Indonesia
NovelToon NovelToon
Pasangan Amfibi

Pasangan Amfibi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Oktana

Arti Amfibi adalah makhluk yang hidup di dua alam. Bukan setan ataupun siluman tapi sepasang kekasih yang bertukar kepribadian.
Diana Saraswati yang tomboy telah menjalin hubungan secara rahasia dengan seseorang yang bernama Cello Adrians hingga keduanya memutuskan bertemu.
Pertemuan itu menyisakan kecanggungan hingga membuat hubungan keduanya merenggang. Namun di luar prediksi BMKG, kedua orang tua mereka sepakat menikahkan keduanya..
Apakah rumah tangga Diana dan Cello bisa langgeng ataukah akan berakhir di pengadilan.......?????


Ikuti Kisah Keduanya.............

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Oktana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Ruqyah

Diana tiba di rumahnya, ia menaruh sembarang acak tasnya.

"Jangan banting laptopnya" teriak Unang dari dapur.

"Eh lupa" balas Diana.

"Beli laptop itu pakai duit, Bapak harus jual beberapa burung Lovebird supaya tuh laptop bisa kebeli" ucap Unang lagi.

"Iya-iya, lupa" balas Diana.

"Andai saja udah ada cucu, mungkin mainnya sama cucu gak sama burung melulu" ucap Unang membuat Diana bad mood.

"Mulai lagi deh" gumam Diana lalu masuk kedalam kamar.

"Huummmppppppp.... Gini banget jadi orang" ucap Diana lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

Ia heran kenapa ia tidak bisa seperti gadis pada umumnya. Sejak kecil ia tidak mau bermain boneka, ia malah ingin di belikan pistol-pistolan dan mobil-mobilan. Pernah suatu waktu Siti membelikan satu set istana beserta kuda poni, tapi mainan itu malah Diana anggurin begitu saja.

Tok!!!

Tok!!

Tok!!!

Pintu kamarnya di ketuk..

"Apa?" tanya Diana.

"Di keluar dulu" ucap Siti.

Cklekkk!!

Pintu kamarnya di buka.

"Apa Ma?" tanyanya.

"Pakai gamis, pakai kerudung sekarang, Mama tunggu 10 menit" perintah Siti.

"Mau ngapain pakai begituan?" tanya Diana.

"Udah jangan banyak tanya ah, Mama tunggu 10 menit" jawab Siti.

Diana mencari-cari kerudung dan gamis yang sudah ia simpan sehingga menjadi benda bersejarah di dalam lemarinya.

"Dapat juga" ucapnya.

Ia segera memakai lalu keluar dari kamar.

"Ma mau kemana sih?" tanya Diana.

"Ayo ikut jangan banyak tanya bawel ah" balas Unang lalu membawa sang putri keluar dari rumah bersama sang istri.

Kini ketiganya sampai di rumah tetangganya yang agak sedikit jauh, Diana heran dengan banyaknya orang dan ada seorang nenek-nenek yang tengah terbaring di atas kasur.

Setelah berjalan kaki beberapa menit, ketiganya sampai, Unang mengetuk rumah tak lama pemilik rumah aku membukakan pintu.

"Abang Unang" ucapnya.

"Rendra, ustad Solihin masih ada kan?" tanya Unang.

" Masih kebetulan ruqyahnya baru mulai" jawab sang pemilik rumah.

"Ruqyah, siapa yang mau di ruqyah??" mendengar hal itu Diana menjadi terkejut.

"Sudah jangan banyak tanya, ayo masuk" ajak Siti sembari menarik tangan Diana.

Benar saja di sana ada seorang yang memakai sarung baju koko, peci putih dan di hadapannya ada nenek-nenek yang sudah tidak bisa apa-apa.

"Itu nenek-nenek mau diapain ya?" gumam Diana dalam hatinya.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap pria berpeci putih itu.

"Waalaikumsalam" balas semua orang.

"Mak Uci akan saya ruqyah, ini di badannya ada jin dan siluman. Dari muda Mak Uci sudah banyak berguru kepada orang-orang pintar jadi saya akan mengeluarkan seluruhnya dari tubuh Mak Uci Semoga saja Mak Uci bisa meninggal dalam keadaan tenang" ucap ustadz berpeci putih itu.

"Tolong Pak ustad ruqyah ibu saya, ibu saya sudah tidak bisa apa-apa kasihan dia terlalu menderita mungkin efek ilmu yang beliau pelajari sewaktu muda" ucap salah satu anaknya.

"Semoga saja Ma Uci bisa menemukan jalannya" Balas ustad itu.

Ustadz itu mulai membaca doa dan mengusap kepala nenek-nenek yang sudah tidak berdaya.

"Alhamdulillah semua yang menghalangi di jiwa sama Uci sudah saya hilangkan. Jangan pernah tinggalkan Mak Uci ya karena kita tidak tahu mungkin saja Allah meridhoi untuk mencabut nyawa Mak Uci malam ini atau lusa" ucap ustad itu.

"Anjay kayak Tuhan aja dia bisa nentuin umur seseorang. Lagian Kenapa sih Mama sama Bapak ngajak gua ke sini? Gua kan nggak kenapa-napa" ucap Diana dalam hatinya.

"Siapa lagi yang akan di ruqyah?" tanya ustadz itu.

"Anak saya Pak Ustadz, dia sedikit menyimpang tolong kembalikan dia kejalan yang benar supaya menjadi gadis yang anggun" ucap Unang.

"Bapak apa-apa sih, aku gak mau di ruqyah" tolak Diana.

"Udah nurut aja" balas Unang.

Diana di dudukan di hadapan Ustadz, ustadz itu merapal doa sementara Diana malah takut melihat wajah ustadz itu yang penuh jerawat.

"Selama hidup dia ngapain aja sampai mukanya jerawat semua" kesal Diana dalam hatinya.

ustad itu mulai mengusap kepala Diana diananya diam saja tentu dalam hatinya iya marah kenapa ustad itu menyentuh kepalanya

Pak Bu Ini ada jinnya ucapkan ustad

ada jinnya ambil saja pak ustad perintah Siti

Leher Diana di pegang oleh ustadz itu dengan sangat erat membuat gadis itu kesakitan.

"Arghhhhh.. Sakit Pak, Ma sakit" Diana menjerit.

Cengkraman ustadz itu seperti akan mencabut nyawanya.

"Keluar kamu keluar laknatullah" ucap Sang ustadz.

"Keluar kemana anjing, sakit lepas" Diana memakinya.

"Jin nya galak" ucap Ustadz.

"Sakit leher gue anjing, lepas...hikhikhik....... Gue gak ada jin nya gue normal.. Hikhikhik.. Sakit" Diana terus meronta.

"Pak Ustadz gimana ini anak saya kok kaya kesakitan begitu?" Unang sudah mulai resah melihat Diana yang meronta-ronta.

"Tidak usah khawatir, jinnya akan pergi.. Penyebab anak Bapak bergaya seperti pria itu ada jin nya" jawab Ustadz.

Terakhir cengkraman tangan ustadz di pundak Diana membuat gadis itu tak sadarkan diri.

"Alhamdulillah jin nya sudah pergi" ucapnya.

"Terus ini gimana keadaan anak saya?" tanya Siti.

"Baringkan aja, kasih kayu putih nanti juga sadar" jawabnya.

Setelah ustadz itu di berikan amplop ia pamit dari rumah itu meninggalkan Diana yang masih pingsan.

"Di bangun jangan pingsan kelamaan, malu ini di rumah orang" ucap Unang.

"Gak apa-apa Bang, jangan sungkan" ujar sang pemilik rumah.

tak lama Diana menggeliatkan badannya sembari membuka mata

"Eughhhhhhh" liriknya

Alhamdulillah Ini anak udah sadar ucap Siti sembari mengelus-ngelus kepala Diana

"Arghhhhh.. Sakit banget" ucapnya karena merasakan leher dan pundaknya begitu sakit.

"Itu mungkin efek jin nya" ujar Unang.

"Jan jin Jan jin,, Sakit tau Pak.. Arghhhhhhhhh" balas Diana dengan kesal.

Diana bangkit lalu keluar dari rumah itu tanpa berkata-kata. Dirinya begitu kesal dengan kedua orangtuanya.

"Di tunggu, jangan tinggalin Mama" Siti memanggil sang putri namun Diana tidak bergeming.

Brak!!!!!!!!

Sesampainya di rumah, ia langsung membuka pintu lalu menutupnya dengan kencang.

"Sialan, mau bunuh gue kayanya" ucap Diana dengan geram.

"Di tunggu dong" Unang memanggil sang putri.

"Gara-gara Bapak, aku hampir mati. Bapak pikir ini gak sakit apa? Mau kalian tuh apa sih?......hikhikhik" Akhirnya Diana menangis di hadapan Siti dan Unang.

"Mama cuma pengen kamu sembuh, Di" balas Siti.

"Mama pikir aku sakit atau gila? Aku normal Ma, aku sehat. Kalian emang gak ngerti" ucapnya lalu masuk kedalam kamar sembari membanting pintu.

"Di buka dulu, maafin Bapak ya Neng, Bapak gak bermaksud begitu" ucap Unang sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar Diana.

"Maafin Mama juga ya Di, Mama cuma mau yang terbaik buat kamu" timpal Siti.

"Pak, kalau tahu dia bakal ngambek begini, nyesel deh Mama ajak dia di ruqyah" ucap Siti.

"Sama Bapak juga.. Yaudah deh nanti kita gak usah ruqyah-ruqyah lagi" balas Unang.

Di dalam kamarnya Diana menangis, ia membereskan pakaiannya beserta buku kuliah dan laptop. Emosinya saat ini sedang tinggi, ia kecewa dengan orang tuanya.....

1
Lina.mrl
lanjut thor
Lembayung Senja
tinggalkan jejak komen, like, vote, and subscribe ya.. Supaya novel author berkembang........😍
Lembayung Senja
siap kakak
Lina.mrl
lanjut thor
RaDja
mohon lanjutkan sampe akhir ya terima kasih sukses sehat selalu
Lembayung Senja: iya....😍
total 3 replies
falea sezi
baru nemu novel lucu gini beda dr lainnya
Lembayung Senja: terimakasih sudah mampir di novelku, kakak....😍
total 1 replies
mamah twins🌾
nah tuh dibayarin besannya..terima ajah pak unang lumayan rezeki😁
mamah twins🌾
lanjut thor..penasaran
semoga cello dan diana bisa kembali ke kodrat nya masing2😁
Lembayung Senja: amin... semoga keduanya kembali ke jalan yang kurus
total 1 replies
mamah twins🌾
lanjut thor...semangaaat❤
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
mamah twins🌾
lanjut thor
Lembayung Senja
novel terbaruku jangan lupa mampir ya .....😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!