Indonesia
NovelToon NovelToon
Melarikan Diri Dari Raja

Melarikan Diri Dari Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Time Travel
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Saasaa

Esmera, gadis yatim piatu yang dibesarkan oleh pelayan istana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah Raja Edris Ruan memilihnya.

Mereka menikah, namun pernikahan itu serasa neraka bagi Esmera. Dan puncaknya, muncul seorang gadis bernama Lyra Arabella, dia mengaku sebagai adik kandung Esmera. Dan akan menggantikan posisi kakaknya sebagai Ratu.

Saat itulah Esmera mengetahui kebenaran yang mengerikan. Pernikahannya dengan Edris bukan sekadar kisah cinta. Dia telah dipersiapkan sejak bayi untuk menjadi pengantin keturunan raja pengkhianat, demi mematahkan kutukan keluarga Raja Edris.

Esmera dibunuh oleh Lyra, adiknya sendiri. Karena Lyra berpikir, jika kakaknya masih hidup, dia akan selalu menjadi yang kedua.

Namun keajaiban itu datang. Esme kembali ke masa lalu, disaat dia belum menjadi Ratu.

Kali ini Esmera tahu apa yang akan terjadi.

Sebelum Raja Edris menemukannya, Esmera akan melarikan diri dan mengubah takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saasaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka Di Masa Depan

“Seharusnya aku tidak dilahirkan.” Suara Esmera terdengar lirih di antara isak tangisnya. Bahunya masih naik turun, sisa tangisan yang sejak tadi berusaha ia tahan akhirnya tumpah juga. Ia menundukkan wajah, membiarkan air mata jatuh begitu saja ke pangkuannya.

“Mereka sangat cocok untuk jadi orang tua Lyra. Sama-sama kejam,” lanjutnya dengan suara serak.

Edris yang duduk di hadapannya hanya tersenyum kecil. Bukan karena menganggap ucapan Esmera lucu, melainkan karena sejak tadi ia memilih diam dan membiarkan gadis itu mengeluarkan seluruh isi hatinya.

Untuk pertama kalinya, Esmera tidak sedang menatapnya dengan kebencian. Dia sedang terluka.

“Yang ada di pikiran mereka hanya harta saja,” ucap Esmera lagi."Mereka tidak peduli pada nasib anaknya sendiri yang menderita.”

Tangannya mengepal di atas gaun yang dikenakannya.“Dijadikan boneka hidup, ditekan oleh keluarga kerajaan, setiap hari dipaksa meminum berbagai macam ramuan hanya untuk bisa hamil...” Napasnya kembali bergetar.“Ditinggalkan sendirian, memeluk luka sendirian. Tidak ada dukungan dari siapapun, tidak memiliki sandaran.”

Esmera mengusap air matanya dengan kasar.“Kalau aku tidak mati, mungkin aku akan menjadi wanita gila.”

Kening Edris langsung berkerut.“Mati?” Satu kata itu keluar begitu saja dari bibirnya.

Esmera membeku.

Kedua matanya langsung melebar. Baru saat itulah ia menyadari kesalahannya. Ia terlalu larut dalam kesedihan hingga lupa dengan kehadiran Edris yang saat ini duduk di hadapannya.

“M-maksudku...” Esmera tergagap, buru-buru mengalihkan pandangan.“Aku hampir mati karena terus meminum ramuan itu di masa depan.”

Edris tidak langsung menjawab. Tatapannya berubah serius.

Sejak pertama kali bertemu dengan Esmera, gadis itu memang selalu mengatakan hal yang sama. Kehidupannya di istana pada masa depan begitu buruk hingga membuatnya rela melakukan apa saja untuk menghindari pernikahan.

Awalnya Edris menganggap semua itu sebagai alasan. Mungkin Esmera hanya membencinya. Mungkin dia sengaja mengarang cerita tentang masa depan untuk membuatnya membatalkan pernikahan.

Namun semakin banyak yang ia dengar, semakin sulit baginya untuk menganggap semua ucapan itu sebagai kebohongan.“Apa aku yang memaksamu meminumnya?”

Pertanyaan Edris terdengar tenang, tetapi tatapannya tajam.

Esmera perlahan menggeleng.“Bukan.”

“Jika bukan aku, siapa?” Nada suara Edris berubah menjadi lebih penasaran.

Ia menyandarkan punggungnya pada kursi kereta, tetapi matanya tidak pernah lepas dari wajah Esmera.“Siapa yang memiliki wewenang untuk memaksamu melakukan hal semacam itu?”

Esmera terdiam.

Edris mengernyit, kemudian mulai memikirkan siapa saja yang memiliki pengaruh cukup besar di istana.

Para pelayan?

Tidak mungkin.

Para tabib istana?

Mereka tidak mungkin berani mengambil keputusan sebesar itu tanpa perintah seseorang yang memiliki kedudukan tinggi. Hanya ada beberapa orang yang mungkin melakukannya.

Dan satu nama langsung terlintas di pikirannya.“Apa Bibi Daisy?”

Pertanyaan itu membuat Esmera kembali menatapnya. Tidak ada bantahan. Gadis itu hanya diam beberapa detik sebelum akhirnya mengangguk pelan.

“Dia sangat jahat padaku.”

Edris membeku.

“Setiap hari aku terus ditekan. Diremehkan. Diatur agar menjadi ratu yang sesuai dengan keinginannya.” Suara Esmera kembali bergetar.“Itulah yang aku lihat di masa depan.”

Kereta kuda terus bergerak, roda-roda besarnya berderak melewati jalan yang tidak rata. Namun di dalam kereta, suasananya mendadak begitu sunyi. Dua manusia itu kembali saling menatap.

Edris tidak lagi tersenyum.

Ia menatap Esmera cukup lama, seakan sedang menyusun kembali semua kepingan yang selama ini ia dengar dari gadis itu.

Selama ini ia hanya tahu bahwa Esmera membenci pernikahan. Dia tahu gadis itu takut menjadi ratu. Dia juga tahu Esmera selalu berusaha melarikan diri dari takdirnya.

Tetapi sekarang, untuk pertama kalinya, Edris mulai memahami alasannya. Bukan karena Esmera membenci kerajaan. Bukan semata-mata karena dia membencinya.

Melainkan karena dalam ingatannya, pernikahan adalah awal dari penderitaan.

Pernikahan berarti istana.

Istana berarti tekanan.

Dan tekanan itu pada akhirnya membuatnya hampir kehilangan hidupnya.

Edris mengembuskan napas pelan.

Jadi karena itu dia membenci kata pernikahan.

Tatapan Edris kembali tertuju pada Esmera yang kini menundukkan kepala. Gadis itu masih mengusap sisa air mata di pipinya, berusaha mengembalikan ketenangan yang sejak tadi hilang.

Untuk sesaat Edris tidak tahu harus mengatakan apa.

Sebab semakin banyak Esmera bercerita tentang masa depan, semakin ia menyadari satu hal yang tidak ingin ia akui. Mungkin selama ini Esmera memang tidak sedang berusaha melawannya. Dia hanya sedang berusaha menyelamatkan dirinya sendiri.

1
Yuliana Hakim
jangan lama2 up'nya thor..
Saasaa: siap, aku usahain ya...
total 1 replies
Natasya
👌
cleona
lanjut
cleona
lanjut please..
Saasaa: Sudah di up ya, makasih udah baca
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!