menceritakan Akira Riyuma seseorang siswa SMA yang pindah sekolah dan pergi dari rumahnya karena rumah lamanya sudah tidak sehangat dulu.
Dia anak pendiam. Dunianya yang terasa sepi.
Sampai dia bertemu Riyumi Asuma.
Gadis yang ceria dan suaranya bikin tenang, tapi entah kenapa... membuat hari-hari Akira jadi ramai.
Di antara hujan, tawa, dan tatapan yang tidak pernah Akira mengerti,
muncul satu pertanyaan di kepalanya:
apa arti sebuah keluarga,rasa yang belum pernah dia rasakan.
akira yang sudah banyak kehilangan seseorang yang berharga di hiduupnya.
apakah akira bisa menemukan kebahagiaan itu ?
apakah akira juga bisa berubah menjadi yang lebih baik dengan bantuan riyumi asuma.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
yang telah kembali
Saat mau berangkat sekolah, Akira bertemu Riyumi.
"Selamat pagi Akira," sapa Riyumi cerah.
Akira hanya diam dan tidak menjawab apa-apa.
"Ayo berangkat sekolah bersama," ajak Riyumi.
Akira menjawab datar. "Lakuin sesuka mu."
Riyumi tersenyum.
Saat perjalanan ke sekolah, semua orang tertuju ke Riyumi.
Riyumi memang gadis yang cantik.
Orang-orang di sekitar jalan sampai mengira dia adalah model yang terkenal.
Riyumi menoleh ke Akira. "Hey Akira, aku ini populer kan? Semua orang selalu melihat ku. Dan semua orang selalu mau dekat dengan ku."
Akira hanya diam. Tidak peduli sedikitpun.
Riyumi melanjutkan. "Aku selalu menolak orang yang suka kepada ku. Apaan sih orang-orang selalu ngajak aku kencan."
Riyumi tersenyum kecil sambil melirik Akira.
Akira menjawab datar. "Aku tidak peduli."
Riyumi melirik Akira lagi. Dalam hati dia bergumam.
'Sekarang kamu masih belum berubah, Akira.'
Riyumi berkata lagi pelan. "Aku menolak mereka... karena aku masih menyukai teman masa kecil.
Aku dengan dia dulu sangat dekat. Sampai aku dan dia berpisah. Dan akhirnya sekarang aku memikirkan... apakah dia punya perasaan yang sama seperti aku."
Akira melirik Riyumi. Dalam hati. 'Ternyata dia cukup cerewet.'
Akira pun mengalihkan pandangannya.
Riyumi tersipu malu karena Akira.
---
Sampainya di sekolah, mereka disamperin Takahashi.
"Oi Akira. Urusan kita belum selesai. Tunggu pembalasanku," ancam Takahashi.
Akira menyaut santai. "Datang kapan pun lu mau."
Takahashi pun pergi dengan wajah kesal.
"Selamat pagi Akira," sapa Yasiro.
Akira cuma diam.
"Eh tunggu. Kapan kalian sedekat ini? Kenapa bisa jalan bersama ke sekolah?" tanya Yasiro penasaran.
Akira menjawab singkat. "Bukan urusanmu."
Yasiro mendengus. "Akira lu masih seperti biasanya."
teman-teman Riyumi.
"Selamat pagi Riyumi."
"Pagi Nana-chan," jawab Riyumi.
Nana berkata. "Hari ini jadwal piket mu Riyumi."
Riyumi langsung panik. "Oh iya aku lupa! Ayo cepat pergi," kata Riyumi ke Nana.
Sebelum pergi, Riyumi menoleh ke Akira. "Aku duluan Akira."
Akira menjawab dengan nada pelan. "Iya."
Riyumi tersipu malu karena Akira menjawab perkataannya.
Yasiro terdiam, lalu nyengir. "Cieee ada yang lagi kasmaran nih."
Akira menoleh. "Berisik."
---
Saat jalan di koridor sekolah, gadis-gadis kelas lain menyapa Akira.
"Hai Akira. Pagi Akira."
Akira hanya diam dan pergi ke kelasnya.
Saat itu Riyumi melihat gadis-gadis yang mencoba mendekati Akira.
Wajah Riyumi langsung cemberut dan kesal.
Nana menoleh. "Kenapa Riyumi?"
Riyumi langsung tertawa aneh. "Tidak apa-apa... hehe."
---
Saat jam olahraga, semua orang melihat Riyumi yang jago bermain bola voli.
"Udah cantik dan jago olahraga. Memang pantas julukannya ratu sekolah."
Cowok-cowok heboh. "Heh apa dia punya pacar? Aku mau kencan dengan nya!"
Saat itu Akira mendengar perkataan mereka.
Akira hanya diam dan memperhatikan Riyumi.
Riyumi pun melihat Akira dan tersenyum ke dia.
Cowok-cowok kelas malah mengira Riyumi tersenyum ke mereka.
Akira hanya diam dengan raut wajah datar.
"Oi Akira sekarang giliran kita," teriak Yasiro.
Akira menjawab. "Iya."
Saat tim voli cowok bertanding, Riyumi melihat Akira yang jago main voli.
Cewek-cewek lain berteriak. "kerenn,jagoo,ganteng nyaa."
Riyumi mendengar itu dan kesal. Wajahnya langsung cemberut.
Nana menoleh. "Kenapa dengan wajah mu Riyumi?"
Riyumi kaget. "Tidak ada... hehe."
Nana melirik ke arah Akira. "Hey Riyumi, bukan nya dia keren?"
Riyumi menjawab cepat. "Benerrr diaaa kerenn."
Nana menyipit. "Kamu suka Akira ya Riyumi? Soalnya kamu selalu tersenyum saat di dekat dia dan selalu salah tingkah."
Riyumi tersipu malu.
dan mengajak Nana pergi.
---
Saat di tempat ganti pakaian wanita, gadis-gadis bergosip.
"Akira itu ganteng.apa Dia udah punya pacar gak ya?"
"Tidak mungkin. Dia dingin kayak gitu."
"Aku mau lebih dekat dengan Akira!" mereka berebutan.
Riyumi mendengar semuanya.
Dia udah gak tahan dan berteriak. "Tidak tidakkk! Gak bakal aku lepasin Akira lagiii!"
Orang-orang mendengarnya.
Riyumi langsung kaget dan malu.
Nana tertawa kecil.
Riyumi melirik Nana dengan wajah merah dan langsung pergi.
---
Yasiro menyamperin Akira. "Hey Akira, kenapa kau selalu dingin dan tidak peduli ke sekitar mu?"
Akira menjawab pelan. "Ada sesuatu dari diriku yang hilang."
"Apa itu?" tanya Yasiro.
"Aku tidak ingat. Yang aku tau aku dari dulu selalu dirawat oleh nenek ku."
"Sekarang di mana nenek mu?"
Akira menunduk. "Udah pergi jauh."
Yasiro menunduk. "Maaf Akira bertanya seperti itu."
Saat mau ke kelas, Takahashi melihat Akira dan memprovokasi.
"Hey Akira, apakah nenek mu sudah di neraka?"
"Apa yang kau katakan Takahashi!" marah Yasiro.
Takahashi menyeringai. "Heh Yasiro mau seperti kemarin lagi? Lu hanya brandal kelas jadi jangan jadi pahlawan."
Yasiro menahan emosi.
Akira menatap Takahashi dengan emosi yang ingin memukulnya.
Datang Riyumi dan Nana.
"Apa yang kau lakukan Takahashi! Jangan pernah ganggu Akira lagi dan juga orang terdekat ku!" bentak Riyumi.
"Kenapa kamu selalu begini Riyumi?" kata Takahashi.
Riyumi mengeluarkan semua unek-unek di kepalanya.
Takahashi terdiam dan pergi meninggalkannya.
Riyumi menoleh ke Akira. "He Akira kamu gapapa kan?"
Akira hanya diam dan menjawab. "Iya."
Yasiro hanya diam dan berkata. "Cieeeee."
Riyumi tersipu malu. "Ayo Nana-chan pergi."
---
Saat di kelas, sensei berkata. "Tugas kelompok dengan anggota 4 orang."
Disitu Yasiro, Nana dan Riyumi mendekati Akira dan menyatukan meja mereka.
Akira hanya terdiam.
"Ayo lah Akira jangan gitu," kata Yasiro.
"Udah jangan ganggu dia Yasirooo," timpal Riyumi.
Yasiro tertawa. "Princess nya lagi marah."
Riyumi tersipu malu.
Nana bertanya. "He Akira kenapa kamu kaya gini? Kenapa kamu tidak peduli ke sekitar mu?"
Akira menjawab. "Tidak tau."
Riyumi hanya diam dan murung. Dalam hati. 'Maaf Akira... maaf.'
Riyumi menyangka Akira seperti itu karena dirinya.
Riyumi tidak tau apa-apa tentang Akira.
Yang dia tau, Akira dulu masih sama seperti ini.
Riyumi tidak tau Akira tinggal sendirian dan tidak punya siapa-siapa lagi.
Saat jam istirahat, Akira pergi ke atas sekolah.
Dan dia bertemu dengan Riyumi yang lagi makan siang.
Akira duduk di pojok.
Riyumi menyamperin. "He Akira boleh aku duduk di sini?"
Akira menjawab. "Lakuin sesuka mu."
Riyumi tersenyum.
Akira melanjutkan makan siangnya.
"Kenapa rambut mu sekarang warna kuning?" tanya Riyumi.
Akira menghela napas. "Kenapa kamu selalu mau ngomong sama aku?"
Riyumi menjawab pelan. "Karena kamu Akira."
Akira terdiam. Lalu berkata.
"Dulu waktu kecil aku dengan gadis rambut kuning. Dan kami selalu bersama.
Dia berjanji untuk selalu bersama. Sampai saat itu aku dirawat di rumah sakit aku tidak pernah bertemu dia lagi.
Dan aku selalu mencari nya. Dan mencoba mewarnai rambut ku agar sama kaya dia."
Riyumi hanya diam. Dalam hati dia sedih.
'Aku sengaja mewarnai rambut ku jadi perak supaya dia lupa aku... tapi kenapa bisa jadi kaya gini.'
Riyumi melihat Akira.
Akira memegang kepalanya. Ingatan lamanya samar-samar dan mulai pusing.
Dia pingsan.
Riyumi panik dan mencoba menolongnya.
Karena gak tau harus ngapain, Riyumi memangkukan kepala Akira di pangkuannya.
Riyumi menangis. "Maaf Akira... maaf Akira."
Air mata jatuh di pipi Akira yang lagi pingsan.
Riyumi mengusap kepala Akira.
Akira terbangun dan melihat Riyumi yang tertidur.
Akira melihat ingatan lamanya. Dia sekarang mulai tau... gadis itu Riyumi.
Akira memegang wajah Riyumi sambil menangis.
Riyumi terbangun dan melihat Akira yang udah siuman.
"Kenapa menangis Akira?"
Akira menjawab. "Sekarang aku ingat."
"Ingat apa?"
"Tentang masa lalu ku. Gadis itu... kamu?
Kenapa rambut mu sekarang perak, bukankah dulu kuning?"
Riyumi menjelaskan semuanya ke Akira.
Dan sekarang Akira paham.
Akira duduk mengelus kepala Riyumi.
Riyumi tersipu malu dengan wajah merah.
Akira melihat jam. "Udah jam terakhir. Kita bolos Riyumi."
Riyumi kaget. "Haaaa tapi gapapa sekali kali."
"Aku senang ingatan mu mulai kembali," kata Riyumi.
Akira menjawab. "Tapi masih samar-samar."
Riyumi memegang tangan Akira. "Hey Akira, kali ini kita gak bakal berpisah lagi."
Akira menjawab. "Iya."
Riyumi tersenyum. "Aku bakal bikin hari-hari kamu semakin berwarna."
"Akira hanya terdiam dan tersenyum sedikit"