Mohon bijak untuk menanggapai sebuah karya
jangan lakukan boomlike ya jika tidak dibaca🙏🏼😁
Bantu dukung dengan cara Like, Komen, Hadiah dan Vote ya Readers.
Ini kisah dibuat dari pikirin saya sendiri, no plagiat apapun 🙏.
Kisah Keluarga yang pindah kewarganegaraan, karena sebuah pekerjaan yang berada di Indonesia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pitriyani Calam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Rudy
Dirumah Deenra dan mama nya masih menunggu Maudy keluar kamar, mereka juga khawatir, Maudy tidak pernah iri seperti itu.
"Mama tenang saja, Maudy pasti akan bersikap seperti biasa" ucap Deenra menenangkan mama nya
"Ini baru pertama Maudy ngambek" jawab mama khawatir
"Maudy sudah makin remaja, jadi dia sudah bisa mengeluarkan isi hatinya termasuk kecemburuan pada ku yang selalu mama dan papa berikan" ucap Deenra
"Mama dan Papa juga tidak langsung memberikan sesuatu pada mu, semua itu keputusan bersama, kenapa mama dan papa selalu menolak keingin Maudy seperti menginap atau lainnya, karena dia perempuan berbeda dengan mu yang laki-laki, walau rasa was-was itu ada" tutur mama.
...*****☟☟☟*****...
Menjelang sore belum ada tanda Maudy keluar kamar, Deenra yang sudah rapih ingin pergi menanyakan pada mama nya tentang Maudy.
"Mom, Maudy still hasn't left the room?" tanya Deenra menghampiri mama nya yang duduk di ruang tamu
(Mam, Maudy masih belum keluar kamar?)
"Belum sayang, mama juga lagi nunggu papa pulang" jawab mama
"Dia jadi ikut Deenra apa tidak ya, mam" tanya Deenra lagi
"Bukannya tadi dia jawab tidak jadi ikut" jawab mama
"Iya, tapi Deenra khawatir sama Maudy, Deenra juga ingin Maudy ikut menyaksikan Deenra dipakaikan medali dari pihak sekolah" ucap Deenra
"Apa saat acara resmi orangtua wajib ikut?" tanya mama
"Tidak juga, keterangan dari Ali, mama ikut disaat pengambilan ijazah saja" jawab Deenra
"Lalu pembagian mendali katanya resmi?" tanya mama semakin bingung
"Iya itu ala-ala kita doang, medali buatan si Ali, kalau buatan sekolah nanti ada acara tertentu" jawab Deenra
"Kenapa tidak digabungkan saja" ucap mama
"Tidak mam, karena Ali bilang acara resmi sekolah itu akan dilaksanakan di ballroom hotel" jawab Deenra
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab Deenra dan mama
"Wah Rudy, ada angin apa kamu kemari, kamu dari Bandung kesini dulu atau memang bagaimana" tanya Deenra senang melihat sahabatnya datang kerumah
"Iya ini aku baru tiba perjalanan dari Bandung, lalu aku pikir mampir kesini, siapa tau kita bisa jalan bareng" jawab Rudy memeluk Deenra
"Halo Shifa, apa kabar" tanya Deenra pada adiknya Rudy dan mensejajarkan tingginya dengan Shifa
"Alhamdulillah kabar Shifa baik, kak" jawab Shifa menggemaskan bagi Deenra, memang pada dasarnya Deenra menyukai anak-anak perempuan
"Semakin pintar dan cantik deh Shifa" puji Deenra mencium kepala Shifa
"Terima kasih kakak" ucap Shifa senang
"Tante, Ndra, sebenarnya aku mau minta tolong" tutur Rudy merasa tidak enak hati
"Kalau Tante bisa menolong, pasti akan Tante tolong sayang" jawab mama Deenra
"Aku tadinya berinisiatif membawa Shifa ke tempat acara, tapi sekarang aku ragu takut Shifa bete dan yang aku takuti lebih Shifa melihat pergaulan orang dewasa disana, jadi jika berkenan aku mau menitipkan Shifa karena sudah terlanjur dibawa ke Jakarta" ucap Rudy sedikit malu pada Deenra dan orangtuanya
"Bagus, berarti Shifa bisa menemani Maudy yang lagi ngambek" sahut Deenra senyum
"Maudy ngambek kenapa?" tanya Rudy
"Ada deh, biasa lagi baperan aja" jawab Deenra
"Shifa cantik, Shifa main disini saja ya sama kakak Maudy" ucap mama Deenra
"Boleh, tapi Shifa tidak kenal dengan kakak Maudy, apa dia orangnya baik" jawab Shifa polos
"Dijamin 1000% kakak Maudy baik pada Shifa" timpal Deenra mengelus kepala Shifa
"Iya Shifa mau" jawab Shifa senang
"Rud, kalau tolong telepon Maudy, kalau aku yang menelpon dia tidak mau angkat" ucap Deenra serius
"Oh gitu, baik lah" jawab Rudy mengeluarkan ponselnya dari kantong celana
📱Rudy
Assalamualaikum manis
Deenra menatap tajam ke arah Rudy karena memanggil adiknya manis.
📱Maudy
Waalaikumsalam kakak, tumben telepon Maudy, pasti ada maunya
📱Rudy
Ih kok Maudy tau kakak lagi ada maunya
📱Maudy
Sudah ketebak, ada apa?
📱Rudy
Mau minta tolong pada mu bisa?
📱Maudy
Tergantung
📱Rudy
Jangan digantung dong, kan sakit (tertawa)
"Langsung aja pada intinya, jangan bertele-tele" bisik Deenra kesal
"Bawel" sahut Rudy pelan
📱Maudy
Alay deh
📱Rudy
Maudy, kakak mau menitipkan Shifa pada mu dan mama mu boleh tidak, kakak rasa Shifa sangat tidak baik jika diajak ke tempat acara sore ini
📱Maudy
Kalau itu dengan senang hati Maudy menerima Shifa, kakak datang saja kerumah
📱Rudy
Kakak sudah dirumah mu, dan Shifa juga ada nih sama mama mu, kamu turun lah, jangan dikamar terus, bagaikan burung dalam sangkar deh
📱Maudy
Oke, Maudy akan kebawah
Rudy menyelesaikan panggilan teleponnya dengan Maudy.
"Akhirnya tuh anak mau turun" ucap Deenra
"Iya untung saja ada Rudy, jadi kemungkinan Maudy tidak terlalu ngambek dengan kita" sahut Mama senyum
"Halo semua" sapa Maudy senyum
Deenra langsung memeluk adiknya dengan kasih sayang.
"Maafkan kakak ya jika ada salah pada mu" bisik Deenra
"Iya, sudah aku lupakan, aku juga cukup tau diri, kenapa mama dan papa selalu melarang ku" jawab Maudy pelan
"Karena mama dan papa tidak ingin kamu terluka, sayang. Jangan berpikir jelek tentang mama dan papa, semua yang mereka lakukan demi kebaikan kita semua" ucap Deenra masih posisi memeluk Maudy
"Iya, iya Maudy paham" jawab Maudy
"Cium kakak dulu dong" ucap Deenra melepas pelukannya
Maudy mencium pipi kiri dan kanan kakaknya.
"Terima kasih, sayang" ucap Deenra mencium pipi adiknya juga
"Kita langsung berangkat aja kalau begitu, pasti juga macet deh, apalagi ini sore hari" sahut Rudy malas melihat kemesraan Deenra dan Maudy
"Bener juga kamu, Maudy tidak apa-apa kan jika tidak jadi ikut kakak" ucap Deenra mencari kepastian dari adiknya
"Iya, kakak berangkat saja, aku senang ada Shifa disini, mam kita jalan-jalan yuk ajak Shifa" jawab Maudy senang
"Maaf Maudy, kalau bisa Shifa jangan keluar rumah, papa dan mama ku bila bertemu Shifa dia pasti akan mengambil secara paksa" ucap Rudy khawatir
"Oh begitu, baiklah kita main camping aja di taman belakang sambil bakar daging atau jagung atau lainnya" ajak Maudy pada Shifa
"Shifa mau kakak, Shifa juga mau merasakan camping tapi nanti ada api unggun juga tidak?" ucap Shifa antusias
"Harus ada, nanti kita buat api unggun nya" jawab Maudy
Rudy dan Deenra sudah berangkat menggunakan 1 mobil, yaitu mobil Rudy. Sedangkan Maudy, Shifa dan mama mempersiapkan kebutuhan untuk camping seperti memasang tenda dan lain-lainnya.
Shifa juga ikut membantu, dan dia sangat senang merasakan keluarga yang hangat serta kakak yang baik menurutnya.
Awalnya Shifa takut melihat papa nya Deenra pulang, disaat papa Deenra menyapa dan memberikan kecupan dikepala anak tersebut membuat Shifa tambah senang karena dikelilingi orang-orang baik.
...*****☛☛☛*****...
...Bersambung🙏😊...
bs memainkan berbagai macam akat musik
mang olang kaya gk kaleng2an , buat les main alat musik sekali pertemuan aja 500rb, begitu mudah y buang uang