Indonesia
NovelToon NovelToon
365 Days With You

365 Days With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: seoyoon

“Aku ingin membalas dendam pada gadis yang telah menghancurkan hatiku berkali-kali,” pinta Ray dengan tatapan berapi-apinya.

Seorang pria muda terbangun dari tidur panjangnya setelah menandatangani kontrak tinggal didunia selama 365 Hari,

Namun ketika ia terbangun, ia mendapati banyak hal yang telah berubah, begitupun dengan wajahnya yang telah berganti menjadi wajah asing yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya,

Akankah Ray berhasil menuntaskan dendamnya dan berakhir pergi dengan damai sebelum 365 Hari?

Ataukah dia malah malah menyesali pilihannya?

Yuk simak kisah selengkapnya disini, 365 Hari.

Note : Sebenarnya kisah ini lanjutan dari Novel Mimpi dan Harapan ya.

Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seoyoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Setibanya di kediaman Rayanza.

Sang supir mematikan mesin lalu bergegas keluar lebih dulu untuk membukakan pintu istri atasannya.

“terimakasih mas Adhi,” ucap Andheera seraya turun dari mobil.

“tak perlu sungkan nona Andheera,” sahutnya seraya membungkukan tubuhnya disertai senyum ramahnya.

“Selamat pagi nona Andheera,” sapa para pelayan yang berdiri membuat 1 barisan dihadapannya.

“wow, sambutan yang luar biasa sekali, terimakasih,” balas Andheera lengkap dengan senyum cerahnya, namun mendadak pandangannya terhenti pada salah satu pelayan yang mengenakan seragam berbeda dari yang lainnya.

Andheera berjalan selangkah mendekatinya seraya mencoba mengingat wajah yang tak asing itu baginya.

“Senang bisa bertemu kembali dengan nona,” sapanya seraya menundukan kepala serta tersenyum tipis.

“Bu Minna ini ketua para pelayan disini nona, dan beliau juga yang nantinya secara khusus melayani nona,” jelas Adhirama begitu menurunkan koper besar milik Andheera dari bagasi, ia pun berjalan mendekati keberadaan Andheera.

“mari nona saya antar ke kamar,” ucap Minna kemudian lebih dulu berjalan untuk memimpin jalan.

“tolong siapkan sarapan untuk nona Andheera,” perintah Minna kala berjalan melewati para bawahannya.

“baik bu,” sahut mereka semua serempak yang kemudian bubar dan bersiap melaksanakan perintah dari atasannya.

Setibanya dikamar utama, ruangan megah yang nantinya akan ditempati oleh pengantin baru yakni Rayanza dan Andheera.

“saya simpan disini ya kopernya nona Andheera, ada lagi yang nona butuhkan?” tanya Adhi seraya menaruh koper besar Andheera disamping ranjang.

“tidak, terimakasih untuk hari ini mas Adhi, mas Adhi boleh pergi,” timpal Andheera yang tak hentinya menebar senyum ramahnya yang membuat Minna merasa terusik.

Adhirama pun pergi dan meninggalkan istri atasannya itu dengan Minna sang ketua pelayan.

“bagaimana kabarmu kak Minna?” tanya Andheera begitu Adhi menutup rapat pintu kamarnya.

“Saya baik nona,” jawabnya.

Andheera menaikan 1 alisnya sebelum memutar tubuhnya dan mencoba menelusuri setiap sudut kamarnya yang berukuran 10mx15m sangat luas untuk ukuran 1 kamar yang ditempati 2 orang.

“kau yakin senang bertemu kembali denganku?

Seingatku kau tak pernah menyukaiku dulu,” lanjut Andheera seraya kembali mengarahkan pandangannya pada Minna yang masih berdiri ditempatnya.

“Maaf, tapi jika tidak ada yang nona butuhkan, saya pamit undur diri,” responnya yang menolak tegas tidak ingin membahas masa lalu.

“kau masih takut padaku rupanya,” 1 kalimat tersebut mampu menghentikan langkah Minna sejenak sebelum akhirnya ia pun memberanikan diri kembali berbalik dan menatap istri atasannya.

“ku dengar tuan Reza meninggal 4 tahun yang lalu, maaf karena saya tidak datang ke pemakaman tuan Reza nona, dan saya juga turut berduka atas wafatnya tuan Reza,” katanya seraya menautkan kedua tangan didepannya kemudian membungkuk pada Andheera sebagai bentuk ucapan duka tulusnya pada putri mendiang majikannya terdahulu.

“kukira kau masih bekerja dengan nenekku, bagaimana kau bisa berakhir menjadi asisten rumah tangga lagi?” tanya Andheera seraya berjalan mendekati Minna.

“Aku mengundurkan diri sejak 3 tahun yang lalu, kemudian bergabung di Hotel Zeus, setelah bekerja disana selama kurang lebih 2 tahun, aku ditarik menjadi kepala pelayan dikediaman tuan Daniel, namun sejak tuan Rayanza muncul, tuan Daniel memintaku untuk beralih melayani putra sulungnya tuan Rayanza.

Dan seperti yang nona lihat sekarang, aku berakhir di kediaman tuan Rayanza, dan hal itu jugalah yang membuatku kembali bertemu denganmu Andheera, kita berdua mungkin sudah ditakdirkan bersama, terbukti bagaimana pun usahaku menjauh darimu, pada akhirnya takdirlah yang mempertemukan kita kembali,” paparnya panjang lebar.

“lalu apa kau akan kabur kembali dariku? Seperti waktu itu,” timpal Andheera seraya melipat kedua tangan dan menatap Minna lekat.

“tidak, kali ini aku akan tetap bertahan disisimu, dan mencari tahu sendiri penyebab pribadimu yang mengerikan itu,” kata Minna penuh percaya diri.

“benarkah, waaahh sepertinya akan mengasyikan tinggal disini bersamamu hahahaa!” ledek Andheera yang kemudian pergi lebih dulu meninggalkan Minna yang mendadak membeku untuk beberapa saat setelah Andheera berjalan melewatinya.

...****************...

Sore harinya, Andheera terlihat berjalan diarea kolam berenang dengan ponsel yang melekat ditelinga dan tangan lainnya memegang secangkir kopi panas.

“Halo,” sapa Andheera begitu ia menerima telfonnya.

“kau dimana?” tanya sang penelfon yang sontak saja membuat Andheera terhentak.

“ada dimana, apa maksudmu?” respon Andheera seraya berjalan menuju sebuah meja didekat kolam berenang.

“Aku baru sampai di café, dan para pegawai bilang kau sudah pindah sepekan yang lalu dari lantai atas, kau ting…,” belum sempat Vivian menyelesaikan kalimatnya, dengan penuh emosional Andromeda mengambil alih ponsel istrinya.

“Apa yang sebenarnya terjadi Andheera!

Kenapa kau tiba-tiba pindah dari café?” semburnya penuh dengan tekanan disetiap kalimatnya untuk mengekspresikan kekecewaannya.

“Akan ku jelaskan kak, aku kesana sekarang oke,” panik Andheera yang kemudian menaruh cangkir kopinya diatas meja lalu berlarian masuk ke dalam rumah.

“tidak, tidak, kau tidak perlu kemari,” sela Andromeda yang membuat Andheera menghentikan laju larinya sesaat.

“kirimkan lokasimu sekarang! Kakak yang akan kesana menemuimu,” lanjut Andromeda yang kemudian mematikan sambungan telfonnya sebelum Andheera sempat meresponnya.

“tidak, kak, kak Meda! Aiisshh!

Dia mematikan telfonnya,” dumel Andheera seraya memperhatikan layar ponselnya yang kini sudah berganti menjadi walpapernya kembali.

“Ada apa nona Andheera? Ada yang bisa saya bantu?” tanya salah satu pelayannya yang kebetulan melihat kepanikan serta kegelisahan Andheera sejak ia masuk ke dalam rumah.

“Ahh, ti, tidak, amm.. aku mau pergi,” kata Andheera seraya menyakukan ponselnya.

“baik, saya akan meminta pak Ujang untuk menemani nona,”

“tidak, tunggu, maksudku aku ingin peri sendiri, aku tak butuh supir,” tegas Andheera yang kemudian bergegas keluar dari kediamannya.

“tidak bisa nona, tuan Rayanza pasti tidak akan mengijinkannya,” seru pelayan tersebut seraya mengikuti langkah cepat Andheera.

“ciihh!!

Kalau begitu, coba tangkap aku! Hahahhaa!” seru Andheera yang kemudian mempercepat laju larinya setelah memberikan senyum jahil pada pelayan tersebut.

Sang pelayan pun terkejut kala Andheera berubah menjadi sosok yang berbeda dari gadis yang sebelumnya ia temui dipagi hari.

Cepat-cepat ia merogoh ponselnya kemudian menghubungi para petugas keamanan yang berjaga dipekarangan kediaman Rayanza.

“Nona Andheera melarikan diri, bersiaga didepan jangan sampai nona Andheera berhasil keluar!” lapor pelayan tersebut yang akhirnya membuat kerusuhan yang terjadi dikediaman Rayanza.

Para pelayan dan petugas keamanan bersatu untuk menangkap seorang gadis yang berencana kabur dari kediaman Rayanza. Aksi kejar-kejaran pun tak terelakan, antara Andheera yang memimpin didepan dan para petugas keamanan yang berpakaian serba hitam lengkap dengan walki talkinya, serta para pelayan yang juga tak mau kalah ingin mencoba menangkap istri dari majikannya itu.

“Aiisshh! Menyebalkan,” dumel Andheera yang berusaha mempercepat laju larinya.

Situasi kian menegangkan kala pintu gerbang otomatis akan segera tertutup didepannya, sementara para petugas keamanan yang berjaga didepan tengah berlarian dari sisi kanan dan kirinya.

Tak ingin menyerah begitu saja, Andheera pun lantas kembali menambah kecepatan larinya untuk kabur dari semua orang yang ingin menangkapnya.

Sampai…, 3..2.. Andheera pun berhasil dari saat-saat kritisnya, begitu pintu gerbang hampir tertutup rapat ia pun berhasil keluar dengan cara menyampingkan tubuh rampingnya dan…, Brrukkkkk!! Kedua pintu gerbang itu pun tertutup rapat 1 detik setelah Andheera melewatinya.

“huuhh.. haahh.. (Andheera berhenti sejenak untuk menstabilkan pernafasannya, sementara para pelayan dan petugas keamanan tengah memperhatikannya dari balik pagar besar dibelakangnya)

Hahhaaa….,”

“YAK! CEPAT BUKA KEMBALI GERBANGNYA!” perintah sang petugas keamanan pada bawahannya yang berada dipos jaga.

Selang tak berapa lama sebuah mobil taxi berhenti dihadapan Andheera.

“tidak! Tidak, jangan nona!” teriak para pelayan saat Andheera tersenyum penuh arti seraya membuka pintu belakang taxi.

“byeeee!!” seru Andheera sembari melambaikan tangan dan tersenyum lebar sebelum masuk ke dalam taxi tersebut.

Whoooosshh… taxi pun melaju secepat kilat meninggalkan area depan kediaman Rayanza.

Tepat setelah kepergian taxi, sebuah mobil berwarna hitam muncul yang membuat para pelayan dan petugas keamanan refleks membuat barisan disisi kanan dan kiri menunggu masuknya mobil tersebut melewati pintu gerbang yang perlahan terbuka kembali.

Melihat para pelayannya berkumpul diarea pekarangan membuat Keenan dipenuhi fikiran negativenya. Ia pun meminta sang supir Franky menghentikan mobilnya sejenak, Franky pun bergegas turun dari mobil untuk membukakan pintu atasannya.

Keenan turun dengan penuh karisma seraya merapihkan setelan jasnya, salah satu petugas pun berlari kecil mendekati keberadaan atasannya yang baru saja turun dari mobilnya.

“Apa yang terjadi?

Kenapa semuanya berkumpul disini,” tanyanya seraya mengedarkan pandangannya pada para pelayan dan juga petugas keamanan disisi lainnya.

“amm.. maaf tuan, sebenarnya nona Andheera baru saja kabur,” paparnya yang sontak saja membuat Keenan tercengang mendengarnya.

“APA?! Kenapa bisa begitu,” timpal Keenan penuh emosi.

“Iya, ma.. maaf tuan, (timbrung salah satu pelayan yang ikut bergabung)

Sebenarnya nona Andheera meminta ijin untuk keluar, saya berniat meminta pak Ujang untuk menemani nona pergi, namun nona menolaknya, nona bilang ingin pergi sendiri.

Tentu saya melarangnya tuan, saya bilang tuan Ray pasti tidak akan mengijinkannya, saat itulah nona pergi berlari meninggalkan rumah,” ceritanya panjang lebar.

“bahkan kalian semua tidak ada yang bisa menghentikannya?! Hanya seorang gadis pun kalian tak becus menjaganya huh?!” bentak Keenan tajam.

“maaf tuan, saya yang salah, saya sudah lengah dan tidak bisa menjaga nona Andheera dengan baik,” timpal Minna yang mencoba menanggung beban dari bawahannya.

“Aisssh!! SIal!!

Ayo pergi cari gadis itu!!” seru Keenan seraya kembali masuk ke dalam mobilnya.

...****************...

Bersambung...

1
Ni sya ♡
ngakak😂
Ni sya ♡
menarik nih ceritanya
Yeonso: kalau menarik dilanjut dong berarti bacanya hihihi...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!