Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20 Bulan Madu
Sejak tadi Kaivan ternyata sibuk mengarahkan ponselnya Aisyah yang berlari sangat dekat dengannya, ketika keduanya selesai sarapan ternyata mereka tidak kembali ke hotel. Aisyah dan Kaivan jalan-jalan di pinggir pantai, bahkan Asiyah berlari sangat ceria yang mengulurkan tangannya memanggil Kaivan untuk mengejarnya yang sejak tadi mengarahkan kamera mengambil rekaman bagaimana cerianya Aisyah.
Aisyah sangat jahil yang menarik Kaivan agar kakinya menyentuh air laut, Kaivan menolak tetapi didorong Aisyah secara paksa dan Kaivan masuk ke dalam air dengan posisi terduduk membuat Aisyah kaget dengan menutup mulutnya menggunakan satu tangannya.
"Kak, Maaf!" ucap Aisyah merasa bersalah dan takut jika suaminya yang dingin itu akan marah karena perbuatan anak kecil seperti dirinya.
Apalagi ponsel Kaivan bahkan hampir tenggelam.
"Aisyah kamu!" Kaivan menekan suaranya dengan ekspresinya yang sangat menakutkan.
"Kak maaf, Aisyah benar-benar tidak sengaja!" ucapnya mendekati suaminya dan merasa bersalah.
Kaivan mengulurkan tangannya, Aisyah menyambut ingin membantu, tetapi Kaivan lebih jahil dibandingkan dirinya dan langsung menarik tangan istrinya Aisyah jatuh pada tubuhnya dan kedua orang tersebut akhirnya terendam air laut.
"Kak!" pekik Aisyah.
"Makanya jangan suka jahil!" ucap Kaivan memercikkan air tersebut pada Aisyah sampai membuat mata Aisyah terpejam.
"Ihhhh, Kakak perih tahu!" kesal Aisyah saat mengucek-ucek matanya.
Bagaimana tidak air laut yang pasti terasa seperti air garam sangat perih pada matanya. Kaivan langsung panik dan mencoba untuk memeriksa mata istrinya.
"Maafkan saya Aisyah, saya tidak sengaja!" ucap Kaivan meniup dengan lembut.
Aisyah tersenyum jahat dan mendorong dada suaminya menggunakan kedua tangannya Kaivan kembali tercebur ke dalam air yang bahkan hampir membuat tubuhnya tenggelam.
Bukannya rasa bersalah dan justru Aisyah tertawa mengambil ponsel suaminya dan kemudian berlari.
"Aisyah kamu!" pekik Kaivan menekan suaranya.
"Ayo kejar Aisyah!" tantang Asiyah masih tertawa cengengesan Kaivan mengatur nafas, pria tampan itu berdiri dan larinya begitu kencang yang langsung mengejar istrinya membuat Aisyah panik berlari dengan kencang tetapi masih sempat merekam bagaimana gagahnya suaminya yang ingin mendapatkannya.
Aisyah yang menggunakan rok sudah pasti mengalami kesulitan dalam berlari, dengan cepat Kaivan berhasil meraihnya dengan memeluk Aisyah dari belakang.
"Kamu jahil sekali,"
"Kamu ya!" Kaivan tidak memberi ampunan dan menggelitik Aisyah.
"Kak ampun!"
"Ampun kak!"
Aisyah terus memohon di hadapan Kaivan benar memberinya pelajaran, tubuh kecilnya diangkat dan kemudian diputarkan. Aisyah harus menerima karena kejahilannya Kaivan.
Sampai akhirnya Kaivan memberi ampunan dengan menurunkan istrinya dan keduanya berdiri berhadapannya dengan nafas naik turun.
"Makanya lain kali jangan seperti ini," ucap Kaivan.
"Sudah cukup. Kak, Aisyah benar-benar tidak kuat!" ucap Aisyah dengan nafas tersengal-sengal membuat Kaivan tersenyum mendekatkan diri kepada Aisyah dengan memegang kedua tangan Aisyah.
Kaivan tersenyum melihat bagaimana istrinya yang kewalahan karena sejak tadi dikejar-kejar olehnya. Ditengah Aisyah masih berusaha mengatur nafasnya tiba-tiba saja pipinya Kaivan membuat Aisyah kaget.
Aisyah lebih kaget lagi saat bibir suaminya itu ingin menempel pada bibirnya.
"Kak, ini tempat umum, banyak orang!" ucap Aisyah mengingatkan saat kepalanya berkeliling.
"Kamu, kan istri saya," ucap Kaivan seolah-olah ada penekanan bahwa apapun yang dilakukan kepada Aisyah itu bukan hal yang harus dipermasalahkan.
"Ya, tapi kan nggak kayak gini juga. Ada batasannya Kak. Aisyah malu tahu diliatin orang," ucap Aisyah.
Kaivan tersenyum, terlihat istrinya sangat menggemaskan membuatnya ingin kembali menghabisinya di atas ranjang.
"Oke, sekarang kita mau ke mana? kamu mengatakan sudah tidak ada pelatihan hari ini, kita mau jalan-jalan lanjut atau mau tetap di pantai?" tanya Kaivan ingin meluangkan waktu lebih banyak pada Aisyah.
"Hmmmm, Aisyah ingin berenang," jawab Aisyah dengan percaya diri.
"Kamu ingin berenang dan memakai bekini seperti bule-bule yang ada di sana?" tanya Kaivan dengan satu alisnya terangkat saat tatapan matanya melihat di sekelilingnya banyak orang-orang asing yang sedang menikmati udara di pagi hari.
"Memang nggak boleh berenang pakai bikini, mana ada orang berenang pakai pakaian muslim," ucap Aisyah.
"Boleh melakukannya, boleh memakainya tetapi tidak di tempat umum," jawab Kaivan.
"Di mana dong, memang kita memiliki kolam renang pribadi?" tanya Aisyah.
"Kalau begitu saya akan membuat kolam renang pribadi dan kamu bisa berenang memakai bikini tetapi tidak dilihat orang lain dan hanya sayang boleh melihatnya," ucap Kaivan terdengar posesif membuat Aisyah tersenyum malu-malu.
"Alah, Kakak juga dari tadi curi-curi pandang pada bule-bule itu, lihat-lihat mereka seksi seperti itu," ucap Aisyah.
"Benarkah saya seperti itu?" tanya Kaivan dengan satu alisnya terangkat.
"Iya, namanya juga laki-laki kalau melihat ada yang bohay sedikit sudah pasti dilirik, apalah artinya istrinya yang berpenampilan tertutup seperti ini, akan diabaikan," ucap Aisyah dengan memalingkan wajahnya saat berbicara dengan Kaivan terdengar dia sedikit cemburu.
"Lalu saya tidak boleh melirik-lirik sedikit-sedikit saja?" tanya Kaivan.
"Apaan sih kak, yaitu namanya dosa dan tetap saja zina, itu namanya zina mata. Nggak boleh, Allah memberi anugerah mata kepada kita untuk melihat hal-hal yang baik bukan hal-hal seperti itu!" tegas Aisyah.
Kaivan justru tertawa kecil membuat Aisyah mengerutkan dahi.
"Apa yang lucu coba, tawa-tawa tidak jelas," ucap Aisyah kesal.
"Jadi kamu cemburu bahwa saya melirik wanita lain?" tanya Kaivan.
"Lalu bagimana jika Aisyah yang memakai bikini dan berenang di lautan sana, Kakak juga tidak masalah?" tanyanya ingin mendengar jawaban suaminya.
Cup.
Kaivan justru mencium bibirnya membuat Aisyah kaget.
"Kamu kalau bawel seperti itu, terlihat semakin cantik!" Kaivan mulai menggombal istrinya, Aisyah masih kesel dan ingin menggeplak suaminya, tetapi sayang Kaivan sudah berlari terlebih dahulu.
"Kak awas ya!" kesal Aisyah mengejar suaminya
Pasangan pengantin baru itu benar-benar sangat manis yang menghabiskan waktu mereka untuk berbulan madu secara tidak direncanakan.
*****
Amira yang duduk di sofa ruang tamu melihat postingan akun sosial media Aisyah, yang dia tahu sahabatnya itu sedang melakukan tugas di Bali dan ternyata Aisyah memposting makan malam romantis dan akan mendapatkan buket bunga jumbo dan kata-kata manis yang dituliskan Aisyah berupa ucapan terima kasih kepada suaminya dengan waktu dan makan malam romantis yang disiapkan.
Melihat itu membuat Amira tersenyum, seolah-olah ikut bahagia.
"Senyum-senyum sendiri aja," sahut Lidya menghampiri putrinya.
"Mama lihat deh!" Amira begitu excited menunjukkan pada Lidya.
"Ternyata Kakak saat ini berada di Bali menyusul Aisyah. Kakak ternyata bisa romantis juga menyiapkan makan malam. Aisyah kelihatan begitu bahagia," ucap Amira.
"Alhamdulillah jika Kaivan bisa memperlakukan istrinya dengan baik dan membuat istrinya bahagia. Kita juga tahu Aisyah sangat teliti dalam memilih pasangan dan mungkin dia mempertimbangkan untuk Kaivan karena sudah mengenal keluarganya," ucap Lidya.
"Ma, semoga saja Aisyah bahagia selamanya, semoga tidak ada gonjang-ganjing dalam pernikahan mereka, jika ada kerikil-kerikil kecil dan semoga saja keduanya bisa menghadapinya. Amira sayang banget sama Aisyah dan Amira juga tahu bagaimana selama ini Aisyah menjalani kehidupannya dan merasa dikhianati oleh ayahnya yang membuat Aisyah takut untuk menjalani rumah tangga. Amira sangat berharap semoga Kakak benar-benar memperlakukan Aisyah dengan baik," ucap Amira benar-benar sangat tulus kepada sahabatnya.
Bersambung.....
suaminya loh ....pengantin baru looh