruhan Iwan, kini mendadak mengetuk pintunya sendiri di tengah malam.

"bisa tuan" kata rama, menjawab dengan nada sedatar mungkin untuk menjaga sisa-sisa harga dirinya, meskipun batinnya sempat bergolak.

"bagus. untuk alamat nanti kami akan kirim dipesan.. tolong tepat waktu."

Dan panggilan pun berakhir... Sambungan telepon langsung diputus secara sepihak dari seberang sana, menyisakan nada sibuk yang monoton. Rama menurunkan ponselnya perlahan, masih setengah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

"haha" kata rama, tawa hambar mencuat dari mulutnya. Ternyata dapat panggilan.. Taruhan gila Iwan ternyata bukan sekadar angin lalu. Sistem pendaftaran rahasia itu benar-benar memproses namanya.

Namun, euforia instan itu tidak bertahan lama. Detik berikutnya, pandangan Rama kembali beradu dengan cermin buram di sudut kamar, dan seketika itu pula kesadarannya pulih. Dia baru sadar... kalau situasi saat ini sama sekali tidak berpihak padanya. Jam sudah larut, jarum pendek sudah jauh melewati angka dua belas malam, yang berarti semua tempat pangkas rambut di sekitar kosnya sudah tutup total sejak beberapa jam lalu.

Penampilan belum rapi... Rambutnya masih gondrong sebahu dan berantakan. Mengingat peringatan Iwan siang tadi untuk tidak mempermalukannya di depan keluarga konglomerat, kepasrahan Rama kembali diuji oleh keadaan.

"aduh gimana ini" batin rama... sedikit panik. Tidak mungkin ia datang ke kediaman Keluarga Antasena dengan wujud yang menyerupai gembel jalanan. Pihak keamanan pasti akan mengusirnya bahkan sebelum ia sempat menginjakkan kaki di teras rumah.

"ah sudah lah" gumam Rama pada akhirnya, mencoba berdamai dengan keterbatasan. Dalam kondisi mepet seperti ini, mengeluh pun tidak akan bisa menumbuhkan tukang cukur di dalam kamarnya.

"sebaiknya pake shampo aja biar ilang tu debu debu jalanan yg nempel. nanti bisa aku ikat atau pake topi.." desah rama dengan pasrahnya.

Setidaknya, meskipun tidak bisa langsung berubah menjadi pria berkelas dengan potongan rambut rapi, ia harus memastikan dirinya bersih dan wangi. Rama pun beranjak dari kasur tipisnya, meraih saset sampo sisa di rak, dan berjalan menuju kamar mandi umum di ujung lorong kos. Roda nasib sudah bergulir, dan besok pagi, dengan motor matic-nya dan rambut yang diikat seadanya, Rama akan mendatangi tes yang mungkin akan mengubah seluruh hidupnya.

1
sakura
.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!