Indonesia
NovelToon NovelToon
Hutang Harta Berujung Cinta

Hutang Harta Berujung Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Bad Boy
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Ia dijodohkan dengan anak orang kaya di kampungnya. Pria lumpuh dengan latar belakang yang tak enak di dengar. Anak tunggal dari orang terkaya di kampung itu. Cap play boy yang suka mempermainkan wanita melekat sangat kuat di nama si cowok.

Namun, Aulia tetap menerima pernikahan itu karena hutang ayahnya yang besar. Iya. Singkatnya, pernikahan itu karena hutang keluarga yang besar, yang tidak bisa ayahnya kembalikan.

Namun, siapa sangka kalau hidup akan berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode *20

'Tapi, bukan itu yang paling aku sesali sekarang. Tepatnya, aku menangis bukan karena aku tahu seburuk apa masa lalu Kak Zihan. Karena untuk masa lalu, aku sudah tahu semuanya.'

'Yang aku sesali tak lain adalah, Kak Zihan yang tidak jujur soal anak yang tidak ia akui ini. Bagaimana bisa ia sekejam itu pada anaknya sendiri. Meskipun ia tidak ingin, tapi anak itu tidak berdosa. Anak itu harus tahu siapa papanya. Tidak seharusnya, dia yang dihukum.'

'Ya Tuhan ... pria seperti apa yang sudah menikahi aku saat ini? Ini jauh lebih buruk dari yang aku bayangkan. Aku benci dia sekarang. Sangat benci bahkan aku rasanya sangat tidak sanggup untuk tinggal di sini lagi.'

Aulia langsung melempar tubuhnya ke atas kasur setelah ia tiba di kamar tidur mereka. Ingin rasanya ia meninggalkan rumah ini. Jauh dari Zihan, dan tidak perlu melihat wajah Zihan lagi.

Tapi, itu tidak bisa ia lakukan. Karena pernikahan yang ia jalani bukan hanya sekedar hubungan dua manusia saja. Melainkan, ada hal lain yang sangat memberatkan Aulia sekarang.

Ada ayah mertua yang begitu berharap banyak padanya. Ada keluarganya yang punya beban hutang yang kini jaminannya adalah diri Aulia sendiri. Karena itu, dia tidak bisa pergi. Hanya bisa bertahan meskipun rasa sakit menjalar dengan cepat menguasai diri.

"Dasar Aulia bodoh. Kamu menikah bukan karena cinta, bukan? Melainkan, karena menjadi pelunas hutang saja. Jadi, apa yang kamu pikirkan soal masa lalu Zihan?" Aulia berucap sambil memeluk guling dengan erat.

"Kau ingin marah karena masa lalu Zihan? Ingin protes karena dia tidak jujur padamu soal anak yang dia punya? Apa urusanmu dengan semua itu. Bukankah kamu tetap tidak akan pergi jika dia tidak bercerita? Karena dia tahu, kamu adalah perempuan pelunas hutang saja. Pernikahan kalian hanya pernikahan pelunas hutang. Jadi, kamu tidak akan bisa kabur."

"Persetan dengan cinta yang ia bicarakan. Mungkin itu hanya omong kosong saja. Karena sebelumnya, dia sudah terlalu banyak makan asam garam dalam mempermainkan wanita."

Begitulah Aulia terus ngomong pada dirinya sendiri. Berusaha menguatkan hati meskipun menghancurkan rasa cinta yang ia punya untuk Zihan agar ia tetap bisa bertahan. Dan pada kenyataannya, hal itu bukannya malah membantu, melainkan malah semakin menyakitkan buat Aulia.

Sementara itu pula, di luar rumah, mobil yang Zihan tumpangi sedang memasuki halaman rumah. Mang Mamat yang melihat Mbok Yah sedang membakar sesuatu di depan rumah pun merasa tertarik. Karena sebelumnya, tidak ada acara bakar membakar sampah di rumah tersebut.

"Apa yang si Mbok bakar? Kok tumben main bakar-bakaran depan rumah?"

Ucapan itu langsung menarik perhatian Zihan yang saat ini sedang sibuk dengan gawai miliknya. Dia pun langsung mengalihkan pandangan dari gawai tersebut untuk ikut memperhatikan Mbok Yah yang masih sibuk membakar foto-foto tadi.

"Mbok. Bakar apa sih?" Zihan langsung bertanya saat dia sudah diturunkan dari mobil.

"Kebetulan Den Zihan sudah tiba. Ada yang ingin Mbok tunjukkan pada Den Zihan sekarang."

Mbok Yah langsung mengeluarkan surat yang ia simpan di dalam saku dasternya. Ya, surat itu sengaja ia simpan untuk ia perlihatkan pada Zihan. Sementara foto-foto itu, langsung ia bakar karena dia tahu, Zihan memang suka mempermainkan perempuan dulunya. Jadi, tidak ada yang perlu dibahas dengan foto-foto itu.

"Apa ini, Mbok?" Zihan menerima dengan tangan yang agak berat. Pikirannya pun dipenuhi dengan tanda tanya. Mana pertanyaan yang sebelumnya masih belum mendapatkan jawaban dari si Mbok. Kini, Mbok Yah malah memberikan ia selembar kertas yang dilipat rapi. Bagaimana tidak semakin bingung lagi Zihan saat ini coba?

"Buka saja, Den. Karena Den Zihan akan tahu sendiri apa isi dari surat itu setelah Den Zihan membacanya."

Ucapan si Mbok dengan nada kesal itu membuat Zihan tidak ingin bertanya lagi. Ia pun mengikuti apa yang Mbok Yah katakan. Membuka surat tersebut dengan cepat, lalu membacanya.

Betapa kagetnya Zihan ketika melihat isi dari surat tersebut. Dia yang awalnya santai, kini langsung memasang wajah marah karena membaca surat itu.

"Dari mana Mbok mendapatkan tulisan omong kosong ini, Mbok?" Zihan berucap dengan nada agak tinggi karena terlalu kesal. Tangannya pun langsung menggenggam surat itu dengan kuat.

"Kurir yang telah mengantarkan surat itu ke sini, Den. Bukan hanya surat yang kami terima. Tapi .... "

"Tunggu! Kami?" Zihan semakin panik lagi sekarang setelah mendengar Mbok Yah menyebut kata kami. Karena dengan kata kami, Zihan langsung bisa menerka kalau bukan hanya Mbok Yah sendiri yang tahu akan hal itu. Otomatis, Aulia juga sudah mengetahuinya.

"Jangan bilang Aulia juga sudah membaca surat ini, Mbok!" Zihan kembali berucap dengan tatapan tajam ke arah si Mbok.

"Maaf, Den Zihan. Non Aulia juga sudah membacanya. Karena paket yang kurir itu bawakan khusus untuk Non Aulia. Karena itu, Non Aulia sudah tahu semua isi dari paket itu."

"Semua? Apa saja yang ada, Mbok? Ya Tuhan .... " Zihan sangat panik sekarang.

"Ada puluhan foto mesra Den Zihan bersama para mantan kekasih Den Zihan di masa lalu. Ada ... hasil USG dan alat pendeteksi kehamilan sejak dini. Semua itu lengkap dalam satu paket. Tapi, semuanya sudah Mbok musnahkan. Hanya tinggal satu surat itu saja yang masih tersisa."

"Gila! Siapa yang sudah merusak namaku sekarang. Jika tahu orangnya, tidak akan aku maafkan mereka."

"Sekarang, di mana Aulia, Mbok? Apa dia baik-baik aja?"

"Sepertinya tidak, Den. Non Aulia terlihat sangat terpukul setelah membaca surat itu. Sekarang, dia ada di kamar."

Tanpa menjawab apa yang baru saja Mbok Yah katakan, Zihan langsung beranjak meninggalkan si Mbok. Tujuannya saat ini tak lain adalah kamar mereka. Dia ingin menjelaskan semuanya pada Aulia.

"Semoga Aulia mau mendengarkan apa yang aku katakan. Aku tidak ingin dia memikirkan yang tidak-tidak tentang aku. Karena semua itu tidak benar. Aku tidak ingin Aulia percaya dengan kebohongan ini. Ini jelas-jelas hanya sebuah fitnahan." Zihan bicara sendiri sambil menjalankan kursi rodanya secepat yang ia bisa.

Jika saja ia bisa berjalan dengan kedua kakinya, mungkin dia akan berlari agar segera sampai ke kamar. Tapi, dia tidak bisa melakukan hal itu karena terhalang keadaanya yang tidak memungkinkan untuk bergerak bebas akibat cacat itu.

1
sunaryati jarum
Sadar diri namanya buruk,takut jika usahanya tidak dilirik masyarakatnya karena citramu buruk.Cerdik juga.
sunaryati jarum
Baru mampir
Green_Rose: yuhu... moga betah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!