Indonesia
NovelToon NovelToon
My Possesive Boyfriend

My Possesive Boyfriend

Status: tamat
Genre:Romantis
Popularitas:153.5k
Nilai: 5
Nama Author: CroftLarryy

Selalu kesalahan yang sama. Afa selalu berharap bahwa ahir masa SMAnya akan berjalan dengan baik dan Cintanya untuk Edo akan terbalas. Tapi semesta punya rencana lain.
Akankah dia bertahan dengan perasaan lamanya atau berpaling dengan yang baru.

"Kalo gua udah sayang, mau apalagi? Loe ngga bisa lari"- Bayu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CroftLarryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

T

-T-

Ayah setuju untuk mengurus kepindahanku kesini. Well sekarang yang harus aku lakukan adalah mencoba menerima keluarga baruku.

Yahh. Tentu saja Ayah setuju, dari dulu memang Ayah selalu membujukku untuk ikut tinggal di Jawa bersama Ibu dan Kakak baruku.

Ini keputusan yang bener kan Fa?

Hari ini aku kembali ke Jakarta untuk pamitan dengan bude, mengambil beberapa barangku dirumah dan sedikit mengurus keperluan kepindahanku.

Gabby yang menjemputku di stasiun, Ayah sudah di Jakarta sejak 3 hari lalu. Beliau begitu bersemangat mendengar keputusanku.

Iyalah, semangat! Anak perawannya mau pindahan ngikutin dia?

Aku tersenyum melihat Gabby yang sedang berdiri tidak jauh dariku.

Ya elah! Muka begonya dia keluar lagi!

Aku tersenyum mengejek melihat kelakuan Gabby yang seperti orang linglung. Bege! Mulut jelek aja dimangap-mangapin.

“Gabby....!”

“Gabb...

“Gabby!”

Aku berteriak keras yang sangat tidak enak didengar. Membuat orang-orang melirik ke arahku.

**** lu pelihara Fa!

Aku terlalu bahagia bertemu Gabby sampai teriak-teriak tidak jelas. Padahal hatiku berdetak keras, semoga saja “laki-laki yang tidak ingin kusebut namanya” itu tidak terlihat.

Gabby melengos pergi melihatku. Dia pergi berpura-pura tidak mengenalku, mulutnya komat-kamit tidak jelas. Mengomel. Lebih tepatnya merasa malu mempunyai sahabat sepertiku, karena aku berteriak seperti orang gila. Hell na!

Aku langsung berlari menghampirinya menubruk tubuhnya. Aku dan Gabby tertawa bahagia, berdua.

“Bego! Ngapain teriak-teriak! Malu! Sue lu!”

Gabby menggerutu selama perjalanan menuju rumaku. Kumat deh mulut emak-emaknya.

^^^

“Fa, gua tau lu lagi ada masalah sama Bayu, tapi bukan gini caranya, lu lari dari masalah namanya aklo gini. Gua ga mau ikut campur sebenernya. Hidup-hidup lu, bukan gua juga yang ngasih makan. Cuman, gua ngingetin aja, baiknya lu selesein dulu masalah lu sama Bayu, baru lu boleh pindah”

“Gabb... please! Gua lagi ngga pengen bahas itu”

Sekarang Gabby sedang membantuku mengemasi baju kedalam koper. Gabby menghela nafas mendengar kekeras kepalanku. Dia merasa kita sudah impas dengan perginya dia saat kita ada di Ritz dan perginya aku ke Purwokerto yang tanpa pemberitahuan.

Gabby melirikku. Seperti ada yang ingin dia katakan tapi tidak jadi, kepalanya terangkat menatapku lqlu menunduk lagi, mulutnya terbuka lalu terhenti, mangap aja terus Gabb!begitu terus dari tadi.

Aku yang risih ditatap seperti, langsung saja aku membentak dia.

“Heh! Kenapa si lu?”

Gabby yang resah menambah tingkat ke BTanku menjadi level teratas. Aku melotot garang ke arahnya.

“Fa! Kemaren waktu lu ngilang, Bayu nyariin lu..”

Aku langsung lesu mendengar kabar itu.

“Gabb.. apapun yang terjadi jangan pernah kasih tau gua pindah kemana sama Bayu! Oke!”

Alisku naik dengan mata melotot menunggu jawabannya. Berasa artis sinetron gua naik-naikkin alis.

Gabby mengangguk malas. Susana menjadi hening setelah itu. Aku tahu tindakan yang aku ambil ini sepenuhnya salah. Sangat-sangat pengecut. Tapi aku benar-benar sudah muak ada disini.

“Fa! Beliin gua ciki sana!”

“Dibawah kan ada!”

Aku memejamkan mata menenangkan diri, menerima gerutuan Gabby yang tidak jelas. Sudah tahu di dapur ada ciki, tapi masih minta saja.

“Paan! Ice cream kagak ada tuh...”

Aku memutar bola mataku malas. Ice cream mah bukan ciki.

“Fa cepet sana!”

Dengan malas aku berdiri, membawa tas kecil dan handphoneku yang baru, handphone yang lama tak pernah aku hidupkan. Biarlah. Bodo amat

Aku hanya terlalu takut dengan notifikasi yang masuk nanti, apakah Bayu menghubungiku, atau bahkan tidak sama sekali.

Aku berjalan malas, supermarket terdekat ada didepan gerbang komplek, jalan kaki juga cepat sampai.

Bagaimana kabar Edo yah, dia mencemaskanku atau tidak yah. Aku yakin Edo pasti ke rumah Bude. Jadi aku tidak perlu khawatir. Karena Bude pasti akan memberitahu Edo. Aku menengok ke belakang. Menyipitkan mata melihat mobil yang sedang berjalan lamban.

Aku merinding tidak jelas. Dari tadi mobil CRV warna putih itu terus mengikutiku dari belakang. Aku menengok, dengan berani kali ini, coba kita lihat sejauh mana dia akan menguntitku. Keputusan bodoh! Mobil itu sekarang berjalan cepat kedepan dan dalam nenerapa detik saja, aku sudah ditarik masuk ke dalam, bahkan aku tidak bisa mengelak sama sekali. Oh god!

Didalam mobil aku berontak sekuat mungkin, tapi percuma. Orang dengan topeng ini memegangku terlalu kuat. Aku mencoba berteriak tapi mulutku langsung dibekap.

“Nino! Jangan terlalu kasar ****!”

Nino? What! Aku kenal suara itu. Siluet orang yang sedang menyetir itu tampak tidak asing. Aku menambah kekuatan memberontakku tapi masih tidak berhasil. Sialan. Gila! Emang gua anaknya pejabat sampe diculik begini!

Teriakan yang dihasilkan dari mulut yang dibekap tangan ternyata hanya menghasilkan suara aneh mirip monyet. Jadi jangan mencobanya lagi!

Ketiga lelaki yang menculikku membuka topeng penutup wajahnya. Melihat apa yang ada di balik topeng itu membuatku tambah geram. Bukan wajah mengerikan deadpool, bukan juga wajah seram dan kurang perawatan preman tapi tetap saja menyebalkan. Seketika mataku membeliak tajam. Aku menambah tanaga mencoba berontak, bahkan kakiku sudah menendang-nendang. Sampai tidak sengaja menendang sesuati yang seharusnya tidak kutendang itu. Ugh sorry.

“Shit! Fa! Diem napa!”

Aku sudah hampir menangis, mataku berkaca-kaca. Mulutku masih dibungkam jadi tidak bisa bersuara sedikitpun. Mereka kejam sekali. Sampai berani menculikku, di sekolah aku bukan tipe anak yang akan senang membuat masalah, aku cenderung pendiam kalau di luar kelas, beda lagi kalau di dalam.

Lagian mereka bertiga kan mengenalku dengan baik, atau jangan-jangan “Si brengsek yang tidak ingin ku sebut namanya” itu yang menyuruh cecunguk 3 ini.

“Princess! Udah ngga papa! Ada gua!”

Aku semakin melotot. Kakiku langsung menendang jok kursi mobil yang diduduki Adrian dengan keras. Merasa percuma menendang jok kursi kakiku lngsung melayang ke arah kepala Ian yang langsung terantuk stir mobil.

“Hahahahahahahah!”

Seketika tawa Nino dan Fian keluar. Fian bahkan sampai keluar air matanya. Dasar brengsek. Begini ini jadinya kalau permainan anak sekarang isinya game-game online, otak mereka terbentuk menjadi otak kriminal. Ngelantur gua! Bahkan gua kaga bisa mainnya, bentuknya kaya apa aja gua kaga tau! Tuhan ke-sotoy-an ini membunuhku.

Aku masih berontak, mencoba melepaskan diri. Tapi Nino tidak mau melepaskan tanganku dan tangannya masih membekap mulutku. Kakiku sedang di ikat Fian dengan tali rafiah.

Wah! Mereka serius mau nyulik gua! Sialan!

Aku mencoba berontak dari tangan Nino yang membekap mulutku. Aku gigit tangan baunya. Asin.

Nino berteriak kesakitan. Saat tangan Nino terlepas aku langsung berteriak marah.

“Sialan! Ngapain kalian nyulik gua! ****! Kambing lu semua!”

“Nino **** kenapa dilepas!”

Fian menggerutu marah. Aku melotot tajam ke arahnya. Rasanya tanganku gatal ingin memukul kepala kerasnya itu.

“Dan lu Ian! Kenapa lu ikut-ikutan! Gua benci sama kalian!”

“Lepasin gua! Kambing”

“Lepasin....”

Fian dan Nino bertatapan, seperti mengirim sinyal. Seketika perasaanku tidak enak. Adrian menoleh ke belakang.

“Sorry, princes”

Tangan Nino membekapku dengan sapu tangan. Aroma yang menyengat langsung menyambutku dan seketika semua gelap.

^^^

Mataku mengerjap, menyesuaikan sinar yang masuk. Sakit. Kepalaku benar-benar sakit. Tangan dan kakiku pegal, badanku rasanya remuk.

Aku mencoba menggerakkan kakiku, dan rasa sakit langsung mendera seluruh tubuhku. Sialan!

Samping tempatku tertidur terasa bergerak, ada yang naik.

“Selamat malam, sayang!”

Deg.

Kecupan terasa di dahiku, kemudian turun ke kedua pipiku, dan terakhir bibirku. Sebelum badanku ditarik sepenuhnya kedalam pelukannya.

Oh god! How could this happen to me?!

Sialan!

Aku langsung membuka mataku, tersadar sepenuhnya. Bayu brengsek! Kecurigaanku ternyata benar. Si brengsek ini dalang dibalik penculikanku.

Bayu menindihku, tangan dan kakinya memenjarakan tubuhku. Ugh. Sialan. Dan lu masih deg-degan aja Fa digituin! Kemana semangat lu kemaren yang minta putus! Kicep aja dari tadi.

“Wanna play hide and seek, huh?”

Bayu tersenyum meremehkan. Tanganku langsung melayang meninju perutnya. Yang sama sekali tidak berhasil.

“That’s not gonna work, honey! You just make me horn!”

Mesum. Hidungku kempas kempis, mataku melotot, dan rambutku tidak beraturan seperti rambut singa. Dan dia masih bisa bilang, horny ? Dengan tampang menyeramkanku ini. Fix! Bayu gila.

“Lepasin! Bayu!”

“Never!”

Bayu masih keras kepala. Tidak mau melepaskanku.

“Tapi aku haus?”

Aku mencoba peruntunganku, memasang wajah memelas.

Bayu menghela nafas, dan memilih untuk duduk mengambil segelas air di atas nakas. Akhirnya, jantungku sudah aman kembali.

Dengan rakus aku menenggak air putih itu. Bayu seperti biasa, muka datarnya masih eksis di peradaban.

Bayu mengambil gelas di tanganku dan membanting gelas itu. Oh shit!

Bayu sepertinya benar-benar marah, aku yang terkaget hanya memejamkan mata menenangkan hati.

Mendengar ada sesuatu yang pecah beberapa pelayan mengetuk pintu meminta ijin masuk, setelah Bayu mengijinkan, mereka masuk dan membersihkannya.

Hatiku sedikit tenang saat ada pelayan itu, Bayu masih menatapku tajam. Setelah pelayan itu pergi, suasana mencekam ini kembali. Oke, sekarang benar-benar serius.

Aku masih terduduk ber silah, menunduk. Bayu bergabung dan menarikku menghadapnya. Sekarang aku sudah tidak punya alasan untuk melarikan diri lagi.

Bayu menatapku menuntut, aku yang sudah takut dari awal semakin menundukkan kepalaku.

“Kamu masih belum mau bicara?”

Aku semakin bergetar ketakutan. Mama! Dengan berani aku mendongak. Memantapkan hatiku.

“Harusnya kamu, yang mencoba menjelaskan sesuatu? Bukan aku!”

“Oh ya? Menghilang tanpa pemberitahuan, tidak perlu penjelasan?”

“Lalu, ciuman dengan cewek lain didepan mataku juga ngga butuh penjelasan? Pikirin Bay! Dimana gua waktu elu nyium cewek itu!”

Oke. You did it!

Great job Fa! Ternyata terasa lebih sakit saat fakta itu aku ucapkan sendiri. Tanpa terasa air mataku mengalir. It hurts! Really! Yah mewek aja terus Fa! Drama banget hidup gua!

Bayu menghela nafas, dia menarikku kepelukannya. Tangannya menghapus air mataku, dia mencium kepalaku berulang kali. Bayu mencoba menenangkanku yang menangis sesenggukan sekarang. Tangannya mengusap punggungku menenangkan, dia menarikku lebih dalam kepelukannya dan membaringkanku bersamanya.

“Just tell me! Not running away!”

Aku mencoba melepaskan tangan Bayu yang melilit tubuhku. I’m not done yet!

Semua usahaku untuk lepas dari Bayu terasa percuma, tenagaku terbuang sia-sia.

“Im sorry, honey! But first, we have to remove it”

Aku yang masih dalam keadaan berantakan, hidung meler nangis tidak karuan tentu saja tidak mengerti apa yang diucapkan Bayu.

Dan di detik selanjutnya aku hanya terdiam kaku, Bayu menciumku keras, tangannya menarik tengkukku memperdalam ciumannya , sekarang aku sudah pasrah berbaring sepenuhnya dibawah kungkungan Bayu, dia melakukannya lagi. Padahal disini dia yang salah, tapi kenapa ini terasa seperti hukuman buatku. Bukan untuknya?! Menghapus bekas ciumannya dengan ****** itu, tidak bisa menghapus kelakuan buruk lu kambing! Lu pikir dengan tindakan lu ini, gua bakalan terkesan lagi?! Engga!

Engga tahu maksudnya! Ugh.

Tentu saja aku mengatakan itu hanya dalam hati saja, mana berani aku mengatakannya langsung.

“Tindakan kaburmu adalah urusan berbeda. Aku masih menunggu permintaan maafmu”

What?! Really!

“I’m not running away!”

Bayu tersenyum sinis mendengar jawabanku. Bayu duduk bersandar, dia menarikku masuk kedalam pelukannya lagi.

“Kalo aku udah sayang, mau apalagi kamu ngga bisa lari!.....”

“Seharusnya kamu tau itu, lebih daripada yang lain! ..... Jadi, berhenti mencoba untuk lari!”

Aku tertegun mendengar jawabannya, aku benar-benar sudah terjebak. Bayu mengecup bibirku lama, lalu dia bergegas pergi tanpa menoleh ke belakang lagi.

Bayu marah, marah yang benar-benar marah. Dia meninggalkanku didalam kamar, membanting pintu dan menguncinya dari luar.

Shit! I should call 911 right now.

1
Cita Solichah
kq yg masalah bayu ma cew2 gk di up.. dibiarkn berlalu gitu aj
Cita Solichah
tolong donk kl bs tokohnya diganti umurnya jangan belasan. kuliah tingkat akhir gitu.. biar gk geli bacanya...
kavena ayunda
hmmmm kok g rela ya secara karakter cwok tukang celup
Ina Suryanti Ina
serem aku pcaran kyak gitu, ank SMA, yg cwek blum 17 thn....hiiii. Aku aja pcran umur 23 thn....aamiiit.....aamiit.........
Putri Widiya
kk aku ngk ngerti terhakirnya
Tami
kpn buatny kok thu udah hamidun
Tami
ngeri pnya pcr kyak gitu amit2
Lailul Hidayati
kyknya Bayu psyco y
Lis Manda Cel
😂😂😂
Fira Rizky N
mungkin harusnya ' who is he?' , ya ga sih? hehe
Nur Sapika
thor beri kepastian apakah ada dengan Bayu udah nikah atau gimana
Fiona Maria Teresia
lanjut kgk thor
TePe
lah udah aja kl mau pindah kan ga hrs balik ke jkr kaleee....
Shelly Niha
kok langsung end aja sih thor
b.e.f: Hai ka..
dapet salam nih dari pasutri baru, Sasha & Mas Herdi di novel ^RASANYA MENIKAH^ 🎬⚘

Yuk ikut gabung sama kaka² readers lain yang udah melting disana. Sekali baca bikin lupa angkat jemuran pas ujan kak 😂

Langsung klik profil yaaa..

#izinpromoyathorbigthanks ⚘
total 1 replies
Devin Byl
lanjuttt cpt sayang seruu
b.e.f: Hai ka..
dapet salam nih dari pasutri baru, Sasha & Mas Herdi di novel ^RASANYA MENIKAH^ 🎬⚘

Yuk ikut gabung sama kaka² readers lain yang udah melting disana. Sekali baca bikin lupa angkat jemuran pas ujan kak 😂

Langsung klik profil yaaa..

#izinpromoyathorbigthanks ⚘
total 1 replies
Septi Wulansari
udah End ini... serius
b.e.f: Hai ka..
dapet salam nih dari pasutri baru, Sasha & Mas Herdi di novel ^RASANYA MENIKAH^ 🎬⚘

Yuk ikut gabung sama kaka² readers lain yang udah melting disana. Sekali baca bikin lupa angkat jemuran pas ujan kak 😂

Langsung klik profil yaaa..

#izinpromoyathorbigthanks ⚘
total 1 replies
Septi Wulansari
laah punya cowok begituan udh tak End IN
lara croft
masih ada beberapa part lagi tenang saja

nggak gantung kok
pyccolo
g ada yg koment nih??? sepi amat
세린정국
author nya pen di santet dehh😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!