Indonesia
NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: SIAPA PRIA MISKIN YANG KALIAN HINA?

Suasana aula lelang seketika mendadak ricuh dan gaduh.

Bisikan-bisikan tajam berhamburan dari deretan kursi para tamu undangan.

"Waduh! Kartu kredit pewaris keluarga Pratama sampai ditolak sistem!" seru seorang tamu terheran-heran.

"Mana mungkin kartu sekelas Centurion Black bisa diblokir begitu saja?!" sahut tamu lainnya dengan wajah tak percaya.

Brandon berdiri terpaku dengan tubuh gemetar hebat.

Wajahnya yang tadinya sombong kini berubah pucat pasi bagaikan mayat hidup.

'Sialan! Ini pasti ulah si gembel sialan itu!' batin Brandon histeris penuh kepanikan.

Brandon menunjuk ke arah Reno dengan jari telunjuk yang gemetar hebat.

"Jangan tertipu, Semuanya! Pria miskin ini pasti menggunakan trik kotor dan uang palsu untuk merusak acara ini!" teriak Brandon histeris membabi buta.

"Betul sekali! Dia itu cuma menantu numpang makan di keluarga kami!" timpal Maya ikut memprovokasi para tamu.

Hendra mengangguk-angguk ketakutan di samping istrinya.

"Keamanan! Cepat usir pengemis sialan ini keluar!" geram Brandon sambil berteriak nyaring kepada petugas keamanan lelang.

Beberapa petugas keamanan bertubuh kekar langsung berjalan mendekati Reno.

Reno berdiri dengan sangat tenang, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

Tidak ada secercah rasa takut pun di wajahnya.

"Uang palsu, ya?" ucap Reno dengan nada dingin mengejek.

Tiba-tiba...

Brakkk!

Pintu utama aula lelang didobrak dari luar dengan kasar.

Suara langkah kaki puluhan orang bergemuruh memasuki ruangan mewah tersebut.

Semua mata tamu undangan langsung menoleh ke arah pintu masuk.

Seorang pria paruh baya berjas rapi dengan stempel lambang negara di kerah bajunya berjalan paling depan.

Di sampingnya, berjalan seorang pria tua berwibawa dengan keringat bercucuran di pelipisnya.

Mereka adalah Wali Kota dan Direktur Utama Bank Central Kota!

Para pengawal berseragam lengkap langsung membuat barisan pengamanan ketat.

Maya dan Hendra terbelalak lebar melihat siapa yang datang.

"W-Wali Kota?! Dan... Direktur Bank Central?!" bisik Hendra terbata-bata karena syok berat.

Brandon sendiri langsung termangu, kehilangan kata-kata.

Kedua pejabat tinggi itu mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.

Saat melihat sosok Reno berdiri di tengah aula, napas mereka seakan berhenti sedetik.

Tanpa mempedulikan tatapan ratusan pasang mata di sekeliling, Wali Kota dan Direktur Bank Central berlari kecil menghampiri Reno.

Deggg...!

Di hadapan seluruh tamu VIP yang terkejut setengah mati, kedua pejabat penting itu langsung berlutut dengan kedua lutut menghantam lantai marmer secara bersamaan.

"Hamba menyambut Tuan Muda Reno!" ucap Wali Kota dengan suara gemetar penuh hormat.

"Ampuni kelalaian kami, Tuan Muda! Seluruh sistem pembayaran dan aset rumah lelang ini sudah sepenuhnya berada di bawah kendali mutlak Anda!" timpal Direktur Bank Central dengan kepala menunduk dalam-dalam.

Suasana aula lelang mendadak sunyi senyap seketika.

Jarum jam seolah berhenti berdetak.

Ratusan pengusaha dan konglomerat terperanjat sampai berdiri dari kursi mereka.

"G-Gila... Apa yang baru saja terjadi?!" jerit seorang pengusaha kaya histeris.

"Wali Kota... dan bos besar bank sentral... berlutut menyembah si pemuda miskin itu?!" sambung tamu lainnya dengan mulut menganga lebar.

Maya memegang dadanya yang terasa sesak luar biasa.

Hendra terduduk lemas di lantai, kakinya mendadak kehilangan seluruh tenaga.

Brandon menggelengkan kepalanya kuat-kuat, menolak percaya pada pemandangan di depan matanya.

'Nggak mungkin... Ini pasti mimpi buruk!' batin Brandon histeris ketakutan setengah mati.

Reno menatap kedua pejabat yang berlutut di depannya dengan pandangan datar.

"Berdiri. Jangan bikin keributan di sini," perintah Reno tenang.

"Siap, Tuan Muda!" jawab mereka serentak sambil bangkit perlahan dengan penuh rasa hormat.

Reno melangkah maju melewati hadapan Brandon yang gemetaran hebat.

Dia berjalan mendekati meja lelang, mengambil kotak beludru merah berisi Kalung 'Mata Naga' senilai 50 Miliar.

Petugas lelang menunduk hormat, menyerahkan sertifikat kepemilikan kalung itu tanpa meminta bayaran sepeser pun.

Reno berbalik badan.

Dia melangkah mendekati Alya yang berdiri terpaku di sudut ruangan.

Alya menatap Reno dengan air mata yang menetes perlahan di pipinya.

Selama ini dia mengira suaminya adalah pria lemah yang tak berguna.

Tapi malam ini, pria di hadapannya terbukti sebagai penguasa mutlak yang bisa membuat para petinggi kota bertekuk lutut.

Reno mengangkat kalung berlian mewah itu, lalu mengenakannya langsung di leher jenjang Alya dengan lembut.

"Mulai sekarang, tidak ada seorang pun di dunia ini yang boleh meremehkanmu," bisik Reno tepat di telinga Alya.

Reno membalikkan badannya, berjalan keluar meninggalkan aula lelang tanpa menoleh lagi ke belakang.

Di belakangnya, Maya dan Brandon jatuh tersungkur pingsan di atas lantai dengan mata mendelik putih.

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!