Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjerat Obsesi Sang CEO

Terjerat Obsesi Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Kecelakaan tragis merenggut orang tua Hana, menyisakan utang menumpuk yang mengandaskan mimpinya.

Demi bertahan hidup, ia rela menjadi office girl tak terlihat di Adhitama Group.

Namun, satu malam kelam merobek takdirnya. Akibat sabotase racun pemicu gairah, Alvaro Adhitama, CEO dingin dan berkuasa kehilangan kendali dan merenggut kesucian Hana secara biadab.

Didera rasa bersalah, Alvaro menuntut pernikahan. Sadar akan jurang kasta di antara mereka, Hana memilih kabur meninggalkan ibu kota.

Sayang, kekuasaan Alvaro sanggup mencegat pelariannya. Ditekan dominasi mutlak sang CEO, Hana akhirnya pasrah diseret kembali dan tanpa menyadari ada benih baru yang mulai tumbuh di rahimnya.

Bagaimana Kelanjutannya???? Ada yang penasaran??

JANGAN LUPA KEPOIN CERITANYA YAAAA!!!

Follow IG @LALA_SYALALA13
SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasiakan Pernikahan

Hana menghembuskan napas lega yang teramat halus, lalu kembali merebahkan tubuhnya. Namun, meski sekat jarak telah tercipta, keberadaan fisik Alvaro yang kini berada di bawah satu selimut yang sama membuat atmosfer di kamar itu kembali terasa canggung dan mendebarkan.

Keheningan kembali melingkupi mereka selama beberapa menit. Keduanya saling terdiam, menatap pendar kuning lampu tidur yang membiaskan bayangan di atap ruangan.

"Alvaro..." panggil Hana lagi, memecah hening yang mulai menekan.

Alvaro menolehkan kepalanya sedikit ke arah Hana. "Ya?"

Hana menggeser posisi tidurnya sedikit, memiringkan tubuh menghadap Alvaro meski matanya tetap menatap kain sprei di antara mereka.

"Soal perjanjian kita untuk kembali bekerja lusa nanti..." bisik Hana dengan intonasi bicara yang sangat serius. "Ada satu hal penting yang belum kita bahas." bisiknya lagi.

"Soal apa?" tanya Alvaro.

"Tolong... rahasiakan pernikahan kita dari semua orang di kantor," ujar Hana, suaranya diwarnai keteguhan yang tak dapat diganggu gugat.

"Tidak boleh ada satu orang pun di Adhitama Group yang tahu kalau aku adalah istri dari CEO mereka." ujarnya dengan pelan.

Alvaro mengerutkan keningnya, alis tegasnya bertautan erat di bawah pendar lampu. Ia memiringkan badannya penuh menghadap Hana, menopang kepalanya dengan satu tangan.

"Kenapa harus disembunyikan, Hana?" tanya Alvaro, nada suaranya menyiratkan keberatan yang nyata.

"Kau adalah istri sahku secara hukum dan agama. Kenapa kau harus pura-pura menjadi orang asing saat berada di gedung milikku sendiri?" tanya Alvaro meminta penjelasan yang masuk akal.

"Karena aku ingin bekerja dengan tenang, Alvaro!" tegas Hana, tatapan matanya kini membalas pandangan pria itu.

"Kamu tahu sendiri bagaimana posisimu di perusahaan. Kamu itu bos besar, pria yang dikejar-kejar dan digilai oleh hampir seluruh wanita di kantor itu, mulai dari jajaran staf biasa, sekretaris, sampai anak-anak pemegang saham." jelas Hana.

Hana menghembuskan napas berat, membayangkan kekacauan yang akan terjadi jika statusnya terbongkar.

"Kalau mereka tahu seorang office girl biasa tiba-tiba menjadi istri dari Alvaro Adhitama, hidupku di kantor tidak akan pernah tenang," lanjut Hana, nada bicaranya dipenuhi kecemasan yang masuk akal.

"Aku pasti akan jadi bahan gunjingan, dihina, dijauhi, atau bahkan mendapat serangan bisik-bisik dan tindakan permusuhan dari wanita-wanita yang mengagumimu. Aku cuma ingin bekerja sebagai Hana yang biasa, memeras kain pel dengan tenang tanpa perlu berurusan dengan drama atau iri hati orang lain." tutur Hana lagi.

Alvaro menatap wajah Hana yang memancarkan kejujuran dan ketakutan murni akan kedamaian hidupnya.

Pria itu mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Naluri utamanya sebagai seorang suami dan pria berkuasa sebenarnya ingin mengumumkan status Hana ke seluruh penjuru dunia, menempatkan wanita itu di panggung tertinggi agar tak ada seorang pun yang berani merendahkannya lagi.

Namun, Alvaro menyadari satu hal: paksaan dan pengakuan sepihak hanya akan melukai jiwa Hana yang baru saja mulai terbuka padanya.

"Kau benar-benar ingin merahasiakannya?" bisik Alvaro, memastikan.

"iya," balas Hana mantap.

"Cuma Nakula dan orang tuamu yang boleh tahu. Di depan orang lain, aku tetap petugas kebersihan, dan kamu tetap Pak Alvaro sang CEO. Tolong... kabulkan permintaanku yang satu ini." pintanya dengan wajah memohon.

Alvaro mengamati binar memohon di mata Hana. Setelah hening yang cukup panjang, pria itu akhirnya menghembuskan napas pasrah, menyerah pada keinginan wanita yang dicintainya itu.

"Baik," ucap Alvaro pelan namun penuh kepastian.

"Aku akan menyuruh Nakula memastikan semua berkas pernikahan kita terkunci rapat di dalam brankas pribadi dan tidak tersentuh oleh publik. Tidak ada satu staf pun di kantor yang akan tahu." sahut Alvaro yang akhirnya menyetujuinya.

Secercah senyum lega yang amat tulus akhirnya terukir jelas di bibir Hana. Beban berat yang menggelayuti pikirannya sejak sore tadi seolah terangkat sepenuhnya.

"Terima kasih, Alvaro." ucapnya dengan tulus.

"Tapi ingat syaratku sebelumnya," tambah Alvaro dengan tatapan menuntut yang lembut.

"Mobil jemputan pribadi dan jam kerja tetap berlaku. Kau boleh bersembunyi dari pandangan orang kantor, tapi kau tidak boleh mengabaikan keselamatan dan kesehatanmu sendiri." tegas Alvaro tidak ingin dibantah.

"Iya, aku paham." sahut Hana pelan, tak lagi berniat membantah.

Rasa lelah yang amat sangat perlahan-lahan mulai menyerang ketahanan fisik Hana. Kantuk yang berat kini menimpa kelopak matanya, membuat kedipan matanya kian lambat.

Alvaro memperhatikan perubahan itu dengan kelembutan yang teramat dalam. Tanpa sadar, jemari tangan pria itu terangkat, melayang sebentar di udara sebelum dengan amat pelan merapikan sehelai anak rambut yang menutupi dahi Hana, lalu menarik tangannya kembali sebelum membuat wanita itu kaget.

"Tidurlah, Hana," bisik Alvaro sangat lembut. "Hari sudah sangat malam."

Hana menganggukkan kepalanya perlahan, membiarkan kelopak matanya terpejam sepenuhnya.

Diiringi hembusan napas yang mulai teratur dan hangatnya keberadaan Alvaro yang menjaga jarak aman di sisinya, Hana akhirnya tenggelam dalam tidur yang lelap dan damai, tanpa ketakutan, tanpa mimpi buruk, di dalam pelukan kesunyian malam yang menenangkan.

...****************...

Pagi itu, sinar matahari pertama menembus celah tirai penthouse dengan pendar keemasan yang lembut.

Hari yang ditentukan akhirnya tiba. Dua hari penuh masa istirahat di dalam sangkar emas Alvaro telah berlalu, dan hari ini adalah hari pertama Hana kembali menginjakkan kaki di gedung jangkung Adhitama Group, bukan lagi sekadar sebagai gadis yatim piatu yang dikejar utang, melainkan sebagai seorang istri dari pemilik kekuasaan tertinggi di gedung tersebut.

Hana berdiri di depan cermin besar di dalam kamar ganti. Jemarinya sibuk merapikan lipatan kain celana hitam dan kaus berkerah warna biru dongker khas seragam petugas kebersihan. Ia menatap pantulan dirinya di dalam cermin.

Polesan gaun tidur mewah dan gaun katun pemberian Mama Kirana telah tanggal, berganti kembali dengan seragam kusam yang menjadi identitas lamanya.

Hana menarik napas panjang, menepuk kedua pipinya pelan untuk menyalurkan keberanian.

'Aku adalah Hana. Cuma Hana, petugas kebersihan di sana bukan istri CEO.' batinnya berulang kali, menanamkan mantra itu erat-erat di dalam kepalanya.

Ketika Hana melangkah keluar dari kamar ganti menuju ruang utama, Alvaro sudah berdiri di dekat meja bar.

Pria itu tampil sangat impresif dengan setelan jas tiga lapis berwarna abu-abu gelap yang dijahit khusus dari Italia. Rambut hitamnya tertata rapi, dan jam tangan platinum melingkar anggun di pergelangan tangannya.

Pria itu sedang menyesap kopi hitamnya saat mendengar gesekan langkah kaki Hana.

Alvaro membalikkan badan, dan pandangannya seketika terkunci pada sosok istrinya. Ada kilat kepedihan dan penyesalan yang mendadak melintas di mata tajam pria itu saat melihat Hana kembali mengenakan pakaian kusam tersebut.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
+44
hamil kan?
Dewi Kasiani
kpn Hana tidak keras hatinya,biar sedikit romantis.semoga hana hamil. biar makin dekat
Meichah Hahahihi
Hana misal KLO ada cewek yg deketin alvaro perasaanmu gimana ... jual mahal sekali si hana ini
Meichah Hahahihi
ini ceweknya mau di sentuh alvaro takut tapi kalo cowok lain welcome... munafik si hans
irma hidayat
hadapi hana bukannya harus sembunyi dari jln hidup, alvaro aja mau menerima dan terbuka
Teh Fufah
gitu dong hana.... berani... kamu kan mahaiswa hukum....
irma hidayat
terima dgn ikhlas hana jalan takdirnya jangan keras kepala, meski tak diinginkan mungkin jln terbaik untuk hidupmu
Siti Solihah
ayooo hana buka lebar lebar hatimu, kuliah kembali agar kamu bisa meneruskan cita cita sekaligus jadi istri ceo bucin...😅🤭
Rarik Srihastuty
lanjut...
+44
jadi.. kamu sudah cinta 🌚
Siti Solihah
ayo varo nyatakan love yuo sekarang juga..🤣🤣🤣
Mia Camelia
ayo rehan terus deketin hana🤭🤭🤭, biar alvaro makin meledak🤭😂
irma hidayat
cemburu ya alvaro
Rarik Srihastuty
ada yang cemburu ternyata 🤭
Lilik24
hahhaaa cemburu dia, bagusalah
Siti Solihah
masih menahan bucin...🤭🤭
+44
aku mau bubur ayam 🌚
Rarik Srihastuty
ayo Alvaro semangat, buat Hama melupakan traumanya
+44
jadi penasaran.. hal apa yang nantinya membuat hana luluh?
Sastri Dalila
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!