Indonesia
NovelToon NovelToon
MELODI MELI

MELODI MELI

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Anak Kembar / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Teen Angst
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fairyy.Anantara

Kembar, seharusnya ketika seseorang memiliki saudara kembar itu menyenangkan. Tetapi apa jadinya ketika kedua saudara kembar ini selalu bertentangan Yang awalnya baik-baik saja kini berubah menjadi berantakan karena suatu hal yang terjadi dimasa lalu. Ya, Melodi memiliki alasan untuk itu kenapa dia bersikap seakan membenci Meli. Dan selalu mencintai orang yang sama. Merebutkan posisi dimana mereka memiliki peran masing-masing. Cinta itu membawa mereka kedalam perselisihan yang semakin dalam.

Bisakah salah satu dari mereka melepaskan orang yang dicintainya?
Sanggupkan mereka melupakan cintanya demi saudaranya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fairyy.Anantara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati

...SMA TAGAR 06...

Melodi berjalan dengan malas memasuki gedung sekolah Meli. Hari ini dia berperan sebagai Meli lagi. Dia sungguh malas harus bertemu dengan Revan ketika Melodi kembali kesekolahan aslinya. Dia tidak mau ribut lagi. Ya, meskipun akan bertemu dengan segerombolan Yoga. Setidaknya tidak membuat Melodi terlalu emosi.

"Lo hari ini kenapa, ya?" tanya Nanda menyadarkan lamunan Melodi.

"Iya, lemes banget," lanjut Afa yang memperhatikan gerak-gerik Melodi dengan teliti.

"Gue cuman kecapekan aja kok. Ya udah gue duluan mau sendiri dulu," kata Melodi tanpa pikir panjang lagi.

Memang aslinya Melodi ingin sendiri tidak mau ditemani oleh siapapun. Pikirannya benar-benar kacau akhir-akhir ini. Saat dikeadaan ini Melodi ingin menyembuhkan pikirannya sendiri tidak mau diganggu oleh siapapun termasuk para sahabatnya.

"Yakin?" tanya Nanda memastikan Melodi akan baik-baik saja.

Melodi menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Membuat Nanda dan Afa percaya begitu saja tanpa ada  rasa curiga sedikitpun. Memang sedikit aneh dengan sahabatnya ini, pikir Nanda. Tidak biasanya Meli tidak bertenaga begitu. Apa Meli menghadapi masalah besar akhir-akhir ini?

"Meli!" panggil Afa ketika Melodi hendak pergi.

"Kenapa?" tanya Melodi dengan malas ketika dia menoleh kearah Afa.

Kenapa Nanda dan Afa memanggil Melodi lagi, sungguh membuat Melodi repot saja. Dia ingin segera pergu dari hadapan Nanda dan Afa Melodi sudah tidak betah menanggapi ocehan mereka berdua. Berisik sekali, Melodi tidak suka dengan omongan tidak penting saat ini.

"Kalau ada apa-apa lo bisa cerita sama gue dan Nanda," tawar Nanda dengan tulus.

"Pasti," jawab Melodi singkat. Dia tidak ingin banyak komunikasi dengan para sahabatnya Meli.

Melodi memang tidak terlalu tertarik dengan sahabatnya Meli. Dia hanya merasa perduli dengan para sahabatnya yang berada di SMA BAKTI 17. Menurutnya, Nanda dan Afa masih terasa asing dihatinya Melodi. Mereka berdua sebenatnya baik tapi mereka tidak begitu baik untuk Melodi, mereka tidak sefrekuensi dengan Melodi.

Melodi akhirnya memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Diperpustakaan adalah tempat yang hening dan sepi itu sangat cocok untuk moodnya sekarang. Asal semua oramg tau Melodi tidak pernah menginjakkan kaki di perpustakaan sekolahan selama ini, entah itu diperpustakaan sekolanya sendiri atau disekolahnya Meli.

"Udah lama gue gak ngeliat lo disini," kata seseorang yang tiba-tiba muncul entah dari mana.

"Bawel," kata Melodi singkat dan mengabaikan kehadiran Yoga.

Yoga yang merasa diabaikan oleh Melodi,  cowok itu memilih tidak perduli dan tanpa permisi Yoga duduk didepan Melodi begitu saja. Yoga tersenyum dengan lebar menatap Melodi dengan wajah tak bersalahnya. Melodi tidak kaget dengan tingkah laku cowok yang berada didepannya ini karena Yoga sudah terbiasa melakukan itu.

"Lo punya kepribadian ganda, ya?" tanya Yoga aneh sedikit tidak masuk akal.

Melodi yang tidak mengerti dengan pertanyaan Yoga, dia hanya menaikkan satu alisnya tanda bingung dengan perkataan Yoga. Baru saja tadi Melodi berhasil menghindar dari Nanda dan Afa dan sekarang datanglah Yoga. Tingkah apalagi yang akan anak ini lakukan pada Melodi?

"Jawab, jangan pasang wajah konyol begitu!" kata Yoga sambil mencubit pipi Melodi pelan tanpa sadar. Apa yang dilakukan Yoga sedikit membuat Melodi terkejut.

"Lepasin, lo pikir gak sakit apa?" protes Melodi sambil menyingkirkan tangan Yoga dari pipinya, "dan kita gak dekat jadi gak usah bersikap sok dekat sama gue."

"Kadang gue ngerasa aneh karena sikat lo yang berubah-ubah setiap hari. Terkadang lo jadi sok lugu dan culun, terkadang lo juga berubah jadi singa betina, dan sekarang lemah gak berdaya. Lo kenapa, sih?" kata Yoga jujur dengan apa yang dirasakannya.

Yang pertama itu sikap Meli dan yang kedua itu gue. Tunggu, dia bilang apa tadi? Singa betina? kata batin Melodi tidak terima.

"Apa lo bilang?! Singa betina?!" tanya Melodi ngegas sambil memukul kepala Yoga dengan buku pelan.

"Tuhkan, jiwa singa betina lo muncul lagi," kata Yoga setelah mendapat pukulan dari Melodi. Sejak kapan Yoga memiliki sikap usil terhadap lawan jenisnya?

"Ck, lo tuh dulu lahirnya gimana, sih? Ngeselin banget jadi orang!" kata Melodi setengah kesal. Kenapa Yoga selalu mengganggu hari-harinya.

"Gue dulu gak dilahirin," jawab Yoga manggut-manggut dengan santai seperti tidak ada beban.

"Terus?" tanya Melodi serius tanda merespon pembicaraan Yoga.

"Gue netes dari telur kinder joy," jawab Yoga yang dihadiahi pukulan dan jambakan oleh Melodi.

Pukulan dan jambakan Melodi tidak mengartikan kekesalannya. Dia menyerang Yoga karena dia merasa terhibur oleh tingkah laku ke ambiguan cowok yang berada dihadapannya ini. Kadang menghadapi Yoga rasanya aneh kadang juga bikin emosi dan sekarang konyol sekali. Entah, bagaimana Melodi mendeskripsikan keadannya sekarang dia tidak tau.

"Berhenti sakit gila!" protes Yoga karena merasa sakit oleh jambakan Melodi.

"Lo ngeselin banget, sumpah. Rasanya pengen gue pukul tiap hari!" kata Melodi tanpa sadar tersenyum dihadapan Yoga.

Yoga yang baru pertama tau senyuman Melodi seketika terpana. Mengapa hari ini Melodi sangat berbeda, pikir Yoga. Hati Yoga mulai berdesir entah karena apa. Tidak mungkinkan Yoga jatuh cinta dengan siculun ini.

"Jangan bikin gue salah mengartikan kalau lo lagi gemas sama gue," kata Yoga dengan PD.

"Enak aja, lo...."Melodi tidak melanjutkan protesnya karena suara pengawas perpustakaan memotong ucapannya.

"Kalian yang ada diujung bisa diam apa gak?!" suara penjaga perpustakaan tiba-tiba menegur Melodi dan Yoga. Karena mereka berdua terlalu ramai.

"Maaf Pak," kata Yoga menjawab teguran pengawas perpustakaan. Dia terkekeh pelan sambil terus menatap Melodi.

"Tuhkan, jadi kena marah gara-gara lo bacot banget!" kata Melodi pelan.

"Harusnya lo yang dengerin bukan gue soalnya yang bikin ribut itu lo," kata Yoga tidak mau mengakui kelakuannya.

"Lo pengen gue pukul lagi apa gimana?" kata Melodi bersiap-siap memukul Yoga lagi.

"Kdrt parah, gue aduin kekantor polisi baru tau rasa lo!" ancam Yoga yang aslinya hanya menggoda Melodi. Yoga telah berhasil memancing mood Melodi kembali normal.

Yoga benar-benar merasa terganggu dengan melihat wajah murung Melodi akhir-akhir ini. Dia hanya ingin membuat Melodi tersenyum. Entah perasaan apa yang dirasakan Yoga saat ini dia hanya mengikuti kata hatinya. Rasanya Yoga ingin terus bersama Melodi tidak mau membiarkan cewek yang berada didepannya ini bersedih.

"Emangnya polisi itu bego? Mana ada cewek kdrt ke cowok?" jawab Melodi tenang karena tidak ingin ribut dan dimarahi pengawas perpustakaan.

"Ada, tadi itu buktinya. Mana sakit lagi kepala gue," kata Yoga memegang kepalanya berpura-pura kesakitan dikepalanya.

"Seketika jiwa psikopat gue muncul. Gue pengen memukuli lo lagi lebih keras," ucap Melodi membalas candaan Yoga.

"Ngeri, gue jadi takut diperkosa sama lo," kata Yoga bergidik ngeri.

"Sok-sokan takut lo aja udah gak perawan. Gak ada yang harus dijaga!" kata Melodi frontal yang mulai melantur kemana-mana. Melodi tidak bisa mengabaikan perkataan Yoga karena dia tidak mau kalah dari cowok itu.

Disini Melodi hilang kendali harusnya dia mengabaikan Yoga dan bersikap cuek bukan malah menanggapi Yoga dan bercanda bersamanya. Perasaan ini aneh menurut Melodi, tidak biasanya dia bisa akrab dengan lawan jenis diwaktu dekat begini. Biasanya mereka berdua akan berseteru tegang tapi kali ini berbeda ada candaan yang tak disadari oleh keduanya.

"Masih tersegel rapat ini," kata Yoga sambil bertingkah seperti cewek.

"Mana ada, jangan mencoba bohongi gue karena gue udah tau semuanya. Ngerti, kan? "ucap Melodi asal.

"Jelas lo udah tau semuanya karena lo yang telah hamili gue," kata Yoga yang mulai nyaman dengan pembicaraannya dengan Melodi, "dasar gak ada akhlak! Lo harus tanggung jawab atas perbuatan bejat lo!"

Yoga mengatakannya dengan logat cewek tersakiti. Ini benar-benar membuat Melodi terhibur dan mengembalikan moodnya. Ternyata masih ada orang yang bisa menghibur hati Melodi disaat dia tengah down. Melodi juga tidak menyangka yang menghiburnya adalah musuhnya sendiri, eh maksudnya musuh Meli.

"Haha... Gila lo!" kata Melodi tersenyum dengan tulus, "kenapa gue jadi ikut-ikutan setres sama kayak lo gini?"

"Gue lebih suka ngeliat lo kayak singa betina gini, bukan lo yang sok lugu dan lemah gak berdaya. Alesan sikap lo berubah kenapa?" tanya Yoga yang tiba-tiba berubah menjadi serius.

Seakan tersadar dengan keadaan Melodi kembali diam. Apa yang dikatakan Yoga memang benar ada apa dengan hatinya sekarang? Kenapa Melodi merasa ada sedikit rasa asing yang tiba-tiba mengisi hatinya?

Sudah lama Melodi tidak merasakan perasaan begini. Entah, sihir apa yang Yoga miliki sehingga membuat Melodi merasa tenang. Tenang dan damai seperti yang Melodi dambakan selama ini. Beruntung sekali cewek yang bisa memiliki Yoga, pikir Melodi tanpa sadar.

Kita tidak akan pernah tau kepada siapa kita akan melabuhkan hati, Cinta bisa datang kapanpun dan mendekatkan dua orang asing yang tidak mengerti dengan perasaan mereka masing-masing.

"Diam! Itu bukan urusan lo!" kata Melodi kembali dingin seperti tak tersentuh lagi. Dia baru sadar kalau Melodi tidak boleh merasa begini. Ini salah!

"Apa gue harus ganggu lo setiap hari agar lo kembali kayak singa betina lagi?" tanya Yoga yang tidak suka dengan perubahan Melodi dengan cepat.

"Gak perlu!" jawab Melodi dengan ketus. Sikap Melodi kembali berubah seperti semestinya.

"Gue sih gak masalah ganggu lo setiap hari. Tapi, nanti takutnya lo malah nyaman sama gue," kata Yoga dengan PD lagi. Memang dari dulu Yoga mempunyai tingkat ke PDan yang tinggi.

"Haha... Nyaman? Sama lo? Mimpi!" ucap Melodi menertawakan ke PDan Yoga. Entah mengapa Melodi tidak merasa keberatan akan ke PDan Yoga?

Tidak ada yang tau takdir apa yang sedang mereka jalani dan masalah apa yang menunggu mereka dikemudian hari. Yang mereka tau mereka hanya ingin mengikuti alur yang telah ditentukan oleh Tuhan. Semoga semua sesuai apa yang mereka harapkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!