Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.
Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.
Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
Alina sedang bersenda gurau dengan para sahabatnya. "Next time, kita harus bawa orang tua kita, terus kita bikin konten. Ih, pasti seru!" kata Acha. "Hadeh, si paling hobi bikin konten mulai beraksi" Kata Sarina yang sedang sibuk membersihkan sisa makanan yang ada di sekitar bibir Maira dengan tissu.
Ting!
Bayu
Tidak ada perubahan, Keysha hanya sedang mengatur acara untuk malam ini.
"Ya ampun, kayak gini doang. Serius, ini Bayu cuma kirim pesan kayak gini doang. Kenapa ya, aku rasa bukan Bayu yang balas ini, kaku banget bahasanya" ucap Alina dalam batinnya.
Fara yang menyadari perubahan raut wajah Alina yang semula ceria menjadi seperti sedang memikirkan banyak hal. Diam - diam Fara memberikan isyarat kepada Acha dan Sarina untuk menggoda Alina, "Cieee...." ucap mereka secara serempak.
"Lagi mikirin siapa, udah mulai jatuh cinta kayaknya nih" Kata Acha.
Sarina juga ikut nimbrung dan ia berkata,
"Asyik, bakal ada yang nyusul aku bentar lagi."
Alina tersipu malu, ia hanya meresponnya dengan mengerucutkan bibirnya dan tersenyum tipis. Sahabatnya itu semakin lekat memperhatikan Alina dengan sangat ceria, "Makanan kalian masih banyak tuh. Yuk, dihabiskan dulu. Setelah itu, kita foto - foto" kata Alina berusaha menghilangkan rasa canggungnya.
Ting!
Notifikasi itu berasal dari handphone Fara.
Kak Bayu
Adek, kakak lagi di parkiran. Kamu lagi di indoor atau outdoor?
Fara tampak berpikir, karena banyaknya pengunjung Bandung Cafe ia rasa Bayu akan sangat kesulitan mencari keberadaan mereka. Akhirnya, ia meminta Bayu untuk menunggu di parkiran dan ia akan menjemputnya.
"Kakak sahabatku semuanya. Aku mau ke parkiran bentar ya, mau ngambil kejutan buat Kak Alina" ucap Fara, sedikit lompat - lompat kegirangan.
"Wah, kamu kok nggak bilang - bilang mau bikin kejutan" kata Acha dengan wajah cemberut.
"Ih, maaf kak. Ini di luar prediksi" Jawab Fara sambil merangkul pundak Sarina dan Acha yang memasang ekspresi cemberutnya. Lalu, Fara bergegas berlari ke arah parkiran. Alina hanya menghela nafas panjang, "pasti Bayu" ucap Alina dalam batinnya.
Tidak lama kemudian, Fara datang dengan dua pria dengan berpakaian couple yaitu kemeja berwarna coklat dan celana panjang hitam serta sepatu putih. Acha yang lebih dulu melihat kedatangan mereka ia berkata, "Masyaallah, dia punya bodyguard sekarang? Maksudnya kejutan buat Alina apa sih." Sedangkan Sarina ia hanya melihat sekilas, lalu fokus kembali menyuapi Maira. Alina tidak berani menoleh, ia tidak tahu harus bersikap seperti apa, "entah apa yang akan dilakukan Bayu" ucap Alina dalam batinnya.
Ketika Bayu sampai di hadapan Alina, ia berusaha bersikap friendly walaupun ini terlihat sangat berbeda dari sikap Bayu yang biasanya. Ia menyapa teman - teman Alina, lalu Fara memperkenalkan kedua pria ini kepada Sarina dan Maira yang baru saja bertemu dengan mereka.
"Fara bilang ada kejutan buat Alina, tapi kalau kayak gini jadinya, kejutan buat aku juga sih" Kata Acha, dengan raut wajah cemberut.
"Kamu terkejut karena kedatangan kami berdua atau hanya terkejut karena Kevin, nih" ucap Bayu sambil merangkul sahabatnya.
"Heh kamu, hari ini libur kerja, datang ke sini pasti rindu sama Bu Bos kita kan?" Acha balik mengejek Bayu.
Bayu pun tak mau kalah, ia kembali berkata, "Kevin, rekan kerja kita yang satu ini pandai melawak juga ternyata, ya?"
"Eh, Bay. Ada Keysha dan teman - teman yang lainnya, ke sana yuk?" Ajak Kevin kepada Bayu berusaha menghentikan pertengkaran. Bukannya menjawab, Bayu justru memperhatikan Alina, ia berkata, "Aku ke sana duluan, kalau acara kamu sama sahabat udah selesai, kabarin aku. Nanti aku jemput kamu ke sini."
"Iya, oke" kata Alina.
"Ini maksudnya apa sih, Bayu dan Kevin rekan kerja kalian juga? tanya Sarina.
"Iya, kak. Selain aku, sekarang kak Acha, Bayu dan Kevin itu juga sekarang kita kerja di tempat yang sama."
"Di Vin Books?"
"Yups, betul kak"
"Alhamdulillah, aku ikut senang juga dengan perkembangan toko Vin Books. Semoga makin sukses selalu ya"
"Amiiiin" Ucap Acha, Fara dan Alina secara serempak.
Fara memperhatikan Maira yang sudah beberapa kali menguap. Ia pun meminta teman - temannya untuk segera mengabadikan momen ini dengan berfoto, karena ia akan segera pulang, agar Maira bisa istirahat.
...----------------...
"Assalamu'alaikum" ucap Bayu dan Kevin bersamaan.
"wa'alaikumussalam" kata Reno dan Keysha.
"Wah, semakin religi banget nih, jangan - jangan sekarang lagi dekat ama yang bernuansa religi" kata Reno sambil cengengesan.
"Aminin aja, kalau kalian setuju" ucap Bayu seraya melirik sekilas ke arah Kevin yang sedang tersenyum.
"Tentu, setuju dong. Alina kemana, dia nggak jadi datang?"
"Jadi kok, dia lagi sama sahabatnya. Nanti ke sini seperti waktu yang sudah ditentukan sebelumnya"
"Oh, iya. Nggak apa - apa, aku ke sini lebih awal cuma mau ngatur konsep aja, biar nanti teman - teman datang udah rapi. Naila hari ini ulang tahun, jadi katanya malam ini dia mau traktir kita semua"
Deg
"Naila, mantan gue dong" ucap Kevin seraya berbisik kepada Bayu. "Iya, jangan terlalu baper, bersikap seperti biasa saja. Ingat ya, itu cuma masa lalu, tapi jangan biarin hubungan pertemanan Lo sama dia ikut hancur hanya karena gara - gara Naila bukan pacar Lo lagi" kata Bayu menasehati Kevin dengan berbisik juga. Sedangkan Reno dan Naila sibuk dengan persiapan acaranya. Reno menghitung kursi agar semuanya dapat kebagian duduk dan Naila pergi untuk memesan semua makanan yang sudah di list melalui grup reuni dari beberapa hari yang lalu. Bayu menghampiri Fara untuk memastikan dia agar tidak salah pesan makanan untuk Alina. Sedangkan Kevin membantu Reno.
Waktu sholat Maghrib pun sudah tiba, mereka menghentikan aktifitasnya sejenak. Bayu, Kevin dan Reno pergi ke mushola dekat Bandung Cafe begitupun dengan Alina, Acha, Fara, Sarina dan Maira.
"Oke, Alhamdulillah. Acara hari ini berjalan dengan lancar, semoga keinginan Acha dan kita semua dikabulkan oleh Allah yaitu mempertemukan kembali orang tua kita untuk ngumpul di sini plus bikin konten."
"Amiiin..." ucap mereka secara serempak, lalu berjalan menuju mushola.
...----------------...
Setelah selesai sholat, Alina dan para sahabatnya berencana untuk pulang karena Maira juga sudah hampir tertidur di gendong oleh Sarina. Mereka pulang bersama dengan menggunakan mobil Acha kecuali Alina. "Bye, Bye, kalian hati - hati ya. Aku pulang nanti, karena sudah ada janji dengan Bayu" ucap Alina tersipu malu. Seluruh sahabatnya berdehem beberapa kali menggoda Alina.
Acha berkata, "Oke, jangan terlalu malam pulangnya."
"Kalau ada apa - apa kabarin ya kak" ucap Fara sambil memeluk Alina.
"Dan aku hanya bisa bantu doa, semoga semuanya berjalan lancar" kata Sarina dengan ekspektasi cemberut, lalu tersenyum saat Alina mengusap lembut pundaknya. Alina mengerti bahwa keadaan atau situasi hidup Sarina tidak sebebas seperti dulu saat ia belum berumah tangga.
Ketika para sahabatnya sudah pulang, Alina pergi ke mushola lagi untuk menunggu waktu sholat isya.
1 jam kemudian.....
Alina baru saja keluar dari mushola, ia merasa sangat canggung harus bergabung bersama teman - teman Bayu. Ia sangat bimbang haruskah ke sana sendiri atau menunggu kabar dari Bayu. Saat Alina akan mengirimkan pesan pada Bayu, tiba - tiba ada seseorang yang memanggilnya. Panggilan itu sangat tepat dibelakang Alina, tetapi ia sendiri tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikannya.