Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodoh Istimewahnya Naira

Jodoh Istimewahnya Naira

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: bismillah

menceritakan seorang gadis yang sangat tangguh menjalani hidup nya ,sampai pada akhir nya nanti Alloh mempertemukan dia dengan jodohnya yang tidak dia sangka sangka sebelum nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bismillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

"Oh yah sus, tolong siapkan ruangan pasien untuk Naira yah."

"Iya dok siap."

Suster pun keluar dari ruangan,Rere yang melihat suster keluar dari ruangan langsung menanyakan keadaan Naira.

"Sus! gimana keadaan teman saya?"

"Alhamdulillah, dia baik-baik saja."

Faaz dan Rere langsung lega mendengar penjelasan suster.

"Alhamdulillah, terus kita boleh lihat kedalam gak sus?" tanya Faaz.

"Emm, dia belum sadar, tapi dia mau di pindahkan ke ruangan pasien, jadi sebaiknya kalian ikutin saja saya ke sana, dan tunggu saja di sana yah."

"Oh ya udah kalau gitu, ayo Re."

Ajak Faaz.

"Iya Pak."

Sementara itu Fatma dari tadi hanya mengikuti Faaz dan Rere kesana kemari tanpa berkata apa pun.

"Nah tunggu saja dulu di sini yah, saya akan bawa pasien nya dulu."

Akhirnya Naira pun masuk ke ruangan pasien di antar oleh Afan dan beberapa suster yang lainnya.

Setelah setengah jam menunggu akhirnya Naira pun siuman, sontak semua orang yang di sana langsung menghampiri Naira.

"Naira!" ucap Rere sambil memegang tangannya.

"Rere, aku ada di mana?" tanya Naira dengan bingung.

"Kamu, ada di rumah sakit."

"Hah! "ucap Naira sambil masih ke binungan, dia pun melihat ke sekitar dan dia terkejut karna ada Afan di sana.

"Apa! aku gak salah lihat kan,kok ada Mas Afan di sini?"

"Iya Nai, nanti deh aku ceritain ke kamu, kenapa aku bisa ada disini."

Naira pun masih kelihatan bingung, dia pun melihat lagi ke sebelahnya, di sana ada Faaz.

"Pak Faaz!"

"Iya Naira,i" ucap Faaz sambil menghampiri Naira.

Naira hanya tersenyum saja tidak berkata apa-apa, namun pada saat Naira melihat ke arah Fatma,dia langsung teringat apa yang sudah terjadi.

"Re, tadi kan aku di gigit ular."

"Iya Nai, tapi Alhamdulillah tadi pak Faaz sigap langsung bawa kamu ke sini, dan kebetulan ada Afan dia langsung gercep nanganin kamu,

aku bersyukur banget kamu gak kenapa-napa."

"Alhamdulillah," ungkap Naira dengan lega.

Fatma yang mencoba untuk tidak terlihat cuek pun mencoba menanyakan ke adaan Naira.

"Naira, kamu baik-baik aja kan?"

"Alhamdulillah," jawab Naira dengan ekspresi datar, karna dia mulai ragu pada Fatma, Naira merasa apakah Fatma sebenarnya menjebak dia atau memang murni kecelakaan saja.

Singkat cerita keesokan harinya Naira pun mulai membaik dan dia akan bersiap untuk pulang.

"Re, pak Faaz kemana yah?" tanya Naira pada Rere yang sedang mengemas barang-barang.

"Semalem sih dia pulang dulu, terus katanya sekarang mau kesini sama Pak Yai dan Bu Nyai."

"Apa! aduuh aku jadi gak enak, aku malah ngerepotin orang-orang."

"Naira, gak ada yang merasa di repotin kok, oh yah Nai tau gak sih, kemarin itu Pak Faaz paanik banget lihat kamu."

"Oh yah! yang bener Re?" tanya Naira dengan ragu.

"Iya, dia sampai robek baju nya buat di iketin di kaki kamu, terus dia bopong kamu, dan bawa kamu ke sini."

"Apa! Masa iya Pak Faaz berani nyentuh aku?"

"Yaah, namanya juga orang panik Nai, lagian kan di sana gak ada laki-laki lain, kita-kita mana kuat angkat kamu."

"Maksud kamu, aku berat gitu."

"Hehe, enggak deh candak, eh Nai, aku jadi curiga, kalu Pak Faaz itu memang beneran suka sama kamu Nai."

"Tuh kan, kamu ini setiap laki-laki yang perhatian sama aku di bilang nya suka, padahal siapa tau aja dia memang punya sikap seperti itu ke semua orang."

"Tapi Nai_" saat Rere belum menyelesaikan percakapannya,

terdengar ada orang yang membuka pintu dan mengucap salam.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Ternyata itu Faaz, Bu Nyai dan Pak Yai.

Naira yang sedang berbaring mencoba bangun.

"Naira, gimana keadaan kamu sekarang?" tanya Pak Yai sambil duduk di samping Naira.

"Alhamdulillah Pa Yai, saya sudah baikan."

"Alhamdulillah, syukur lah kalau gitu."

Faaz melihat barang-barang Naira sudah di kemas.

"Naira! kok barang-barang nya sudah di kemas?"

"Oh iya ini Pak, kata dokter hari ini aku sudah boleh pulang."

"Oh gitu yah, emm kalau gitu bareng kita aja pulang nya," ajak Faaz pada Naira.

"Euhhh, sebenarnya saya mau sekalian izin sama pak Yai, Bu Nyai juga pak Faaz, saya mau izin pulang, dan sepertinya saya tidak bisa menyelesaikan Paskil nya.

"Oh gitu yah," ucap Faaz dengan ekspresi wajah sedih.

"Terus, kamu mau pulang sama siapa?"

"Kebetulan disini kan ada Mas Afan, jadi saya sama Rere mau pulang bareng dia."

"Oh," jawab Faaz dengan wajah kecewa.

”Hemm, sebenarnya nya aku ingin ngungkapin perasaan aku yang sebenarnya pada Naira, tapi ... Mungkin waktunya belum tepat,"

ungkap Faaz dalam hati.

Bu Nyai yang melihat kegelisahan Faaz, dia mencoba membantu apa yang ingin di ungkapkan Faaz pada Naira.

"Emm Naira, sebenarnya sebelum kejadian kemarin itu, ada sesuatu yang ingin disampaikan Faaz sama kamu."

Faaz yang mendengar ucapan ibu nya itu langsung terkejut, begitupun Naira dia nampaknya lebih ke bingung.

"Umi!" tanya Faaz dengan sedikit gugup.

"Iya Nak, Umi tau kamu takut kalau itu di bicarakan sekarang waktunya tidak tepat, tapi menurut Umi tidak ada salahnya jika itu disampaikan sekarang, lagian Naira kan mau pulang juga."

Faaz pun berusaha menenangkan pikirannya dan akhirnya dia memberanikan diri untuk bicara pada Naira.

Sambil menghela nafas Faaz pun mengungkapkan semuanya pada Naira.

"Naira, jadi sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu sama kamu?"

Naira yang masih kebingungan dan gugup mencoba bersikap tenang dan menanyakan nya.

"Kalau boleh tau, menanyakan soal apa yah pak?"

"Jadi ... aku mau bertanya, apa kamu bersedia, jika aku ingin melamar kamu, dan menjadikan kamu sebagai istri aku?"

Naira yang mendengar pertanyaan itu langsung syok dan bingung harus menjawab apa.

"A-apa! saya tidak salah dengar kan pak?"

"Tentu saja tidak Naira," jawab Faaz sambil meyakinkan.

Bu Nyai pun menyambung percakapan mereka.

"Naira, apa yang di ucapkan Faaz barusan itu tulus dan dia sudah ceritakan semuanya pada saya, kamu tidak perlu jawab langsung kok, kamu bisa bicarakan ini pada orang tua mu dulu, supaya kamu dapat jawaban yang pas di hati kamu."

Naira yang masih terkejut mencoba menenangkan perasaannya.

"Sebenarnya saya masih sangat terkejut dan saya bingung harus jawab apa, tapi mendengar saran yang barusan Bu Nyai sampaikan memang sepertinya saya harus membicarakan nya terlebih dahulu dengan orang tua saya."

Faaz pun mengangguk dan tersenyum, dia merasa sangat lega sudah bisa mengungkap kan isi hati nya pada Naira.

"Baik kalau gitu, jangan tegang -tengah yah, santai aja," sambung Bu Nyai pada semuanya supaya suasana mencair kembali.

Naira dan Faaz pun tersenyum malu-malu, setelah itu Afan pun masuk ke ruangan Naira.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam," jawab semuanya.

Afan kaget karna di sana ada Faaz dan dua orang yang belum dia kenali.

"Eh, ada Faaz."

"Afan," sapa Faaz dengan ramah.

Afan melihat ke arah Rere, seolah dia ingin menanyakan siapa dua orang yang bersama Faaz itu, Rere pun segera menyadarinya dan langsung memperkenalkannya.

"Oh iya, Afan kenalin ini Pak Yai dan Bu Nyai, guru kita di Pesantren, dan belia ini adalah orang tuanya Pak Faaz."

Afan sontak saja terkejut, dengan sebuah kebetulan yang sangat tidak terduga ini.

"Hah! eh maksud saya oh gitu, kenalin saya temannya Naira," ucap Afan sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman.

Afan pun mencoba mengalihkan perhatiannya pada Naira.

"Naira, kamu beneran mau pulang sekarang?"

"Iya Mas, aku gak betah kalau lama di rumah sakit."

"Hemm, ya udah, kalau gitu kita pulang sekarang aja yah."

Pak Yai dan Bu Nyai pun izin permisi keluar.

"Ya sudah kalau gitu saya sama Bu Nyai keluar duluan yah."

"Oh iya Pak Yai, Bu Nyai, terima kasih banyak sudah mau repot-repot jenguk saya kesini," ucap Naira.

"Tidak kok, tidak repot , kalau gitu kami keluar duluan ya, Faaz Umi sama Abi tunggu di luar nyah."

"Iya Umi."

Naira pun di dudukan di kursi roda, namun saat akan keluar Afan dan Faaz secara bersamaan memegang pendorong kursi roda Naira.

Mereka berdua pun saling berpandangan, dan Rere pun sadar apa yang sedang terjadi.

”Aduuh gimana nih, mereka malah rebutan lagi, mana sih Albi lama banget kesini ya,”ungkap Rere gelisah.

Tidak lama Albi pun datang,menemui Naira.

"Kaka!" ucap Albi sambil berlari ke arah Naira.

Rere pun langsung menyuruh Albi untuk mendorong Naira.

"Albi! tolong dorong Kaka kamu yah, aku soalnya susah bawa barang-barang nih."

"Oh siap kak." Albi pun melihat dulu ke arah Faaz dan Afan sambil kebingungan dengan wajah tegang mereka.

"Ehhh, permisi Kang, kak."

"Oh iya silahkan," jawab Afan dan Faaz sambil mengeser.

1
Johanah Tata
naira itu gadis bodoh atau gimana ya... orang tau agama masih berduaan sama yang bukan mahram. aneh
Bismillah: terima kasih Kaka telah membaca novel saya🙏, untuk soal berdua an di episode ini kan lokasinya di rumah, dan masih menjaga jarak, tidak ada hal yang aneh-aneh yah kaka ☺️☺️
total 1 replies
☪︎⃟𒈔⃟🕊HIATUS 🇵🇸
mmah itu memang orang terbaik di dunia ini/Cry/ jadi kangen mamah.
Bismillah: betul banget🥺
total 1 replies
☪︎⃟𒈔⃟🕊HIATUS 🇵🇸
iklan untuk kakak
Bismillah: terima kasih Kaka🙏☺️
total 1 replies
☪︎⃟𒈔⃟🕊HIATUS 🇵🇸
bagu kak critanya,, aku mampir...
☪︎⃟𒈔⃟🕊HIATUS 🇵🇸
semangat nulisnya thor...
☪︎⃟𒈔⃟🕊HIATUS 🇵🇸
kak maaf terkadang mimpi itu bukan menandakan jodoh atau petunjuk... karna bisa jadi tipu daya setan, bagus critanya,,, semangat kaka..
☪︎⃟𒈔⃟🕊HIATUS 🇵🇸: ohh sip Kak...
total 2 replies
☪︎⃟𒈔⃟🕊HIATUS 🇵🇸
semangat kak
Bismillah: iya terima kasih☺️🙏
total 1 replies
2AL
kayak kantor sendiri enak ya izin Lama boleh 😂
2AL
saran saja untuk author jangan kebanyakan nulis singkat cerita
dikasih jeda atau tanda kalau mau pindah cerita dari Yang sebelumnya
☪︎⃟𒈔⃟🕊HIATUS 🇵🇸: semangat, kak aku juga masih banyak belajar
total 2 replies
Najwa Najwa
mana kelanjutan nya
Bismillah: Insyaallah besok mulai lagi yah kak,saya kemarin-kemarin sibuk jadi belum sempat nerusin ceritanya☺️🙏
total 1 replies
Najwa Najwa
keren banget ♥️ ..
Bismillah: terima kasih Kaka☺️🙏
total 1 replies
Wiwit Wilowati
ceritanya bagus Thor.. Saya suka
Bismillah: terima kasih Kaka ,🙏☺️
total 1 replies
Suparni Binti Parimin
lanjut Thor.... Bagus cerita nya
Bismillah: siap kaka👍☺️
total 1 replies
Welmince Welmi
Episode 9
Anita Jenius
ceritanya menarik kak. 5 like buat kamu. semangat ya. aku cicil baca sampai sini dulu.
Bismillah: terima kasih Kaka 🙏☺️
total 1 replies
Nofika Nur islami
sangat bagus👍
Nofika Nur islami: sama 2 kak
total 2 replies
Yukishiro Enishi
Tolong update sekarang juga biar bisa tidur malam dengan tenang.
Miu miu
Cerita seru banget, gak bisa dijelasin!
Bismillah: Terima kasih Kaka ,semoga ceritanya bisa menghibur yah ka🙏☺️
total 1 replies
Bismillah
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!