Indonesia
NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: BATAS AKHIR DI PINTU KEMATIAN

​Brak! KREEEKKK!

​Tusukan dua jari Xuan Chen yang menghantam tepat di titik akupunktur ketiak kiri membuyarkan seluruh aliran kekuatan fisik Han Xiu secara instan. Di detik yang sama, dorongan cakar besi Lu Feng menembus dada Han Xiu tanpa hambatan sedikit pun.

​"Ugghhh... A-akkhhhhhhhh!"

​Jeritan histeris dan merindingkan bulu kuduk meledak dari tenggorokan Han Xiu. Matanya mendelik lebar, membelalak tak percaya pada dua sosok di hadapannya. Darah kental berwarna merah kehitaman menyembur deras dari mulutnya, membasahi wajah Lu Feng dan jubah Xuan Chen.

​"K-kalian berdua... akan... menerima akibatnya..." desis Han Xiu serak di sela-sela napas terakhirnya yang terputus-putus.

​Krek!

​Lu Feng menarik kembali cakar besinya dengan sentakan brutal. Tubuh Han Xiu yang tadinya berdiri tegap dan anggun kini melemas total, merosot rubuh ke atas tanah berbatu bagaikan boneka kain yang terputus talinya, meragang nyawa hingga akhirnya kehilangan seluruh vitalitasnya.

​Prak!

​Saat tubuh Han Xiu menghantam lantai batu, sebuah benda kecil berwarna merah gelap terpental keluar dari balik lipatan jubahnya. Benda itu berputar pelan di atas tanah sebelum akhirnya berhenti tepat di dekat kaki Lu Feng.

​Token Darah kedua!

​Tanpa membuang waktu satu detik pun, Lu Feng merunduk dan menyambar token tersebut dengan cepat, menyelipkannya ke balik jubah hitamnya sendiri.

​"Dapat!" seru Lu Feng dengan napas terengah-engah.

​Namun, kegembiraan singkat itu menguap seketika. Hawa membunuh yang luar biasa pekat dan panas mendadak mengepung seluruh pelataran batu tempat mereka berdiri.

​"BAJINGAN KECIL! KAU BERANI MEMBODOHIKU?!"

​Raungan Xiong Wei menggelegar bagaikan ledakan petir di siang bolong. Pria raksasa itu menyaksikan secara langsung bagaimana Han Xiu tewas mengenaskan dan token kedua jatuh ke tangan musuhnya. Ia baru menyadari sepenuhnya bahwa taktik menghina dan aksi melarikan diri Xuan Chen sejak tadi hanyalah jebakan busuk untuk mengulur waktu dan memancing perhatiannya!

​Otot-otot di sekujur tubuh Xiong Wei membesar hingga dua kali lipat, tato tengkorak di dadanya memerah membara akibat luapan amarah yang merusak akal sehatnya.

​Di sisi lain, Xuan Chen terduduk di atas tanah berbatu dengan satu lutut menopang tubuhnya. Tangan kanannya mencengkeram erat bagian pinggangnya yang terluka hebat akibat menahan serangan Xiong Wei di awal. Napasnya tersengal-sengal parah, dan dadanya naik turun dengan tidak teratur.

​Sensasi membakar dan nyeri luar biasa menghantam kepalanya secara masif. Mata kirinya terpejam rapat, tak sanggup lagi terbuka, sementara lelehan darah kental terus menetes dari sela-sela kelopak matanya, mengalir menelusuri pipinya yang pucat pasi. Penggunaan Mata Misterius di luar batas stamina fisik Lapisan Tiga telah menyedot habis seluruh pasokan tenaganya.

​Ia telah berada di titik nadir.

​Lu Feng melangkah mundur dua tapak, berdiri di depan tubuh Xuan Chen yang lemah. Wajah Lu Feng yang dipenuhi percikan darah tampak memucat saat menatap kondisi rekannya.

​"Kau terluka cukup parah, Junior Xuan..." ucap Lu Feng dengan suara terengah-engah, dadanya berombak menahan rasa lelah setelah menguras seluruh tenaga Lapisan Empat untuk mengeksekusi Han Xiu.

​Xuan Chen tidak sanggup menyahut dengan kata-kata. Ia hanya mampu mengangguk pelan dengan gigi terkatup rapat, menahan gelombang rasa lemas yang mengancam merenggut kesadarannya.

​Lu Feng memasang kembali posisi cakarnya yang gemetar, matanya terkunci rapat pada figur raksasa Xiong Wei yang sedang melangkah maju dengan pijakan yang menggetarkan tanah.

​(Sialan... Satu-satunya harapan kita adalah bel tanda penutupan ujian bergema detik ini juga! Jika pertarungan bertambah tiga tarikan napas lagi... kita berdua akan berubah menjadi adonan daging!) batin Lu Feng penuh kecemasan.

​Namun, dunia demonic tidak pernah memberikan keajaiban dengan mudah.

​"Mati kalian berdua!" raung Xiong Wei gila.

​BAM!

​Xiong Wei menghentakkan kedua kakinya ke lantai batu hingga menciptakan kawah kecil. Seluruh sisa daya fisik puncak Lapisan Lima dikerahkan ke dalam sepasang kepalan tangannya yang membengkak sebesar kepala manusia. Ia meluncur deras bagaikan batu meteor jatuh, mengincar kepala Xuan Chen dan Lu Feng secara bersamaan untuk meremukkan mereka menjadi debu!

​Pukulan berbobot ribuan kati itu meluncur membelah udara, menghadirkan tekanan angin raksasa yang mengunci seluruh rute melarikan diri mereka!

​Di bawah himpitan kematian yang hanya berjarak beberapa tapak dari wajah mereka—

​WUUUUSSSHHHHHHHHH!

​Aura kekuatan yang sangat dahsyat dan tekanan Qi yang luar biasa mendadak menyapu seluruh area Hutan Bayangan.

​Tekanan spiritual itu turun bagaikan gunung purba yang runtuh dari langit, menghantam tubuh Xiong Wei di tengah udara secara mutlak!

​Brak!

​Tubuh raksasa Xiong Wei dihantam paksa ke tanah hingga lantai batu retak berhamburan. Pukulan mautnya buyar seketika, terhentikan total hanya seujung jari sebelum menyentuh wajah Lu Feng dan Xuan Chen. Xiong Wei terengah-engah hebat di atas tanah, terkunci oleh domain kekuatan yang berada puluhan tingkat di atas ranah fisiknya.

​TENGGGG... TENGGGG... TENGGGG...

​Dentang genta perunggu berturut-turut menggema menggelegar membelah lautan awan Benua Merah, mematahkan seluruh pertarungan dan pertumpahan darah di setiap sudut Hutan Bayangan. Sinar matahari di ufuk barat telah hilang sepenuhnya, menyisakan batas akhir yang tegas.

​Dari atas langit yang diselimuti kabut hitam, pedang terbang raksasa meluncur turun dengan anggun. Di atas bilahnya, berdiri tegak sosok Utusan Sekte berzirah hitam, menatap kerumunan kandidat di bawah dengan pandangan yang mendominasi.

​"Matahari telah terbenam! Ujian Seleksi Token Darah resmi ditutup!"

​Suara Utusan Sekte bergema bagaikan guntur di telinga seluruh penyintas.

​"Siapa pun yang memegang Token Darah saat ini, melangkah maju dan serahkan kepada sekte. Dua puluh lima kuota perwakilan menuju Alam Rahasia... telah ditentukan!"

​Xuan Chen membuka mata kanannya secara perlahan. Di tengah rasa lemas dan lelehan darah yang membasahi wajahnya, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang dingin.

​Mereka telah berhasil bertahan hidup menembus neraka Hutan Bayangan.

​Meskipun aura tekanan spiritual Utusan Sekte berzirah hitam telah meretakkan tanah di sekelilingnya, Xiong Wei tidak sepenuhnya kehilangan kegilaannya. Rasa malu, amarah karena dibodohi oleh murid Lapisan Tiga, serta fakta bahwa Token Darah impiannya melayang tepat di depan mata merusak seluruh nalar sehatnya.

​BAM!

​Dengan raungan yang bagaikan binatang buas terluka, Xiong Wei menghantamkan kedua kepalan tangannya ke lantai batu, memaksakan tubuh raksasanya untuk bangkit kembali di bawah sisa-sisa tekanan Qi. Matanya yang memerah darah terkunci penuh pada Xuan Chen dan Lu Feng.

​"Aku akan membunuh kalian berdua!" raung Xiong Wei brutal, saliva bercampur darah menyembur dari mulutnya.

​Lu Feng yang menyampingkan tubuhnya di depan Xuan Chen melangkah maju setengah tapak. Meski lengannya gemetar hebat karena lelah, ia berteriak memperingatkan.

​"Xiong Wei! Ujian telah ditutup oleh Utusan Sekte! Kau tidak bisa membunuh kami sekarang di luar aturan!" teriak Lu Feng.

​"Aku tidak peduli aturan sekte!" balur Xiong Wei gila. "MATI kalian!"

​Brak!

​Dengan sisa pemicuan esensi darah fisiknya, Xiong Wei melepaskan diri dari sisa tekanan spiritual dan meluncur menyerang sekali lagi! Kepalan tangan berbobot ribuan kati meluncur lurus mengincar kepala Xuan Chen yang masih terduduk lemas di tanah.

​Jauh di atas lautan awan hitam, di balik pilar bayangan tersembunyi, Tetua Mo mengamati amukan gila Xiong Wei dengan dahi berkerut.

​"Perlukah kita memberi sedikit bantuan?" bisik Tetua Mo pelan pada sosok di sampingnya. "Bocah Xuan itu berada di titik nadir fisiknya. Dia tidak akan sanggup menahan hantaman Lapisan Lima Puncak dalam kondisi seperti itu."

​Siluet misterius di sebelahnya berbalik perlahan, jubah hitam berbayang esnya melambai pelan ditiup angin angkasa.

​"Tidak perlu," sahut suara berat yang bergema dari dalam siluet itu. "Murid-murid Aula Disiplin akan menghentikannya."

​Wuuush.

​Tanpa menunggu balasan lebih lanjut, wujud siluet misterius itu memudar dan menghilang sepenuhnya dari atas awan, menyatu kembali dengan kegelapan lautan purba Sekte Jurang Jiwa.

​Tetua Mo menghela napas pendek, lalu berbalik memandang kembali ke arah Lu Feng dan Xuan Chen di bawah sana. Sebuah senyum dingin dan tipis terukir di bibirnya sebelum tubuhnya sendiri mulai meledak menjadi gumpalan asap hitam.

​"Bocah... Kalau kau beruntung, murid Aula Disiplin akan datang tepat waktu," bisik Tetua Mo samar di tengah angin. "Atau... kau akan mati sebelum mereka sempat menginjakkan kaki di medan itu."

​Wuuush!

​Asap hitam Tetua Mo menghilang total dari langit, menyisakan Xiong Wei yang tinju mautnya tinggal berjarak beberapa jengkal dari wajah Xuan Chen!

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!