Indonesia
NovelToon NovelToon
Santaria : Kisah KARNA

Santaria : Kisah KARNA

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Harem / Budidaya dan Peningkatan / Barat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Y16

Karna, seorang pria dewasa yang terlahir kembali di dunia yang berbeda setelah berhasil membalaskan dendamnya.

Ia terlahir kembali di Benua Santaria yang dimana eksistensi mana dan sihir adalah hal yang biasa.

Setiap orang juga memiliki warna mereka masing-masing, dimana warna itu sendiri adalah simbol dari kekuatan mereka. Namun Disisi lain, Karna terlahir dengan warna yang di anggap kutukan bagi kebanyakan orang.

Dengan mengandalkan pengalaman dan pengetahuannya di masalalu, dia akan tumbuh menjadi yang terkuat dan menjalani kehidupannya dengan lebih baik dari pada sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Y16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ibukota aku datang part 2

...

Setelah mengingat kejadian 3 hari yang lalu, Karna menyuarakan kembali pendapatnya. "Tidak masalah kak, sejujurnya aku juga sangat tertarik mengunjungi ibukota. Apalagi setelah kau menceritakan banyak hal padaku, aku jadi semakin penasaran"

Camelia tidak bisa tidak tersenyum mendengar ungkapan dari keponakan kecilnya. Ia pun lantas mencondongkan tubuhnya ke depan hingga wajahnya sedikit di atas kepala Karna.

Karna sempat kaget dengan gerakan yang dilakukan Camelia Secara tiba-tiba. Apalagi Secara bersamaan, ia merasakan kepalanya sedang di belai dengan penuh perasaan. Jika ia bereinkarnasi sebagai kucing, mungkin ia sudah mengeram sejak tadi.

"Hihihi tenang saja, kakak akan menepati janjinya kok!" Ucap Camelia dengan wajah sumringah.

"Ahh~"

Badumb! Badumb!

Jantungnya berdegup kencang akibat terpesona oleh tampilan Camelia. Entah kenapa saat ini ia merasa penampilan wanita didepannya tampak berbeda di matanya. Kehadirannya kini layaknya sebuah mantra yang menghipnotis pandangan siapa saja untuk tetap menghargai setiap keindahannya.

Rambut ungunya seperti helaian sutra yang mengalir ditiup hembusan angin lembut. Senyumannya layaknya bunga yang baru mekar, itu sangat indah nan berseri-seri. Suaranya bak sebuah melodi merdu, setiap kata yang di ucapkan begitu lembut menenteramkan hati.

Karna. Karna..

Sementara itu, Mendapati keponakannya terdiam membisu, Camelia mencoba memanggil-manggil namanya. Ia dibuat keheranan mengapa Karna menjadi bengong seketika.

"Karna~!" ucapnya lagi sembari melambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajahnya.

"Ahh! Yaa!" Karna akhirnya merespon panggilan Camelia. Wajahnya tampak memerah karena malu setelah menyadari bahwa ia sudah terkena hipnotis oleh pesona yang di pancarkan Camelia.

"Kau kenapa?" Camelia bertanya. Ia penasaran mengapa Karna bertingkah aneh.

Karna segera mengalihkan pandangannya dari Camelia agar ia tidak terbuai kembali oleh pesonanya.

"Tidak- tidak ada apa-apa" Ucap Karna.

!!

"Heee..." Camelia sepertinya menyadari sesuatu setelah melihat gerak-gerik aneh yang Karna lakukan. Ia bahkan tak kuasa menahan senyum genitnya menyaksikan keponakan kecilnya yang tampak lucu sekarang. Namun sebelum ia dapat menggodanya, suara Lefani terlebih dulu menghentikannya.

"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Lefani bertanya, ia tampak penasaran saat melihat wajah putranya yang memerah.

!!

Karna dan Camelia segera menoleh ke sumber suara dan melihat Lefani sudah berada tepat di dekat mereka.

"Oh!, Itu- Sepertinya Karna terlalu bersemangat untuk menaiki pesawatku, benarkan Karna?" Camelia segera berkilah, bahkan ia segera mencengkeram bahu Karna agar ia membantu meyakinkan Lefani.

!

"Ya ya!. Aku sudah tidak sabar untuk mencobanya!" Karna segera mengiyakan sembari mengangguk kepalanya. Wajahnya masih tampak memerah, namun ia berusaha untuk senormal mungkin di hadapan ayah dan ibunya.

"Hihi kalau begitu tunggu apalagi, ayo masuk!" Seru Camelia. Ia kemudian menggenggam tangan Karna lalu segera membawanya untuk memasuki pesawatnya.

"Ehh! Ehh!" Karna sempat terkejut karena tiba-tiba diseret oleh Camelia. Namun ia tidak menolak perlakuannya sama sekali.

Disisi lain, Lefani hanya terdiam melihat interaksi Antara keduanya. Ia merasa ada yang aneh tapi tidak tahu apa yang sedang terjadi.

"Ada apa dengan mereka?" Ucapnya dengan wajah keheranan

Kara tiba-tiba memeluk bahunya lalu berkata dengan tenang "nggak usah terlalu dipusingkan. Ayo! kita juga masuk"

"Mhmm" Lefani mengangguk menanggapi ajakan suaminya.

Mereka berdua pun akhirnya berjalan berdampingan menyusul Karna dan Camelia yang sudah mendahului mereka.

...

"Selamat datang di V-STAR, Karna" ucap Camelia menyambut Karna dengan suara lantang dan ceria.

Namun, sambutan hangatnya malah diabaikan lantaran Karna masih celingukan melihat setiap sudut ruangan. Mengetahui sambutannya tidak mendapatkan respon yang di inginkannya, ia pun lantas mendekatkan bibirnya ke telinga Karna lalu berbisik dengan lembut.

"Selamat datang di V-STAR, Karna"

!!

Hhaaa'!

Karna sontak saja melompat dari tempatnya berdiri sembari memegangi telinganya yang terasa hangat. Tak tau kenapa ia merasa tubuhnya merinding seketika mendengar bisikan Camelia.

"apa yang kau lakukan kak?" Ucapnya sembari menatap Camelia yang tersenyum nakal.

"Hihihi habisnya, ku kira kau tidak mendengar sambutanku. Jadi, ku ulangi saja lagi dari dekat. Hihi" jawabnya sembari menjulurkan lidah dengan genit.

"Itu terlalu dekat!" Seru Karna.

"Oh benarkah?" Camelia membuat ekspresi pura-pura tidak tahu sembari menutupi bibirnya. namun senyum nakal serta matanya yang berbinar berkata lain. Nampaknya ia sangat menyukai menggoda keponakannya.

"A a.. Hahh" Karna hanya bisa menghela nafas karena tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ini bukan kali pertama ia mendapatkan godaan dari wanita di hadapannya. Dan setiap kali Camelia beraksi, entah disengaja maupun tidak, itu selalu membuat jiwanya kalang kabut.

Sementara itu, Lefani dan Kara yang juga sudah memasuki pesawat, dibuat terdiam Setelah menyaksikan interaksi diantara Karna dan Camelia.

"Mereka sangat dekat, kan?" Ucap kara sembari mengusap-usap dagunya.

Lefani melirik suaminya lalu menanggapi ucapannya. "dan kau baru Menyadarinya?"

Kara terlihat sedang berfikir sejenak, dan tak lama kemudian senyum tipis dibibirnya muncul.

"Mmmm Baguslah kalau begitu" Ucapnya sembari menganggukkan kepalanya.

?

Lefani segera menyipitkan matanya melihat senyum misterius yang muncul di bibir suaminya. Ia pun bertanya "Apa yang kau maksud?"

Kara pun mulai menyeringai, ia lalu berkata "Yah kau tau, mungkin saja Putraku telah mewarisi peson_ !! ADUH!"

!!!

Karna dan Lefani segera menoleh kebelakang secara bersamaan karena terkejut dengan jerit kesakitan yang kara keluarkan. Dan yang mereka lihat adalah Lefani yang melengos kesamping sembari melipat lengannya di perut, serta kara yang mengaitkan tangannya kebelakang dan memasang wajah datar.

"Kau kenapa yah?" Ucap Karna penasaran.

"tidak ada apa-apa" jawab kara dengan singkat. Dari sikapnya ia mengisyaratkan memang tidak pernah terjadi apa-apa.

"Hmmm" Karna sempat ragu-ragu serta melirik bolak-balik antara ayah dan ibunya. Namun tak lama, ia mengangkat kedua bahunya dan segera berbalik pergi meninggalkan mereka.

Di sisi lain, Camelia tersenyum sinis ketika bertatapan mata dengan kara. Dan setelah itu, ia juga pergi menyusul Karna. Lefani juga tak mau ketinggalan dan segera berjalan menyusul mereka berdua. Dan kini hanya Menyisakan Kara seorang diri di belakang.

Meski Kara terlihat tabah, namun tidak dengan apa yang ia rasakan sekarang.

'huu huu huu~ kakikuuu!!' rintihnya dalam hati sembari menahan kaki yang berdenyut-denyut setelah mendapatkan pijakan lembut dari istrinya.

Sementara itu, Karna yang berjalan santai sembari celingukan kesana kemari mendapati Camelia berbicara lagi dari belakang.

"Sepertinya karna kecil tidak terlalu terkesan ya"

Mendengar pernyataan itu, Karna segera menggelengkan kepalanya.

"Bukannya seperti itu kak. Hanya saja aku sudah memeriksa hampir seluruhnya ketika masih berada diluar. Aku cukup terkesan saat mengetahui Interior didalamnya sudah bisa dibandingkan atau bahkan melebihi apartemen mewah. Ditambah lagi beberapa teknologi canggih yang terpasang di pesawat ini, terutama teknologi ruang yang ternyata bisa di aplikasikan di dalam pesawat, Membuat ruang di dalamnya memiliki luas hampir 2 kali lipat dari ukuran aslinya. Harus ku akui bahwa semuanya terlihat luar biasa, bahkan keingintahuan ku semakin gatal sekarang." jelas karna tanpa menoleh kebelakang.

"Bagaimana bisa kau tahu?" Camelia bertanya dengan wajah terheran-heran.

Karna kemudian berhenti sejenak lalu menoleh kebelakang. Sembari tersenyum, Jari telunjuknya menunjuk-nunjuk sudut matanya.

"Ohhh" Camelia akhirnya mengerti bagaimana Karna mengetahui semuanya setelah melihat isyarat darinya.

'sungguh kekuatan mata yang curang!' pikir Camelia. Namun di sela-sela kekagumannya, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya.

'tunggu tunggu?. Jika penglihatannya bisa menembus dinding Ruang, bukankah dia juga dapat menembus penghalang apapun?!' karena tiba-tiba tersirat pikiran yang tidak-tidak, ia secara otomatis memindai bagian tubuh indahnya. Disaat yang bersamaan bayangan cabul terlintas di benaknya, dimana Karna dengan sengaja mengaktifkan kemampuannya untuk melihat pemandangan yang tidak-tidak.

"A A AA!!" Wajah begitu merah merona hanya dengan membayangkannya saja. Ia kemudian Secara refleks menutupi bagian-bagian penting tubuhnya menggunakan kedua tangannya. lalu dengan mata yang berkaca-kaca, ia menatap Karna dengan tajam.

"Mesum!" Seru Camelia

??

Karna menatap Camelia dengan aneh karena tiba-tiba meneriakinya seperti itu. 'apa yang dipikirkan wanita ini' pikirnya

melihat pose yang di buat Camelia sekarang malah membuat wanita itu tampak lebih menggairahkan. Dan tuduhannya membuat Karna merasa seperti penjahat Ca**l yang ketahuan mengintip. Menyadari kalau sudah terlanjur dijadikan tersangka secara sepihak, Karna pun mengikuti alur permainannya.

Sikap Karna mulai berubah menjadi tegas, membuat Camelia menjadi lebih was-was.

"Apa yang kau lakukan?" Kata Camelia

Tanpa memperdulikan perkataannya, Karna mengaktifkan mata Mistiknya. Camelia pun mulai merasakan kalau tubuhnya menjadi risih seperti sedang di lihat oleh seseorang.

Disisi lain, Karna menampilkan seringai nakal saat memindai wanita di depannya dari atas hingga kebawah.

"Kucing yaa~" Ucapnya dengan lembut Sembari mengangguk-angguk penuh pengertian.

!!!

Camelia membelalakkan matanya mendengar ucapan keponakannya. Seluruh Wajahnya kini menjadi merah padam akibat campuran antara malu dan marah.

"heh Dasar Ca**l!" Lanjut Karna. Dan setelah mengatakan itu, ia pun segera menghilang dari tempatnya.

Sink

"KARNA!!!"

1
badakpunah
nice thor.

semangat terus💪💪💪💪💪
EMPUSSENSEI
terimakasih
badakpunah
tetap semangat buat ceritanya thor
badakpunah
semangat thor
calliga
Lanjut thor, jangan lupa mampir di novelku ya "dragon lord system" hehe
calliga: Baik kak, semoga membaik ya
total 2 replies
calliga
Nice☝️🏻
badakpunah
semangat thor.
badakpunah
semangat thor
badakpunah
semangat thor. 💪💪💪💪💪
badakpunah
semangat thor
badakpunah
semangat thor.
badakpunah
semangat thor
badakpunah
tetap semangat thor
badakpunah
alur cerita udah bagus. ⭐⭐⭐⭐⭐ kasih gambar tiap ada karakter baru author.
EMPUSSENSEI: terimakasih 🙏😁
total 1 replies
badakpunah
gk perlu thor, gini aja ceritanya udah bagus.
badakpunah
kerja bagus 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
badakpunah
gua suka ceritanya. semangat thor 💪💪💪💪💪💪
Yunialfi ~IG: yyn_writer08
menarik sekali٩😍۶
EMPUSSENSEI: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!