Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:269.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zaid Asyrof

Seorang gadis SMA meninggal dan jiwanya dibawa oleh Raja Roh Dimensi, namun lebih dikenal dengan Spirit King of Darkness atau Raja Roh Kegelapan.

tujuan gadis itu dibawa adalah untuk menjadikannya sebagai subjek eksperimen di dunia asal Spirit King of Darkness yang terdapat keberadaan energi untuk membuat fenomena magis.

Di dunia itu, gadis tersebut menemukan bahwa orang yang membuat kontrak dengan Spirit King of Darkness dianggap sebagai penjahat dan membuatnya berpikir, jika dia adalah seorang Villainess (penjahat wanita).

Karena nasib villainess biasanya berakhir tragis, maka dia berusaha untuk menjadi kuat dan berjaga-jaga terhadap masa depan yang tidak dia inginkan.

Namun suatu hari saat dia ke istana kerajaan, dia mendapatkan perintah dari raja untuk mengatasi organisasi Red Moon yang telah menyerangnya dalam perjalanan.

Sialnya, organisasi itu memakai item maupun teknik dari berbagai dunia yang membuatnya menjelajah berbagai dunia untuk mengetahui kekuatan lawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaid Asyrof, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.19 Teman Pertama

...Teman Pertama...

Mereka bertiga bercakap-cakap beberapa lama. Theresa menunjukkan sikap malu-malu dan tidak ikut masuk dalam pembicaraan, dia hanya diam saja mendengarkan ketiga orang itu berbicara.

"Benar juga, bagaimana jika kalian berdua saling mempererat hubungan satu sama lain? Kalian bisa saling mengenal dengan berjalan-jalan disekitar sini." Yovanca tersenyum kepada Elena dan Theresa.

"Ibunda, tolong jika bercanda buatlah sesuatu yang lucu. Kita saat ini berada di tengah hutan, tidakkah menurutmu terlalu berbahaya membiarkan dia gadis kecil berkeliaran di hutan?" Elena membalas dengan membuat senyuman yang dipaksakan.

"Sayangnya ibu tidak bercanda, Elena. Kalian berdua bisa saling menjadi dekat dengan berduaan bersama. Lagipula, ibu yakin Spirit King of Darkness akan melindungi kalian." Yovanca tetap mempertahankan senyumannya.

Yovanca tidak mengatakan Elena cukup kuat untuk melindungi Theresa, namun lebih memilih Spirit King of Darkness. Karena Spirit King of Darkness terdengar lebih kuat daripada Elena, dan hal itu akan membuat Edgar merasa tenang ketika putrinya berjalan-jalan bersama Elena.

"Huh… mau bagaimana lagi jika ibunda memaksaku melakukan hal itu." Elena menghela nafasnya melihat ibunya bertingkah bar-bar.

Mana ada orang tua normal yang membiarkan anaknya yang belum sampai 10 tahun berjalan-jalan dihutan. Jika saja ini berada di kota, masih sangat wajar. Setidaknya jika di kota ramai orang. Jadi, kemungkinan diculik lebih rendah.

"Bolehkah saya mengajak putri anda, tuan Edgar." Elena meminta izin kepada Edgar dengan sopan.

"Boleh, silahkan saja. Theresa, bersikap baik dan akrablah dengan Elena." Edgar mendorong putrinya kearah Elena.

"Ba.. baiklah, a.. aku akan be.. berusaha." Theresa masih dengan malu-malu mendekati Elena.

"Ayo kita pergi, Theresa!" Ajak Elena sambil mengulurkan tangan kanannya pada Theresa sambil membuat senyuman lembut untuk menenangkan Theresa yang tampak gugup.

"Ba.. baik." Theresa memegang tangan Elena.

Mereka berdua berjalan di pedalaman hutan yang tidak terlalu lebat. Elena berjalan didepan Theresa, sedangkan Theresa memegang tangan kanan Elena dan berjalan di belakang Elena.

Tidak banyak yang bisa mereka berdua nikmati, hanya ada pepohonan dan hewan. Setidaknya, jika kamu ingin dua orang jangan menyuruh berjalan-jalan dihutan, namun di tempat wisata yang terkenal. Tapi, jika punya hobi untuk jalan-jalan di hutan, terserah kalian saja.

'ugh… suasananya canggung sekali. Apa kamu punya ide topik pembicaraan, Noctis?'

'tentu aku punya, sebagai seseorang yang telah hidup selama ratusan tahun, aku memiliki ide.'

'apa itu?'

'kisah cinta yang romantis. Biasanya gadis seusiamu membicarakan itu.'

'aku rasa terlalu cepat jika kita membahas sesuatu yang bersifat sangat pribadi. Coba yang lain.'

'karena dihutan bagaimana jika kita membahas hewan?'

'yang satu ini cukup masuk akal.'

"Apakah kamu menyukai hewan, Theresa?" Elena memulai percakapan, dia melirik ke arah Theresa yang memegang tangan kanannya di belakangnya.

"E.. eh ah iya. Aku menyukai hewan kelelawar!" Theresa yang sebelumnya berjalan dengan kepala tertunduk karena malu menjadi bersemangat dan mengarahkan pandangannya pada Elena saat membahas hal ini.

'hmm… dia menjadi bersemangat dan tidak gugup lagi. Mungkin topik yang aku pilih sudah benar.'

'semangat, gadis kecil. Aku akan mendukungmu dari sini.'

"Benarkah? Memangnya apa yang membuatmu tertarik dengan kelelawar?" Elena memperdalam topik tentang kelelawar.

"Tentu saja, mereka keren, mereka bisa terbang tanpa menabrak sesuatu saat gelap malam sangat misterius dan tidak ada yang bisa menjelaskannya." Theresa menunjukkan tatapan yang berbinar-binar seperti Elena saat membahas alien.

Di dunia ini, teknologi masih belum berkembang jauh. Umat manusia belum mengetahui tentang Ekolokasi.

'sepertinya dia memiliki kesukaan yang unik.'

'orang yang menyukai alien dengan tentakel tidak berhak mengatakan hal itu.'

"Tapi…" wajah Theresa menjadi murung sekarang.

"Ada apa?" Elena penasaran dengan Theresa yang menjadi murung.

"Gadis sebayaku tidak menyukai selera hewan ini. Karena inilah mereka mengolok-olok dan mengucilkan aku." Theresa murung ketika mengingat kembali hal ini.

'itu wajar! Kelelawar memang tidak populer! Jika saja kamu bilang kucing, kamu pasti akan langsung disukai semua orang!' Elena menjerit di dalam pikirannya.

"Tenang saja, Theresa. Aku tidak akan membencimu hanya karena kamu menyukai kelelawar." Elena memperhatikan mata Theresa yang terlihat sedih.

"Benarkah!" Theresa menjadi senang dengan apa yang Elena katakan, melihat wajah Elena.

"Tentu saja benar, aku tidak bercanda." Elena membuat senyuman lembut.

Theresa menjadi kagum dengan perkataan Elena yang tidak akan membencinya walaupun memiliki selera hewan yang unik. Pada kenyataannya, Elena jauh lebih aneh (bukan unik) karena menyukai alien yang memiliki tentakel.

Bahkan Elena membuat tentakel dari bayangan saat dia bertarung untuk menambah jumlah pedang yang bisa Elena pegang.

"Elena, Ji…jika ka…kamu ti..tidak ke..beratan, ma..u maukah kamu me…njadi te...maniku?" Ucap Theresa dengan malu-malu. Theresa benar-benar berusaha keras hanya untuk mengatakan itu.

'mudah banget! Aku hanya mengatakan beberapa kalimat dan dia ingin menjadi temanku! Tidakkah ini terlalu mudah!?'

'gadis kecil, aku mengingatkanmu. Ini hanya hubungan pertemanan, bukan percintaan.'

'tetap saja ini terlalu mudah.'

"Tentu baiklah." Jawab Elena dengan senyumannya.

Elena tidak perlu mengkonfirmasi jawaban Theresa, dia merasa Theresa sangat yakin mau menjadi temannya.

Sebenarnya, karena Elena memiliki kontrak dengan Spirit King of Darkness, orang yang ada di dekatnya mungkin juga akan terkena diskriminasi.

"Yey… aku senang akhirnya mendapatkan seorang teman yang dapat menghargai kesukaanku." Theresa tersenyum lebar, dia memegang erat tangan Elena dengan kedua tangannya

'anak-anak mudah sekali ditaklukkan. Padahal aku belum memberitahu tentang kesukaanku.'

'selamat, anda mendapatkan teman pertama setelah sembilan tahun.'

'jangan menyindir, Noctis.'

'baiklah, aku hanya bercanda.'

"Baiklah, Theresa, bagaimana kalau kita kembali kepada orang tua kita? Mereka akan khawatir jika kita terlalu lama." Elena membuat senyuman yang dipaksakan kepada Theresa.

Saat melihat senyum lebar yang dibuat Theresa, Elena merasa tidak ingin merusaknya. Bagaimanapun, Theresa hanya anak sembilan tahun normal tanpa ingatan masa lalu seperti Elena.

"Oh… baiklah." Theresa masih dengan ceria membalas Elena.

Mereka berdua kembali lagi ke tempat kereta kuda mereka terhenti karena pohon. Masih tetap sama, belum ada perubahan yang signifikan pada batang pohon yang tumbang tersebut.

"Kalian berdua benar-benar menjadi dekat dengan sangat cepat." Yovanca melihat Theresa yang memegang erat tangan putrinya.

"Theresa, bisakah kamu melepaskan tanganku? Terlalu lama juga terasa tidak nyaman." Minta elena.

"Baiklah, Elena!" Theresa melepaskan tangan Elena dan berjalan mendekati ayahnya.

"Memangnya apa yang dia katakan padamu hingga membuatku bersemangat seperti itu?" Edgar menjadi heran dengan putrinya yang tiba-tiba berubah 180°.

"Bukan apa-apa, ayah! Hanya beberapa hal yang bersifat pribadi." Theresa menutupi kejadian yang baru saja terjadi.

"Asalkan kamu menjadi senang, aku juga menjadi senang." Edgar tersenyum melihat putrinya bahagia.

Selama ini, biasanya Theresa terlihat murung dan malu-malu ketika bersama orang lain, selain keluarganya sendiri.

Sementara itu, Elena yang menjadi tidak sabar mendekat ke arah batang pohon yang menutupi jalan mereka.

"Kalian semua, minggir!" Perintah Elena dengan tegas kepada semua pengawalnya.

Dengan perintah Elena, bukan hanya pengawalnya yang pergi. Para petualang yang ada disana juga menyingkir.

Petualang disana terdiri dari empat laki-laki. Dua diantaranya membawa pedang, satunya panah dan satu lagi membawa tombak.

*Zrrrttt…

Elena menciptakan enam tentakel di punggungnya.

Tentakel-tentakel itu satu per satu melilit batang pohon yang menutupi jalan.

*Crack… crk… kretak…

Perlahan-lahan, retakan mulai muncul pada batang pohon tersebut.

*Blar…

Daripada mengangkat batang pohon ke pinggir jalan. Elena malah menghancurkan batang pohon itu menjadi serpihan kayu kecil.

"Sudah selesai, seharusnya aku begini sejak tadi."

Elena berbalik dan berjalan kembali ke kereta kuda untuk perjalanan mengabaikan pengawal yang melihatnya dan para petualang yang terkejut dengan kekuatan Elena.

"Karena sudah selesai, bagaimana kalau kita kembali ke tugas jaga kita masing-masing?" Ucap salah satu pengawal Elena untuk membangunkan para petualang yang masih terkejut dengan kekuatan Elena.

Para petualang kembali ke kereta milik perusahaan dagang Magnifix. Tidak seperti pengawal Elena yang menaiki kuda sendiri, para petualang itu duduk di depan bersama kusir.

Di lain sisi, para pengawal Elena menaiki kuda mereka kembali. Namun, sebelum mereka berangkat, kelompok yang membuat jebakan batang pohon itu muncul menghentikan mereka sebelum berangkat.

1
Eka Nurmila
kata
'buah'
dihilangkan saja
MD Pets
proplayer gk tuhh..😂😂🤣🤣
MD Pets
lumayan ya penjelasan kyk begini, bisa menambah jumlah kata biar bisa nyentuh kuota..🤣😂
MD Pets
woww, sy baru tau kalau persegi panjang itu memang panjang..🤣😂
MD Pets
omongan anak yg menyayangi ibundanya sangat tidak sopan ya, "batang hidungnya"..

hati2 menggunakan kata dan kalimat, Thor..!
MD Pets
kalau kata/kalimat pertanyaan dan pertnyataan, jgn dikasih 2 tanda baca begitu, jadi aneh kesan bacanya..
hhhhhh..!!!!!
MD Pets
anak durhaka..!!!🤦🤣😂
MD Pets
menempati lebih tepatnya, bukan meninggali..
MD Pets
kok dia gk menjadi lemah ya, kn mitosnya Flying Dutchman itu gk bisa sembarangan menginjak tanah, dia hanya puny waktu 1 hari penuh tiap tahun u/ menginjak tanah..
apakan kali ini adalah 1 hari penuh tsb..?
mmhhh, author nya wajib research lebih mendalam sebuah karakter yg udh ada nihh, klo karakter bikinan sendiri sihh gk masalah..
MD Pets
Flying Dutchman, min..

hhhhhh.. 🤦😑
MD Pets
hapus kata "sebuah" karena itu aneh u/ dibaca, lebih aneh dari pada Elena dgn Spiritnya.. 🤣
Just Amel
Hai Author, salam kenal. Saya yang akan mengisi suara atau dubbing novel Author ini dan Saya akan berusaha menyampaikan isi cerita dengan baik.
Clarissa
hahh... calon mayat...
Clarissa
rumah kentang!!!
Clarissa
kalo dibayangin, jadi gemoy bangett
Excellent_098™
tambah satu lagi anggita cewek
I Am Win
step mom
noot
good
Blue Twins
(-‸ლ)ᴬˢᵗᵃᵍᵃ!! Elena itu perempuan kan? Ini mempunyai genre yuri ya? Aku salfok mulu
Blue Twins
kukira arc 1 sudah tamat 🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!