Indonesia
NovelToon NovelToon
OBSESI Karina

OBSESI Karina

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Cerita

Sejak kecil Karina terbiasa melihat ibunya bekerja keras ditambah lagi setelah sang Ayah memilih pergi dengan wanita lain, oleh karena itu, Karina berjanji pada dirinya sendiri dimana dia ingin bebas dari kemiskinan, Sampai suatu hari, Karina bertemu dengan Adrian Mahardika pemuda Tampan. Berpendidikan. Pewaris keluarga konglomerat yang memiliki segalanya. Bagi Karina, Adrian bukan sekadar lelaki. Ia adalah jalan keluar dari kehidupan yang selama ini ia inginkan, yaitu kemewahan. Sejak saat itu, Adrian menjadi obsesinya. Akankah Karina mampu memenangkan Obsesinya atau malah membuat Hidupnya hancur dengan Obsesinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Hari ini Karina sedang dalam sesi pemotretan, Kamera kembali mengambil beberapa gambar, dan tampak di belakang fotografer, Adrian berdiri memperhatikan, Pria itu sebenarnya tidak harus berada di sana, Namun sejak Karina dipercaya menjadi model Mahardika Group, Adrian semakin sering muncul dalam sesi pemotretan. Tomy yang berdiri tidak jauh darinya hanya bisa tersenyum kecil. Adrian kembali melihat ke arah Karina. Gadis itu sedang mendengarkan arahan fotografer dengan serius, Sesi pemotretan akhirnya selesai, karina berjalan menuju ruang istirahat, ia berjalan mendekat lebih dulu ke arah Adrian yang sejak tadi berdiri tak jauh dari tempat pemotretan

"Sudah selesai?" sapa Adrian ketika karina menghampirinya, Tomy langsung sadar dirinya harus menjauh bila mereka bersama

Karina tersenyum tipis

"Sedikit lagi, apa pak Adrian tidak sibuk?"

Adrian mengerutkan dahi nya, Karina masih menyebutnya dengan sebuat Pak Adrian, padahal semalam dirinya jelas jelas meminta Karina memanggilnya dengan sebutan Adrian

"Tidak juga." jawab Adrian masih sedikit dingin "Karina apa orang yang mengikutimu, masih terus mengintai mu?"

Karina terdiam sejenak "Aku rasa tidak."

"Baguslah, semoga selamanya tidak ada lagi yang mengikutimu." jawab Adrian kemudian pergi begitu saja, karina sudah terbiasa dengan sikap dingin Adrian padanya, namun dibalik semua itu ia masih menyimpan harapan besar bersama Adrian, tanpa disadari keduanya, percakapan itu dilihat oleh Katrin dari kejauhan, tatapannya berubah ketika melihat Adrian tersenyum kepada Karina, kedekatan mereka semakin hari semakin terlihat begitu akrab, tidak ada jarak lagi diantara mereka, Adrian memang menyuruhnya datang, tapi ia sama sekali tidak menginginkan melihat kedekatan mereka. Sampai akhirnya Katrin berada diruangan adrian

"Aku bertanya sekali lagi Katrin, apa yang kau lakukan dirumah karina." kata Adrian setelah ia memberikam beberapa foto yang memperlihatkan mobilnya terparkir tak jauh dari rumah karina

"Aku hanya memastika apa benar ada orang yang mengikuti karina, tapi aku bersumpah bukan aku orang nya Adrian."

"Aku harap juga begitu, mulai besok aku tidak ingin mendengar laporan kau ada disekitaran rumah karina, apa kau sudah mengerti katrin."

Setelah itu katrin keluar dari ruangan Adrian dengan wajah yang masam, baru kali ini adrian sangat memperhatikan karyawannya bahkan sangat memperdulikan nya kalau bukan karna ada rasa dalam hatinya

"jangan - jangan? , Ah tidak itu tidak mungkin, secepat itu kah kau melupakanku Adrian." katrin terus bicara dengan dirinya sendiri, dalam hati ia masih tidak bisa menerima, ia kembali menjalankan mobilnya ke rumah tante Marta tak lain adalah ibunya Adrian, ia meluapkan kekesalahan sampai Marta mengatakan kalau perusahaan yang dipegang suaminya juga sedang membutuhkan model untuk produknya.

"Maaf kan tante katrin, karna tante kau dan adrian harus seperti ini."

"Sudahlah tante, ini bukan karna tante, tapi wanita itu yang tiba - tiba hadir lalu mengambil semuanya."

"O...iyah katrin, kalau kau ingin jadi model, coba nanti tante tanya kan sama om Herman, dikantor juga lagi butuh model, barangkali kamu cocok."

Tak lama Herman pun datang, sambil menyapa katrin yang sudah lama tidak berjumpa

"Mas...dikantorkan lagi butuh model kan?, katrin mungkin bisa cocok sama yang mas cari."

Herman melihat sekilas, sebenarnya dia telah menawarkan pada karina untuk posisi itu, tapi tidak mungkin ia mengatakannya pada istrinya dan katrin, dan Karina pun menolak permintaanya.

"Emmm, boleh juga, besok datang saja kekantor." jawab Herman kemudian langsung pergi meninggalkan mereka, katrin dan Marta melanjutkan pembicaraan mereka, sementara Herman masuk ke kamarnya sambil memikirkan banyak hal tentang Karina.

Beberapa minggu berlalu begitu cepat. katrin kini tengah sibuk menjalani pemotretan diperusahaan Yang dipegang Herman, katrin terlihat sangat lihai dan cekatan hingga menghasilkan gambar yang spektakuler, sang ayah sudah menasehatinya untuk tidak bergabung dengan perusahaan yang menjadi perusahaan saingan terberat perusahaan Mahardika grup, namun katrin tetap kekeh menjalaninya, niat nya cuma satu mengalahkan Karina. Pagi ini katrin akan mendapatkan tanda tangan kontrak untuk produk yang akan ia pasarkan, Pak herman memanggilnya ke dalam ruang kerjanya dikantor,

"Baik Katrin kau bisa tunggu sebentar, aku akan menyuruh asisten ku untuk membuat salinan dokumen nya." kata pak herman kemudian keluar ruangan

Katrin duduk disofa tamu, sambil melihat sekeliling, gak disangka ia melihat ada sebuah foto yang menarik perhatian nya, foto itu terselip pada sebuah majalah yang tergeletak dibawah kaki meja, Katrin penasaran kemudian langsung mengambil nya, ternya foto itu adalah foto wanita yang ia kenal wajahnya, dialah Karina, sekilas Katrin terperanjat kaget

"Kenapa foto Karina ada disini?" tanda tanya besar menyelimuti pikiranya, tak lama pak Herman masuk kembali keruangan

"Maaf katrin, apa terlalu lama?" sapa pak herman kemudian duduk disamping Katrin di sofa tamu yang ada diruangan tersebut, katrin hanya tersenyum ringan sambil melihat pak herman membolak balikan kan dokumen yang dipegang nya

"Ini kau bisa tanda tangan disini." kata pak herman sambil menunjuk ke dokumen,

setelah selesai menandatangi dokumen katrin, kembali teringat dengan foto Karina

"Om....kenapa foto Karina ada disini?"

Herman sempat kaget, ia terlihat kikuk menjawab pertanyaan katrin, ia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada katrin.

"Sebenarnya Om berniat menjadikan nya model diproduk om."

Katrin hanya tersenyum tipis, dipikiranya ternyata Karina sudah mulai diperebutkan

"Beberapa hari kemarin, om sengaja mengikutinya, agar dia mau menerima tawaran om, tapi....ternyata dia menolaknya."

Mendengar itu katrin langsung, teringat perkataan Adrian ada yang mengikuti karina, "Apakah om herman oranya?" guman katrin dalam hati

Katrin masih menatap Herman dengan senyum tipis. Namun, jauh di dalam pikirannya, sebuah dugaan mulai tumbuh semakin kuat. Selama ini ia mengira Karina hanya seorang gadis yang kebetulan mendapatkan keberuntungan setelah masuk ke Mahardika Group, namun kenyataannya berbeda.

Adrian kini malah lebih memperhatikannya, dan sekarang ia telah menjadi bagian dari Mahardika grup, bahkan sekarang Herman pun ternyata pernah berusaha untuk merekrutnya

"Kenapa semua orang melihat sesuatu pada Karina?, apa yang menarik dari nya?

Katrin mengepalkan tangan, sampai ia lupa kalau ia masih bersama Herman disampingnya

"Baiklah Katrin semoga produk ini bisa menjadi best produk." kata herman sambil mengulurkan tanganya untuk bersalaman pada katrin.

Katrin keluar dari ruangan itu, foto Karina kembali membuatnya berspekulasi tentang Herman

"Jadi om Herman lebih dulu telah meminta Karina untuk menjadi modelnya!"guman dalam hati nya

Katrin tersenyum sinis, ia baru sadar kalau yang Adrian curigai membuntuti karina adalah ayah tirinya,

"Kalua Adrian tahu ini....pasti...?"

Katrin tersenyum licik, Ia tidak akan langsung memberitahu pada Adrian, tapi ia ingin mencari tahu

siapa sebenarnya Karina, mengapa begitu banyak orang mulai meyukai gadis itu.

Foto Karina yang ia temukan hanyalah sebagian kecil dari rahasia yang selama ini disembunyikan Herman.

Dan jika rahasia itu sampai terbongkar...bukan hanya Karina yang akan terkejut, Adrian pun mungkin akan kembali berhadapan dengan masa lalu yang selama ini berusaha ia lupakan.

1
najmun_huda
ganba kakak....👍
Pencari Cerita: terima kasih kaka
total 1 replies
Pencari Cerita
mudah mudahan yang baca suka sama cerita aku, jangan lupa kasih masukam.ya🙏, terima kasih
Pencari Cerita
makin kesini makin asik, mampir juga yuuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!