Indonesia
NovelToon NovelToon
Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Spiritual / Anak Genius / Teen School/College / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:38.5k
Nilai: 5
Nama Author: aisaa

Arsyilla khalisa mahreen, gadis yatim nan lugu yang tumbuh besar bersama ibunya disebuah desa pelosok. Hidup seadanya tak membuat Arsyi kehilangan semangat apalagi berkecil hati, karena ia merasa tidak akan ada kesuksesan tanpa adanya sebuah cerita untuk meraihnya.

Siapa bilang lulusan SMA tidak bisa sukses, karena roda itu berputar tidak selamanya yang berada dibawah tetap dibawah, maka berusahalah agar rodamu berputar mengikuti arus yang kamu pilih.

Sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang CEO yang menjadi distributor hasil panen di wilayahnya, entah kebikan apa yang ia buat sampai ia dipinang oleh CEO tersebut. Namun kerikil-kerikil rumah tangganya sangat besar hingga harus membuat Arsyi dan suaminya berusaha untuk melewati itu semua.

Bukan hal yang sulit, karena sifatnya yang sangat sabar lagi pemaaf yang membuat semua orang menyukainya. yuk segera ikuti kisahnya sampai akhir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter duapuluhsatu

Malam ini dimana malam yang paling melelahkan, bagi Arsyi bekerja disawah pun tak secapek ini rasanya. Sebab malam ini malam dimana resepsi dilangsungkan dan sangat banyak tamu yang hadir untuk sekedar memberi ucapan selamat.

Pukul setengah 12 Arsyi baru saja masuk ke kamar bersama Zafran, tak langsung membersihkan diri justru arsyi lebih memilih berbaring di ranjang kamar Zafran eh ralat kamarnya juga.

Besok pagi pun ia haru menghantarkan ibunya untuk kerumah baru, tak lupa berpamitan dengan sahabat-sahabatnya.

"Bebersih dulu dek, mandi besok nggak papa" Ucap Zafran mengingatkan sembari ia membuka jas yang ia kenakan

"mas zan dulu aja" Arsyi memanggil Zafran dengan Zan beralasan agar tidak belibet saat memanggil.

Dan juga panggilan dek yang diberikan oleh Zafran pun bukan semata-mata panggilan, ia ingin memberikan rasa sayangnya melalui panggilan itu dan juga rasa menghargainya karena umur mereka pun terpaut jauh.

Teman-teman Zafran meledeknya dengan om om yang suka daun muda dan juga bunga desa.

"Jangan tidur dulu sayang bersih bersih dulu nggak baik tidur pakai make up seperti itu"

"heem mas"

Zafran masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lebih tepatnya mandi sekalian karena dia merasa sangat lengket.

Keluar dari kamar mandi Arsyi sudah melepaskan jilbab dan sudah mengganti bajunya dengan kimono kini dia bersiap masuk ke kamar mandi saat mendengar pintunya sudah dibuka.

"apaasih lihat-lihat" sewot Arsyi saat menyadari mata suaminya menatap kemana-mana

"nggak papa ih" manja Zafran memeluk Arsyi

"sana bentar dulu mau bebersih"

"jangan mandi yang, dah malem banget"

"iya kalau ingat"

Tak mengindahkan pesan suaminya Arsyi tetap mandi meski sudah malam, tapi berbeda dengan Zafran yang menggunakan air dingin Arsyi memilih dengan air hangat.

Selesai mandi ia mendapat tatapan tajam suaminya sebab tak mendengarkan pesannya.

"kan udah mas bilang nggak usah mandi, ngeyel banget deh" gerutu Zafran

"kan nggak janji udah ih yuk tidur"

"capek banget ya?" tanya Zafran sambil memeluk Arsyi

"huum"

"yang kalau menurut kamu kita tinggal di mansion ini atau terpisah?"

"tapi jangan berpikir macem macem ya, ini kalau menurut Arsyi aja tapi semua keputusan ada di mas Zan Arsyi bakal ikut aja" sahut Arsyi dan Zafran masih diam menyimak

"Kalau Arsyi bakal ngikut, tapi Arsyi nggak enak juga ke ibuk apalagi ke abang-abang nya mas Zan kalau kita tinggal disini dan mungkin hanya sesekali menginap di tempat ibuk pasti ya kita nggak tahu lah nantinya kalau ibuk juga cemburu atau gimana"

"mas juga mikir sampai situ kita punya dua orang tua sekarang pastinya ya harus bisa membagi supaya berada di tengah-tengah, kalau kita di apartemen dulu gimana atau langsung dimansion"

"Arsyi ikut mas aja" Ucap Arsyi lalu menyembunyikan wajahnya di dada Zafran mencari kehangatan dan Zafran pun semakin mengeratkan pelukannya.

"ana uhibbuki fillah zaujati" bisik Zafran.

Jam terus saja berputar, baru saja memejamkan mata tak terasa pagil mulai menyapa. Perlahan Arsyi membuka mata dan menoleh kearah jam yang berukuran kumayan besar tergantung di tembok.

"Mas, bangun dulu nanti lanjut tidur kalau masih capek" suara lembut Arsyi ditambah usapan lembut yang Zafran rasakan membuat ia perlahan membuka mata.

"Jam berapa sayang" bukannya bangun Zafran malah semakin menyelusup ke bagian dada arsyi

"jam empat, udah adzan juga tadi"

"bangun dulu sholat habis itu tidur lagi nggak papa"

"ehmm bentar lagi, masih dingin" suara serak khas bangun tidur itu membuat Arsyi bertambah gemas.

Jika mungkin menikah belum berlandaskan cinta itu akan sulit maka tidak berlaku oada Arsyi, baginya pernikahan itu sebuah ikatan yang pengucapan ijab qobul sebagai tanda sakralnya bahkan disaksikan oleh penduduk langit, dan hal itu yang membuatnya berbakti kepada suaminya.

Baginya suatu saat rasa cinta itu akan timbul apabila kita sudah merasa aman dan nyaman dengan seorang itu.

"yaudah minggir dulu sebentar"

"mau kemana?"

"kekamar mandi" Dengan terpaksa Zafran melepas pelukannya ke Arsyi bahkan ia langsung terduduk dengan muka bantal khas bngun tidur.

Setelah subuh tadi Arsyi berbaring sejenak mengenakan setelan rayonnya untuk menemani Zafran yang masih mengeluh capek.

Merasa nafas suaminya mulai teratur Arsyi memindahkan kepala Zafran yang semula dipahanya ke bantal, setelah itu ia bangkit dan mengambil hijab bergo miliknya untuk turun ke bawah.

Dilihatnya Bu Rina dan bu Hesti yang sudah mulai memasak di dapur beesih.

____________

Rombongan dari desa sudah kembali, Bu Rina sudah menempati rumah barunya san Arsyi serta Zafran juga sudah pindahan ke apartemen milik Zafran.

Yang mana ada perjanjian jika dalam sebulan Arsyi dan Zafran akan minimal jika tidak berhalangan dua kali sambang ke rumah Bu Hesti ataupun Bu Rina atas permintaan mereka tadi pagi.

"Sayang tidur lagi yuk, mas masih ngantuk capek juga"

"utututu sebentar mas, Arsyi masak dulu habis itu kita makan baru tidur oke" sudah seperti seorang ibu yang membujuk putranya lantaran rewel Arsyi saat ini.

"yangg"

"duduk sana lho mas, jangan ganggu biar cepat selesai"

"nikah enak ya yang ada yang merhatiin ada yang urus" celetuk Zafran

"kan sebelum nikah pun mas juga sudah di perhatiin, diurus juga sama mama" agak kaku memang lidah Arsyi saat menyebut mama.

"ya beda lah sayang, kan kalau mama itu pasti perhatiannya nggak sepenuhnya milik aku pasti punya papa juga sedangkan kamu sekarang milik aku tanpa ada yang merebut kecuali anak kita nanti dan itupun nggak aku izinkan lama-lama"

"bisa gitu ya padahal kan sama aja mama Hesti juga kasih perhatian penuh ke mas zan dan abang sama aja kayak Arsyi yang juga bagi perhatian ini ke ibuk"

"tapikan intinya kamu milik mas"

"terserah deh, apa aja kata mas aku iyain"

"andai kita ketemu sejak dulu pasti kita udah punya anak sekarang" hayal Zafran

"nggak ingat umur kah mas? padahal udah jelas juga kalau mas zan masuk SD pasyinya aku baru lahir Mas zan udah kerja aku baru masuk SMP, inget istrinya masih bocil"

"iya bocil yang selalu ganggu pikiran mas dimanapun kapanpun"

"bisa aja, padahal sebelumnya tuh Arsyi beranggapan mas Zan tuh dingin galak nyeremin gitu" curhat Arsyi, sedari tadi mereka bercerita ria dengan Arsyi yang berada didepan kompor dan Zafran yang duduk di kursi makan.

"kalau sekarang gimana hemm?" tanya Zafran mulai mendekat lagi dan mengarahkan kepalanya ke ceruk leher Arsyi

"ya gitu, mungkin mah kalau di rumah sama di luar beda kelihatan banget pertama kita ngomong bahasanya baku banget kayak pak guru bahasa Indonesia" ledek Arsyi

1
Yeniyenul
weh percayalah sakinya sampe jantung🥹
Yeniyenul
untung Arsyi jadi saya ada temennya kalau egois
Yeniyenul
kayaknya typo deh kak, tapi nggak papa masih mudeng
bunda alfan
nemu salah satu menu untuk hari ini untuk dampingan rendang
Yeniyenul
hemnya aja candu🥲
Yeniyenul
kalau saya jadi kamu paling udah mencak mencak aja😌
Yeniyenul
hayo puasa tau Zan
bunda alfan
iya karena dulu anakq setahun baru bisa jalan ngomongnya belum
bunda alfan
kadang memang kita harus egois dulu agar orang lainmengerti kita, keep strong Arsyi
bunda alfan
duleng duleng ya nak😂
bunda alfan
jawabannya bener lagi
Isay
hallo gimanaa gimana daging nya dimasak apa gais, cerita dong momen lebaran eid adha kali ini versi kalian😌☺️
bunda alfan: yang pasti ada ya rendang thor, nggak pernah libur itu mah
total 2 replies
bunda alfan
apakah kita sudah hampir berada di akhir cerita thor??
Isay: saya juga nggak tahu🥹
total 1 replies
Yeniyenul
sama sama kak taqobbalallahu mina wa minkum
bunda alfan
lanjyt kaka
Yeniyenul
makanya pak dikurangi iri dengki nya
Yeniyenul
nggak nyangka ada yang baru covernya
Isay: gimana nih saran dong cocok enggak
total 1 replies
Yeniyenul
kayaknya kita emang besti sih ar soalnya barengan nih
Isay: apapun itu iyain ajah biar seneng🙂
total 1 replies
Yeniyenul
harusnya kita dikasih dagingnya aja pak
Yeniyenul
yuk semangat yuk keponakan aunty online
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!