Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.
Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.
Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 : Pemerasan Di Toko Bunga
Hallo teman-teman 🤗
Happy reading 🤗🤗
Di depan rumah sederhana milik Austin. Liona membuka sebuah toko bunga di rumahnya itu untuk mengisi kesehariannya.
Alexa bersama kedua pengawalnya dan beberapa pengawal lain yang berjejer di belakangnya. Alexa sangat kesal dan cemburu melihat kedekatan Austin dan Liona.
Alexa menatap Austin dari kejauhan. Simon yang berdiri di sampingnya pun geram.
"Berani khianati kak Alexa, kita hajar dia!" ucapnya dengan tatapan tajam.
Semua pengawal hendak maju, tapi tiba-tiba saja Alexa menghentikannya. Ia melihat Ada segerombolan preman yang masuk ke dalam toko bunga itu.
"Siapa itu?" tanya Alexa.
Dengan wajah sangar, Simon pun menjawab. "Dia adalah Bara Lim. Pamannya itu Wira Spider, ketua Serikat Spider Black." jelasnya sambil memperhatikan.
Dion menoleh ke arah Alexa. "Dia manfaatin statusnya untuk berbuat jahat." Dion mengernyitkan keningnya.
"Hahahaa! Berani khianati kak Alexa. Kena karma juga dia." Simon tertawa.
Alexa berdiri dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Tatapannya masih tertuju pada toko bunga itu. "Kita tunggu saja, baru masuk."
Segerombolan preman itu masuk begitu saja ke dalam toko bunga itu. Semua pengunjung pun menoleh ketakutan. Bara Lim melihat seluruh ruangan toko bunga itu. Pandangannya terhenti pada kedua pengunjung wanita yang berpakaian selutut. Bara Lim tersenyum genit kepada kedua wanita itu. Kedua wanita itu saling berpegangan dan ketakutan.
Teman dari Bara Lim pun berteriak. "Siapa Bosnya? Keluar temuin Bos kita!"
"Eh,, Aku bosnya." Austin berdiri dan tersenyum ramah seperti sedang melayani pengunjung pada umumnya.
Pengunjung wanita itu berbisik kepada temannya. "Bukannya dia dari Serikat Spider Black? Bara Lim. Kok bisa bikin ulah lagi disini?" jelasnya dengan wajah ketakutan.
"Kita nggak berani, ayo cabut!" ucap pengunjung wanita yang satunya lagi. Mereka berdua pun segera bergegas meninggalkan toko bunga itu.
Bara Lim berlagak dengan begitu sombong.
Dengan nada terbata-bata, Austin memutuskan untuk bertanya. "Kalian ada perlu apa, ya?"
Bara Lim menatap tajam kepada Austin. "Sudah bayar iuran, belum?" ketusnya.
"Iuran apa?" Tanya Austin dengan wajah bingung. Tiba-tiba saja ia di tanya soal iuran.
Teman Bara Lim langsung menyerahkan sekumpulan berkas kepada Bosnya itu dengan penuh hormat dan tersenyum.
Bara mengambil sekumpulan berkas itu dan membacakannya satu persatu di depan Austin. "Iuran pengelolaan, tagihan air dan listrik, iuran kebersihan, iuran damkar, biaya izin usaha, iuran internet. Ah, sama iuran sanitasi." jelasnya.
Austin segera mengambil bukti pembayaran di atas meja. "Semua iuran itu sudah ku bayar ke pemilik dan pihak terkait. Ini buktinya." Austin menunjukkan semua kwitansi pembayarannya.
"Dia ya dia, aku ya aku!" teriak Bara Lim.
"Tapi aku sudah bayar." Austin kembali menunjukkan kwitansi yang ada di tangannya.
"Anak muda, kalau mau bisnis di sini, kamu wajib bayar ke Serikat Spider Black. Kalau nggak, akan ku bikin toko mu tutup malam ini juga. Nggak bakalan tahan sampai besok!" jelas Bara Lim. Suaranya naik satu oktaf.
Austin terdiam dan memikirkan sesuatu. "Aku dan Adik, masih mau tinggal disini. Anggap saja bayar demi cari aman." batin Austin.
"Oke, aku bayar iurannya." ia mengangkat pandangannya dan menyetujui untuk membayar iuran kepada Serikat Spider Black.
Austin mengambil uang dari saku celananya. Beberapa lembar uang merah ia berikan kepada Bara Lim.
Bara Lim mengambil uang itu. Ia menghitung lembaran demi lembaran. Ia kembali menatap Austin dengan tajam. "Kurang nih." ucapnya sambil melempar uang itu di depan wajah Austin.
Austin terlihat menahan amarah. Ia menatap tajam kepada pria di depannya itu. "Ini semua uang hasil bulan ini. Beneran habis." jelasnya dengan suara tinggi.
Bara Lim mendekatkan wajahnya kearah Austin. "Oh, masah sih? Bukannya kamu masih punya adik cewek?" Bara Lim melirik Liona yang berdiri ketakutan di samping Austin.
Agustin yang mendengar itu langsung berdiri di depan Liona. Ia tidak ingin adiknya terlibat. "Nggak, nggak ada!" ucapnya dengan wajah khawatir.
Kedua teman Bara Lim langsung memegangi Liona dengan paksa.
"Minggir lu," ucap kedua pria itu kepada Austin.
Liona sudah berada di tangan anak buah Bara Lim. Bara Lim mendekat. Ia menatap Liona dengan tatapan genit. Liona terlihat sangat ketakutan. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Tangannya gemetar. Wajahnya pucat.
Bara Lim mendekatkan wajahnya kepada Liona. ”Bocah, gue udah lama ngawasin Luh." Bara Lim menoleh ke arah Austin. "Gue tahu banyak soal toko ini." jelasnya.
Austin semakin geram. Ia masih menahan emosinya. "Berapa pun bakal aku bayar. Lepasin adikku. Jangan sentuh dia!" ucapnya dengan wajah cemas.
Bara kembali menatap Liona dan tersenyum kepada gadis itu. "Adikmu ini rupanya cantik juga." Bara Lim memegang dagu Liona. Liona begitu sangat ketakutan, air matanya keluar.
"Jujur saja, Gue suka sama adik luh. Gimana kalau buat bayar utang saja?" Bara Lim tertawa.
Alexa bersama kedua pengawalnya yang sedang memperhatikan dari luar, mendengar semua ucapan orang yang berada di dalam toko itu.
Alexa mengerutkan keningnya. "Dia bilang apa? Cewek itu adiknya?" tanya Alexa kepada Dion dan Simon.
Dion menoleh kepada Bosnya itu. "Eh, iya kak Alexa. Austin Lukas memang teriak. Lepasin adik gue." jelasnya.
Alexa kembali menatap ke arah Toko Bunga itu. Wajahnya menunjukkan amarah. Tatapannya tajam seperti ingin segera menerkam orang. "Bocah ini mau cari mati. Berani sentuh cowok gue." geram Alexa.
"Jalan!" perintahnya kepada semua anak buahnya.
"Baik!" ucap Simon dan Dion.
Semua pengawal yang dibawa Alexa tadi pun masuk ke dalam toko bunga itu.
"BERHENTI!" Dua anak buah Bara Lim yang berjaga di luar pintu Toko Bunga menghadang Alexa dan semua pengawalnya.
*PLAK*.
dengan satu tamparan dan tendangan dari Alexa, berhasil membuat Anak buah dari Bara Lim langsung tidak berdaya. Alexa dan semua pengawalnya menerobos masuk ke dalam toko itu.
Bara Lim memegang pipih Liona. Ia menggoda gadis itu. Liona berusaha melawan dengan sekuat tenaga. Austin sudah tidak tahan melihat adiknya diperlakukan seperti itu.
"Lepasin adikku! Ku hajar kau!" terima Austin.
*BRUUKK*.
Austin melayangkan pukulan ke wajah Bara Lim yang membuat pria itu langsung jatuh tersungkur. Austin menghajar pria itu dengan wajah penuh amarah.
Dari belakang, kedua teman Bara Lim langsung menarik tubuh Austin. Austin terus melawan, ia menendang Bara Lim.
Bara Lim berdiri. sudut bibirnya berdarah. Wajahnya penuh amarah. "Minggir kalian! kamu berani-beraninya memukulku!" Gertak Bara Lim kepada Austin.
"Tahan dia! Gue akan habisin dia sekarang juga." Perintah Bara Lim kepada kedua anak buahnya itu.
Kedua tangan Austin di pegang oleh anak buah Bara Lim. Austin menoleh kepada Adiknya.
"Liona, lari! Tinggalin aku." teriak Austin.
Liona berdiri dengan wajah ketakutan dan kebingungan. Ia tidak tegah meninggalkan kakaknya dan membiarkan kakaknya di hajar oleh preman itu.
Bara Lim menatap tajam kepada Austin dan Liona. "Hari ini, kalian nggak bisa kabur. Asal Luh tahu, gue habisin Luh duluan baru gue tidurin adik luh." jelasnya dan tersenyum licik.
Bara Lim hendak melayangkan pukulan kepada Austin. Namun, tiba-tiba saja ada yang menahan pukulannya itu.
\*\*\*
*Terima kasih teman-teman sudah setia dengan ceritaku🤗🤗*
*Jangan pernah bosan ya🥰🥰*
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...