Indonesia
NovelToon NovelToon
Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Hutang budi membuat Pria setengah baya itu lupa pada gadis belia yang dulu menolongnya saat pingsan dalam melaksanakan tugas. Bertahun-tahun ia mencari, hingga akhirnya ia menemukan gadis itu dan menjodohkannya dengan 'putranya', Letnan Julang Wengkar (Elang), perwira muda yang gagah, berani, dan namanya di kenal kemiliteran.

Namun takdir punya jalan yang tak terduga. Di balik kesediaan gadis itu menerima perjodohan, tersimpan rahasia yang selama ini ia pendam dalam diam.. Hatinya bukan untuk Elang. Ia justru mencintai Letnan Dante, sahabat Elang sendiri.. Juga 'putra' dari mendiang sahabat Pak Riegan semasa muda dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Gadis merepotkan.

Bang Elang sungguh syok saat tau sahabat tertusuk patahan besi. Apalagi patahan besi tersebut merobek ulang bekas luka tembak yang nyaris membuat nyawa sahabatnya itu melayang di tahun lalu.

"Tahun lalu, saat kena tembak.. Dante juga hanya diam tanpa mengeluh. Tiba-tiba saja badannya demam tinggi. Tidak hanya Batalyon, Markas saja sampai panik karena Dante benar-benar hampir mati." Gumam Pak Riegan.

Sejenak bibir pria setengah bayu itu terdiam. Penampilannya nyaris tak pernah berubah seperti saat muda dulu. Ia menatap wajah pria yang sedang berbaring tak berdaya di atas brankar rumah sakit.

Wajah Letnan Dante begitu mirip dengan ayah angkatnya. Perawakannya, tinggi badan dan gagahnya sama persis seperti Almarhum Hernando.

"Kenapa yah? Masihkah Ayah heran kenapa wajahnya begitu mirip dengan almarhum ayah??" Tanya Bang Elang yang mengerti perasaan ayah sambungnya itu.

Pak Riegan tersenyum tipis. "Bukan heran, takjub saja. Ayahmu yang merawat Dante sejak ada di dalam kandungan, bahkan saat lahir pun.. Dante besar atas 'kerja keras' Ayah Hernando. Waktu berjalan begitu cepat. Kadang, ayah sangat rindu bercanda dengannya. Tak terasa malah saat ini ayah benar-benar melihat duplikatnya, tak hanya wajah, kelakuan pun sama."

Suasana hening sejenak, hanya ada suara alat medis yang terdengar.

"Betul, Elang..." suaranya rendah, berat dan penuh haru. "Hernando yang memastikan dia lahir ke dunia dengan selamat, yang memberinya nama 'Dailago Pascal Wiradante' untuk menyelamatkannya dari kegelapan yang mengancam sejak dalam kandungan. Dan lihatlah sekarang... ia tumbuh bukan sekadar menggantikan nama itu, tapi mewarisi semuanya. Keberaniannya, keteguhannya, dan jiwa pengorbanannya yang tak pernah ragu menyelamatkan orang lain, bahkan dengan nyawanya sendiri."

Bang Elang menyentuh tangan sahabatnya. Memang benar apa yang di katakan ayahnya itu. Dante memang selalu menyimpan 'rasa sakitnya' sendiri tanpa mau berbagi. Lelah pun hanya di telannya dalam diam tanpa mengeluh. Satu yang ia tau, seorang Dante tidak pernah menyerah dalam hal apapun.

"Ngomong-ngomong, dimana Kinan. Dia gadis yang Ayah bilang." Kata Pak Riegan.

"Oohh.. Dia??"

Bang Elang sempat terdiam, namun ia juga menyimpan senyumnya.

"Bagaimana?? Cantik??" Tanya Pak Riegan.

"Cantik itu relatif, yah." Jawab Bang Elang.

Pak Riegan tersenyum. "Jadi.. Kau terima, atau tidak??"

Kini senyum Bang Elang benar-benar mengembang. "Selama Kikan tidak keberatan."

:

Bang Elang menandatangani surat dengan nama pasien yang cukup panjang di matanya.

'Gusti Cendrawasih Rakyan Kinantan Wijaya Kusuma. Nggak ada yang lebih panjang lagi??'

"Sudah, Pak?? Bagaimana dengan penanggung jawabnya??" Tanya seorang perawat.

"Sudah, saya yang jadi penanggung jawabnya." Jawab Bang Elang.

"Baik Pak.. Sekarang pasien sudah bisa di temui, tapi belum sepenuhnya sadar karena masih syok." Kata perawat tersebut.

"Oke."

~

Bang Elang melangkah masuk, disana ada seorang gadis yang menangis histeris memeluk Kinan.

"Kau siapa??" Tegur Bang Elang karena gadis itu terus menggoyang tubuh Kinan.

"Kau yang siapa??" Balas gadis itu.

"Kau ini masuk dalam ruang rawat tanpa ijin. Apa kau mau mencelakainya???" Omel Bang Elang.

"Kau juga tamu disini, nggak usah sok galak." Balas gadis itu.

Bang Elang ingin membalasnya, namun saat melihat tripod dan kamera, ia tau pasti bahwa gadis itu juga ada hubungannya dengan Kinan.

"Apa lihat-lihat??? Nggak pernah lihat akun 'Genk Merak putih'?? Kami sudah viral, lho."

"Whaat??? Merak putih? Darimana kalian dapatkan nama berharga itu??? Kalian ini memang pantas di sebut ayam warna warni." Suara Bang Elang sampai meninggi di buatnya.

Setelah drama Cherry Kinan dan Bang Dante, kini terbitlah prahara Bang Elang dengan gadis itu.

"Iiiiisshhhh.. Cepatlah kau keluar..!! Kau ini siapa??? Jangan bilang kau pura-pura jadi tentara seperti si pedagang asongan tadi." Usir gadis itu sambil mendorong punggung Bang Elang keluar dari kamar.

"Sumpah, belum pernah saya sepengen ini nyemprot wajah orang pakai obat nyamuk." Celetuk Bang Elang.

"Selamat sore, kami dari Batalyon. Apakah benar kami bicara dengan Mbak Saiya Shanli?" Tanya salah satu anggota PM pada gadis itu.

:

Cherry Kinan sudah membuka mata, tapi apa yang di lihatnya membuat nafasnya berdesah berat. Ia menatap Saiya Shanli sahabatnya.

"Sekarang, apa kita akan di penjara???" Tanya Shanli.

"Aku ketemu laki-laki yang nyamar sebagai tentara." Kata Kinan kemudian.

"Kau tau dia siapa???" Bisik Shanli.

Cherry Kinan menggeleng pelan.

"Dia perwira Intel, yang nangkap kerusuhan. Kita kena ciduk, Cher."

Nyatanya dua gadis itu sama sekali tak tau siapa sebenarnya pria yang mereka temui hari itu. Bagi Kinan dan Shanli, mereka hanya dua pemuda biasa. Satu yang ramah, sopan, dan tampan bernama Elang, dan satu lagi yang galak, tajam, tapi entah kenapa selalu ada di saat yang tepat bernama Dante.

Kikan sama sekali tak menyangka bahwa pria yang ia temui di area demo terjun payung itu adalah anggota Intelijen. Penyamaran Dante bukan sekadar iseng, itu tugas. Identitasnya harus dijaga rapat, bahkan di dalam kesatuan pun tak semua orang tau siapa sosok asli di balik nama Dailago Pascal Wiradante. Apalagi gadis polos seperti Cherry Kinan, yang hanya datang untuk merekam konten, mana ia tau bahwa pria yang dituduhnya 'pedagang asongan galak' itu adalah salah satu perwira paling andal dan paling rahasia di kesatuan itu.

Pertemuan pertama mereka penuh salah paham. Cherry Kinan yang nekat menyusup ke area terlarang, Dante yang sedang menyamar menyelidiki, lalu insiden terjun payung yang berakhir dengan pendaratan darurat di atas gedung, semuanya terjadi tanpa Kinan pernah tau siapa sebenarnya pria yang memeluknya erat saat meluncur jatuh, yang melindunginya dari patahan besi tajam, yang berdarah demi menyelamatkannya.

"Sekarang, dimana om-om itu??" Tanya Cherry Kinan.

"Mana ku tau. Tadi sih ada orang berlarian menuju kamar jenazah." Jawab Shanli asal.

.

.

.

.

1
Tanti
sabar dan tenangkan hatimu Bian... smua pasti akan berlalu... yakinlah klo Bang Dante mampu mengatasinya....

lanjut mba Nara
Tanti
siippp Bang Dante, lindungi marwah istrimu👍👍
Tokoh ceritanya mba Nara...pria² yg bertanggungjawab👍
Maysuri
siiippp lah mbak nara,....👍🏻👍🏻👍🏻
Tanti
Aman mba Nara....ditunggu cerita lanjutnya mba👍👍🥰
Tanti
baca sambil ngebayangin adegannyaaa..bikin merinding ngeriii...

lanjut mba nara👍
Tanti: asssiyaappp mba Nara🤭
total 4 replies
Maysuri
kau bangunkan macan yg lg tidur y vivian...awas kau....🤣🤣🤣🤣
Bojone_Batman: tinggal tunggu saja hasil dari karyanya.
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
cari masalah aja vivian
Bojone_Batman: Tapi watak manusia emang ada yang gitu sih.
total 1 replies
Tanti
sedih bacanya🥺😭😭
mba Nara, ngasih bawangnya banyak bgt🥹🥹

huaaa...ga rela klo pada pisah😭
Tanti
tabir masa lalu akhirnya terbuka, smuanya sdh jelas...tinggal masing² menata hati dan pikiran
lanjut mba Nara🥰
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian 😭
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian
Maysuri
ohhhh gitu toh kejadiannya....semangat mbak nara 💪💪
Tanti
aduh... ini tau- tau datang lg ibu² bikin rusuh rmh org...bikin gedegg ae....
itu lg si vivian...melu² ngobong blarak....adeeehhh koq yo ora kapok... njaluk dijak gelud ae iki

lanjut mba nara
Ayu FazRina Satiasari
pasti ulah vivian ini sang provokator
dyah EkaPratiwi
ada aja cobaannya
dyah EkaPratiwi
😄 Alhamdulillah sudah bisa mengungkapkan
Maysuri
patmu ini ibu kandungnya bang sante kah....
Tanti
Bang...mbok yoo diajak kluar dr toilet dl...mosok ngomong kyk gitu didlm toilet🤭
Tanti: Bang Dante emang lain drpd yg lain😂
total 2 replies
dyah EkaPratiwi
semangat bian
Bojone_Batman: Semangaaat
total 1 replies
Maysuri
y sallam.....ya enggak kuatlah kalau dekatam istri y bang,pasti lah curi " kesempatan😁😁semangat 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!