Dipaksa menikah dengan adik kembar dari mendiang suaminya karena sesuatu hal yang rumit. Membenci dan mendendam pada suami karena kematian mendiang suaminya, akankan Ceena pada akhirnya bisa mempertahankan rumah tangga nya dengan Nolan.
Bagaimana mereka berdua bertahan dengan hidup satu atap bersama dengan orang yang paling mereka benci. karena nyatanya kehadiran dua anak hasil pernikahan Ceena dengan mendiang suaminya tidak membuat hubungan mereka menjadi baik. Ceena tetap menyalahkan Nolan karena hidup dengan menjadikan nyawa suaminya sebagai tumbal.
Lalu, haruskah sebuah rahasia besar yang selama ini ditutupi rapat oleh Nolan dan mendiang suami Ceena harus diungkap demi bisa membuat Ceena menerimanya. Tapi ketakutan semakin dibenci oleh Ceena, terpaksa membuat Nolan mengurungkan niatnya. Harapannya hanya satu, semoga Ceena bisa melihat betapa besar ketulusannya meski pernikahan mereka terjadi karena sebuah keterpaksaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little ky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Liontin
Ruangan yang tadinya ramai terdengar suara tembakan yang saling bersahutan, kini begitu sunyi dan hanya terdengar isak tangis dari tiga orang yang merasa begitu tertekan dengan kenyataan di depan mereka. Ceena bahkan tak lagi mampu berpikir jernih begitu Nolan tak kunjung terbangun meski Clovis sudah memeriksa kondisi Nolan.
Clovis sendiri benar-benar frustasi saat ini, tuannya tidak kunjung bangun padahal Clovis tahu betul bagaimana kondisi tuannya saat ini. Tembakan tadi memang mengenai tepat di bagian dada Nolan, tapi bukankah mereka berdua mengenakan jaket anti peluru dibalik pakaian mereka. Lalu apa yang membuat tuannya ini masih tergeletak tidak sadarkan diri.
Clovis nekat membuka pakaian Nolan untuk memeriksa takut-takut jika memang benar Nolan tertembak. Meski jelas terlihat oleh mata empat orang di dalam ruangan ini, tidak ada genangan darah di sekitar Nolan. Tapi justru inilah yang membuat mereka ketakutan, karena luka seperti apa yang dialami Nolan tidak jelas sehingga bingung mereka bagaimana mengantisipasi nya.
" Nyonya tenanglah.. Coba Anda lakukan CPR pada tuan muda. Tuan muda bisa saja hanya pingsan atau terkena serangan jantung, entah apalah itu yang jelas tuan butuh nafas buatan. " Ujar Clovis jelas terlihat sangat frustasi.
" Tap-tapi, Clov.. Kau yakin jika Nolan... Nolan belum... Mati? " Entah bagaimana cara menggambarkan perasaan Ceena saat ini, yang jelas semuanya kacau.
" Saya masih merasakan denyut nadinya meski sangat lemah. Coba saja nyonya. " Ujar Clovis sekali lagi.
Ceena meski dengan berlinang air mata, mencoba melakukan CPR pada Nolan. Mungkin benar memang Nolan membutuhkan bantuan pernafasan. Ceena mencoba beberapa kali, tapi sama sekali tidak ada yang berubah. Nolan masih tetap tidak sadarkan diri. Tubuh Ceena bergetar hebat, ketakutan hingga di dalam dirinya. Dan ketakutan yang paling besar dia rasakan adalah takut kehilangan Nolan. Rasanya Ceena tidak sanggup kembali kehilangan seseorang yang menjadi suaminya.
" Nolan.. Bangun.. Aku mohon.. " Bisik Ceena lirih di telinga Nolan. Berharap suaranya terdengar hingga ke alam bawah sadar Nolan.
" Dad... Bangun dad!!! " Fayre ikut menggoyang tubuh daddy nya, berharap jika suaranya yang terdengar, daddy nya akan bangun.
Ceena putus asa, semua cara sudah mereka upayakan untuk membangunkan Nolan. Di detik terakhir upaya yang coba Ceena lakukan, dia sekali lagi mencoba melakukan CPR. Jika memang benar ini tidak berhasil, maka.... Rasanya Ceena tidak sanggup melanjutkan harapan yang pastinya bisa membawanya pada sebuah keputusasaan yang semakin tak berujung.
" Bangun Nolan.. Bangunlah, aku mohon.. " Ceena menelungkup kan kepalanya pada bagian dada Nolan. Menangis begitu kencang meluapkan semua rasa sesak di dadanya. Hingga tiba-tiba saja...
" Uhuk.. Uhuk... " Ceena langsung bangun begitu merasakan ada gerakan pada tubuh Nolan. Terdengar juga olehnya suara Nolan tengah terbatuk. Ceena buru-buru memastikan hal itu karena takut jika semua ini hanya halusinasi nya.
" Nolan.. Nolan... " Panggil Ceena.
" Uhuk... Ya? " Nolan menoleh ke samping tepat ke arah Ceena. Mata Nolan langsung terbelalak melihat kacaunya Ceena dengan mata bengkak. Bahkan sisa air mata masih terlihat di wajah cantik Ceena.
" Kenapa kau menangis? Anak-anak? Clovis? " Tanya Nolan menjadi panik, kemudian lekas mengabsen anggota keluarganya karena berpikir Ceena menangis karena ada yang terluka atau menjadi korban.
" Ceena.. Kenapa menangis? " Tanya Nolan heran. Semuanya baik-baik saja, lalu apa yang membuat Ceena menangis.
Bugh.. Bugh..
" Aduh.. Sakit, Ceena.. " Pekik Nolan merasakan sakit di bagian dada yang dipukul oleh Ceena.
" Bodohnya kau masih bertanya!! " Sentak Ceena marah. Sungguh Ceena dibuat kesal sekali oleh Nolan saat ini. Beberapa detik yang lalu Ceena begitu ketakutan kehilangan Nolan, tapi lihat bagaimana Nolan sekarang, bolehkan dia membuat Nolan kembali tidak sadarkan diri.
"Aku kan memang tidak tahu apa yang terjadi. " Nolan memberengut di bilang bodoh oleh Ceena.
Si kembar terkekeh melihat bagaimana mama dan daddy nya berinteraksi setelah ketegangan tadi berakhir. Melihat daddy nya seperti ini, keduanya yakin jika daddy mereka baik-baik saja. Awalnya si kembar sendiri begitu ketakutan jika daddy mereka tidak selamat. Rasanya sungguh tidak sanggup jika membayangkan hidup mereka tanpa seorang Nolan,
Si kembar sudah terlanjur sayang pada Nolan. Bukan sejak Nolan menjadi daddy mereka, bahkan sebelum itu si kembar sudah sangat menyayangi Nolan. Mereka tentu sama tidak siapnya dengan mama mereka jika sampai Nolan meninggalkan mereka secepat ini. Beruntung semua itu tidak terjadi, Nolan akhirnya sadar.
" Tuan muda.. Apa yang terjadi? Bukankah Anda tertembak di bagian dada? Saya lihat tidak ada bekas terkena tembakan di jaket anti peluru Anda. " Tanya Clovis penasaran. Dia enggan ikut acara lovey dovey khas Ceena dan Nolan.
" Oh.. Itu.. Sepertinya karena ini.. " Nolan mengeluarkan sebuah liontin berbentuk kupu-kupu berwarna biru gelap bercampur biru terang. Sangat cantik sekali dipandang mata, tapi bukankah itu aksesoris perempuan, kenapa Nolan memilikinya.
" Itu?? " Ceena menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat menyadari tentang liontin berbentuk kupu-kupu itu.
" Nolan.. Kenapa bisa?? Bagaimana mungkin?? Apa maksud semua ini?? " Semuanya terucap begitu saja oleh Ceena. Tidak bisa menentukan pertanyaan mana yang paling dia inginkan jawabannya karena dirinya sangat terkejut.
Bukan tanpa sebab Ceena seperti ini. Dia kenal betul liontin berbentuk kupu-kupu itu. Entah sepuluh atau dua puluh atau bahkan tiga puluh tahun yang lalu, dia pernah memiliki liontin yang sama dengan yang ditunjukan oleh Nolan. Tapi kemana liontin itu setelah saat itu, Ceena tidak lagi mengingatnya. Apakah dia kehilangan, lalu kenapa ada pada Nolan.
Mata Ceena yang masih bengkak memicing menatap tajam Nolan, mengintimidasi pria ini untuk segera menjawab pertanyaan yang dia lontarkan tadi. Nolan yang ditatap seperti itu oleh Cewna, beringsut mundur mendekat ke arah Clovis. Dia bingung harus menjawab seperti apa karena semua ini memiliki sejarah yang sangat panjang bila diceritakan. Lebih dari itu, Nolan tidak ingin membuat Ceena kecewa bila mengetahui semuanya.
" Nanti.. Aku akan menjelaskan semuanya pada mu. Pertama-tama mari kita keluar dari sini terlebih dahulu. " Ujar Nolan mengalihkan perhatian semua orang dari masalah ini. Beruntung semua setuju dengan ucapannya, mereka pun bergegas bangkit untuk segera meninggalkan tempat itu.
Dengan dipapah oleh Clovis, Nolan berjalan di depan Ceena dan si kembar untuk menunjukan jalan keluar dari tempat itu menuju ke mobil yang tadi dibawa oleh Clovis. Jaraknya tidak terlalu jauh, tapi cukup memakan waktu karena saat ini mereka semua kelelahan. Semuanya sangat melelahkan sepanjang hari ini, sungguh hari yang sangat berat sekali.
BRAKKKK
" ANGKAT TANGAN... TURUNKAN SENJATA KALIIIIIIII.... AN.... " Tiba-tiba saja beberapa orang masuk ke dalam ruangan itu dan langsung menodong Nolan dan semuanya dengan pistol.
" Apa lagi ini?? " Keluh Nolan lirih.
" Ketos... Sialan kau baru datang!! Dan lihat apa yang kau lakukan?? " Sentak Nolan dengan sia-sia tenaganya.
" Lhoh.. Tuan muda ke empat, sepertinya saya......... Bill.. Kita terlambat datang. " Ketos menoleh ke samping, menatap Billcan yang dalam posisi siaga dengan pistol di tangannya.
" Sepertinya begitu.. " Billcan menurunkan senjatanya, " Lama bertemu tuan muda keempat, nyonya pertama dan tuan serta nona muda kecil. " Billcan menyapa tuannya yang selama dua tahun ini tidak mereka temui.
Nolan geleng kepala tidak habis pikir. Jika tadi Ceena yang kesal padanya, sekarang baik Ceena maupun Nolan, keduanya sama-sama kesal pada dua asisten milik mendiang Galen itu. Bagaimana bisa bantuan datang ketika semua sudah dibereskan. Apakah memang mereka sengaja tidak ingin datang. Sungguh keterlaluan sekali kedua orang ini.
Ketos dan Billcan kompak hanya bisa nyengir saja saat ditatap tajam oleh orang-orang di depan mereka. Bukan maksud mereka sengaja datang terlambat, tapi mereka punya misi penting lain dari mendiang Galen yang disampaikan pada mereka sebelum pria itu menghembuskan nafas terakhirnya. Tapi rasanya mencoba menjelaskan pun akan berakhir sia-sia. Jadi Ketos dan Billcan hanya diam saja dan membuka jalan serta mengawal rombongan tuan mereka untuk meninggalkan tempat ini.
**************
Shanghai, China..
" Katy.. Siapkan semua keperluan kita dan si kembar. Hari ini juga, dengan penerbangan terakhir, kita akan berangkat ke Roma.. " Ucap Gafar begitu dirinya selesai berbicara dengan seseorang menggunakan ponsel miliknya.
" Ada apa? Kenapa mendadak sekali? " Tanya Katriana bingung. Tidak ada pembicaraan tentang ini sebelumnya, kenapa mendadak suaminya ingin mereka kembali ke negara yang sudah dua tahun ini mereka tinggalkan.
" Ketos menghubungi ku.. Semua anggota keluarga de Niels akan berkumpul di Roma. Tanda itu, tanda yang ditinggalkan Galen telah kembali dihidupkan. Semua harus berkumpul dan bersama untuk kembali merebut apa yang seharusnya menjadi milik kita. " Jawab Gafar dengan tatapan bengis menatap ke arah depan.
Tanpa banyak bertanya, Katriana segera melakukan apa yang dikatakan oleh Gafar. Pembicaraan tentang keluarga de Niels dan apa yang menimpa keluarga ini dua tahun yang lalu, adalah hal yang sangat sensitif untuk Gafar. Tidak mau memancing emosi suaminya yang memang terkenal bersumbu pendek, Katriana memilih untuk mengemasi semua barang-barang mereka.
Entah apa yang akan menunggu mereka di Roma sana, tapi jika semua anggota keluarga berkumpul maka pasti akan ada pergerakan besar-besaran dari semua orang yang berdiri di belakang de Niels yang selama dua tahun ini bersembunyi menantikan tanda yang dimaksudkan oleh Gafar tadi.
Dalam hatinya Katriana berharap, semoga saja akan ada masa depan cerah untuk mereka semua terutama untuk kedua buah hatinya dengan Gafar. Melihat bagaimana dua tahun hidup mereka di tempat ini, sebenernya Katriana merasa miris akan nasib kedua buah hatinya. Masih kecil, tapi harus mengungsi hingga sangat jauh ke negeri orang. Mereka hidup dalam bayang-bayang ketakutan diburu oleh musuh.
" Semoga saja semua lekas kembali seperti semula. " Dalam hati Katriana berdoa tulus kepada Sang Pencipta.
Tetap semangat... 💪💪💪
Dan selalu semangat... 💪💪💪
Duch, semoga Nolan masih diberi kesempatan sama kak author jadi bahagia dengan Ceena n si kembar...
Harap dimaklumi saja semua sikap Ceena... 😉