Indonesia
NovelToon NovelToon
Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Keluarga / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Sejak kecil, Keira hidup jauh dari keluarganya. Ketika akhirnya mereka kembali dan ia berharap menemukan kehangatan yang selama ini dirindukannya, kenyataan justru menghancurkan harapannya.

Di rumah itu, ada seorang anak yang diperlakukan bak permata, sementara Keira hanya dianggap sebagai seseorang yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

"Ibu..." panggilnya pelan, berharap setidaknya kali ini pandangan ibunya akan jatuh kepadanya.

Namun jawaban yang diterimanya justru teguran yang terdengar begitu dingin. "Tak perlu banyak bicara. Segera mandi dan beristirahatlah. Tempat tidurmu sudah disiapkan."

"Ibu jangan begitu bicara padanya," tegur Ayah sambil mendekap Keyna erat di pelukannya. "Ayo naik bersama Ayah."

Keduanya pun melangkah pergi meninggalkan Kiara sendirian di ruangan itu. Kiara hanya menatap punggung mereka yang menjauh, lalu menoleh perlahan ke arah kakak perempuannya yang sejak tadi tak pernah sekalipun menatapnya.

Segar pun akhirnya berdiri dan bersiap pergi. Sebelum melangkah keluar, ia menoleh sejenak dan berkata dengan nada yang begitu menyakiti hati:

"Jangan terlalu dipikirkan. Sejak awal kami pulang ke sini hanya demi memenuhi keinginan adik kami. Jadi jangan berharap lebih."

Kalimat itu terngiang di telinganya bagai tamparan yang menghujam. Kiara hanya tersenyum tipis, meski hatinya terasa perih tak terlukiskan. "Aku tahu... tetap saja rasanya sakit," gumamnya pelan agar tak ada yang mendengar.

Ia menahan tangis yang mulai merembes di pelupuk matanya. Mengapa Keyna seolah menjadi satu-satunya putri yang mereka miliki? Mengapa kehadirannya tak pernah diharapkan, tak pernah dirindukan?

***

Pagi berikutnya, sarapan di meja makan terasa begitu berat untuk dilalui. Kiara duduk di ujung meja, seakan tak lebih daripada seorang tamu yang kebetulan ikut menikmati hidangan itu.

Di sisi lain, Keuna duduk di tengah dikelilingi kasih sayang Ibu yang tak henti membelainya, sementara Ayah duduk di sisi lain, menatapnya dengan senyum bangga yang tak pernah jatuh kepada siapa pun selain Kevan.

"Ibu... rasanya makanan ini tak enak," keluh Keyna sambil menurunkan sendoknya dengan cemberut.

Ibu segera mendekapnya lembut, lalu membujuk dengan suara yang begitu lembut dan penuh kasih sayang. "Makanlah sedikit saja, Nak. Nanti Ibu buatkan kue kesukaanmu sebagai gantinya."

"Tak mau. Sudah bosan dengan kue terus-menerus," tolak Keyna sambil memajukan bibirnya.

Ayah yang mendengar itu pun tertawa lembut, lalu mendekat dan mencium kening putri kesayangannya itu dengan penuh kelembutan. "Kalau begitu, nanti Ibu buatkan apa pun yang kau inginkan. Sekarang makanlah sedikit saja agar tubuhmu tetap sehat dan kuat."

Kiara menatap pemandangan itu dalam diam. Di hadapan matanya, kasih sayang yang seharusnya terbagi sama rata justru sepenuhnya jatuh kepada satu orang saja.

Ia tak pernah menyebutkan keinginannya, namun tak pernah pula ada yang bertanya apa yang sesungguhnya ia inginkan. Ia duduk dalam kesunyiannya, menelan pahitnya rasa perih yang perlahan menyusup ke relung hatinya yang paling dalam.

Makan pagi itu pun berakhir begitu saja. Keyna tersenyum puas karena keinginannya akan segera dipenuhi. Sedangkan Kiara, kembali menelan kesunyian yang kian hari terasa semakin berat untuk dipikul seorang diri.

"Oh ya Keira"

Keira tertegun seketika ketika namanya disebut. Seluruh pasang mata di meja makan seketika tertuju kepadanya. Ia hanya tersenyum canggung, tak tahu harus berkata apa di tengah pandangan yang begitu asing itu. Gina, sang ibu pun akhirnya menatapnya dan bertanya lembut.

"Kau suka makanan apa, Nak?"

Keira tersenyum tipis. Hatinya terasa perih menyadari bahwa wanita yang melahirkannya ke dunia itu pun tak mengetahui selera makan putrinya sendiri. Belum pernah sekalipun ia bertanya demikian selama ini.

"Ayam balado," jawabnya singkat namun tulus.

Keyna yang duduk di sampingnya pun segera berseru riang, "Ibu, Keira suka ayam balado. Masakkanlah itu, agar aku pun dapat ikut menikmatinya bersamanya."

Wajah Gina seketika berubah cemas. "Maafkan Ibu, Nak. Kau tahu kan kau tak boleh makan yang pedas? Ibu takut kau jatuh sakit hanya karena memaksakan diri makan makanan yang tak baik bagimu." Kekhawatiran itu tulus terpancar dari matanya.

Baginya, tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat putri kesayangannya jatuh sakit.

Namun Keyna tetap bersikeras. "Aku tak peduli, Ibu. Masakkanlah makanan kesukaan Keira. Aku hanya ingin makan bersama Keira tanpa halangan apa pun. Aku ingin lebih dekat dengannya."

Melihat anaknya bersikeras demikian, Gina pun mencoba menawarkan pilihan lain. "Tidakkah ada makanan lain yang kau sukai? Bagaimana dengan sup? Itu adalah makanan kesukaan Keyna. Ibu akan memasakkannya untukmu."

Keira sempat merasa bahagia sesaat. Namun saat terucap bahwa makanan itu adalah kesukaan Keyna, hatinya kembali terasa seperti tertusuk. Bahkan keinginan untuk memenuhi seleranya pun akhirnya tetap beralih kepada selera orang lain.

"Aku suka sup juga, Bu," jawabnya pelan, menelan rasa pahit yang merambat di kerongkongannya.

"Tetapi itu makanan kesukaan Keyna, bukan makanan kesukaan Keira," bantah Keyna tak terima. Ia tak ingin hingga keinginan saudaranya pun harus tergantikan oleh keinginannya.

"Sudahlah, jangan membantah. Makanlah apa yang disiapkan Ibu, lalu kita periksakan kesehatanmu ke dokter setelahnya," tegur Bara, sang ayah yang sejak tadi menyaksikan perselisihan kecil itu dengan gelisah.

Hatinya tak tenang melihat ketegangan yang terus muncul di hari-hari pertama kepulangan mereka. Di tempat yang jauh dahulu, mereka hidup damai dan bahagia.

Mengapa justru setelah kembali ke rumah sendiri, suasana menjadi begitu penuh pertikaian? Arya dan Sekar hanya diam dalam diam, menahan diri agar tak ikut campur.

1
Sulati Cus
g usah berharap py temen klu semua palsu, mending sendiri apapun akan aman jika sendiri🤔
Sulati Cus
km nya aneh msh bertahan dg keluarga toxic😔 mending pergi kerja sambil sekolah, ku dulu kg kek gitu pdhl jmn dulu tu susah nyari duit g kek sekarang dg ngoten, nulis online apapun keknya menghasilkan uang😅
Herlina Susanty
buat Keira pergi thor
Herlina Susanty: pergi ke mana aj lah thor yg penting gag kecewa trus 🤣🤣💪
total 2 replies
Cty Badria
karena kamu bodoh 1000% bodoh
Cty Badria
kok cmn 1 up nya
lily
masih membaca kpn bangkitnya ni si keira...
Murni Dewita
ya udah gak usah aja gabung sama orang2 yg spt t
Cty Badria
lupakan saja mereka dari pd sakit hati. buat hekulah hatimu tuk mereka
Cty Badria
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Cty Badria
kenapa g keluar Dr rmh itu setiap hr dipukuli...aj rasanya bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!