Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sehari sebelum pernikahan, Selena Anderson ditinggalkan tunangannya. Ethan Carter pergi ke luar negeri tanpa berpamitan hanya meninggalkan pesan bahwa ia belum siap menikah.

Ketika kepergian Ethan mengancam nama baik dua keluarga besar, Jason Carter, kakak Ethan datang dengan sebuah tawaran yang tak pernah Selena bayangkan. Ia bersedia menggantikan Ethan di altar.

Selena akhirnya menikah dengan pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.

Namun kehidupan bersama Jason perlahan mengubah segalanya. Di balik sikap dinginnya, Selena menemukan perhatian yang tidak pernah ia dapatkan dari Ethan.

Sampai Ethan kembali. Dan ingin mendapatkan Selena kembali. Sayangnya, perempuan yang dulu ia tinggalkan kini telah menjadi istri kakaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Mobil berhenti di depan gerbang besar kediaman Carter, dan untuk pertama kalinya sejak resepsi selesai, Selena benar-benar menyadari apa yang baru saja terjadi pada hidupnya.

"Kamu tidak perlu terlihat seperti akan masuk ke kandang singa," kata Jason, memecah keheningan yang sudah bertahan sepanjang perjalanan. Ia turun lebih dulu, membuka pintu di sisi Selena sebelum sopir sempat melakukannya.

"Aku baru saja pindah rumah dalam waktu kurang dari sehari, Jason. Maaf kalau aku belum bisa terlihat santai soal itu."

"Kamu tidak pindah rumah." Jason melangkah di sampingnya menuju pintu utama. "Kamu pindah ke rumah yang, secara teknis, sekarang juga rumahmu."

"Rumah ini." Selena berhenti sejenak, menatap fasad besar di depannya, tak kalah besar dari rumah orang tuanya, namun lebih dingin, dengan lampu-lampu taman yang menyala teratur seperti segala sesuatu di keluarga ini yang selalu terasa terencana dengan sempurna. "Rumah tempat Ethan tumbuh besar."

Sesuatu di rahang Jason mengeras sebentar. "Rumah tempat aku juga tumbuh besar," katanya. "Kalau kamu ingin fokus pada satu hal soal tempat ini, fokuslah pada itu."

Pintu utama terbuka sebelum mereka sempat mencapainya. Victoria berdiri di ambang pintu, wajahnya lebih hangat dari yang Selena duga akan ia lihat malam itu.

"Selamat datang, Selena." Victoria mengulurkan tangannya, menggenggam tangan Selena dengan lembut. "Aku tahu ini bukan cara yang pernah kamu bayangkan untuk masuk ke keluarga ini. Tapi kami senang kamu di sini. Kami senang kamu pada akhirnya tetap menjadi menantu keluarga Carter."

"Terima kasih, Tante Victoria." Selena mencoba tersenyum, meski senyum itu terasa lebih seperti refleks sopan santun daripada perasaan yang sesungguhnya.

"Panggil aku Ibu saja," kata Victoria, lalu menoleh ke arah Jason dengan tatapan yang membuat Selena merasa ada percakapan tanpa kata yang sedang berlangsung di antara ibu dan anak itu. "Jason, sudah kamu siapkan kamarnya?"

"Sudah." Jason menjawab singkat, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Kamar yang dimaksud ternyata bukan kamar tamu seperti yang Selena bayangkan, melainkan kamar di ujung lorong lantai dua, bersebelahan langsung dengan kamar utama yang, Selena baru sadari setelah Jason membuka pintunya, adalah kamar Jason sendiri.

"Kita akan tidur terpisah," kata Jason, seolah bisa membaca kekhawatiran yang belum sempat Selena ucapkan. "Kamar ini terhubung lewat pintu di sana" ia menunjuk pintu kecil di sudut ruangan "tapi itu hanya formalitas. Rumah ini, terutama bagian atas, sudah lama tidak pernah didesain untuk menyembunyikan siapa yang tidur di mana."

"Formalitas untuk siapa?"

"Untuk staf. Untuk keluarga besar yang datang berkunjung. Untuk siapa pun yang bertanya-tanya apakah pernikahan ini nyata atau tidak." Jason berjalan ke jendela, membuka tirainya sedikit, membiarkan cahaya bulan masuk ke ruangan yang masih terasa asing bagi Selena. "Aku tidak berencana masuk ke kamarmu tanpa izin, kalau itu yang kau khawatirkan."

Selena duduk di tepi ranjang, menatap koper-kopernya yang sudah lebih dulu tiba, disusun rapi oleh staf di sudut ruangan. "Aku tidak mengkhawatirkan itu."

"Lalu apa?"

"Aku mengkhawatirkan bagaimana aku harus berpura-pura di depan seluruh dunia bahwa ini pernikahan sungguhan," kata Selena akhirnya, suaranya lebih jujur dari yang ia rencanakan. "Bagaimana aku harus duduk di meja makan bersama orang tuamu setiap pagi, tersenyum di acara-acara keluarga, sementara di dalam sini" ia menyentuh dadanya sendiri "aku bahkan belum sepenuhnya mengerti apa yang terjadi pada hidupku sendiri."

Jason terdiam sejenak, menatapnya dengan ekspresi yang, untuk pertama kalinya sejak Selena mengenalnya, terlihat seperti benar-benar mempertimbangkan kata-kata sebelum mengucapkannya.

"Kamu tidak harus berpura-pura," katanya akhirnya. "Kamu hanya harus menjalani. Ada bedanya."

"Apa bedanya?"

"Berpura-pura berarti kamu memainkan peran yang bukan dirimu. Menjalani berarti kamu menerima situasi ini sebagai kenyataan, lalu memutuskan bagaimana kamu ingin menghadapinya sebagai dirimu sendiri bukan sebagai versi yang kamu pikir orang lain inginkan." Jason melangkah mendekat, berhenti pada jarak yang masih terasa sopan, namun tidak sejauh yang Selena kira akan ia jaga. "Kamu perempuan yang tidak lemah, Selena. Aku sudah memperhatikan itu selama tiga tahun terakhir, meski mungkin kamu sendiri belum menyadarinya."

Kalimat itu menggantung di udara lebih lama dari yang seharusnya, dan Selena mendapati dirinya tidak tahu harus menjawab apa.

"Kamu memperhatikanku?" tanyanya akhirnya, suaranya lebih pelan dari yang ia inginkan. "Selama itu?"

Sesuatu berkelebat di mata Jason, jeda yang terlalu singkat untuk dipastikan, namun cukup lama bagi Selena untuk menyadari bahwa ia baru saja menyentuh sesuatu yang tidak ingin ditunjukkan Jason.

"Kamu calon adik iparku," jawab Jason, nadanya kembali datar, seolah menarik kembali sesuatu yang nyaris terlepas. "Wajar kalau aku memperhatikan keluarga yang akan bergabung dengan keluargaku."

Jawaban itu terlalu rapi. Dan untuk pertama kalinya sejak pagi tadi, Selena merasa ada sesuatu di balik ketenangan Jason yang jauh lebih rumit daripada yang pria itu bersedia akui.

"Baiklah," kata Selena pelan, memutuskan untuk tidak mendesak lebih jauh, setidaknya untuk malam ini. "Kalau begitu, aku akan mulai... menjalani."

Jason mengangguk, melangkah mundur menuju pintu penghubung di sudut ruangan. "Selamat malam, Selena. Besok pagi ada sarapan bersama keluarga pukul tujuh. Ayahku sangat menghargai ketepatan waktu."

"Tentu saja dia begitu," gumam Selena, cukup pelan hingga hanya dirinya sendiri yang mendengarnya.

Jason berhenti di ambang pintu, menoleh sedikit, dan untuk sepersekian detik, sesuatu yang menyerupai senyum tipis muncul di sudut bibirnya, begitu tipis hingga Selena hampir yakin ia hanya membayangkannya.

"Selamat datang di keluarga Carter," katanya, lalu menutup pintu di belakangnya.

Selena duduk sendirian di kamar barunya, menatap pintu penghubung yang kini tertutup rapat, dan untuk pertama kalinya sejak pagi yang kacau itu dimulai, ia membiarkan dirinya bertanya-tanya, bukan tentang Ethan, bukan tentang skandal yang pasti sudah menyebar ke seluruh kota malam ini, melainkan tentang pria di balik pintu itu, dan berapa banyak lagi yang belum ia ketahui tentang kakak dari mantan tunangannya sendiri.

1
Allea
selena bodoh🤭
Dessy C: iya kak 🤭 pemeran utama versi oon kak 🙈
total 1 replies
Allea
selena kurang tangguhlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!