Elena adalah seorang gadis sederhana yang menghabiskan 17 tahun hidupnya di panti asuhan. Selama masa remaja, hanya bullyan dan hinaan yang selalu dia terima dari teman satu sekolah nya. Tak ada seorangpun yang mau berteman atau menolongnya karena status sosial Elena.
Namun di suatu waktu, dia dipertemukan dengan seorang lelaki tampan bernama Leonard Maxmuel Alexander yang merupakan murid pindahan yang menjadi kakak kelas Elena. Banyak kebetulan yang membuat Elena terlibat dengan Leonard hingga terjalin sebuah keakraban dan bersemi menjadi perasaan suka di hati gadis 17 tahun itu.
Setelah memiliki beberapa kenangan manis di masa sekolah yang cukup singkat, tiba tiba Leonard menjadi sosok yang berbeda dan sama sekali tidak mengenal nya lagi.
Bahkan saat mereka berdua beranjak dewasa dan dipertemukan kembali setelah 7 tahun berpisah, kata pertama yang diucapkan Leonard adalah " Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu. " dengan dinginnya.
Ikutin yuk keuwuan dan alur cerita menariknya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElizabethMelyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 " Celebrate "
Bab 21
" Cheerrrssss "
Gelas berisi bir berjejer dan berdenting untuk merayakan kabar baik hari ini.
Dari 25 orang yang ada dalam tim marketing, sekitar 18 orang yang dapat mengikuti acara makan malam ini.
Mereka memilih restauran BBQ untuk merayakan hal baik atas proyek amal yang mereka kerjakan bersama sama. Meskipun Elena ditunjuk sebagai penanggung jawab, namun mereka tidak serta merta mengacuhkan Elena.
Canda tawa, makanan, minuman mengisi keceriaan mereka malam ini. Malam bebas yang tidak sering mereka lewati.
" Hari ini boleh minum, tapi jangan melewati batas. " Kata Kevin yang baik hati mengingatkan.
" Paaakkk.. kadar alkohol nya cuma 30%, mana mungkin bikin teler. " Jawab Antonio menyanggah perkataan Kevin.
" Tetap saja. Jangan berlebihan, atau besok kalian mau masuk kerja sakit perut." Jawab Kevin tidak mau kalah.
Mereka melanjutkan malam tanpa rasa lelah, begitu juga Elena yang tidak terasa sudah meneguk 3 gelas bir dan sedikit membuatnya pusing.
" Sudah Nana.. jangan minum lagi. " Kata Kevin mencegah Elena menuang minuman.
" Sekali sekali pak. Satuuu lagi aja. " Jawab Elena yang sudah mulai terpengaruh alkohol karena tidak terbiasa minum.
Tiba tiba hp Elena menerima panggilan dan ia dengan segera beralih dari tempat duduk nya dan berjalan menghirup udara segar di depan sambil sedikit sempoyongan.
E : Halo~~~
L : Kok suara mu aneh.
E : Apanya yang aneh.. sama aja~~~
L : Lagi ngapain?? Dari sore ga baca pesan ku.
E : Oh.. aku lagi makan malam sama tim. Seruuuu bangeeet ~
L : Aku gak salah sambung kan ini. (Sambil melihat kembali ke layar iphone nya bahwa yang di telepon benar nama kekasihnya)
E : Beneerr ~~ ini pacar kamu yang paling cantik ~~
L : Jangan pulang sendirian. Aku jemput.
E : Jangaan~~~~ banyak oraaaang disini. (Elena berbisik)
L : Kamu dimana??
E : Aku?? Dii... mana ya.. Korean BBQ persimpangan kantor.
L : Ok. Bye
Sekitar 45 menit kemudian, Elena yang sudah semakin pusing dan sempoyongan mendapat pesan bahwa Leonard sudah menjemputnya di depan. Ia pun bergegas mengambil tas miliknya dan hendak meninggalkan ruang makan.
" Kamu mau kemana?? " Tanya Kevin menghentikan Elena.
" Aku mau pulang pak. " Jawab Elena yang sudah semakin pusing.
" Aku antar ya. " Kata Kevin menawarkan.
" Tidak perlu pak, ada yang menjemputku. Aku pamit dulu. " Jawab Elena sambil berlalu pergi.
Ia melihat mobil fortuner hitam yang sudah parkir sedikit melewati beberapa ruko dari tempat Elena, agar tidak mencuri perhatian teman teman Elena.
Dan benar saja ketika Elena membuka pintu mobil, Leonard sudah ada di bangku pengemudi memakai topi dan masker hitam.
Tanpa banyak bicara mereka pun meninggalkan tempat itu. Elena merebahkan kepala nya ke kursi dan memejamkan mata sesaat.
" Tidur saja, nanti kalau sudah sampai kubangunkan. " Kata Leonard sambil fokus menyetir.
" Iya, makasih. Kepala ku pusing. " Jawab Elena.
" Ya siapa suruh ikut ikut minum. Bahaya kalau sampai kamu tidak sadarkan diri. " Gerutu Leonard menegur Elena.
Ketika mobil berhenti di depan loby apartmen, Elena sudah lelap tertidur sepanjang perjalanan. Tanpa ia ketahui, Leonard membawanya pulang ke apartmen Leonard.
Apartmen yang jauh lebih mewah dan besar dari milik Elena, bahkan ada dutt officer yang selalu siap membantu Leonard memarkirkan mobilnya.
Leonard turun dan menggendong Elena masuk ke dalam apartmen malam itu.
Tentu saja beberapa pasang mata tertuju kepada mereka, terutama para staf apartmen yang berjaga malam dan sudah kenal Leonard.
Pagi hari nya, terlihat matahari mulai memasuki celah demi celah apartmen Leonard yang bernuansa putih dan minimalis tertata rapi dan elegan jauh berbeda dengan milik Elena.
Wanita itu pun juga mulai tersadar dari tidurnya, merasakan pengar di perutnya.
Perlahan ia membuka mata, terlihat semakin jelas Leonard yang sudah berjas rapi duduk di sofa samping tempat tidurnya sambil membaca koran pagi.
" Hah??? Aku.. aku dimana?? " Sahut Elena terbelalak kaget.
" Di rumah ku. " Jawab Leonard dingin.
" Kenapa aku bisa ada disini??? " Tanya Elena tidak percaya dengan penampilan yang kacau.
" Ya supaya kamu cepat sadar, pagi pagi lihat aku. " Jawab Leonard narsis tanpa pikir panjang.
" Aku harus siap siap ke kantor. Aku harus pulang. " Elena yang mulai mengingat kecerobohan nya kemarin, mencoba menghindari Leonard.
" Gak perlu. Aku sudah siapkan pakaian kerja mu, sepatu dan sarapan. Cepat bersiap, aku tunggu di meja makan. " Jawab Leonard tegas dan sangat terlihat dirinya masih kesal.
Setelah selesai bersiap siap, Elena keluar dari kamar menghampiri Leonard yang sudah duduk menunggu nya. Terlihat seorang wanita paruh baya yang tidak asing di mata Elena, beliau sedang menuangkan air ke gelas Leonard dan menyiapkan beberapa butir obat di sebelah piring Leonard.
" Oh.. Kamu sudah selesai, silahkan duduk.. saya siapkan sarapan nya. " Kata ibu pengasuh Leonard lembut.
" Terimakasih bu. " Jawab Elena sopan sambil terus memandang ke arah ibu Astri yang memang nampak tidak asing, dan ternyata begitu pun sebalik nya.
" Ibu itu, ibu kamu?? " Tanya Elena berbisik.
" Iya, dia yang mengasuh ku dari kecil. Urutan mu adalah setelah ibu. " Jawab Leonard sambil memulai sarapan.
" Aku ga nanya urutan. Tapiii.. aku seperti tidak asing melihatnya. " Kata Elena mencoba mengingat.
" Mana mungkin, kamu baru pertana kali kesini.. pertama kali ketemu ibu. " Jawab Leonard menyimpulkan sambil meneguk air putih.
" Kamu salah nak.. sekarang ibu ingat gadis cantik ini. " Sahut ibu yang ternyata mendengarkan percakapan mereka.
Leonard yang mendengar pun begitu terkejut dan tersedak karena air.
" Uhuk.. uhuk.. ibu jangan ngawur. Dia wanita pertama yang aku bawa ke rumah ketemu ibu. " Bantah Leonard karena takut jika membuat Elena salah paham.
" Ya memang benar, waktu kamu masih SMA.. kamu pernah membawa nya ke rumah lama dulu, dia pingsan. Ibu ingat itu, tapi belum sempat berkenalan. " Kata ibu terus menjelaskan dengan ingatan yang jelas.
" Oh iya.. saya lupa mengenalkan nama. Saya Nana bu. " Jawab Elena sopan dan mulai mengingat kejadian dimana ia mendapat ciuman pertama dari lelaki ini.
" Oh.. nanaa.. cantik sekali. Lama tidak bertemu, kamu semakin cantik. " Puji Ibu membuat Elena tersipu.
" Ibu bisa saja. Apa yang ibu katakan benar, sekarang aku ingat kejadian malam itu. " Konfirmasi dari Elena semakin membuat ibu bahagia.
Namum berbeda dengan Leonard yang sudah kehilangan memori itu.
" Maaf, cuma aku yang tidak ingat. " Jawab Leonard jadi kecewa pada diri sendiri.
" Jangan dipikirkan. Yang penting kan wanita nya sama. Aku, baik dulu maupun sekarang. " Sahut Elena menghibur Leonard.
" Dan seterusnyaa.. " Tambah Leonard menyempurnakan kalimat Elena.
Melihat keakraban dan kehangatan yang nampak dari jalinan hubungan mereka berdua, ibu merasa sangat senang serta lega.
Ia melihat sosok Leonard yang biasa nya kesepian, haus kasih sayang dan dingin.. seketika memancarkan aura yang berubah lebih baik di hadapan gadis ini.
" Baik baik ya kalian. Nana juga sering sering main kesini ya. Lain waktu, ibu akan masak makanan kesukaan mu. " Kata ibu penuh kasih sayang.
apalagi klo byk utang
hahahaha
👍👍
Tetaplah semangat, aku tunggu karyamu selanjutnya💪💪💪❤️❤️❤️
Gbu🙏😇