demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.
setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Ariana berjalan keluar dari perumahan Taman itu dengan langka pelan, pakaiannya begitu sangat pas di badannya. dengan celana biru muda yang dipadu padankan dengan sebuah blouse lengan pendek berwarna putih, tak lupa sebuah belt pada pinggang nya yang ramping menambah kesan elegan.
Kening Ariana mengerutkan ketika melihat mobil Arga sudah terparkir di jalanan, langkahnya kemarin membawanya langsung ke samping mobil Arga.
Tok
Tok
Ariana mengetuk kaca pintu mobil Arga yang masih tertutup, saat kaca mobil itu diturunkan, terlihat Ariana yang begitu bersinar Dimata Arga. Rambutnya yang terurai terkena hembusan angin, semakin membuat Arga terpana.
"kenapa kamu disini ? Kamu mengikuti ku ?". Tanya Ariana dengan perasaan yang kesal.
Arga yang sadar langsung memalingkan wajahnya menatap kedepan, Kemarahannya kembali memuncak.
"masuk....". Ucap Arga tanpa menoleh ke arah Ariana.
"MASUK!!!!". Kali ini Arga berteriak bahkan sampai menatap tajam Ariana yang masih berdiri.
'jangan panik dulu Ariana, tenangkan dulu pria s*alan ini. aku tidak boleh gegabah, jangan sampai Arga tau kalau aku membeli rumah di perumahan taman ini untuk pindah'. Batin Ariana langsung membuka pintu mobil suaminya itu.
Ketika sudah masuk dalam mobil, Arga sedikit mendekat kan wajahnya ke Ariana, tatapannya masih tajam seakan menuntut penjelasan.
Arga melempar ponsel nya diatas paha Ariana. "jelaskan...diantara penghuni rumah taman, kenapa bisa ada nama mu ?". Tanya Arga penuh selidik, baru saja pria itu mendapat pesan dari orang suruhan nya, ternyata Ariana membeli rumah di perumahan elit itu.
Ariana memberikan ponsel Arga kembali. "aku sudah bekerja bertahun-tahun, apa salah nya jika aku membeli rumah, DP nya memakai uang ku sendiri, aku tidak memakai uang mu sepeserpun". tatapan Ariana mengarah ke Arga yang juga sedang menatapnya.
"apa yang kamu rencana Ariana ? Kenapa kamu sampai membeli rumah secara diam-diam tanpa memberitahu ku. SEBENARNYA APA MAU MU!?". nafas Arga memburu menuntut jawaban jujur pada Ariana.
Ariana menatap wajahnya di kaca spion depan, senyum kecil muncul pada mulutnya namun sangat kecil dan Arga tidak melihat itu.
"kenapa harus mengatakan nya pada mu ? Aku hanya mau mempunyai rumah yang menjadi milikku dan tercatat sebagai nama ku sendiri. Apa itu salah ?". tanya Ariana menaikkan sebelah alisnya.
Arga memalingkan wajahnya kesamping sambil tertawa pelan mendengar ucapan istrinya itu.
tatapan nya kembali mengarah ke Ariana, matanya memerah. menahan rasa sakit karena Ariana seperti tidak menganggapnya sebagai suami.
"apa aku pernah pelit pada mu ? bahkan perhiasan yang baru-baru aku belikan untuk mu lebih mahal dari pada rumah yang kamu beli". Arga mengeluarkan dompet nya. "kamu suka beli rumah kan ? Beli yang kamu suka". Arga mengeluarkan kartu-kartu dari dalam dompet nya dan memberi satu persatu katun itu pada Ariana. "beli atas nama mu...beli sampai kamu puas...apa itu cukup ?". Mata Arga memerah menatap Ariana. sedangkan Ariana hanya terdiam tanpa melihat kartu-kartu yang diletakan diatas paha nya itu. Malahan wanita itu tersenyum miring melihat berbagai macam kartu-kartu yang semuanya pasti memiliki uang didalam nya.
"tuan Arga murah hati sekali...saat ini aku masih memiliki uang. nanti kalau aku ingin membeli rumah lagi, aku akan mengatakan nya pada mu. Tapi saat ini aku juga mau membeli rumah dengan hasil keringat ku bekerja di perusahaan mu selama bertahun-tahun. tidak ada yang salah kan menyenangkan diri dari hasil kerja sendiri". semua kartu itu diserahkan kembali Ariana pada Arga.
Arga mencekal tangan Ariana dengan kuat. "apa kamu sudah tidak mempercayai ku lagi ?". Rasanya Arga begitu frustasi melihat Ariana yang semakin hari semakin berbeda dari biasanya.
"apa perlu aku mempercayaimu lagi setelah semua yang kamu lakukan padaku ?". Alis Ariana naik sebelah.
Cekelan tangan Ariana terlepas dari Arga, wanita itu menarik sabuk pengaman dan segera memasang nya.
tatapannya mengarah kedepan dengan datar, sedangkan Arga menatap Ariana dengan lemah.
'saat tadi aku memperlihatkan daftar nama pada nya, pasti dia juga melihat nama Adrian Atmajaya disana. Tapi dia tidak bereaksi apapun, mungkin saja Ariana dan Adrian tidak memiliki hubungan apapun, dan Ariana tidak tau jika Adrian tinggal di perumahan itu juga'. batin Arga memegang stir mobil nya. 'dilapangan golf itu memang bukan Ariana'. lanjutnya lagi mulai menyalakan mesin mobilnya kemudian mobil itu melaju meninggalkan perumahan taman itu.
* * *
Ariana kini sudah berada dirumah nya, setelah Arga mengantar nya pulang, pria itu kembali ke perusahaan nya.
Sejak tadi, Ariana hanya bermain game di ponsel nya karena merasa bosan. Tapi sebuah panggilan telepon membuat Ariana langsung menggeser tombol hijau.
"halo Bu Martha". sapa Ariana menempelkan ponsel itu pada telinganya.
"kita harus bertemu hari ini dan membuat perjanjian tambahan yang seperti saya janjikan sebelumnya". suara cempreng Bu Martha disebelah terdengar seperti kaleng rongsokan di telinga Ariana.
"urusan seperti itu biarkan saja pengacara ku yang urus".
"tidak bisa, kita harus bertemu. Kamu kira uang dua triliun itu uang sedikit haaaa!!! Aku hanya menyuruh mu datang untuk menambah perjanjian itu, jangan sok jual mahal". Kesal Martha karena Ariana
menolaknya bertemu.
"cepat datang...aku tunggu kamu di hotel horizon". Bu Martha langsung mematikan ponsel nya.
Ariana terdiam mendengar nama hotel yang disebutkan oleh Bu Martha.
"hotel horizon ? Bukan nya tuan Adrian juga mengatakan akan bertemu di hotel horizon untuk mengembalikan jas nya ? Apa ini kebetulan saja yah". Pikir Ariana.
Tanpa menunggu lama, Ariana langsung beranjak untuk siap-siap. Sebuah tas sudah berada di tentengannya, dengan memakai dress berwarna cream dan sebuah map hitam berada di tangan satunya.
Karena malas membawa mobil, akhirnya Ariana terpaksa memakai supir.
"ke hotel horizon pak". pintanya langsung diangguki oleh supir nya.
"baik nyonya".
Mobil melaju meninggalkan rumah, karena sudah sore makanya sudah banyak karyawan yang pulang dan sedikit macet.
Hingga hampir satu jam lama nya terjebak macet, akhirnya Ariana sampai di depan hotel horizon yang sesuai di katakan oleh Bu Martha.
Langkah kakinya membawa di depan resepsionis, tapi baru saja Ariana mau membuka mulut nya, resepsionis itu sudah berbicara duluan.
"nona Ariana ?". Tanya resepsionis itu sambil melihat foto di ponsel nya, supaya tidak salah orang.
"ah iya...saya". Kata Ariana.
"nyonya Martha sudah menunggu anda. Silahkan ikuti saya". Resepsionis itu langsung berjalan duluan menuju sebuah ruangan yang memang sangat privat.
"silahkan nona, nyonya Martha ada didalam". perlihatkan resepsionis itu diangguki oleh Ariana.
Sreeeetttttt
suara pintu terdengar berdecit, Ariana mendorong nya hingga terbuka. Tanpa bicara, wanita itu melangkahkan kakinya kearah Bu Martha yang duduk dengan sebuah cangkir ditangannya.
Bu Martha yang melihat kedatangan Ariana tersenyum licik.
Bersambung....