Erika gadis polos yang tidak mengerti apa itu cinta
Bersama sahabatnya Becca Erika menjalani hari demi harinya
suatu hari Erika harus menikah dengan pria yang tidak dia kenal karena dijodohkan oleh orang tuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maachan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sarapan
seaampainya di dapur Becca langsung menyajikan makanan untuk Erika
"ini kamu pasti suka"
"wah ini kan makanan favorit aku"
"iya aku sengaja buat itu untuk mengembalikan mood kamu"
Erika duduk dikursi di depan dapur,, Becca menuangkan teh
"emhh" suara deheman seorang pria yang dikenal oleh Erika dan Becca
"ka..kamu" ucap Erika sedikit gugup
"aki boleh ikut sarapan sama kalian??" tanya Kenzee
"kenapa harus minta izin??" tanya balik Becca
"masalahnya aku tidak ingin menganggu dua sahabat yang lagi sarapan"
"itu tidak benar duduk saja"
Kenzee duduk disebelah Erika Becca menyajikan teh untuk Kenzee dan Erika
mereka sarapan dengan memakan masakan Becca
"ternyata kamu pintar masak juga ya" ucap Kenzee
"hah??"
"makanannya enak"
"terima kasih,, tapi aku tidak akan bisa memasak jika Erika tidak mengajari aku masak"
"benarkah"
"kamu nggak tahu kalau Erika pintar masak??"
"nggak"
"hei Erika kamu keterlaluan kenapa kamu tidak pernah masak makanan untuk suami kamu sendiri??"
"maaf aku pikir kamu tidak akan menyukainya"
"tidak mungkin jika kamu yang masak rasanya pasti akan lebih lezat karena kamu masak dengan menggunakan cinta"
"ah so sweet"
"oh iya temanku dan adiknya akan datang"
"baiklah"
****
selesai sarapan Kenzee kembali ke vila sedangkan Erika dan Becca membersihkan dapur
"hai Ken" sapa seorang pria
"oh hai Tetta,, hai Iqbal"
Erika dan Becca berjalan menuju vila,, namun tiba tiba seorang pelayan tak sengaja mengotori baju Erika,, Erika yang semua akan menemui Kenzee dan temannya malah mengubah tujuannya karena bajunya kotor jadi dia pergi untuk mengganti baju
Becca tetap pergi ke vila,, sesampainya di vila Becca melihat Kenzee sedang bicara dengan dua orang pria
"ah Becca kamu kok sendirian??" tanya Kenzee
"iya tadi ada sedikit masalah jadi dia pergi ke kamar dulu"
"baiklah"
"hei apa dia istrimu??" tanya Tetta
"bukan dia sahabat istriku"
"eh Becca"
"Iqbal kamu kenal??"
"iya dia teman satu kampus aku kak"
selang beberapa lama Kenzee tersenyum kala melihat Erika datang
"nah itu istriku" Kenzee menunjuk ke arah Erika yang tengah berjalan menuju tempatnya
Erika tersenyum sambil berjalan
"maaf membuat kelian menunggu" kelembutan suara Erika selalu membuat semua yang ada disekitarnya merasa sangat nyaman dan tenang
Iqbal kaget ketika melihat Erika yang dia kenal yang datang
"Erika kamu??" ucap Iqbal dengan nada kecewa
"oh iya Erika ini Tetta temanku dan ini Iqbal adiknya dia juga satu kampus sama kamu"
"hai aku Erika" Erika mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan
"Tetta" Tetta membalas uluran tangan Erika
Iqbal tak membalas uluran tangan Erika ketika ingin berjabat tangan
"oh iya maaf ya aku gak bisa datang di acara pernikahan kalian"
"tidak apa apa"
"ngomong ngomong Ken istrimu sangat cantik sempurna"
"terima kasih"
"ya Erika memang cantik dia juga sangat baik karena itu aku menjadikannya istriku"
Kenzee menghabiskan waktu bersama temannya Erika dan Becca pergi ke taman dibelang Paviliun
tak disangka jadi jika Erika adalah istri sahnya Kenzee Aswar,, aku memang jauh jika dibandingkan dengan Kenzee tapi kenapa aku bisa sebodoh itu mencintai istri orang. gumam Iqbal
setelah Iqbal bertemu dengan istri Kenzee dia terlihat seperti orang yang tak punya semangat dia hanya terdiam dan hanya menjawab seperlunya saja.