Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.
Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.
Apa yang terjadi dengan rumah itu?
Apa kah Zora bisa bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Mandi air panas
''Ma ini apa?'' Zora rasanya ingin pingsan karena ketakutan melihat isi panci itu.
Wuuuuutt.
Byuuuuuur.
''Mamaaaaaaa!''
''Ya allah, Mama!'' Devano juga menjerit karena tidak menyangka bahwa sang mertua akan melakukan tindakan seperti itu.
Bruuugggkk.
''Mama, Ya allah kenapa Mama melakukan hal seperti ini?!'' pekik Zora sangat syok bukan main sekarang.
Panci mendidih berisi tikus beserta dengan air itu, langsung diambil oleh Mama Susi dan tanpa sungkan lagi dia mengguyur tubuh ini menggunakan air yang mendidih itu, sudah pasti tubuh ke warung tak tersebut menjadi tidak terkendali lagi dan dia tergeletak begitu saja di atas lantai dengan keadaan seluruh kulit menjadi melepuh.
Pergerakan nya juga begitu cepat sekali sehingga juara atau Devano sama sekali tidak sempat mencegah, ini mereka menjadi panik dan Devano berlari untuk menggendong tubuh sang mertua agar mereka bisa menuju rumah sakit untuk mengobati kulit tersebut, bahkan sebagian kulit Mama Susi ada yang mengelupas karena tidak sanggup terkena air itu.
Zora yang masih terbengong tidak percaya sehingga dia hanya menatap kesana kemarin dengan perasaan gundah gulana, sama sekali tidak pernah dia duga bahwa Mama Susi akan melakukan hal seperti itu dan bahkan tepat di depan mata dia sendiri, tentu saja mereka berdua sangat ketakutan dan sekarang merasa cemas.
Devano tidak membuang waktu lagi dan dia juga tidak sempat mengajak Zora untuk masuk ke dalam mobil, mungkin karena rasa panik tersebut sehingga dia langsung pergi begitu saja untuk membawa Mama Susi menuju, membiarkan sang istri yang masih terbengong dengan perasaan yang tidak bisa dia jabarkan lagi sekarang ini.
''Mama, ya allah kenapa ini semakin parah saja?'' isak Zora sendirian.
Bingung dan juga takut bercampur aduk menjadi satu sehingga dia seperti orang yang sedang kebingungan, rumah yang begitu besar lengkap dengan perabotan jadul itu telah menjadi saksi bagaimana tragedi aneh terus-menerus menimpa keluarga mereka dan bahkan terkadang orang luar juga ikut menjadi korban.
Cieeeeet.
Cieeeeet.
''Aaaaahhh!'' Zora terpekik dan dia mundur perlahan ketika tikus itu kembali hidup.
Cieeeeeeet.
''Pergi, pergi dari sini sekarang!'' ujar Zora sembari mengambil sapu untuk menghalau tikus tersebut.
''Hihihiiii....
''Siapa?!''
''Tidak akan ada yang bisa selamat, semua akan mati dengan cara yang sama.'' suara itu menggema di dalam rumah.
jarak antara bingung dan juga takut karena suara itu sangat mirip sekali dengan suara dia sekarang, dalam pikiran wanita ini sudah mulai terbersit bahwa mungkin saja ada salah satu saudara dia yang telah menjadi korban di dalam rumah ini, dan sekarang arwah saudara itu yang akan menuntut balas kepada mereka semua.
...****************...
'''Aaaaahhh panassss.'' Mama Susi mengerang di dalam mobil itu karena memang seluruh kulit menjadi melepuh.
''Tahan sebentar, Ma! kita akan segera sampai rumah sakit.'' Devano ngebut di jalanan.
''Kenapa mendadak saja banyak kabut seperti ini?'' Devano merasa bingung karena sekarang pandangan dia telah terhalang oleh kabut berwarna putih.
Padahal tadi rasanya sama sekali tidak ada kabut seperti ini Namun kenapa sekarang mendadak saja jalanan tertutup oleh kabut gelap, Devano tetap berpikir positif bahwa mungkin saja ada seseorang yang sedang membakar rumput kering di perkebunan mereka sehingga asap itu menyebar ke mana-mana dan mulai menghalangi pandangan para pengendara.
Gubraaaakk.
Braaaaak.
''Mama!'' Devano berteriak keras karena mama Susi justru keluar dari mobil.
Tubuh tua itu meloncat begitu saja ketika mobil ini masih tetap melaju dengan kencang, bahkan dia sempat tergulung beberapa kali di atas jalanan itu namun kemudian dengan cepat berlari meninggalkan kawasan tersebut sehingga Devano merasa kaget bukan main.
''Tidak mungkin, Bagaimana bisa dia memiliki kelincahan seperti itu?'' Devano sangat syok sekali.
''Mama saja susah berjalan sebelumnya namun kenapa sekarang dia bisa loncat dari mobil dan bahkan tidak memiliki luka, apa Mama memiliki setan di dalam tubuh?'' Devano tenggelam dalam pikiran dia sendiri karena kejadian aneh itu.
Namun Dia tidak memiliki banyak kesempatan untuk merenung, karena secepatnya pula dia harus segera menemukan tubuh Mama Susi dan membawa ke rumah sakit. Zora pasti akan marah besar setelah mengetahui bahwa Mama Susi menghilang begitu saja dalam perjalanan ini, dan bisa saja wanita itu tidak percaya bahwa Mama Susi bisa loncat dari mobil yang sedang melaju kencang.
Tentu saja orang biasa tidak akan mempercayai tentang hal itu dan bahkan beranggapan bahwa Devano sedang halusinasi, dengan kondisi tubuh tua itu rasanya aneh bila Mama Susi mampu meloncat dan ketika jatuh dia tetap saja bisa berjalan atau bahkan berlari kencang.
''Itu apa yang lewat tadi?'' Nana bertanya kepada Suketi.
''Manusia sih, orang baunya amis sekali seperti itu.'' Suketi menjawab santai sambil mencari jamur.
''Tapi kalau manusia maka tidak bisa berjalan secepat itu.'' Nana merasa curiga dan penasaran.
''Tubuh manusia lebih amis dari tubuh iblis, masa kau tidak bisa mencium dengan hidung kucing kau itu.'' ucap Suketi.
Nana terdiam namun masih penasaran karena tadi dia memang mencium bau amis tubuh manusia ketika sosok tersebut lewat, namun rasanya aneh saja ketika melihat manusia bisa berjalan secepat itu dan bahkan berkelebat seperti sosok iblis yang sedang berlari atau menghindari sesuatu di tempat ini.
''Udah lah, kalau tidak menjadi urusan kita maka kau tidak bisa ikut campur.'' Suketi tahu kalau Nana begitu penasaran.
''Aku agak merasa aneh saja karena dia seperti manusia setengah iblis gitu.'' jawab Nana.
''Maksud mu darah campuran?'' Suketi menoleh kepada kucing hitam tersebut.
''Bukan, bila dia manusia maka hampir seluruh tubuh dia telah dikuasai oleh iblis.'' jelas Nana kepada Suketi.
Suketi terdiam dan dia mulai membayangkan ketika tubuh manusia telah dikuasai oleh iblis, itu menjadi urusan yang paling rumit Dan bila itu sampai terjadi maka pasti ada sebuah perjanjian di antara manusia dan iblis itu sendiri, terlihat tadi bayangan yang melintas di dekat mereka sudah cukup tua sehingga pasti itu perjanjian di masa lalu.
Selamat sore, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
bukan sekali ini aja mama Zora mandi air tikus yg dimasak