Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Genta, pemuda udik dari gunung dengan kemampuan medis legendaris, turun ke kota metropolitan untuk menikahi Kiara Prameswari, CEO cantik dan dingin dari keluarga konglomerat, sesuai wasiat gurunya. Alih-alih sambutan hangat, Genta justru dihina dan dianggap benalu oleh Kiara dan keluarganya yang tidak tahu bahwa di balik penampilannya yang lusuh, Genta didampingi oleh "Sistem Pewaris Tabib Sakti" yang memungkinkannya menyembuhkan penyakit mustahil. Terjebak dalam pernikahan politik yang dingin, Genta harus menggunakan ilmu medis magis dan bantuan sistemnya untuk menampar balik semua orang yang meremehkannya, menyelamatkan nyawa, dan membangun kekuasaannya sendiri di rimba kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Jepret! Jepret! Jepret!

Kilatan cahaya dari puluhan kamera wartawan terus menyambar tanpa henti, menerangi lobi gedung Asosiasi Medis Kota yang baru saja diperbaiki.

Dokter Wijaya berdiri di mimbar konferensi pers dengan wajah yang masih sedikit pucat namun dipaksakan untuk terlihat berwibawa.

Di belakangnya, duduk tiga orang wanita dengan wajah tertutup perban tebal yang terus menangis tersedu-sedu di depan kamera.

"Rekan-rekan media sekalian, saya mengadakan konferensi pers darurat ini untuk menyelamatkan warga kota dari penipuan medis terbesar abad ini!" seru Dokter Wijaya dengan suara lantang ke arah mikrofon.

"Pemuda bernama Genta yang membuka klinik di seberang gedung ini sama sekali bukan seorang tabib!"

Dokter Wijaya menunjuk ke arah tiga wanita menangis di belakangnya dengan raut wajah sok sedih.

"Lihatlah ketiga pasien malang ini, mereka adalah korban dari pasta hijau beracun yang dijual mahal oleh pemuda penipu itu."

"Pasta itu mengandung merkuri tingkat tinggi yang memberikan efek mulus sementara, namun akan membuat kulit membusuk ke tulang dalam waktu dua puluh empat jam!"

Suasana konferensi pers langsung heboh bergemuruh, para wartawan mulai mencatat dengan panik klaim mengerikan dari sang ketua asosiasi.

Mereka sama sekali tidak tahu bahwa ketiga wanita itu hanyalah aktris figuran yang dibayar mahal oleh Dokter Wijaya untuk bersandiwara.

"Asosiasi Medis Kota tidak akan tinggal diam melihat warga diracuni, kami sudah melaporkan klinik ilegal itu untuk segera ditutup hari ini juga!" tambah Dokter Wijaya penuh semangat.

Namun, senyum kemenangan di wajah dokter tua itu mendadak luntur saat mendengar suara tepuk tangan pelan dari arah pintu masuk.

Prok! Prok! Prok!

Genta melangkah masuk membelah kerumunan wartawan dengan sangat santai, mengenakan setelan jas abu-abu yang pas di tubuhnya.

Di sampingnya, Kiara Prameswari berjalan mendampingi dengan raut wajah dingin dan memancarkan aura dominasi seorang ratu bisnis.

"Skenario karanganmu cukup bagus Dokter Wijaya, kau seharusnya berhenti menjadi dokter dan beralih profesi menjadi sutradara sinetron murahan," cibir Genta sambil terus melangkah maju.

Puluhan kamera wartawan langsung berputar arah, menyorot tajam ke arah Genta dan CEO cantik dari Prameswari Group tersebut.

Dokter Wijaya menelan ludah, keringat dingin mulai menetes dari pelipisnya melihat Genta berani datang langsung ke kandangnya.

"Penipu! Berani-beraninya kau menginjakkan kaki di tempat suci medis ini setelah meracuni pasien-pasien itu!" bentak Dokter Wijaya menutupi kepanikannya.

"Keamanan! Seret pemuda ini keluar dan serahkan dia ke polisi!"

Empat orang satpam bertubuh kekar segera maju untuk menangkap Genta.

Namun Kiara langsung melangkah maju, menghalangi mereka dengan tatapan mata yang luar biasa tajam.

"Siapapun yang berani menyentuh suamiku, aku pastikan Prameswari Group akan menghancurkan hidup kalian dan keluarga kalian sampai ke akar-akarnya," ancam Kiara dengan suara pelan yang sangat mematikan.

Keempat satpam itu langsung mundur teratur, mereka lebih baik dipecat daripada harus berurusan dengan keluarga konglomerat nomor satu di kota ini.

Genta tersenyum tipis melihat perlindungan garang dari istrinya, lalu dia kembali menatap Dokter Wijaya yang kini mulai gemetar.

"Kau bilang pasta racikanku membuat kulit membusuk dalam dua puluh empat jam?" tanya Genta dengan nada mengejek.

Genta menjentikkan jarinya, dan pintu lobi kembali terbuka menampilkan sosok aktris papan atas, Bella.

Bella melangkah masuk dengan gaun merah elegan, tidak memakai riasan wajah sama sekali, namun kulitnya terlihat sangat bersinar dan putih tanpa cacat.

"Sudah hampir dua puluh empat jam sejak aku memakai obat Tabib Genta, dan kulitku justru terasa jauh lebih sehat dari saat aku masih remaja," ucap Bella langsung di depan seluruh kamera.

Kesaksian langsung dari korban pertama itu menampar telak klaim palsu Dokter Wijaya.

Para wartawan mulai saling berbisik, memandang Dokter Wijaya dengan tatapan penuh kecurigaan.

"I-itu pasti karena daya tahan tubuh Nona Bella lebih kuat! Tapi tiga pasien di belakangku ini buktinya!" bantah Dokter Wijaya masih berusaha mengelak.

Genta mendengus bosan, dia tidak punya waktu untuk meladeni permainan anak-anak seperti ini lebih lama lagi.

"Cukup drama murahannya Dokter Wijaya, aku datang ke sini bukan untuk berdebat soal medis dengan otak dangkalmu."

"Aku datang ke sini untuk membongkar bahwa kaulah dalang asli di balik penyebaran kosmetik beracun yang membuat warga kota menderita!"

Tuduhan frontal itu meluncur bagaikan bom atom, membuat seluruh lobi gedung seketika hening mencekam.

Wajah Dokter Wijaya berubah sepucat mayat, jantungnya seakan berhenti berdetak mendengar rahasia terbesarnya dibongkar di depan publik.

"F-fitnah! Kau memfitnahku karena kau takut kalah bersaing dengan Asosiasi Medis!" teriak Dokter Wijaya dengan suara melengking panik.

"Di mana buktinya?! Kau tidak punya bukti apa-apa dasar gembel gunung!"

Tepat saat Dokter Wijaya berteriak menantang, suara sirene polisi yang sangat nyaring terdengar mendekat dari jalan raya.

Ngiung! Ngiung! Ngiung!

Tiga mobil patroli dan satu van taktis kepolisian berhenti mendadak tepat di halaman depan gedung Asosiasi Medis Kota.

Brak!

Pintu van terbuka kasar, Inspektur Larasati melangkah turun memimpin selusin anggota polisi bersenjata lengkap masuk ke dalam lobi.

Laras mengenakan seragam dinas resminya, rambutnya diikat rapi, wajahnya memancarkan ketegasan yang luar biasa.

Namun saat matanya bertemu dengan pandangan Genta, wajah keras Laras langsung bersemu merah tipis, meski dia segera menutupinya dengan berdeham pelan.

"Kami dari Kepolisian Kota Metropolitan, tidak ada seorang pun yang boleh meninggalkan gedung ini!" teriak Laras lantang.

Dokter Wijaya yang merasa diselamatkan langsung menunjuk Genta dengan semangat.

"Bagus sekali Inspektur! Cepat tangkap penipu ini, dia menyebarkan berita bohong dan mencemarkan nama baikku!" adu Dokter Wijaya kegirangan.

Laras tidak mempedulikan ocehan dokter tua itu, dia justru melangkah mendekati Genta dan mengangguk pelan penuh rasa hormat.

Laras kemudian mengeluarkan sebuah alat perekam suara digital dan menempelkannya ke mikrofon podium.

"Kami telah menggerebek Gudang 44 di pelabuhan utara semalam dan menangkap tersangka bernama Kobra dari Sekte Ular Hitam," ucap Laras tegas.

"Ini adalah rekaman pengakuan resminya sebelum dia kami jebloskan ke sel isolasi."

Klik.

Suara serak dan menyedihkan dari Kobra langsung menggema ke seluruh penjuru lobi melalui pengeras suara.

"Ampun! Aku akan bicara! Seseorang bernama Dokter Wijaya dari Asosiasi Medis Kota yang membayar sekte kami satu miliar untuk membuat wabah kosmetik ini!"

Rekaman suara yang sangat jelas itu menjadi paku terakhir yang menutup peti mati karier Dokter Wijaya selamanya.

Semua wartawan langsung menekan tombol rekam dan menjepret wajah pucat Dokter Wijaya tanpa henti.

"T-tidak... itu rekayasa! Kalian semua bersekongkol menjebakku!" jerit Dokter Wijaya mundur menabrak dinding dengan kaki gemetar.

Laras melangkah maju tanpa ampun, mengeluarkan borgol besi dari pinggangnya.

Borgol itu dipasang paksa ke kedua pergelangan tangan Dokter Wijaya dengan suara klik yang sangat nyaring.

"Dokter Wijaya, Anda ditangkap atas tuduhan bioterorisme terencana, penipuan publik, dan konspirasi pembunuhan," vonis Laras tanpa belas kasihan.

"Bawa bajingan tua ini ke mobil tahanan sekarang juga!" perintah Laras pada anak buahnya.

Dua orang polisi bertubuh besar langsung menyeret tubuh Dokter Wijaya yang sudah lemas tak bertulang keluar dari lobi.

Para asisten dokter dan anggota asosiasi lainnya hanya bisa menunduk ketakutan, tidak berani membela mantan ketua mereka sedikitpun.

Suasana kembali heboh saat seorang pria paruh baya dengan setelan jas rapi dan dikawal ketat melangkah masuk ke dalam lobi.

Pria itu adalah Bapak Walikota Metropolitan, orang nomor satu dalam pemerintahan kota ini.

"Selamat siang semuanya, maaf saya sedikit terlambat datang ke tempat ini," sapa Walikota dengan suara berwibawa.

Beliau langsung berjalan melewati para wartawan dan berdiri tepat di hadapan Genta.

Tanpa diduga oleh siapapun, pria paling berkuasa di kota itu tiba-tiba membungkukkan badannya sembilan puluh derajat kepada Genta.

"Tabib Genta, atas nama pemerintah kota dan keluarga pribadi saya, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya."

"Pasta ajaib Anda telah menyembuhkan wajah istri saya semalam tanpa meninggalkan bekas sedikitpun."

Seluruh lobi kembali terhenyak melihat Walikota memberikan penghormatan setinggi itu kepada pemuda yang dulunya hanya dianggap tukang pel.

Genta tersenyum santai, dia tidak terlihat canggung sedikitpun menerima penghormatan dari seorang penguasa kota.

"Itu sudah menjadi tugasku Pak Walikota, selama pasien mampu membayar harganya, aku akan menyembuhkan penyakit separah apapun."

Walikota tertawa pelan dan menepuk bahu Genta dengan penuh rasa kagum.

"Dengan ditangkapnya pengkhianat kotor seperti Wijaya, kota ini kehilangan sosok pemimpin medis yang bisa diandalkan."

Walikota kemudian berbalik menghadap kamera wartawan, mengeluarkan selembar surat keputusan berstempel emas.

"Oleh karena itu, mulai detik ini juga, pemerintah kota secara resmi mengangkat Tabib Genta sebagai Penasihat Medis Tertinggi Kota Metropolitan!"

"Seluruh rumah sakit dan klinik di kota ini harus tunduk pada evaluasi dan standar yang ditetapkan oleh Klinik Tabib Genta!"

Deklarasi mutlak itu disambut dengan tepuk tangan bergemuruh dari seluruh orang yang hadir di sana.

Tidak ada lagi yang berani meragukan kemampuan pemuda dari gunung Rinjani ini.

Dalam waktu kurang dari dua minggu, dia berhasil meruntuhkan keluarga konglomerat, menghancurkan asosiasi medis korup, dan kini duduk di takhta tertinggi dunia medis.

Kiara menatap wajah suaminya dari samping, matanya memancarkan rasa cinta dan kebanggaan yang luar biasa tulus.

"Kau benar-benar tidak bisa berhenti membuat kejutan ya, Genta," bisik Kiara memeluk lengan suaminya dengan manja.

Di sisi lain, Laras yang berdiri tidak jauh dari mereka merasakan sedikit rasa cemburu melihat kemesraan sepasang suami istri itu.

"Cih, dasar pria sombong yang beruntung," gumam Laras memalingkan wajahnya yang memerah, meski hatinya terus berdebar kencang.

Di dalam kepala Genta, layar biru transparan menyala dengan sangat terang, membanjirinya dengan notifikasi kemenangan mutlak.

[Ding!]

[Misi menghancurkan kebusukan Asosiasi Medis Kota berhasil dengan hasil sempurna.]

[Master mendapatkan pengakuan resmi dari otoritas tertinggi kota.]

[Poin Reputasi Master bertambah 15000 Poin!]

[Total Poin Reputasi saat ini: 41500 Poin. Syarat untuk membuka Gudang Obat Legendaris telah terpenuhi.]

Genta menyeringai penuh kepuasan, tangannya membelai lembut punggung tangan Kiara yang melingkar di lengannya.

"Ini baru permulaan Kiara," batin Genta menatap jauh ke luar pintu kaca lobi.

Dia tahu, kekalahan Sekte Ular Hitam semalam pasti akan mengundang monster-monster yang jauh lebih mengerikan turun dari gunung untuk memburunya.

Namun Genta sama sekali tidak takut, dia justru tidak sabar menunggu mainan baru datang untuk diinjaknya.

1
yani
💕💞💕
pricilia
🥰🥰
Anton barly
🥰🥰🥳🥳
fitri
/Gift//Gift//Gift//Gift//Gift/
Antoni gergio
💞💞💞💞💞
Angel
🌹🌹🌹🥰🥰🥰
Shinta geol
❤❤❤❤
clara
andai di dunia nyata ada🥹
Jamrud Khatulistiwa
sistem sangat pelit, setiap misi tdk sda hadiah
Jamrud Khatulistiwa
sistim tdk pernah memberi tahu hadiah yg diberikan
Jamrud Khatulistiwa
murid orang sakti mendapat sistem
Gege
katanya diawal sudah belajar banyak di gunung Rinjani.. nyatanya masih bergantung sama sistem...tapi gpp biar lebih op laah MC nyaaaah .pesen 10 hareem yaa Thor...jangan lembek..🤭
Cherlly: iya kaka,judul nya aja sistem kaka,next crita ya kaka saya lagi mikir lgi biar menarik 😊😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!