"Saat boss memerintah, kamu tidak bisa menolaknya."
nothing is perfect in this world, mungkin kalimat itu tidak berlaku bagi seorang Sean. Memiliki kepribadian baik, yang membuat semua orang jatuh hati kepadanya. Hal inilah yang membuat Sean harus bekerja keras untuk meyakinkan Nabila, bahwa cintanya hanya untuk gadis itu saja.
Cinta memang membutakan, tapi kehilangan lebih menyakitkan. One message from this story, don't fall in love too easily.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar Cahya Nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sean's Birthday
..."Ketika seseorang pergi, itu karena orang lain akan datang (Paulo Coelho)."...
Hey guys, this is my new story, jika ada kesamaan nama tokoh maupun nama tempat, mohon dimaafkan. Ini cerita real dari pemikiran saya sendiri, so enjoy reading the story.
Hari ini adalah pertemuan antara keluarga Fernandes dan keluarga Ardiaz. Alina selaku ketua dari perkumpulan ini, ia dengan cepat memimpin. "Jadi mau kayak gimana perayaannya?" Yup, yang mereka diskusikan hari ini adalah perayaan ulang tahun Sean dan juga Rescha. Keduanya lahir ditanggal dan bulan yang sama, akan tetapi ditahun yang berbeda.
"Drama selingkuh?" Camella memberi saran, akan tetapi Allard dan Alina dengan kompak menolak.
"Udahlah gak usah pake drama-dramaan, mereka udah gede. Cukup ucapin happy birthday kelar masalah," sarkas Adelar, yang dibalas acungan jempol oleh Allard.
Alina menghembuskan nafasnya pasrah. Akhirnya mau tidak mau ia harus setuju dengan hal itu. "Tapi perayaan kita kebagian di jam 12 siang, untuk bagian jam 12 malam, itu udah di booking sama Ryan dan juga Nabila."
Baik Adelar, dan Allard. Keduanya kompak menyetujui hal itu. Lagipula mereka sudah memprediksi hal ini. Biarlah anak muda yang bekerja malam, orang tua bagian siang saja.
Setelah pembahasan itu selesai, makanan yang Alina pesan akhirnya tiba juga. Mereka semua menikmati pertemuan ini, tapi tidak dengan Camilla, wanita itu masih saja termenung sembari memikirkan nama gadis, yang tadi disebutkan oleh Alina.
"Nabila itu siapa?"
Yang diberi pertanyaan kini tersenyum, "dia calon menantu keluarga Fernandes. Seorang gadis cantik, berhati lembut, yang bisa dengan cepat meluluhkan hati keras seorang Sean," jelas Alina singkat.
Camilla terdiam mendengar hal itu. Ia kini meminta Alina untuk menunjukkan foto Nabila kepada dirinya. Cantik, pujinya singkat. Camilla kini menatap langit-langit ruangan itu, kemudian ia tersenyum.
"Rescha NT ternyata."
***
Jika dikediaman keluarga Fernandes sedang sibuk merencanakan, maka berbeda dengan yang dilakukan oleh Nabila dkk kali ini. Mereka semua benar-benar membagi tugas secara menyeluruh. Ryan yang diperintahkan untuk membeli kue, Nabila dan Gea yang sibuk menyiapkan masakan, dan Rea yang sibuk mendekorasi.
Sempat terjadi kericuhan kecil antara Gea dan Rea, yang membuat Nabila akhirnya turun tangan menyelesaikan semua hal itu. Tugas mereka sudah beres, dan kini hanya tinggal menunggu waktu perayaan itu tiba.
Ryan sendiri lebih memilih untuk berduaan dengan Gea. Sedangkan Nabila dan Rea sedang bergosip ria. "Lo tau gue pernah kalah sama si Azalea, kan?"
Yang ditanya kini menganggukkan kepalanya. "Tau," jawabnya singkat.
"Tu cewek licik banget sumpah! Dia pernah ngelukain diri dia sendiri, cuman demi dapet perhatian dari Sean doang. Berhasil emang, tapi begonya itu loh, anjing. Masa dia gak tau dirumah keluarga Fernandes ada CCTV yang ngerekam semuanya. Jadi dibenci kan tu anak sama Tante Alina, belum lagi ditambah Sean yang terus maki-maki dia."
Rea membicarakan hal itu dengan sangat rinci. Nabila yang hanya mendengarkannya, ia hanya bisa tersenyum, sambil sesekali menganggukkan kepalanya paham.
"Sean cinta banget ya dulu sama Azalea?"
"Lumayan, sih. Tapi lebih bucin pas sama lo. Azalea mana pernah dikasih boneka sama Sean, kalo dikasih boneka chucky sama Rescha, iya pernah." Gelak tawa keduanya kini pecah. Gea yang sedari tadi bermesraan, ia kini mengalihkan pandangannya kearah Nabila.
"Tega banget gosip tanpa gue," sindirnya yang dibalas acungan jari tengah oleh Rea.
"Makannya jangan bucin mulu, ya, bangsat!" Balas gadis itu keras.
Keduanya kini beradu mulut. Daripada melihat pemandangan tidak jelas ini, Nabila memutuskan untuk melihat kue yang sudah Ryan pesan. Indah, gumamnya pelan.
Senyuman cantiknya kini terbit seketika. Ia yakin Sean pasti menyukai kejutannya.
***
Jam berlalu dengan cepat kali ini. Baik Nabila, Rea Gea, dan Ryan, keempatnya sudah siap untuk menjalankan kejutannya. Secara perlahan kini mereka semua berjalan kearah apartement, yang ditempati oleh Sean dan juga Rescha.
Ryan sebagai laki-laki tangguh, ia bertugas untuk mendobrak pintu kamar. Berhasil ... Matanya kini tertuju kearah Rescha, yang sedang termenung menatap kearah Sean yang sedang tertidur bersama seorang gadis asing (?)
"HAPPY BIRTHDAY ...." Ryan berteriak keras, yang membuat Rescha dan juga Sean terlonjak kaget. Bukannya berbahagia dengan kejutan yang diberikan, Sean malah berlari kearah gadisnya untuk memberikan penjelasan.
"Maaf."
Situasi yang panas kini semakin ricuh, saat gadis asing itu terbangun dari tidur cantiknya. Mata Rea kini membulat sempurna, itu Azalea ....
"Sean, can you explain all of this?" Mood Gea kini sudah hancur. Gadis itu dengan cepat mengintimidasi Sean, yang membuat pria itu kini mulai memundurkan langkahnya secara perlahan.
"I was drunk, and had *** with her. Bila, I'm sorry."
Yang dimintai maaf malah terdiam ditempatnya. Setelah dirasa tidak terlalu menyakitkan, ia tersenyum, "ssstt! Sekarang rayain dulu ulang tahunnya, ya? Happy birthday, sayangnya Bila."
Semua benar-benar terdiam. Nabila, gadis itu sedang sibuk meluma* bibir cantik milik Sean secara perlahan, "ciuman bekas Azalea-nya sekarang udah ilang, sekarang ayok tiup lilinnya," ucapnya dengan diiringi langkah kecilnya.
Sean melakukan hal itu, begitu juga dengan Rescha. Keduanya menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dengan suasana hati yang bisa dibilang sangatlah buruk. Setelah semuanya selesai, Nabila tertawa begitu keras, hal inilah yang membuat Gea kini dengan cepat menepuk pundak dari sahabatnya itu.
"Gak usah pura-pura tegar, gue tau lo mau nangis," sarkasnya, yang dibalas senyuman singkat oleh Nabila.
"Sean ... Please hug me." Tanpa diminta pun Sean pasti akan memeluk gadisnya itu. Baju yang dipakainya kini sudah dipenuhi oleh cairan air mata. Sean tersenyum miris melihat hal itu.
Rescha yang peka dengan hal ini, ia dengan cepat memerintahkan Azalea untuk tidak terlibat dalam hal ini. Pria itu mengalihkan pandangannya kearah Nabila, yang masih menangis dalam diam.
"Sakit banget, ya, Bil? Maaf gue gak bisa cegah hal itu."
Yang diajak berbicara kini mulai mengangkat kepalanya. Nabila, gadis itu tersenyum singkat kearah Rescha. "You've done your best, Res. Abis ini gue mau langsung pulang ke Amerika. Jadi lo tenang aja, okay?
"Bila, u're fine?"
"I'm totally fine. Gue cuman kangen Ayah sama Abang gue."
"Sekedar informasi, Sean masukkin itunya didalem. Lo yakin masih baik-baik aja?"
Mendengar pernyataan itu, Nabila secara otomatis mulai tertunduk. Gadis itu berjongkok yang membuat Rea kini memeluknya dengan erat. "Re, sakit banget. Sekarang rumah gue ilang, gue gak sekuat itu, Re."
Selagi kedua gadis itu berpelukan, Ryan malah sibuk memukuli Sean. Pria itu terluka cukup parah. Setelah amarahnya perlahan sudah membaik, Ryan membiarkan Sean yang masih dalam keadaan lemas, untuk merangkak kearah Nabila.
"Bila ... this really hurts," lirihnya, yang langsung ditanggapi dengan sigap oleh Nabila. Gadis itu membawa Sean kedalam kamar kosong yang ada disitu, lalu secara perlahan mulai mengobatinya.
"Udah ini kamu bakal dirawat sama Azalea, Sayang. Romantis banget ... I hope you're always happy, and don't forget to eat again. Nanti kalo kamu nikah, jangan lupa undang aku, ya? Atau gak nanti kalo kamu honeymoon, pilih lokasi yang di Amerika aja. Nanti aku bakalan jadi tour guide---"
"Bila, stop it. Don't hurt yourself, kamu bakalan tetep jadi calon istri aku. Dan kita berdua bakalan honeymoon di Turki, as you wish."
Yang diberi perkataan seperti itu malah menggelengkan kepalanya pelan. Gadis itu memeluk, lalu mengecup singkat bibir cantik milik kekasihnya.
"We're done, lion. Jadi berbahagialah ...."
TBC ...