Indonesia
NovelToon NovelToon
Leoran

Leoran

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Misteri
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Little Dream

Semua orang menganggap Agastya adalah pelindung dunia.

Namun, ketika perang, wabah, dan pembantaian mulai terjadi di seluruh benua, seorang anak berusia tiga tahun justru menjadi orang pertama yang menyadari bahwa organisasi suci itu menyimpan rahasia mengerikan.

Leoran Giovanni bukan anak biasa.

Ia mampu melihat jiwa, memerintah para hantu, dan membawa kenangan dari kehidupan yang bahkan dunia telah lupakan.

Saat usahanya menghentikan kehancuran gagal, sebuah Array Waktu menyeretnya ke masa lalu—ke dalam tubuh Kapten JianLi, salah satu prajurit Agastya.

Demi mengubah masa depan, Aran harus menyusup ke organisasi yang kelak menghancurkan dunia.

Namun semakin dalam ia mencari kebenaran, semakin ia menyadari...
Musuh terbesar bukanlah monster.

Melainkan manusia yang percaya bahwa mereka sedang menyelamatkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20 (Bayi Kecil Willy : Ibu Ayah)

Tempat dimana Aran tinggal sekarang adalah rumah tingkat satu yang cukup luas, catnya berwarna hijau denim. Baik barang barang atau pun dekorasi rumah itu penuh nilai seni.

Tak sebesar mansion tapi cukup mewah untuk manusia pada umumnya.

Seorang perempuan muda cantik dan sederhana sedang duduk di ruang makan bersama laki laki yang memakai jas dan jam tanga mahal. Laki laki itu tampak tinggi dan gagah.

Perempuan itu bernama Sandra dan laki laki yang gagah itu adalah suaminya bernama Chandra Bramasta. Mereka adalah orang tua Aran sekarang.

"Ibuku akan datang besok." ucap Chandra. Sandra yang mendengarnya tanpa sadar mencengkram sendoknya erat erat.

"Bagaimana pun dia tetap ibuku. Abaikan saja ucapannya okay?" pinta Chandra dengan suara yang lembut sangat berbanding terbalik dengan wajahnya yang tampak tegas dan galak.

Chandra tahu, Istri dan ibunya itu tak pernah akur. Ibunya tak suka pilihannya ini, di mata ibunya, Sandra hanyalah gadis miskin yang menikah dengannya demi harta. Tapi Chandra lebih tahu seperti apa Sandra. Dia memang bukan dari kalangan elit tapi justru karena latar belakangnya ini yang membentuk kepribadian Sandra yang sangat dicintai Chandra.

Sandra itu wanita yang kuat, dia dewasa dan penuh perhatian. Setiap kali melihat istrinya Chandra merasa lebih kuat. Chandra merasa yakin jika dia bersama Sandra ia akan mampu berjalan di atas pedang dan api.

Namun bahkan setelah 6 tahun lamanya ibunya masih tak juga mau menerima. Apalagi saat mereka menikah dan selama dua tahun Sandra tak juga hamil membuat ibunya gencar lagi menyuruhnya menikahi Serly mantan tunangannya dulu.

Dan sekarang... setelah di karuniai anak tapi keadaannya... Ibunya makin makin. Ia jadi sering datang ke rumah untuk membujuknya meninggalkan Sandra. Dia sangat tertekan di satu sisi adalah ibunya dan di sisi lain adalah istrinya.

"Seandainya aku batu aku tidak akan menganggapnya ada." ucap Sandra membuat Chandra diam

Dengan keras Sandra menusuk daging di piring. Dia sangat tertekan, dia khawatir setiap malam bahkan tak bisa tidur.

Ini sudah tiga tahun namun putranya belum ada perubahan.

Sandra pergi setiap hari ke kuil mana saja dan berdoa, dia menjual seluruh emasnya dan membagikannya ke orang yang lebih membutuhkan agar mereka mendoakan putranya. Merasa itu belum cukup ia selalu berdoa sepanjang malam pada Tuhan agar berbelas kasih padanya. Kasihani dia.

"Aku bermimpi semalam." Ucap Sandra.

"Hum?"

"Aku bermimpi Willy berjalan ke arahku dan memanggil ibu. Suaranya sangat lucu, sangat lembut."

Sandra pun menghela nafas panjang. Dia yakin Willy akan pulih. Tak perduli apakah itu sepuluh atau dua puluh tahun lagi dia akan tetap menunggunya bangun. Bahkan meski suaminya tak menginginkan dia dan putranya lagi dia akan membawa putranya kemana pun ia pergi.

Chandra pun meletakan peralatan makannya dan berdiri dari kursi. Dia berjalan ke arah istrinya dan memeluknya erat. Dia tahu istrinya mulai berpikir macam macam lagi.

"Sayang, maafkan aku." ucap Chandra sembari mencium kening istrinya. Dengan lembut dia menghapus air mata Sandra.

"Jangan menangis." ucapnya membujuk.

"Willy akan sembuh aku juga yakin sekali. Aku akan di sampingmu apapun yang terjadi. Jangan dengarkan ibuku sungguh. Aku akan menemanimu. Willy juga putraku, dia anak kita, aku juga sayang padanya."

"Aku sebal sekali setiap ibumu bicara, aku kesal saat mantan tunanganmu berani datang kemari. Chandra aku tertekan sekali. Aku khawatir setiap hari. Aku merasa hampir putus asa tapi aku tahu aku tak bisa menyerah. Aku harus kuat demi Willy. Aku harus kuat."

Sandra menarik nafas dalam dalam berusaha menenangkan dirinya. Sekuat tenaga dia mengumpulkan segenap keyakinan dan semangat juangnya lagi.

"Jika kamu berani macam macam aku akan pergi membawa Willy dan aku bersumpah kamu tak akan melihat kami lagi!!"

Chandra sudah mendengarnya ribuan kali. Dia pun memegang dagu istrinya dan mencium bibirnya yang merah delima.

"Jangan bicara seperti itu. Tolong... apa aku orang seperti itu di mata mu? aku memang sayang ibuku tapi aku tahu mana yang benar dan salah. Saat meminangmu dulu aku sudah bertekad melawan ibuku. Tapi bukan berarti aku harus memutuskan hubungan dan meninggalkannya. Kamu tahu ibuku hanya memiliki aku sebagai putranya. Sandra... Apa kamu menyesal bersamaku?"

Sandra pun menatap wajah suaminya. Dia melihat wajah suaminya yang dulu tampan kini tampak kuyu kelelahan. Dia bisa melihat lingkaran hitam di bawah matanya. Rasa kesalnya sirna begitu saja dan hanya perasaan sedih yang tersisa.

Sandra pun balas memeluk suaminya. Chandra juga... sudah berjuang untuknya.

"Aku tidak menyesal." ucap Sandra.

"Kalau begitu jangan bilang pergi terus. Kalimatmu membuat aku tidak bisa tidur setiap malam."

"Maafkan aku."

Nyatanya mereka berdua sama sama lelah tapi enggan menyerah dengan keadaan.

Tak lama dari lantai atas terdengar teriakan,

"NYONYAAAA, TUAANNN, TUAN MUDA SADARRR, TUAN MUDA SEMBUHHHH!"

Chandra dan Sandra segera berlari ke lantai dua bersama pelayan lainnya.

Mereka berlari sangat cepat ke dalam kamar anak mereka.

Ketika tiba di kamar bayi mereka melihat... putra mereka yang biasanya diam tak bergerak kini sedang berjuang memanjat pagar kasurnya.

Sandra sungkar percaya. Dia berpikir apakah ini mimpi? Apakah dia masih bermimpi? Dia telah memipikan hari ini berkali kali. Setiap kali dia merasa saaangat bahagia sedetik kemudian dia akan bangun dengan perasaan kecewa.

Sandra berjalan pelahan menghampiri bayinya.

Aran yang melihat banyak orang di kamarnya tiba tiba segera menurunkan kakinya kembali. Dia memasang wajah polos menatap orang yang paling dekat dengannya.

Wajahnya sangat cantik namun tampak lelah begitu pun laki laki di sebelahnya yang wajahnya cukup galak. Lebih galak dari ayahnya. Dia menebak nebak identitas kedua orang ini. Jika orang orang di belakang mereka memakai pakaian seragam yang sama mudah dikenali tapi... kedua orang di hadapannya berbeda.

Apa perempuan ini ibunya? Lalu laki laki di sampingnya? Aran melihat dengan lebih teliti sekali lagi. Dia pun melihat jam tangan mahal di tangan laki laki itu lantas memutuskan bahwa ini ayahnya. Sudah pasti ayahnya.

Sandra pun berdiri di depan Willy dan melihat anak itu mengangkat kepalanya menatapnya lekat lekat Sandra menoleh ke suaminya seolah memastikan. Ia juga melihat ke arah para pelayannya yang sudah menangis terharu.

Ini bukan mimpi. Iya kan?

Sandra pun kembali menatap putranya.

"Willy..." ucap Sandra dengan suara parau dia sudah tak bisa menahan lagi air matanya.

Aran canggung sebenarnya tapi entah kenapa melihat perempuan ini dia seperti melihat ibunya sendiri. Apakah karena perempuan ini yang melahirkannya? dia merasa sangat dekat dengannya tanpa alasan.

"Ibu." ucap Willy. Suaranya selembut susu.

Mendengar kata 'ibu' jantung Sandra bergetar hebat. Ia bergegas mengambil Willy dari dalam kasur bayi dan memeluknya erat erat. Dia menangis sangat sedih.

Chandra yang mendengar suara susu itu tak bisa menahan diri dan menangis. Ia segera memeluk istri dan putranya.

Rasanya ribuan pon beban di pundaknya kini terangkat seluruhnya. Dia merasa telah di ampuni sepenuhnya oleh Tuhan.

Dia pun mengambil hp di saku jasnya dan menelpon sekretaris kantor. Ia memutuskan untuk menaikan semua gaji pegawai di perusahaan dan membagikan bonus tambahan. Ini adalah bentuk rasa syukurnya.

Aran yang mendengar ucapan ayahnya merasa sangat lega. Meskipun wajah ayahnya seram seperti tukang pukul selama ayahnya banyak uang semua bisa di toleransi oleh Aran.

'Syukurlah kamu ayahku. Jika bukan aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Mungkin aku akan nekat dan pergi ke toko dan restoran mencari pekerjaan di usia yang muda ini. Ah Tuhan maha baik.' Batin Aran.

Kini Aran dengan patuh duduk di karpet bulu dan disuapi bubur nasi yang lezat oleh ibu barunya.

Bubur ini sangat lezat, Aran nyaris meneteskan air mata ketika memakannya. Jika boleh di katakan makanan peri itu buruk. Rasanya hambar entah kurang asin atau kurang gurih Aran tidak tahu.

Aran sendiri mengakui dirinya adalah generasi micin. Dia tak bisa hidup tanpa micin.

Melihat anaknya yang lucu Chandra merasa enggan pergi bekerja tapi mengingat ada urusan yang sangat penting mau tak mau Chandra harus berangkat.p

Dia pun mencium putra dan istrinya sebelum dengan enggan berangkat bekerja.

Aran pun bangkit berdiri dan melambaikan tangan kecilnya,

"Dadah, dadah." ucap Aran.

Pergilah ayah dan bawa pulang uang yang banyak. Bayi kecilmu ini bahkan tak punya dompet sangat sedih.

Chandra yang melihat Willy melambaikan tangan kecilnya sontak berbalik dan memeluk putranya sekali lagi.

"Ayah pergi kerja dulu ya. Willy diam diam di rumah sama ibu. Jadi anak baik ya jaga ibu." ucap Chandra.

Aran membeku sejenak ini pertama kalinya ia di peluk ayah namun dia segera kembali tenang dan mengangguk sungguh sungguh pada ayah barunya.

"Aku akan menjaga ibu." ucapnya.

"Anak pintar." ucap Chandra setelah itu ia pergi dengan langkah cepat. Dia takut jika tinggal lebih lama lagi dia akan membatalkan pertemuan penting ini.

Setelah sarapan pagi Sandra ingin memandikan putanya namun anaknya menolak dan malah berlari ke arah kepala pelayan Lucas. Willy memeluk kaki Lucas erat erat.

Lucas yang masih menangis terharu tercengang sejenak sebelum kembali menangis bahagia.

Tuan muda ingat padaku, dia memeluk kakiku sangat lucu.

Sandra pun menghela nafas penuh sesal dan akhirnya dia mengalah. Bagaimana pun selama ini memang Lucas yang memandikannya.

Setelah mandi dan ganti baju. Aran tampak seperti anak batita pada umumnya.

Sandra pun dengan bahagia membawa anaknya ke ruang tamu dan menelpon keluarganya di kampung. Dia dengan senang hati mengenalkan Willy pada nenek, kakek, paman, bibi, dan sepupunya. Bagaimana pun anaknya harus mengenal keluarganya sendirikan.

"Willy... nenek ini sayang. Syukurlah Willy sudah sehat. Jangan sakit lagi ya nak." ucap ibunya Sandra.

Aran pun hanya tersenyum dan sesekali menjawab mereka.

Kecuali ibu dan ayahnya Aran merasa asing dengan mereka semua.

To be continues...

1
Urokai Benzema
Luar biasa
Nicky
seruu
Nicky
menarik ceritanya thor
khotijah
semangat🔛🔥
Nenieedesu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aq kak dear Handana
Nenieedesu
5 bintang untuk kakak
Nenieedesu
sudah aq like dan favoritkan kak
〈⎳ FT. Zira
jangan mulai dulu debatnya. aku mau beli curos dulu🫔🫔
〈⎳ FT. Zira: siap..otw yaa
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
apakah karena pengalaman pribadi😏😏
〈⎳ FT. Zira
perlu bantuan?? aku bisa wakilin. kebetulan aku punya tali tambang
〈⎳ FT. Zira
untungnya aku baca bukan pas tengah malem.. entahlah apa yang akan terjadi jika baca tengah malen sendirian.mati lmpu pula
〈⎳ FT. Zira
untung tidak alergi bunga🤭🤭
Nicky
baru baca eps 1 udh tertarik thor
Apidut
biar keren aja 🤣👌
Apidut
pengen muntah boleh ngga si?
Little Dream: Boleh banget wak 😅
total 1 replies
Ayano
Cariin ya. Emak onlinenya siap pamerin dia ke arisan tetangga neh😎
Ayano
Mo nikah ceritanya? terus calon bini kemarin yang katanya harus bisa ngolah racun apa kabar?
Aku lagi nyari yang keturunan siluman uler ini kalo tau

Udah buka lowongan ampe ke India
Ayano: Susah wak kalo gitu 😅
total 4 replies
Ayano
Kelas E mirip ke ansatsu kyoushitsu 😎
Ayano
Ya allah akhlakless banget
Ayano
😅
Ya allah. Aku takjub kau begitu wow
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!