Tiffany Claudia berusia 22 tahun yang baru saja menyelesaikan kuliahnya.
Tepat di hari Wisuda, ia dikejutkan dengan kabar bahwa dia akan melangsungkan pernikahan melalui perjodohan dengan seseorang yang umurnya berbeda jauh dengannya.
Beribu alasan telah Tiffany coba untuk membatalkan perjodohannya, namun sayangnya semua itu sia sia.
Pada akhirnya Tiffany tetap harus menikah.
Bagaimana kehidupan Tiffany setelah menikah?, akankah ia menerima suaminya dengan mudah?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rmnote, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Kini Randy telah pergi sementara Tiffany masih berada di dalam kamar Randy.
" Sebaiknya aku beres beres saja, daripada tidak ada kegiatan" Ucap Tiffany sambil langsung membereskan barang barang bawaannya
Selang beberapa jam, kini Tiffany telah selesai membereskan semua barang barangnya.
" Wah, Bang Randy memang sangat tampan sejak kecil" Ucap Tiffany ketika melihat foto Randy kecil yang dipajang di kamarnya
Dan ternyata ada juga foto Randy bersama Raihan.
" Gila, beneran dia adik Bang Randy, tapi kenapa bisa bisanya aku gatau, bahkan setelah bertahun tahun tinggal di daerah ini" Ucap Tiffany berbicara sendiri
" Tok..tok..." Suara ketukan pintu
" Siapa?" Tanya Tiffany
" Gue Raihan" Balas Raihan
" Mau apa?" Balas Tiffany dengan nada ketus
" Gue mau bicara, ikut gue bentar aja" Balas Raihan
Tiffany segera membuka pintu.
" Bicara disini aja, kalau Umi dimana?" Balas Tiffany
" Umi lagi ngebantuin tetangga di komplek sebelah" Balas Raihan
" Gue mau tanya sama lo, apa motif lo yang sebenarnya nikah sama abang gue?" Tanya Raihan yang to the point
" Gila lo, gue ga punya motif apapun, gue nikah sama Abang lo itu karena dijodohin" Balas Tiffany
" Tapi kan lo seharunya bisa nolak apalagi umur lo sama abang gue beda jauh" Ucap Raihan kembali
" Gue juga udah nolak awalnya, tapi mungkin ini emang udah takdir gue, dan kenapa Lo sewot kaya gini sih" Balas Tiffany
" Lo ga terima kalau sekarang gue jadi kakak ipar lo" Ucap Tiffany kembali
Tiffany dan Raihan setiap berbicara tidak pernah menggunakan kata aku kamu, namun selalu dengan sebutan Lo gue.
"Iya, harusnya wanita yang lebih baik yang jadi istri Abang gue, bukan bocah kaya lo" Ucap Raihan
" Ihhh, bikin darah tinggi orang aja" Balas Tiffany dengan wajah kesal dan cemberut
" Semua ini juga bukan terjadi karena keinginan dan rencana gue, gue juga sangat tau diluar sana banyak sekali wanita yang lebih cantik baik dan jauh beda sama gue, tapi ya mungkin ini emang udah takdirnya" Balas Tiffany dengan tegas
" Tapi tetep aja, rasanya gue masih ga bisa terima dengan kenyataan ini" Balas Raihan
" Kenapa lo ga terima, sebenci itukah lo sama gue" Tanya Tiffany
" Gue ga benci sama lo kok, tapi rasanya berat buat nerima semua ini" Balas Raihan
" Hah, udah ah gue pusing sama semua omongan lo" Balas Tiffany
" Tapi kenapa Abang gue bilang kalian saling mencintai?" Tanya Raihan kembali tiba tiba
" Ya gue memang masih proses untuk mencintai Abang lo, namun gue pasti akan berusaha jadi istri yang baik buat Bang Randy" Balas Tiffany kembali
" Tapi kenapa harus lo sih, kenapa hah" Tanya Randy kembali dengan putus asa
" Lo ini kenapa sih Han, kenapa lo jadi kaya gini, jangan jangan lo cemburu ya" Ucap Tiffany
Mendengar kata cemburu, Raihan tidak berbicara lagi dan langsung pergi meninggalkan Tiffany.
" Dasar gila, beda banget adik sama kakak tuh, kaya langit dan bumi lagi bedanya" Ucap Tiffany sambil menghembuskan nafas kasar
Karena semua ucapan Raihan membuat kesal, Tiffany kini hanya duduk di kamar saja sambil melamun cukup lama. Bahkan tanpa Tiffany sadar, Randy ternyata telah kembali ke rumah.
" Sayang" Ucap Randy sambil menyentuh tangan Tiffany
" Ehh" Ucap Tiffany dengan wajah terkejut
" Kenapa kamu melamun seperti itu?" Tanya Randy
" Tidak apa apa, mungkin karena sedikit lelah saja" Balas Tiffany
" Padahal kan aku sudah bilang kita akan membereskan barang barang kamu bersama, kenapa malah diberesin sama kamu sendirian?" Tanya Randy
" Ya karena aku bosan dan gaada kegiatan sama sekali, terus juga umi juga ga ada di rumah tadi" Balas Tiffany
" Lalu sejak kapan Aransa pulang?" Tanya Tiffany
" Belum lama, kirain aku kamu sedang apa karena dipanggil ga nyaut, terus pintu diketuk juga gaada jawaban sama sekali" Ucap Randy
" Hehe, maaf Aransa aku malah melamun" Ucap Tiffany dengan wajah merasa malu
" Memangnya kamu ngelamunin apa sih?" Tanya Randy dengan wajah penasaran
Tiffany hanya menggelengkan kepala dan tidak mengatakan sedang melamunkan apa.
" Kenapa juga gue harus pergi langsung kaya tadi sih, terus sikap gue jadi gini sih, mana hati gue campur aduk banget lagi" Ucap Raihan yang kesal dan berbicara sendiri
" Mana mungkin kan gue punya perasaan sama Tiffany, padahal gue sama dia itu bagaikan musuh bebuyutan" Ucap Raihan yang masih berbicara sendiri
" Anak anak, semuanya ayo kita makan malam" Teriak Fatma setibanya di rumah
" Ayo sayang kita kebawah" Ucap Randy pada Tiffany
Randy keluar lebih dulu, namun saat Tiffany keluar ia malah berpapasan dengan Raihan. Keduanya langsung saling memalingkan wajah satu sama lain.
" Banyak sekali ini" Ucap Randy
" Umi sengaja nyiapin semua ini, karena ini adalah pertama kalinya Tiffany makan di rumah ini bersama kita" Balas Fatma dengan tersenyum
Tiffany kini berkomitmen pada diri sendiri, dimana ia akan berubah dan menjadi istri yang baik untuk Randy, apalagi ditambah kata kata dari Raihan, membuat Tiffany semakin membulatkan tekadnya untuk menjadi istri yang baik dan layak untuk Randy.
" Biar aku ambilkan" Ucap Tiffany sambil mengambil piring Randy
Tiffany mengambilkan Randy nasi dan lauk pauk terlebih dahulu, baru setelah itu ia duduk. Suasana di meja makan terasa sedikit canggung, apalagi wajah Raihan yang sejak tadi ditekuk.
" Kamu kenapa Raihan?" Tanya Randy melihat Raihan hanya diam saja
" Gapapa, hanya sedang tidak nafsu makan saja" Balas Raihan
" Namun tetap saja kamu harus makan, agar makanan ini tidak mubazir" Balas Randy
" Ya tentu" Balas Raihan kembali
Mereka kini hanya fokus makan, setelah selesai makan Raihan segera kembali ke kamarnya. Sementara Fatma bersiap untuk mencuci piring kotor.
" Umi, biar aku saja" Ucap Tiffany.
" Tidak usah, lain kali saja, hari ini kamu pasti sedang lelah" Balas Fatma
" Tidak Umi, biar aku saja kumohon" Pinta Tiffany
" Ya baiklah, namun Randy kamu harus membantunya" Ucap Fatma sebelum meninggalkan ruang makan
Kini hanya tersisa Tiffany dan Randy yang bersiap untuk mencuci piring. Randy dan Tiffany mencuci piring bersama dengan bahagia, apalagi sesekali mereka saling jahil.
" Akhirnya selesai" Ucap Tiffany
" Ayo istirahat, jangan melakukan apapun lagi, hari ini sangat melelahkan untuk kamu" Ucap Randy
Randy segera membawa Tiffany ke kamarnya. Seperti biasa mereka tidur dalam satu ranjang namun ditengah mereka harus ada pembatas sesuai permintaan Tiffany.
" Kenapa gue ga bisa tidur sama sekali, kenapa di kepala gue malah muncul wajah si Fany segala sih" Keluh Raihan sambil terus mencoba gonta ganti posisi tidur
smoga cepat selesai ya thor/Determined/