Indonesia
NovelToon NovelToon
Petualangan Raja Dunia

Petualangan Raja Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:207.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seseorang yang Kukenal

Boqin Changing keluar dari Rumah Lelang Awan Senja tanpa sedikit pun memperhatikan tatapan orang-orang yang masih mengikutinya. Ia berjalan santai menyusuri jalan utama Kota Chiyou, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Wajahnya tetap tenang, langkahnya juga tidak menunjukkan sedikit pun kewaspadaan.

Kali ini Boqin Changing memang tidak terburu-buru. Ia ingin menikmati suasana Kota Chiyou sebelum melanjutkan perjalanannya.

Setelah berjalan cukup jauh, ia akhirnya tiba di pusat jajanan yang cukup ramai. Berbagai aroma makanan langsung memenuhi udara. Ada daging panggang, kue tradisional, manisan buah, makanan yang dimasak dengan rempah-rempah, hingga berbagai camilan khas Kekaisaran Houran yang belum pernah ia coba sebelumnya.

Boqin Changing berhenti. Matanya perlahan menyapu seluruh jajanan yang tersedia.

“Yang ini sepuluh.”

Pedagang itu langsung terkejut.

“Sepuluh?”

“Ya.”

“Baik!”

Tidak lama kemudian, Boqin Changing membeli makanan lain.

“Yang ini juga sepuluh.”

“Yang itu lima belas.”

“Dan yang itu… semuanya.”

Para pedagang langsung sibuk membungkus dagangan mereka.

Dalam waktu singkat, tangan Boqin Changing sudah dipenuhi berbagai makanan dan oleh-oleh khas Kota Chiyou. Bahkan beberapa barang yang sebenarnya tidak terlalu berguna pun ia beli hanya karena terlihat menarik.

Boqin Changing sendiri tidak tahu untuk siapa semua benda itu nantinya akan diberikan. Namun, ia tetap membelinya.

Mungkin untuk para pengikutnya, orang tuanya, orang-orang sektenya, atau mungkin suatu hari nanti akan ada seseorang yang membutuhkan benda-benda kecil tersebut.

Boqin Changing tersenyum tipis.

“Sudah lama aku tidak berjalan-jalan seperti ini.”

Setelah puas berbelanja, ia melanjutkan perjalanan. Wajahnya tetap santai, sementara beberapa orang dari Kelompok Taring Hitam masih mengikutinya dari kejauhan.

Mereka mengira pemuda itu sama sekali tidak menyadari keberadaan mereka. Namun, mereka tidak tahu bahwa sejak keluar dari rumah lelang, Boqin Changing telah mengetahui keberadaan mereka. Ia hanya malas memperdulikannya.

Setelah berjalan cukup lama, Boqin Changing akhirnya melihat sebuah gang sempit di antara dua bangunan. Ia memandang gang itu sebentar. Kemudian, tanpa ragu, ia masuk.

Gang tersebut semakin jauh semakin sepi. Suara keramaian dari jalan utama perlahan menghilang. Setelah melewati beberapa belokan, Boqin Changing akhirnya tiba di sebuah tanah lapang yang cukup luas.

Tempat itu benar-benar sunyi. Tidak ada pedagang dan tidak ada orang yang lewat.

Boqin Changing berhenti di tengah tanah lapang tersebut. Ia berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung. Tanpa membalikkan tubuhnya, ia berkata dengan suara tenang,

“Kalian keluar saja.”

Tidak ada jawaban.

Boqin Changing tetap berdiri di tempatnya.

“Tidak perlu sembunyi-sembunyi menguntitku.”

Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, terdengar langkah kaki dari berbagai arah.

Dalam waktu singkat, belasan orang muncul dari gang-gang di sekitar tanah lapang tersebut. Mereka adalah orang-orang dari Kelompok Taring Hitam. Mereka segera menyebar dan mengepung Boqin Changing dari berbagai arah.

Beberapa orang bahkan tertawa keras.

“Hahaha! Anak muda ini ternyata benar-benar bodoh.”

“Dia justru memilih tempat yang sepi.”

“Dengan begitu kita tidak perlu khawatir ada orang lain yang mengganggu.”

Mereka tertawa sambil menatap Boqin Changing seperti melihat mangsa yang sudah masuk ke dalam perangkap.

Salah seorang pria bertubuh besar melangkah maju. Ia adalah pemimpin kelompok tersebut. Tatapannya penuh keserakahan ketika melihat cincin ruang di jari pemuda di depan mereka itu.

“Kami adalah orang-orang dari Kelompok Taring Hitam.”

Ia sengaja mengucapkan nama kelompoknya dengan suara keras. Jelas, ia berharap nama tersebut mampu membuat pemuda di depannya takut.

“Kami tidak ingin mempersulitmu. Serahkan cincin ruangmu kepada kami dan kami akan membiarkanmu pergi.”

Pemimpin itu menyeringai. Ia yakin setelah mendengar nama Kelompok Taring Hitam, pemuda di depannya akan segera menyadari bahwa dirinya telah salah memilih lawan. Namun, reaksi pemuda di depan mereka justru membuat senyum di wajahnya perlahan menghilang.

Boqin Changing menatap mereka satu per satu. Dahinya sedikit berkerut. Ia bahkan tidak tahu harus mengatakan apa.

Orang terkuat di antara kelompok tersebut hanya berada di ranah pendekar raja. Beberapa lainnya berada di tingkat pendekar ahli. Sebagian besar bahkan hanya pendekar menengah. Orang-orang seperti ini, berniat merampoknya?

Boqin Changing terdiam beberapa saat. Kemudian bibirnya perlahan terangkat.

“Hahaha…”

Tawa kecil keluar dari mulutnya. Bukan tawa mengejek yang keras. Namun justru tawa ringan yang membuat wajah para anggota Kelompok Taring Hitam berubah.

Pemimpin mereka langsung mengerutkan kening.

“Apa yang kau tertawakan?”

Boqin Changing tidak menjawab. Ia hanya menggelengkan kepala.

Dengan satu jurus saja, ia bisa menghabisi mereka semua. Ia benar-benar merasa situasi ini terlalu lucu. Baginya, belasan orang di hadapannya bahkan tidak berbeda jauh dari sekelompok semut.

Namun, pemimpin Kelompok Taring Hitam jelas tidak mengetahui hal itu. Wajahnya berubah merah karena marah.

“Bocah!”

Ia mengepalkan tangannya.

“Berani-beraninya kau menertawakan kami!”

Pemimpin itu kemudian mengangkat tangannya.

“Serang!”

“Jika dia masih tidak mau menyerahkan cincin ruangnya…”

Tatapannya berubah dingin.

“Bunuh saja!”

Belasan anggota Kelompok Taring Hitam langsung bergerak. Beberapa menghunus pedang, sementara yang lain menggunakan golok dan senjata pendek. Mereka bergerak dari berbagai arah, berniat mengepung Boqin Changing dan menjatuhkannya dalam satu serangan.

Namun, tepat ketika Boqin Changing hendak bergerak, sebuah sosok tiba-tiba melesat dari belakang. Sebuah cahaya pedang melintas.

“Swish!”

Seorang anggota Kelompok Taring Hitam yang hendak menyerang Boqin Changing tiba-tiba terjatuh.

“Brak!”

Tubuhnya menghantam tanah.

Boqin Changing sedikit mengangkat alis. Ia tidak bergerak.

Ia tidak mengenal orang yang membantunya ini, tapi ia tahu orang ini bukan musuh. Karena itulah Boqin Changing memilih untuk membiarkannya.

Sosok tersebut terus bergerak. Seorang pria tua dengan rambut yang mulai memutih muncul di tengah kepungan. Pedang panjang berada di tangannya. Gerakannya tidak terlihat cepat, tetapi setiap kali pedangnya bergerak, seorang anggota Kelompok Taring Hitam langsung jatuh.

“Swish!”

Satu orang tumbang.

“Swish!”

Orang kedua jatuh.

“Swish!”

Orang ketiga bahkan tidak sempat mengangkat senjatanya.

Pria tua itu bergerak seperti seekor serigala tua yang telah hidup puluhan tahun di tengah hutan. Tidak ada gerakan berlebihan. Tidak ada jurus yang sia-sia. Setiap tebasan langsung menuju titik kelemahan lawannya.

Dalam waktu singkat, belasan anggota Kelompok Taring Hitam telah tergeletak di tanah. Hanya pemimpin mereka yang masih berdiri.

Namun, wajah pria itu telah berubah pucat. Tubuhnya bahkan mulai gemetar. Ia mengenali pria tua di hadapannya.

“Ka… Kang Wei…”

Pria tua itu menatapnya dengan dingin.

Pemimpin Kelompok Taring Hitam menelan ludah.

“Serigala Tua Lembah Pinus…”

Pria yang menolong Boqin Changing adalah Kang Wei. Pendekar penjaga Keluarga Hang. Salah satu pendekar terkenal di kota ini yang telah hidup puluhan tahun di dunia persilatan.

Julukannya, Serigala Tua Lembah Pinus, bukanlah nama yang diberikan tanpa alasan. Kang Wei terkenal karena teknik pedangnya yang tajam dan pengalaman bertarungnya yang sangat tinggi.

Pemimpin Kelompok Taring Hitam mundur selangkah.

“Kau… mengapa kau ada di sini?”

Kang Wei mendengus.

“Sekelompok pengecut seperti kalian berani melakukan perampokan di siang hari?”

Suaranya terdengar penuh kemarahan.

“Kalian bukan hanya mengincar seorang pemuda yang tidak memiliki masalah dengan kalian, tetapi juga membawa nama kelompok kalian untuk menakut-nakutinya.”

Kang Wei menggenggam pedangnya lebih erat.

“Tindakan kalian sungguh tidak patut!”

Pemimpin Kelompok Taring Hitam tahu bahwa dirinya tidak mungkin menang. Ia segera berbalik hendak melarikan diri.

Namun....

“Berhenti.”

Suara Kang Wei terdengar dingin. Pria itu mengangkat pedangnya. Energi yang sangat kuat mulai berkumpul di sekitar tubuhnya.

“Serigala Mencabik Mangsa !”

“Boomm!”

Dalam sekejap, energi pedang yang sangat tajam melesat ke depan.

Bayangan seekor serigala seakan muncul di belakang Kang Wei sebelum langsung menerjang. Pemimpin Kelompok Taring Hitam bahkan tidak sempat melakukan perlawanan.

“Ah!”

Tubuhnya terluka oleh sabetan pedang itu dan jatuh keras ke tanah.

Setelah beberapa saat, ia tidak bergerak lagi. Pertarungan berakhir. Tanah lapang itu kembali sunyi.

Boqin Changing berdiri beberapa meter dari tempat kejadian sambil tersenyum tipis. Ia menatap Kang Wei dengan tatapan tenang.

Boqin Changing tahu betul bahwa pria tua itu benar-benar tulus ingin menolongnya. Padahal, sebenarnya Boqin Changing sama sekali tidak membutuhkan pertolongan.

Namun ia tidak merasa terganggu. Sebaliknya, ia justru merasa sedikit berterima kasih. Orang ini cukup baik.

Boqin Changing baru saja hendak mengatakan sesuatu ketika terdengar suara langkah kaki dari arah gang. Seseorang sedang berlari menuju tempat mereka.

Boqin Changing menoleh.

Awalnya ia hanya mengira orang itu adalah teman dari pria yang barusan membantunya. Namun ketika sosok tersebut semakin dekat, tatapan Boqin Changing perlahan berubah. Ia terdiam.

Seorang perempuan muda berlari menuju tanah lapang. Rambut panjangnya bergerak tertiup angin. Wajahnya sangat cantik. Kulitnya putih, matanya jernih, dan penampilannya terlihat anggun meskipun saat ini ia sedang berlari.

Namun bukan kecantikannya yang membuat Boqin Changing terkejut. Bukan pula pakaian yang dikenakannya. Melainkan wajah itu, raut muka itu, dan bola mata itu. Boqin Changing merasa mengenalnya.

Tatapan Boqin Changing berubah semakin dalam.

“Ini tidak mungkin…”

Perempuan muda itu akhirnya berhenti beberapa langkah di hadapan Boqin Changing. Napasnya sedikit terengah.

Ia segera memandang pemuda itu dari atas sampai bawah.

“Kau baik-baik saja?”

Boqin Changing tidak menjawab. Ia masih terdiam.

Wajah di hadapannya mungkin jauh lebih muda. Namun, Boqin Changing tidak mungkin salah mengenalinya.

Sosok perempuan ini pernah berdiri di sisinya dalam kehidupan pertamanya. Ia pernah mengikutinya melewati berbagai medan perang. Ia pernah melihatnya tumbuh menjadi sosok yang ditakuti di dunia persilatan. Ia juga adalah salah satu pengikut yang paling dipercayai Boqin Changing dalam kehidupan pertamanya.

Nama perempuan itu adalah Hang Xue. Perempuan yang seharusnya belum memiliki hubungan apa pun dengannya di kehidupan kedua ini. Pertemuan pertama mereka seharusnya terjadi puluhan tahun lagi.

Boqin Changing menatap wajah muda tersebut selama beberapa saat. Kemudian, perlahan, sebuah senyum muncul di wajahnya.

Ia ingin memastikan sesuatu. Ia ingin memastikan bahwa ingatannya tidak sedang mempermainkannya.

Boqin Changing akhirnya membuka mulut.

“Apa kau…”

Ia berhenti sejenak. Tatapannya tidak pernah lepas dari wajah perempuan di hadapannya.

“Hang Xue?”

Hang Xue langsung membeku. Matanya melebar. Wajahnya menunjukkan keterkejutan yang jelas. Pemuda asing yang baru pertama kali ditemuinya ini, bagaimana mungkin dia mengetahui namanya?

...******...

Sekadar mengingatkan soal ranah kultivasi di alam ini. Dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi

- Pendekar Dasar

- Pendekar Pertama

- Pendekar Menengah

- Pendekar Ahli

- Pendekar Raja

- Pendekar Suci

- Pendekar Bumi

- Pendekar Langit

- Pendekar Alam

- Pendekar Dewa

1
mbono keling
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
Sarip Hidayat
waah
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ......... .
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪✅
tariii
selamat, Hang Xue.... semoga di kehidupan ini, hidupmu bahagia.. apalagi sudah jadi pengikut bang Boqin.../Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀
tariii
josssss.. mantappppppp..../Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪✅
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
Nanik S
Sehat selalu untuk Autor dan terus berkarya 🙏🙏👍
Nanik S
Masalahmu sudah selesai kwkwkwkw enteng sekali ucapannya 😇😇😇
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Nanik S
Panen Raya Cincin Patriak🤣🤣🤣
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀✅
Nanik S
Dimana tawa kalian .. habis sudah kesempatan untuk meminta pengampunan🤣🤣👍👍👍
Jeffie Firmansyah
akhirnya Hang Xue terbebas..... masa depan bersama changing pasti banyak keuntungan nya yg di dapat😍😍😍😍👍👍👍👍💪💪💪💪
budiman
satu mawar 🌹
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!