Zasha Ineza Polina adalah seorang mahasiswi cantik dan lembut, ia juga bekerja sebagai room attendant disalah satu hotel ternama yang ada dibenua Eropa.
Suatu hari karena jadwal kuliahnya yang sangat padat, ia memutuskan untuk mengambil kerja pada shift dimalam hari selama satu bulan.
Namun dishift malam terakhir yang ke-22 Inez bekerja, ia dijebak oleh seorang pria yang ternyata adalah anak buah dari dua pria yang telah merenggut kesuciannya dalam satu malam.
Kedua pria itu adalah Denis Mikhail Valerian dan Anton Gorya Nikolai, mereka adalah para pimpinan mafia terbesar yang ada dibenua Eropa.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya dengan mereka?
Simak ceritanya disini ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilliya sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 | Kejujuran Niko & Denis
Dimarkas king devil.
Karl mengurung Inez didalam sebuah kamar, ia sengaja membebaskan Inez disana meskipun Inez terus berusaha melakukan perlawanan terhadapnya.
hingga akhirnya Inez merasa lelah dan menjatuhkan dirinya diatas lantai yang dingin, barulah Karl menghampiri dan berbicara dengan Inez.
"Bila kau lelah, tidurlah diatas kasur itu Inez. jangan menyakiti dirimu sendiri, karena aku pun tak ingin menyakitimu." ucap Karl yang berjongkok didepannya.
"Tuan, siapa kau sebenarnya?? dan apa salahku hingga kau membawa diriku ke tempat ini??" ucap Inez dengan tenaga yang masih terisa. Karl tersenyum kecil mendengar pertanyaan Inez, kemudian Karl ikut mendudukkan dirinya dilantai. lalu Karl menjawab semua pertanyaan Inez dengan nada yang pelan, hingga Inez akhirnya tahu bahwa kedua ayah dari dua putranya itu adalah pimpinan para mafia.
"Kalau begitu, kau salah target tuan!" ucap Inez menatap tajam mata Karl.
"Hm! maksudmu??"
Seketika Inez diam, ia sangat bingung. jika ia mengatakan pernikahannya dan Denis hanya untuk status anak, maka Karl pasti akan mengincar kedua anak mereka. hal itu sangat tidak diinginkan oleh Inez, jadi Inez berusaha memutar otaknya untuk berbohong pada Karl.
"Semua yang kau ketahui dari orangmu itu adalah palsu tuan Karl. sebenarnya, aku hanya wanita penghibur yang bisa mereka ganti kapanpun tuan. jadi jika aku diculik ataupun mati ditanganmu, mereka tak akan pernah perduli." ucap Inez berbohong, demi menyelamatkan anak-anaknya.
"Hahaha! sungguh?? kau hanya wanita penghiburnya Denis dan Niko, Hmm??" Karl tersenyum lebar dan menatap Inez dengan mata yang teduh. tapi seketika Karl berubah bagaikan Iblis yang marah saat Inez menghindari dirinya, sewaktu Karl akan menyentuh tubuh Inez.
"Cih!! kenapa kau tak mau ku sentuh? bukankah tadi kau bilang dirimu wanita penghibur?!" desis Karl pada Inez.
"Benar tuan. tapi saat ini aku sedang datang bulan dan moodku tidak baik untuk saat ini, jadi aku tak ingin buat dirimu jadi kecewa nantinya." ucap Inez beralasan, agar Karl tidak curiga.
"Ah. kau benar juga, ok! kau istirahatlah dan Ingat! jangan macam-macam." tegas Karl lalu pergi meninggalkan Inez dikamar itu. dalam hati, Karl sungguh tidak percaya dengan pengakuan Inez. sebab Karl tahu, mana wanita baik-baik dan mana wanita yang tak baik.
***
Malam harinya, Denis dan Niko bersiap melakukan penyerangan kemarkas king devil dengan jumlah 40 orang pasukan.
sebenarnya Moonlight sendiri memiliki jumlah ratusan pasukan yang terlatih, namun Niko dan Denis lebih memilih mengandalkan dirinya sendiri untuk langsung menyerang markas king devil.
Dor
Dor
Dorr - Dorr - Dorr
Ya, suara tembakan milik Niko berhasil melumpuhkan 25 orang penjaga pintu gerbang markas king devil dalam waktu 25 detik. semua itu membuat pasukan king devil yang ada didalam jadi ricuh keluar, sebab Niko sengaja maju sendiri dengan cara bersembunyi dari musuh, untuk memancing pasukan king devil keluar dari markasnya.
Begitu pasukan king devil keluar. Denis, Steve dan Dave langsung mengambil posisinya masing-masing. sedangkan 40 pasukannya Moonlight masih Niko belum izinkan untuk keluar dari semak, hal itu dilakukan agar semua musuh bisa keluar menjauh dari markasnya, hingga Niko ataupun Denis bisa masuk kedalam untuk menyelamatkan Inez.
Dor - Dor - Dor
Dor - Dor - Dor
Dor - Dor - Dorr
Suara tembakan Niko lagi-lagi menghilangkan banyak nyawa musuh. saat posisi Niko sudah mulai terlihat, pasukan king devil mulai menyerang. dan saat itulah Denis, Steve dan Dave mulai beraksi untuk memancing musuh keluar lebih jauh dari markas.
Bugh - Bugh - Street
Bugh - Bugh
Bugh - Bugh - Street
Dorr
Niko kini sudah masuk kedalam markas king devil seorang diri. dengan gerakan tubuhnya yang cepat, mata yang teliti dan pendengarannya yang tajam. Niko akhirnya dapat menemukan ruangan dimana Inez berada, tidak ingin banyak membuang waktunya. Niko menembak handle pintu itu sampai terbuka, tetapi ia tidak melihat Inez disana. setelah ditelusuri, ternyata Inez berdiam diri didalam lemari karena Inez ketakutan.
Niko memeluk erat tubuhnya Inez, lalu mencium keningnya dengan singkat. ia kemudian melepas dan memasangkan rompi anti pelurunya pada Inez, namun Inez tak mau beranjak saat Niko akan mengajaknya pergi dari sana.
"Tuan lepaskan. biarkan aku disini tuan, aku sudah terlanjur bilang pada Karl. bahwa aku hanya wanita penghiburnya kalian, yang bisa diganti kapan saja." ucap Inez jujur sambil menundukkan kepalanya. Niko menatap tajam mata Inez, ia memeluk dan mendekatkan bibirnya ketelinga Inez sambil berbisik.
"Diam dan ikutlah denganku Inez, akan ku lampiaskan marahku padamu nanti." bisik Niko marah, lalu menarik paksa tangan Inez sambil menembakkan isi pistolnya.
Dor - Dor - Dorr
Dorrr
Pyarr
Niko memeluk Inez, untuk melindungi dari runtuhannya lampu gantung yang ditembak oleh Karl.
"Hei Niko! mau kau bawa kemana dia?? si calon wanita penghiburku." ejek Karl yang sengaja memancing Niko marah.
"Heh!! siapa yang kau maksud Karl??" tanya Niko yang pura-pura tidak tahu.
"Siapa lagi kalau bukan wanita yang kau peluk itu Niko. hahahaha." ucap Karl lalu mentertawakan Niko. namun saat Karl tertawa jari-jari Niko dengan cepat melemparkan jarum kearah Karl, rupanya jarum yang sudah Niko kasih racun sebelumnya itu mampu menusuk leher Karl. dan saat itulah, Niko memanfaatkan waktu untuk membawa Inez keluar dari markas king devil.
Melihat Niko dan Inez sudah keluar dari markas, Denis berlari dengan cepat mengambil mobilnya. lalu menghampiri Inez dengan mengemudikan mobilnya, dan membawa mereka pergi dari sana disusul oleh yang lainnya.
Semua pasukan Moonlight berhasil membawa pulang Inez dengan selamat. meskipun mereka terluka, tapi tak ada nyawa yang hilang malam ini dari kubu Moonlight. dan ini merupakan hal yang luar biasa, untuk yang pertama kalinya sejak Moonlight berdiri. hanya dengan 44 orang, Moonlight dapat membunuh ratusan nyawa orang-orang king devil.
***
Saat ini Denis, Niko dan Inez sudah ada dirumah bersama dengan yang lainnya. Inez memeluk Lucy dengan begitu erat, tubuhnya gemetar karena benar-benar bingung dan takut.
"Sssttt, Inez... lu udah aman disini Nez, jangan takut lagi ya... maaf kalau gue udah lalai jagain lu tadi." ucap Lucy sambil mengelus punggung Inez.
"Lucy... gue bingung harus gimana...? bawa gue pergi Luc dari sini, tolong bawa gue pergi..." lirih Inez memohon. mendengar itu, Lucy menjadi bingung.
Denis dan Niko mengisyaratkan Lucy dengan matanya, agar melepaskan Inez dari pelukannya. Lucy pun beranjak dari duduknya, setelah itu Denis memeluk dan mencium kepalanya Inez.
Inez melepaskan dirinya dari pelukan Denis, lalu Inez berdiri menatap mata Denis dan Niko secara bergantian.
"Tolong katakan padaku dengan jujur, siapa tuan-tuan yang sebenarnya??
apa benar tuan-tuan ini para mafia??" tanya Inez dengan tatapan intensnya.
Glek
Denis dan Niko menelan ludah dengan kasar, sepertinya hari ini mereka harus mengatakan semuanya dengan jujur.
"Baiklah, malam ini akan aku katakan yang sejujurnya padamu dan juga Lucy. yang kau bilang itu benar, kami adalah para mafia. tapi kami tidak merampas, kami hanya menjual persenjataan dan miras yang kami ciptakan sendiri lalu dijual dalam pasar gelap. dan kami tak pernah berani membunuh jika mereka tidak memulainya, semua yang kami lakukan hanya bentuk dari pertahanan diri kami Inez." Niko mengambil nafas.
"Dan satu hal lagi yang perlu kau tahu. bahkan jika bisa, aku ingin seluruh isi dunia ini tahu Inez. bahwa aku sungguh telah jatuh hati padamu, nyawamu itu jauh lebih berharga dari pada nyawaku sendiri. jadi, bisakah kau tidak pergi??" ucap Niko memohon dan menatap Inez dengan semua perasaan cintanya.
Inez terdiam. tidak bisa bilang apa-apa pada Niko, karena statusnya adalah istri Denis saat ini. yang bisa ia lakukan saat ini hanya menatap Niko, lalu Inez beralih menatap Denis.
"Sungguh, aku pun memiliki perasaan yang sama dengan Niko terhadapmu. jadi tolong, jangan pergi dari kami ya? kau adalah cahaya bagi kami, Inez." ucap Denis menimpali.
Mendengar kejujuran Niko dan Denis, membuat Inez jadi semakin bingung dengan langkah yang akan ia pilih.
langsung deh kesini
setidaknya TDK terlalu lama menunggu
mksh y KK...Jum'at berkah